Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
pemeran utama


__ADS_3

"Lagi lagi aku menyelamatkan mu." ucap Bian merasa bangga.


"Aku ucapkan terimakasih. Dan sepertinya kau sudah boleh melepaskan aku." ujar Maira dengan senyum di paksakan.


"Aku butuh rasa terimakasihnya dengan tindakan bukan ucapan." tangan Bian yang tadi memeluk pinggang Maira dengan perlahan di lepaskan nya namun memegang pergelangan Maira kemudian lalu menariknya.


"Kau mau bawa aku kemana? Lepas gak." teriaknya kesal maira pada aksi Bian.


Bian sama sekali tidak peduli dengan penolakan Maira yang terang terangan. Ia dengan egoisnya membawa menarik tangan Maira keluar dari acara.


Namun baru saja ia akan melangkahkan kakinya keluar dari pintu megah tiba tiba tangan Maira menjadi berat saat di tarik.


Karena bingung Bian berbalik dan melihat kalau kita ternyata seseorang sudah memegang tangan Maira yang satunya lagi.


"Oh saudara cabang." remeh Bian memandang seringai pada Rama.


" Apa dia kekasihmu." berucap dengan nada tak suka.


Garra hanya melihat tanpa bereaksi apa apa.


"Aku rasa hampir para pengusaha di negeri ini tahu siapa tuan Garra Wiliam." penyampaian Rama tegas dengan penuh penekanan di setiap kata katanya.


"Oh maksudmu seorang bos posesif." tertawa dengan suara yang menggelegar hampir di semua sudut ruangan.

__ADS_1


Tatapan Garra seperti sebilah pisau menatap kedua pergelangan Maira yang di genggaman kedua lelaki yang berbeda.


Sementara kedua lelaki yang tak sadar dengan aura dingin seseorang semakin menguatkan genggaman mereka di pergelangan Maira.


"Berhenti bertindak seperti halnya seorang pahlawan."


"Saudara cabang aku harap kau tidak sedang melawanku." Tatapan merendahkan Bian tertuju pada Rama yang terlihat menguatkan rahangnya.


"Kalau bicara soal dulu, aku hanya seperi bayangan, Maka, sekarang beda cerita."


"Jika kau melihat ku 10 tahun lalu, maka aku akan melihat mu 0,01 detik dari Sekarang menjadi sampah jalanan." kata kata yang mengandung nada ancam pada Bian sengaja' Rama ucapkan untuk menakut-nakuti nya.


Tak terima dengan ucapan Rama yang menghina harga dirinya, membuat Bian maju beberapa langkah mendekati Rama lalu menarik kuat kerah baju Rama.


"Kau ingin menjadi tontonan yang bukan kau pemeran utamanya. Apa kau sungguh tidak malu." ucap Rama tenang.


Ucapan Rama membuat Bian menatap sekitarnya dan melihat perbuatannya menjadi tontonan bagi para orang-orang yang hadir di sana.


Melepaskan tangannya dari kerah baju Rama. Membuat Bian menjaga jarak dari Rama.


"Kau hanya terlihat kuat karena bos posesif itu. Kalau bukan karena dia kau bahkan tak bisa di samakan dengan keringat ku." ucapan menusuk Bian dengan jelas ia ucapkan dengan niat mempermalukan Rama.


"Benarkah. Sepertinya kau hanya belum melihat sisi gelap ku saja. Bukan begitu nona Wiliam." Menatap Maira dengan senyuman.

__ADS_1


tanpa mereka semua sadari kalau dari lantai atas hal ini di rekam oleh seseorang yang tak lain adalah Malik. Entah apa tujuan Malik melakukan itu yang pasti kejadian buruk sedang menunggu Maira.


seketika Maira tertawa terbahak-bahak dengan kejadian yang dia alami.


"hahha hahhaha hahahha. Aduh perutku sakit." memegang perut nya sambil tertawa.


Semua mata memperhatikan Maira yang seketika tertawa.


"Bian kau memang cinta pertamaku, tapi itu dulu sebelum aku sadar kalau dunia ini luas dan kejam." memegang wajah Bian dan mengusapnya.


"Jadi kau tak perlu repot-repot membawaku kemanapun, karena aku akan tetap kembali pada pemilik tubuh ini." Tatapan Maira terlihat sangat tulus saat mengucapkan namun aura nya sangat berbeda.


Banyak mata yang melihat adegan itu termaksud Garra dan raja Arab Ibrahim.


"Wanita yang luar biasa." ucap Ibrahim takjub dengan lakon Maira.


Sekilas Garra mengulas senyuman di sudut bibirnya.


"Kau wanita pendusta Maira, mana janji mu yang dulu. Yang kau ucapkan untuk ku, yang kau katakan dengan setulus hatimu." hampir frustasi Bian saat mengucapkan nya.


"Tuan, jangan biarkan aura ketampanan anda meredup hanya karena mengemis cinta dari gadis masa lalu." tawa Maira sedikit mengejek.


"Apa anda percaya dengan janji dari gadis polos." pakkk wajah Bian serasa di tampar dengan ucapan Maira yang menusuk hati.

__ADS_1


__ADS_2