Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
karma dan kabar mengejutkan


__ADS_3

Kecepatan Rama mengendarai mobil tak perlu di ragukan lagi.


Melesat sempurna di jalanan padat. Rama pantas dijiluki pengendara iblis. Hati


nya menjadi taman kupu  kupu dengan


membawa  berita Bahagia itu. Sesayang


itukah Rama pada bosnya itu.


Senyum kekhawatiran melihat betapa bahagianya tuannya nanti


dengan kabar yang membuat Gaara melambung tinggi itu membuat Rama mencampur


adukan perasaannya. Senang, Bahagia, dan sedih menjadi satu dalam melodi nafas


yang berderu hebat. Pintu kamar brescout terbuka disana Rama melihat Reina sedang berbincang dengan


seseorang tak lain adalah Marisa.


“Yang aku dengar tuan Garra begini karena nona Maira


menghilang.” Reina berbicara pelan dengan sangat sopan. Rama tak langsung


menerobos masuk dirinya menahan hendle pintu agar tak terlalu lebar lagi.


Dia ingin mendengarkan percakapan kedua wanita itu.


“Oww begitu rupanya.” Marisa terlihat sangat biasa. Dirinya


duduk dekat Garra yang terlentang dengan suhu badan yang dingin dan terus


berucap mantranya. Tak lama dering ponsel Marisa berbunyi, perempuan yang


berprofesi sebagai artis itu menjauh  kedekat jendela saat menerimanya.


“Benar benar mengenaskan Luis. Aku harap kamu segera


mempertemukan keduanya. Kamu jangan egois! Minta pendapat Maira dia berhak tahu


tentang Garra. Sikapmu terlalu mirip dengan papah.” Marisa berkata dengan suara


pelan tapi penuh emosi. Lirikan matanya membulat sempurna melihat pintu yang


setengah terbuka. Dia menyadari seseorang telah menguping. Gerakan cepat Marisa


merubah arah percakapan.


“Berhenti menyuruhku Kembali dady.” Teriak Marisa, tetapi telinga


setajam jangkrik itu mendengar percakapan awalnya.


Sayang sekali acting Marisa tak sebaik dia memerankan film.


Tapi sudut bibir marisa terangkat naik. Lirikan matanya memicing sempurna


kearah pintu. Apa yang terjadi sebenarnya.?


Reina berjalan tanpa suara menuju pintu. Dirinya yang diutus


untuk menjaga brescout bersama dengan Marta selagi Rama berada di kantor.


Alasan Rama menjadikan Reina untuk menggantikannya menjaga bos Garra karena


Rama mencurigai sahabat Maira itu sedang bersekongkol.


Kecurigaan Rama bukan tak berdasar. Reina bersahabat dengan

__ADS_1


Maira sehingga menambah poin plus kalau Reina tahu lalu sengaja menyembunyikan


di mana Maira berada. Sementara pak Marta memang sudah jelas karena dia memeng


adalah yang mengurus keluarga wWiliam group secara pribadi.


Rama berdiri dibalik pintu kaget dan spontan saat Reina


melihatnya dengan tak kalah kaget. Rama menarik Reina agar tak berteriak atau


menyapanya lalu Marisa menyadari kehadirannya. Dengan menghimpit tubuh Reina


kedinding tanpa ada cela dengan tubuhnya. Rama menutup mulut Reina agar tak


bersuara.


Sorot mata Rama mengatakan DIAM. Reina bukan gadis polos


lebih tepatnya Reina ini sigap dan terlalu banyak drama jika berurusan dengan


dia. Memanfaatkan situasi sudah pasti, karena kesempatan tak datang dua kali.


Awal perjumpaan Reina dan Rama membuat gadis yang memiliki daya tarik di mata itu berharap bisa


menjalin hubungan dengan Rama, sayang sekali tak pernah ada kesempatan dan


situasi menguntungkan untuk dia berinteraksi dengan orang kaku seperti Rama.


Reina dengan otak kecilnya cepat menyusun rencana.  Dia mengigit tangan Rama yang menutup


mulutnya itu.


‘Auh’ Rama meringis dengan tatapan tajam pada Reina dengan


tangan yang terangkat naik. Reina tersenyum tangannya mengalung di leher Rama dengan


“Aku punya tawaran bapak Rama.” Reina berbisik kecil.


Nafasnya menderu dileher Rama. Rama merinding rasanya. Rama tak membalas ucapan


Reina. Dia menarik diri dari Reina. Baru sadar mereka tak ada celah. Bukannya


melepaskan rangkulannya di leher Rama Reina malah ikut saat laki laki yang tadinya


sedikit membungkuk berdiri tegap sehingga payudara Reina terasa jelas di dada bidang


milik Rama.


“Jadi pacarku kalau tidak aku teriak.” Reina berkata dengan


senyuman. Benar benar gila Reina ini. Dia menembak Rama laki laki kaku soal


cinta. Rama yang syok mendengar itu lantas menarik tangan Reina yang menggantung


dengan paksa.  Gerakannya sangat kasar.


Sorot matanya menampilkan tidak suka.


Sayang sekali suara panggilan Marisa terdengar menyapa di


telinga mereka. Dan itu menguntungkan posisi Reina.


“Reina.”suara helss Marisa terdengar mendekat kearah pintu.


Rama seketika menghimpit Kembali tubuh Reina di balik tembok yang sedikit


kedalam di samping kamar Garra. Reina mengigit bibirnya menahan suara yang akan

__ADS_1


terdengar.  Dan itu terlihat seksi di


mata Rama. Tanpa aba aba Rama ******* bibir Reina yang dikiranya akan


mengelurkan suara.


Reina memejamkan mata. Dirinya bukan gadis polos yang tak


pandai berciuman. Sayang sekali ******* itu Panjang dan lama. Keduanya seperti


pasangan yang menumpahkan rasa rindu yang dalam. Sayang sekali author gak akan


bahas soal percintaan Reina dan Rama biarlah kalian menebak saja akhirnya.


Rama baru akan menyampaikan maksud dan niatnya pada Garra


keesokan harinya. Sebab kemarin seusai ciuman Rama langsung menyuruh Marisa


pulang dan Reina juga. Seusai berpangutan Rama langsung masuk kekamar Garra.


Tak peduli soal Marisa yang kaget dengan kedatangannya toh dia tak melihat


kejadian sialan itu. pikir Rama.


“Bos. Maaf aku baru datang lagi.” Rama bicara berdiri


disamping Gaara yang terbaring meringkuk dengan mantranya.


“Kita akan menemui nona Maira.” Ucapan Rama pelan dan hangat.


Ada harapan di balik ucapan Rama yang selama ini Garra nantikan. Laki laki yang


kehilangan jiwanya itu tersentak kaget seketika jiwa yang hilang itu menemukan


raganya Kembali walaupun sorot matanya menampilkan tatapan kosong.


“Rama, benar begitu.” Suara yang kehilangan nada itu terdengar


lemah penuh harap. Garra bangun dengan setengah duduk dirinya sangat


memprihatinkan. Bayangkan saja siang malam hanya bergumam nama Maira selang


infus yang terpasang sudah menjadi isi perut tong sampah Ketika itu menancap di


tubuhnya. Ali menyerah akan hal itu.


Rama mengangguk pasti. “ Marisa tak berbohong juga.” Sial


apa maksud Garra. Maksud ucapan Garra itu apa? Sudah berapa lama Marisa


berkunjung dan hanya Reina yang tahu. Apakah Rama akan bertemu Kembali dengan


Reina lalu mengintrogasinya? Tak tahu yang jelas Rama butuh informasih.


“Apakah yang di kandungannya anakku.” Ucapan Garra bernada


harapan laki laki itu menangis dengan rasa menyesal yang hebat. Haaaksss


hassskk haaskkk. Duk .. Rama baru ingat waktu disuruh Garra mengintrogasi


dokter Syarif dirinya di beritahu kalau Maira hamil dua minggu. Astaga Rama


bagaimana bisa hal penting ini dia lupa. Rama merutuki kebodohan nya. Anehnya


Rama tak membahas itu kerana berfikir kalau Garra sudah tahu. Sudahlah Rama


abis ini kau akan benar benar menjadi gelandangan.

__ADS_1


     jangan lupa comentarnya vote juga yah. yuk intip bab selanjutnya di ig:PZAIMA


__ADS_2