
“Terimakasih untuk para hadirin yang hadir malam ini,
terlebih lagi istri ku datang untuk menghadiri acara ini, jadi aku persembahkan
semua ini untuk dia.” Ucap Garra tanpa ekspresi.
Wajah Maira kaget mendengar ucapan Garra, menunduk takut dan
malu ingin rasanya kabur dari tempat itu segera. Apa ini, kenapa membahas ini
salah sendiri mengundang perusahan seperti kami.batin Maira
Perang dingin pun terjadi, Garra ingin mengamuk sementara
Maira ingin kabur, namun diantara mereka ada yang sedang tertawa dengan penuh
maksud.
Tatapan mata paman mengikuti arah mata Garra memandang. Di
sana terlihat sosok wanita yang sedang tersenyum sumringah dengan seorang
lelaki.
Meletakan gelas yang tadi di genggam nya lalu berjalan di
balik kerumunan orang orang, paman Marcel tersenyum penuh arti, sebelum menghilang.
Tatapan mata Garra semaki tajam menatap Maira. Kenapa juga
dia memandangku seperti ingin mengulitinya. Sekilas Maira melirik kearah
Garra, namun tak berani lama menatapnya karena laki laki itu menatap dengan
aura yang menyeramkan.
Semua para peserta menjadi penasaran dengan istri rahasia
tuan Garra.
“Ha, istrinya datang, yang mana.? Penanya 1
“Aku penasaran seperti apa wajah nya.” Penanya 2
“Dari kalangan mana dia.” Penanya 3
“Ku dengar dia adalah seorang model luar, wah pasti badannya
bagus.” Ulasan kampret
“Wah bukan nya ini kali ke dua istrinya itu hadir di acara.”
__ADS_1
Pernah hadir di acara penyambutan raja arab
“Wah, benar ka? Pasti kalangan yang sama, aduh uang mereka
pasti sudah banyak, untuk apa lagi bekerja.” Ulasan tak jelas
Kacau karena mereka semua saling menatap satu sama lain.
Untung nya Maira di tutupi Erian sehingga tak ada yang bertanya pada Maira atau
pun Senfia.
Sejam berlalu acaranya pun telah usia, Maira dan Snefia
sedikit berbincang karena Erian sedang mendengarkan pengumuman kontes yang di
adakan oleh wiliam grup berkesempatan bergabung bersama wiliam grup.
Maira kaget saat Garra mengumumkan itu, perasaan nya mulai
tak enak. Apalagi pak Erian terlihat begitu bersemangat dengan di selenggarakan
hal ini.
“Wah, keberuntungan kita bisa ikut kontesnya.” Ucap Snefia
senang
enak.” Mengetuk ngetuk kan jarinya di gelas minuman.
“Oh benarkah? Padahal aku merasa ini adalah jack pot nya.”
Seru Senfia
Tak lama Rama datang memberikan kode pada Maira yang tengah
menatapnya tak sengaja. Maira berpamitan pada snefia sebentar untuk menghampiri
Rama
“Ada apa.? Tanya Maira khawatir
“Tuan bon bos ingin anda pulang bersama nya .” beritahu Rama
"Bagaimana mungkin. Aku ke sini bersama Snefia.” Alasan myaira
“Kalau anda menolak, tuan ingin anda mengganti uangnya malam ini 2 kali lipat.”jelas Rama
Dasar monster! Memeras orang lemah , ha apa apan itu. Memang
aku tak seharusnya meminjam uang padanya. Menatap dengan penuh amarah.
__ADS_1
“Kalau pulang nanti aku mau duduk di depan saja, aku gak
pengen mati di tangan bos mu itu, nyawa ku cuman ada 1.” Orang yang sadar akan
kesalahan nya, memilih cara menghindar.
“Baik nona.” Ucap Rama berlalu.
Dasar serigala, burung hantu, bejat monster. Maira tak
berhenti henti mengumpat akan Garra.
Maira menghampiri Snefia dengan wajah di tekuk.
‘Ada apa Maira, kelihatanya kamu sedang kesal.” Tanya Snefia
penasaran
“Tidak. Aku sedang bahagia sampai ingin menguliti kulit
burung.” Umpat Maira menahan emosi
“Haha, cukup Maira, mungkin kamu kesal kenapa bukan kamu
yang jadi nyonya wiliam. Aku juga bertanya tanya, perempuan mana yang beruntung
menikah dengan ATM.”ujar Snefia berharap
“Dasar gila,sepertinya kamu benar.” Sadar kalau dia adalah
nyonya wiliam.
Cukup lama pak Erian berebutan kertas pendaftara agar bisa
mendaftarkan perusahaan nya, dan setelah mendapatkan kertas persyaratan hasil
dari tanda tangan untuk mengikuti dan memasukan dua nama yang akan di utus
mengikutinya adalah Snefia dan Maira.
“Jangan bahagia dulu, tada.” Serah pak Erian yang bahagia
memberikan mereka berdua kesempatan emas
“Gak perlu berterima kasih, aku tahu aku baik.” Ucap pak
Erian berharap ucapan demikian dari Maira
Maira membacanya dan hampir memukul kepala pak Erian karena
tanpa persetujuan namanya di masukan dalam daftar.
__ADS_1