
Sementara itu di tempat Garra dia tengah membaca sebuah laporan. Tangan nya meremas kesal kertas dengan berbagai macam tulisan yang berbaris rapi.
“Jadi apa yang di ucapkan Maira itu benar.” Garra mengeraskan rahangnya.
“Aku gak di sana, tapi dari hasil cctv-nya yang aku retas sepertinya mereka berdua tangah melakukan ‘itu’.” Nevan bicara dengan nada
santai.
“Hm ‘itu’ apa kau pikir istriku berselingkuh.” Garra semakin menatap tajam pada Nevan yang sedang duduk santai dan terus menatap Nadia yang berdiri sambil memegang hasil laporan lainya.
“Ayoklah Garra, sebentar lagi kau akan menceraikan nya bukan, jadi biarkan saja dia Bersama dengan Luis.” Nevan melemparkan tatapan menggoda pada Nadia yang acuh terhadapnya.
Tanpa aba aba telepon yang bertengger di atas meja melayang dengan indah tepat menghantam kepala Nevan hingga mengeluarkan darah segar di dahi kirinya.
Bruakk ..
“Auhh.” Ringis Nevan. “ Kau kejam sekali tuan Garra.” Nevan dengan cepat berdiri dan segera pergi dari ruangan Garra yang sedang mengamuk itu.
“Nadia hubungi Maira, suruh dia ke kantor.” Garra berkata sambil berjalan kearah kamar yang ada dalam ruangan itu.
Dan tepat saat itu juga dering ponsel Garra berbunyi. Melihat nama yang tertera membuat Garra segera mengangkatnya dengan Gerakan
cepat.
__ADS_1
“Dimana.” Nada tak bersahabat Garra Ketika menerima panggilan
“-----”
“Kau memang tidak becus. berhenti sekarang juga.” Teriak Garra di balik ponselnya yang di arahkan di depan mulut.
“Nadia hubungi Nevan, suruh dia lacak nomor DN mobil yang akan di kirim oleh pengawal Maira.” Garra segera berjalan keluar dengan berlari.
Nadia menatap kesal pada bosnya yang suka marah marah itu, baru tadi ia melemparkan benda hingga membuat kepala Nevan mengeluarkan darah, eh sekarang malah butuh bantuan Nevan.
Laki laki tidak tahu diri memang Garra itu.
Bukanya hanya Garra yang kalang kabut dibuat Maira setelah mendengar kabar kalau nona Maira menghilang.
Nadia harus berurusan dengan Nevan laki laki gila yang kurang kerjaan itu untuk menyelidiki DN mobil, sudah pasti Nevan bakal mencuri curi kesempatan.
Sementara Rama dirinya pergi mengurus beberapa direksi dan kolega lainya, namun kerena perintah tuan bos lagi lagi Rama di pindah tugaskan untuk menghubungi polisi kalau tidak maka dirinya sendiri yang akan tanggung akibatnya.
Garra tak akan menghubungi Luis karena masalah Maira, sementara Omar yang di pikir Garra masih berada di luar negeri tentu sangat
sulit di hubungi. Berbeda dengan Garra yang kebakaran jenggot atas hilangnya Maira.
Biar tahu rasa kamu Garra
__ADS_1
****
Di tempat lain Maira yang baru saja bangun dari tidur lelapnya tengah menikmati angin yang menerpa kulitnya di atas Kasur empuk itu dengan pemandangan alam dan hamparan bunyi ombak.
Maira menggeliat sambil menguap, dirinya serasa mimpi Ketika melihat pemandangan sejak dan indah itu.
“Heeeeh.” Pekik Maira heboh. Dirinya melompat dari Kasur empuk itu untuk melihat lebih dekat bagaimana alam yang indah itu terpampang seperti sangat nyata.
“Aku gak mau bangun, di sini indah sekali.” Maira berkata dengan merentangkan tangannya ke udara. Menghirup dalam dalam aroma yang sejuk itu dengan angin segar yang menyapa tubuhnya.
Seketika Maira seperti mendengarkan lantunan musik terbaik yang sangat pas dengan suasananya.
Hingga arah mata m aira menatap sosok laki laki yang tampan dan tinggi tengah menggunakan handuk yang melilit rendah di
pinggang miliknya. “Omagat laki laki itu telanjang dada.” Pekik Maira melirik
dengan malu malu. Wajah maira bagaikan siluet lukisan indah saat angin nakal
menyapa hangat. Anak rambut menari di bagian bibir Maira. Mata omar membulat
menatap gadis yang tengah tertegun padanya.
Kalo nyampe lagi 10 comentar author up lagi deh ... comentar yang menarik aku jadiin story' di ig yah.
__ADS_1