Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
tugas Reina


__ADS_3

"Haahha ternyata kau seorang manusia Garra." Pecah tawa Ali menggelegar.


Ucapan Ali berhasil membuat wajah Garra menghitam pekat. Garra terdiam dengan hati yang teramat kesal.


"Aku baru saja menikah gadis itu beberapa waktu yang lalu, adakah waktu untuk bicara dengan sahabat nya. Sementara ia selalu berada di samping ku." Perjelas Garra tak mau terlihat menyedihkan.


"Ya ya ya anggep saja aku percaya itu." Ali tak dapat menahan tawanya yang terlalu di anggep lucu.


Ali keparat! Apakah ia tak butuh bonus di ulang tahun ku nanti.?


Memandang tanpa berkedip. Garra seperti ingin menendang Ali keluar angkasa saja.


"Kalau tawa mu tak berhenti. keluar dari sini kau akan di sambut dengan pesawat ke Mongolia." serius dan tegas.


"Bisakah kau tidak mengancam." wajah Ali seketika menjadi serius.


"ok baik lah, jadi coba ceritakan bagaimana kau bisa menikahi gadis itu." Tanya Ali serius.

__ADS_1


Kedua pasang mata para lelaki itu bertatapan tajam dengan api yang sedang menyala nyala.


Di depan pintu kamar terlihat Rama yang tengah berbicara dengan Reina.


"Di dalam ada nona muda Maira. Aku menjemputmu ke sini atas perintah tuan Garra, tugas mu adalah mengganti pakaian nona muda Maira." perjelas Rama dengan detail.


Reina mengangguk paham. Ia tak mau menanyakan banyak hal pada Rama mengingat kondisi Maira.


Reina adalah pemikir yang baik dalam mengambil tindakan ia tidak gegabah sama sekali. Paham apa yang harus di lakukan tanpa melibatkan yang tidak perlu.


Rama mempersilahkan Reina masuk ke dalam kamar. Matanya terkejut melihat penampakan sosok Maira yang terbaring kaku di tutupi selimut tebal.


Dan matanya terbelalak hebat saat ia melihat wajah pucat Maira yang ternyata adalah sahabat nya itu.


Reina segera menyingkirkan selimut tebal di atas tubuh Maira. Ia juga dengan cekatan lanjut menggunting baju di badan Maira.


Sesaat setelah ia menyingkirkan semua pakaian yang melekat pada tubuh Maira. Reina kebingungan di mana letak baju Maira.

__ADS_1


Menyusuri letak setiap tempat di dalam kamar sampai menemukan pakaian Garra. Dengan cekatan Reina mengambil pakaian kemeja putih polos Garra lalu memakaikan nya ke tubuh Maira.


"May bangun." panggil Reina berusaha menyadarkan Maira.


Usai memakaikan baju ke tubuh Maira dengan teramat rapi, Reina kembali menatap wajah sahabat nya itu.


Seketika ia teringat dengan pertanyaan Maira tempo hari soal perusahaan Wiliam.


"May kamu kenapa mau menikah dengan orang seperti tuan Garra itu. Padahal aku udah ingetin kalau dia tuh terkenal karena posesif." gumam Reina berbicara sendiri.


Reina yang masih terbawa suasana dengan pikirannya sendiri soal Maira, seketika kaget karena pintu kamar yang terbuka lebar.


"Apa kau sudah selesai memakaikan nya baju.? Tanya Garra mendekat ke arah Maira.


"Awalnya aku pikir Maira adalah pembantu di rumah ini. sewaktu aku menjemput nya di kawasan Brescout ini waktu itu. Dan dengan gamblang nya aku meminta untuk bekerja Dengan sebagai pembantu di sini." menyeringai tak percaya.


"Sampai malam ini udah di depan mata kepalaku sendiri, ternyata sahabat ku ini adalah istri dari seorang Garra Wiliam." membeku dengan bibir terkatup.

__ADS_1


"Kisah cinta mu dengan Sasha begitu terkenal. Kau menikahi sahabatku bukan tanpa alasan." tatapan Reina mulai tajam mengarah ke Garra.


"Apa pun alasannya itu bukan urusanmu." ucap Garra dingin dan tajam.


__ADS_2