Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
possesive in office


__ADS_3

  Pagi menyapa hangat kedua sejoli itu masih


memeluk satu sama lain dengan mesra.


“Pagi sayangku, istri yang paling aku cintai bahkan melebihi


nyawaku.” Sapa Gaara di pagi hari. Demi apapun pagi ini terasa berbeda bagaikan


mimpi di siang saja.


“Aku merasa kita seperti sepasang suami istri yang baru


menikah.” Sahut Maira dengan alis bertaut.


“Aku akan membuat hari mu saat bersama ku seperti hari baru.


Yah hari baru untuk setiap hari.” Kata Gaara menekankan.


Oh astaga kedua orang yang tengah di rasuk asmara itu benar


benar merasa dunia miliknya.


“Sebentar.” Kata Maira. Di letakan tanganya di dahi milik Gaara.


“Ada apa.” Gaara bertanya.


“Kau terlihat seperti orang normal saja.” Ucap Maira tak


percaya.


“Heh maksud kamu apa.”  Sorot matanya tajam.


“Kau seorang pasien, seharusnya kau jangan banyak bergerak


atau bicara dulu.” Ucap Maira.


“Dari mana mulut manis ini belajar. Hm.” Tatapnya pada bibir


yang penuh.


“Apanya.” Sudut matanya menatap tak  tentu.


“Jangan memangil ku dengan sebutan kau kau dan kau. Heh enak


saja.” Gaara berada di atas Maira sekarang.


“Panggil aku dengan sebutan sayangku, cintaku, atau Gaara


suamiku tersayang.” Ucapnya dengan penuh penekanan. Tangan nya mengelus lembut


wajah Maira.


Wajah Maira merona mendengar ucapan manis itu. itu adalah

__ADS_1


perintah terindah dari ulut Gaara.


“Suamiku kau sangat berat.” Ucap Maira meledek.


“Hm hm.” Gara menggeleng.


“Jangan ada kata kau.” Ucapanya lagi. “Seharusnya sayangku


tubuhmu begitu berat.” Gaara menggesekan hidung nya pada hidung bangir milik Maira.


Astaga tanpa di sadari dari balik jendela ada sepasang manusia melihat dengan


tatapan monoton.


“Apa kau tahu sifat bucin bos mu yang satu ini Luis.” Tanya Malik


sorot matanya menatap langit langit.


“Diluar dugaan, aku bukan istrinya apalagi kembarannya mana


aku tahu seorang pemilik Wiliam grup sebucin itu.” kata Luis berbalik tak


percaya.


“Kita Kembali saja dulu, aku rasanya ingin memuntahakan isi


perutku.” Kata Malik.


“Benar, seharusnya aku tidak sarapan tadi.” Timpal Luis.


di rawat.


3 hari berlalu Gaara di nyatakan boleh Kembali, dengan izin Ali.


Garra terlihat sangat segar. Mantan orang sakit jiwa ini Kembali terlihat


tampan dan penuh sinar. Heh tubuh Gaara terlalu stabil merespon keadaan.


Selama perjalan Kembali ke Brescout Gaara tak melepaskana


genggaman tanganya dari Maira.


“Ada apa..” tanya Maira.


“Aku terlalu takut. Sewaktu kita masih menjadi suami di


istri di awal awal aku sangat jarang memperlakukan mu dengan istimewa. Maafkan


aku Maira.” Kata Gaara menyesal.


“Suamiku.” Ucap Maira. “Mari kita buka lembara baru Kembali


dimana kisahanya hanya kita berdua saja.” Ujar Maira tersenyum mengelus

__ADS_1


pungggung tangan Gaara.


Gaara sangat protektif pada Maira. Tak membiarkan Wanita


yang tengah berbadan dua itu untuk kesusahan membawa apapun, bahkan tas milik


nya.


“Aku bisa membawa ini.” Kata Maira.


“jangan, semua yang kau lakukan harus dalam pengawasan


ku.”  Kata Gaara penuh tekanan. “ Kalau


tas ini mencekalaimu akan ku pastikan di negara ini tak yang yang memakainya.”


Ancam Gaara. Astaga dia begitu posesesif.


Hari kerja Kembali di lalui Gaara. Dia saat bekerja Maira


selaku istrinya di tempatkan di salah satu posisi penting pengawasan dalam


penanganan gaun. Benar benar royal Gaara ini.


Hanya saja, itu sekedar status, sebeb pekerjaan Maira hanya


berada di samping Gaara selama mereka berada di kantor.


“Demi apapun rasa sangat bosan.” Gumam Maira kesal.


Jelas saja terasa sangat membosankan karena Maira akan


berada di kamar istrirahat Gaara selama dirinya ada tamu.


Apalagi ini tengah hangat hangatnya kembalinya sang


pemimpin. Semua para kolega menghadiri rapat pimpinan yang sangat mendadak itu.


“Awal bulan ini naikan gaji mereka 3 kali lipat dan beri


bonus 2% untuk yang aktif.” Ucapnya membuat para pekerjanya melongo tak


percaya.


Gaara semakin royal.


“Apa otakanya bos mu tidak ada keretakan atau cacat.


semacamnya.” Tanya Nadia pada Rama.


“Jujur saja aku merasa begitu, atau mungkin servis nona Maira


tepat.” Kata Rama tersenyum kikuk.

__ADS_1


Semakin mengkhawatirkan saja perilaku Gaara.


Jangan lupa lahan parkirnya di bab in yah,terimakasih. ig pzaima


__ADS_2