
Kecepatan Rama mengendarai mobil tak perlu di ragukan lagi.
Melesat sempurna di jalanan padat. Rama pantas dijiluki pengendara iblis. Hati
nya menjadi taman kupu kupu dengan
membawa berita Bahagia itu. Sesayang
itukah Rama pada bosnya itu.
Senyum kekhawatiran melihat betapa bahagianya tuannya nanti
dengan kabar yang membuat Gaara melambung tinggi itu membuat Rama mencampur
adukan perasaannya. Senang, Bahagia, dan sedih menjadi satu dalam melodi nafas
yang berderu hebat. Pintu kamar brescout terbuka disana Rama melihat Reina sedang berbincang dengan
seseorang tak lain adalah Marisa.
“Yang aku dengar tuan Garra begini karena nona Maira
menghilang.” Reina berbicara pelan dengan sangat sopan. Rama tak langsung
menerobos masuk dirinya menahan hendle pintu agar tak terlalu lebar lagi.
Dia ingin mendengarkan percakapan kedua wanita itu.
“Oww begitu rupanya.” Marisa terlihat sangat biasa. Dirinya
duduk dekat Garra yang terlentang dengan suhu badan yang dingin dan terus
berucap mantranya. Tak lama dering ponsel Marisa berbunyi, perempuan yang
berprofesi sebagai artis itu menjauh kedekat jendela saat menerimanya.
“Benar benar mengenaskan Luis. Aku harap kamu segera
mempertemukan keduanya. Kamu jangan egois! Minta pendapat Maira dia berhak tahu
tentang Garra. Sikapmu terlalu mirip dengan papah.” Marisa berkata dengan suara
pelan tapi penuh emosi. Lirikan matanya membulat sempurna melihat pintu yang
setengah terbuka. Dia menyadari seseorang telah menguping. Gerakan cepat Marisa
merubah arah percakapan.
“Berhenti menyuruhku Kembali dady.” Teriak Marisa, tetapi telinga
setajam jangkrik itu mendengar percakapan awalnya.
Sayang sekali acting Marisa tak sebaik dia memerankan film.
Tapi sudut bibir marisa terangkat naik. Lirikan matanya memicing sempurna
kearah pintu. Apa yang terjadi sebenarnya.?
Reina berjalan tanpa suara menuju pintu. Dirinya yang diutus
untuk menjaga brescout bersama dengan Marta selagi Rama berada di kantor.
Alasan Rama menjadikan Reina untuk menggantikannya menjaga bos Garra karena
Rama mencurigai sahabat Maira itu sedang bersekongkol.
Kecurigaan Rama bukan tak berdasar. Reina bersahabat dengan
__ADS_1
Maira sehingga menambah poin plus kalau Reina tahu lalu sengaja menyembunyikan
di mana Maira berada. Sementara pak Marta memang sudah jelas karena dia memeng
adalah yang mengurus keluarga wWiliam group secara pribadi.
Rama berdiri dibalik pintu kaget dan spontan saat Reina
melihatnya dengan tak kalah kaget. Rama menarik Reina agar tak berteriak atau
menyapanya lalu Marisa menyadari kehadirannya. Dengan menghimpit tubuh Reina
kedinding tanpa ada cela dengan tubuhnya. Rama menutup mulut Reina agar tak
bersuara.
Sorot mata Rama mengatakan DIAM. Reina bukan gadis polos
lebih tepatnya Reina ini sigap dan terlalu banyak drama jika berurusan dengan
dia. Memanfaatkan situasi sudah pasti, karena kesempatan tak datang dua kali.
Awal perjumpaan Reina dan Rama membuat gadis yang memiliki daya tarik di mata itu berharap bisa
menjalin hubungan dengan Rama, sayang sekali tak pernah ada kesempatan dan
situasi menguntungkan untuk dia berinteraksi dengan orang kaku seperti Rama.
Reina dengan otak kecilnya cepat menyusun rencana. Dia mengigit tangan Rama yang menutup
mulutnya itu.
‘Auh’ Rama meringis dengan tatapan tajam pada Reina dengan
tangan yang terangkat naik. Reina tersenyum tangannya mengalung di leher Rama dengan
“Aku punya tawaran bapak Rama.” Reina berbisik kecil.
Nafasnya menderu dileher Rama. Rama merinding rasanya. Rama tak membalas ucapan
Reina. Dia menarik diri dari Reina. Baru sadar mereka tak ada celah. Bukannya
melepaskan rangkulannya di leher Rama Reina malah ikut saat laki laki yang tadinya
sedikit membungkuk berdiri tegap sehingga payudara Reina terasa jelas di dada bidang
milik Rama.
“Jadi pacarku kalau tidak aku teriak.” Reina berkata dengan
senyuman. Benar benar gila Reina ini. Dia menembak Rama laki laki kaku soal
cinta. Rama yang syok mendengar itu lantas menarik tangan Reina yang menggantung
dengan paksa. Gerakannya sangat kasar.
Sorot matanya menampilkan tidak suka.
Sayang sekali suara panggilan Marisa terdengar menyapa di
telinga mereka. Dan itu menguntungkan posisi Reina.
“Reina.”suara helss Marisa terdengar mendekat kearah pintu.
Rama seketika menghimpit Kembali tubuh Reina di balik tembok yang sedikit
kedalam di samping kamar Garra. Reina mengigit bibirnya menahan suara yang akan
__ADS_1
terdengar. Dan itu terlihat seksi di
mata Rama. Tanpa aba aba Rama ******* bibir Reina yang dikiranya akan
mengelurkan suara.
Reina memejamkan mata. Dirinya bukan gadis polos yang tak
pandai berciuman. Sayang sekali ******* itu Panjang dan lama. Keduanya seperti
pasangan yang menumpahkan rasa rindu yang dalam. Sayang sekali author gak akan
bahas soal percintaan Reina dan Rama biarlah kalian menebak saja akhirnya.
Rama baru akan menyampaikan maksud dan niatnya pada Garra
keesokan harinya. Sebab kemarin seusai ciuman Rama langsung menyuruh Marisa
pulang dan Reina juga. Seusai berpangutan Rama langsung masuk kekamar Garra.
Tak peduli soal Marisa yang kaget dengan kedatangannya toh dia tak melihat
kejadian sialan itu. pikir Rama.
“Bos. Maaf aku baru datang lagi.” Rama bicara berdiri
disamping Gaara yang terbaring meringkuk dengan mantranya.
“Kita akan menemui nona Maira.” Ucapan Rama pelan dan hangat.
Ada harapan di balik ucapan Rama yang selama ini Garra nantikan. Laki laki yang
kehilangan jiwanya itu tersentak kaget seketika jiwa yang hilang itu menemukan
raganya Kembali walaupun sorot matanya menampilkan tatapan kosong.
“Rama, benar begitu.” Suara yang kehilangan nada itu terdengar
lemah penuh harap. Garra bangun dengan setengah duduk dirinya sangat
memprihatinkan. Bayangkan saja siang malam hanya bergumam nama Maira selang
infus yang terpasang sudah menjadi isi perut tong sampah Ketika itu menancap di
tubuhnya. Ali menyerah akan hal itu.
Rama mengangguk pasti. “ Marisa tak berbohong juga.” Sial
apa maksud Garra. Maksud ucapan Garra itu apa? Sudah berapa lama Marisa
berkunjung dan hanya Reina yang tahu. Apakah Rama akan bertemu Kembali dengan
Reina lalu mengintrogasinya? Tak tahu yang jelas Rama butuh informasih.
“Apakah yang di kandungannya anakku.” Ucapan Garra bernada
harapan laki laki itu menangis dengan rasa menyesal yang hebat. Haaaksss
hassskk haaskkk. Duk .. Rama baru ingat waktu disuruh Garra mengintrogasi
dokter Syarif dirinya di beritahu kalau Maira hamil dua minggu. Astaga Rama
bagaimana bisa hal penting ini dia lupa. Rama merutuki kebodohan nya. Anehnya
Rama tak membahas itu kerana berfikir kalau Garra sudah tahu. Sudahlah Rama
abis ini kau akan benar benar menjadi gelandangan.
__ADS_1
jangan lupa comentarnya vote juga yah. yuk intip bab selanjutnya di ig:PZAIMA