
Pernikahan Ellyana dan Bian terjadi begitu saja. Namun
sampai saat ini, Bian merahasiakan nya dari Maira, dan Ellyana seorang yang
mengetahui semua apapun di muka bumi ini jika dia mau. Tak ada gunanya nya Bian
menyimpan rahasia, karena wanita secerdik Ellyana bisa tahu, bahkan tanpa kau
berkedip sekalipun. Sifat yang tenang membuat Ellyana semakin berbahaya tanpa di
sadari.
Dan ucapan Bian yang mengatakan dia punya sumber informasi
pada Maira waktu itu, dia adalah istrinya sendiri yaitu Ellyana. Bian sama sekali tak
mencintai Ellyana, karena perasaan terpaksa itu membuat Bian membenci dirinya
sendiri sejak meninggalkan Maira tanpa alasan. Pergi begitu saja di saat Maira
terluka.
4 tahun pernikahan ellyana dan bian, tak sedikitpun bian
memarahi Ellyana, tak menekan nya, namun kasih sayang dari Bian jelas palsu dan
terpaksa.
Gadis cantik dan cerdik itu menyadarinya, bahkan sebelum
mereka genap 1 minggu menikah. Karena tekanan, dari kedua orang tuanya makanya
Bian mengorbankan kan keinginan nya. Sudah jelas Maira menganggapnya jahat,
manusia tak berperasaan, tapi itu dulu atau bahkan prasangka itu masih melekat
di hati Maira tentang Bian. Lelaki brengsek tak bertanggung jawab.
Menjalani pernikahan yang penuh sandiwara itu membuat
Ellyana merasa tersiksa, tapi ia sangat tulus mencintai Bian, karena pertemuan
pertama mereka waktu itu.
Bian menyentuh Ellyana layaknya seorang pasangan bahagia,
namun itu hanya pada saat Bian mabuk saja, dan jika sadar hal seperti itu
hanyalah fantasi Ellyana yang hangat.
Pernah suatu malam, Ellyana melanggar satu hal. Dimana ketika Bian
tengah berada di ruangan pribadinya. Sepulang Bian dari belgia dan sibuk mengurus
pekerjaan yang sangat banyak, terlihat sangat kelelahan.
__ADS_1
Malam itu momen yang di pas bagi Ellyana untuk berhubungan,
rindu pada Bian yang sudah hampir 1 bulan mereka tak bertemu, karena kesibukan
masing masing. Ellyana menghampiri Bian di ruangan kerjanya.
Padahal Bian sudah mengatakan beberapa kali agar Ellyana
tidak memasuki ruangan kerja Bian sembarangan, tapi malam itu Ellyana ingin
menyepelekan peringatan Bian, menerobos masuk membawa kopi. Namun saat berada
di dalam ruang Ellyana menjatuhkan cangkir yang cantik itu
Pandangan nya fokus pada lukisan di setiap sudut dinding ruangan
itu, yah dia adalah wajah Maira, di atas meja semua adalah foto Maira, tak ada 1
pun foto dirinya atau foto pernikahan mereka.
Ellyana membungkam mulutnya tak percaya, suara dentingan
cangkir yang kuat membangunkan Bian dari tidur lelapnya. Menatap tak peduli pada Ellyana yang hampir menangis. Jika
kalian pikir Bian khawatir Ellyana akan syok, maka pikiran kalian salah, Bian hanya
diam mematung di tempat duduk nya menatap Ellyana nanar.
"Aku sudah melarang mu bukan! Dan kamu melanggar nya. Tahu sendiri
akibatnya.” Sahut Bian beranjak dari tempat duduk nya.
tumpah, menurunkan tangan yang membungkam mulutnya, sesak di dada nya Nampak jelas terlihat,
melebarkan senyuman di pipinya, lalu berjongkok mengumpulkan pecahan cangkir
yang berserakan di lantai.
Tubuh Ellyana bergetar hebat, semakin sesak berada di dalam
ruangan itu rasanya, namun dengan bakat acting dirinya menahan seolah tak
pernah melihat lukisan wajah Maira.
“Kamu sudah makan.” Tanya Ellyana
mengumpulkan beberapa pecahan di lantai.
“Kalau kamu memasaknya, kita akan malam bersama.” Sahut Bian
yang tadinya melangkah, kembali duduk di kursi kebesarannya.
Makan malam pun berlangsung keduanya, menikmati hidangan yang enak itu.
Masakan Ellyana memang enak, namun
__ADS_1
luka karena cangkir sangat jelas terlihat di jari manis nya, tapi Bian sama
sekali tak menghiraukan nya.
Dekorasi meja makan dengan lilin dan makanan yang mewah
Ellyana siapkan dengan penuh cinta, dialog ringan terjadi di meja makan.
“Bagaimana pekerjaan mu.” Tanya Ellyana memotong steak. Menciptakan suasana yang kaku
“Berjalan bagus.” Sahut Bian tanpa ekspresi.
“Kau selalu mengerjakan nya dengan sempurna.” Puji Ellyana
meletakan potongan steak di piring Bian.
Bian menatap tak suka, namun tak mempermasalahkan nya, hanya
saja
“Kau masih akan berusaha.” Ucap Bian cuek malas.
“Apakah kau tidak lelah, melakukan ini semua.” Lanjut Bian
bertanya
“Kau ini gadis pintar dan cerdik, tapi kenapa soal cinta kau
mau di perbudak perasaan.” Tatapan kesal.
“Seperti kata ku, aku akan berusaha membuatmu mencintaiku.”
Sahut Ellyana tersenyum.
“Kau benar benar ingin jadi pelacur ku yah.” Ucapan yang
terus terucap dari mulut Bian yang tenang.
“Kau suamiku, aku senang melakukan nya.” Sahut Ellyana
tersenyum memberikan potongan daging steak
“Di saat aku mabuk.” Sindir Bian sudah sangat kesal dengan
kebodohan Ellyana.
Yah ucapan Bian tenang, namun sangat menusuk hati. Wanita
mana yang tidak sakit mendengar ucapan suami seperti itu.
Ellyana terlihat tertekan, namun senyuman di wajahnya bisa
di katakana membuat Bian tambah emosi. Bian menyeka kasar mulutnya dengan tisu,
lalu berjalan kembali ke kamar mereka.
__ADS_1
“Ah, kau akan tidur di kamar.” Tegur Ellyana melihat langkah
Bian yang menaiki tangga.