Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
MENATAP DENGAN AMARAH


__ADS_3

“Terimakasih untuk para hadirin yang hadir malam ini,


terlebih lagi istri ku datang untuk menghadiri acara ini, jadi aku persembahkan


semua ini untuk dia.” Ucap Garra tanpa ekspresi.


Wajah Maira kaget mendengar ucapan Garra, menunduk takut dan


malu ingin rasanya kabur dari tempat itu segera. Apa ini, kenapa membahas ini


salah sendiri mengundang perusahan seperti kami.batin Maira


Perang dingin pun terjadi, Garra ingin mengamuk sementara


Maira ingin kabur, namun diantara mereka ada yang sedang tertawa dengan penuh


maksud.


Tatapan mata paman mengikuti arah mata Garra memandang. Di


sana terlihat sosok wanita yang sedang tersenyum sumringah dengan seorang


lelaki.


Meletakan gelas yang tadi di genggam nya lalu berjalan di


balik kerumunan orang orang, paman Marcel tersenyum penuh arti, sebelum menghilang.


Tatapan mata Garra semaki tajam menatap Maira. Kenapa juga


dia memandangku seperti ingin mengulitinya. Sekilas Maira melirik kearah


Garra, namun tak berani lama menatapnya karena laki laki itu menatap dengan


aura yang menyeramkan.


Semua para peserta menjadi penasaran dengan istri rahasia


tuan Garra.


“Ha, istrinya datang, yang mana.? Penanya 1


“Aku penasaran seperti apa wajah nya.” Penanya 2


“Dari kalangan mana dia.” Penanya 3


“Ku dengar dia adalah seorang model luar, wah pasti badannya


bagus.” Ulasan kampret


“Wah bukan nya ini kali ke dua istrinya itu hadir di acara.”

__ADS_1


Pernah hadir di acara penyambutan raja arab


“Wah, benar ka? Pasti kalangan yang sama, aduh uang mereka


pasti sudah banyak, untuk apa lagi bekerja.” Ulasan tak jelas


Kacau karena mereka semua saling menatap satu sama lain.


Untung nya Maira di tutupi Erian sehingga tak ada yang bertanya pada Maira atau


pun Senfia.


Sejam berlalu acaranya pun telah usia, Maira dan Snefia


sedikit berbincang karena Erian sedang mendengarkan pengumuman kontes yang di


adakan oleh wiliam grup berkesempatan bergabung bersama wiliam grup.


Maira kaget saat Garra mengumumkan itu, perasaan nya mulai


tak enak. Apalagi pak Erian terlihat begitu bersemangat dengan di selenggarakan


hal ini.


“Wah, keberuntungan kita bisa ikut kontesnya.” Ucap Snefia


senang


enak.” Mengetuk ngetuk kan jarinya di gelas minuman.


“Oh benarkah? Padahal aku merasa ini adalah jack pot nya.”


Seru Senfia


Tak lama Rama datang memberikan kode pada Maira yang tengah


menatapnya tak sengaja. Maira berpamitan pada snefia sebentar untuk menghampiri


Rama


“Ada apa.? Tanya Maira khawatir


“Tuan bon bos ingin anda pulang bersama nya .” beritahu Rama


"Bagaimana mungkin. Aku ke sini bersama Snefia.” Alasan myaira


“Kalau anda menolak, tuan ingin anda mengganti uangnya malam ini 2 kali lipat.”jelas Rama


Dasar monster! Memeras orang lemah , ha apa apan itu. Memang


aku tak seharusnya meminjam uang padanya. Menatap dengan penuh amarah.

__ADS_1


“Kalau pulang nanti aku mau duduk di depan saja, aku gak


pengen mati di tangan bos mu itu, nyawa ku cuman ada 1.” Orang yang sadar akan


kesalahan nya, memilih cara menghindar.


“Baik nona.” Ucap Rama berlalu.


Dasar serigala, burung hantu, bejat monster. Maira tak


berhenti henti mengumpat akan Garra.


Maira menghampiri Snefia dengan wajah di tekuk.


‘Ada apa Maira, kelihatanya kamu sedang kesal.” Tanya Snefia


penasaran


“Tidak. Aku sedang bahagia sampai ingin menguliti kulit


burung.” Umpat Maira menahan emosi


“Haha, cukup Maira, mungkin kamu kesal kenapa bukan kamu


yang jadi nyonya wiliam. Aku juga bertanya tanya, perempuan mana yang beruntung


menikah dengan ATM.”ujar Snefia berharap


“Dasar gila,sepertinya kamu benar.” Sadar kalau dia adalah


nyonya wiliam.


Cukup lama pak Erian berebutan kertas pendaftara agar bisa


mendaftarkan perusahaan nya, dan setelah mendapatkan kertas persyaratan hasil


dari tanda tangan untuk mengikuti dan memasukan dua nama yang akan di utus


mengikutinya adalah Snefia dan Maira.


“Jangan bahagia dulu, tada.” Serah pak Erian yang bahagia


memberikan mereka berdua kesempatan emas


“Gak perlu berterima kasih, aku tahu aku baik.” Ucap pak


Erian berharap ucapan demikian dari Maira


Maira membacanya dan hampir memukul kepala pak Erian karena


tanpa persetujuan namanya di masukan dalam daftar.

__ADS_1


__ADS_2