Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
Berbanding terbalik


__ADS_3

Rama Bersama dengan Nadia,tengah mengatur beberapa tamu


undangan di gedung dalam rangka memberikan pernikahan yang layak pada istrinya


itu.


Semua berjalam dengan lancar, sampai dirinya melihat


seseorang di ujung pagar yang sedang memakai pakaian serba hitam dan topi serta


masker yang  mennutupi  wajahya,dan terlalu sulit untuk di kenali.


Hm sepertinya memang ada yang tidk beres bukan..!


Rama mengangguk lalu mendekat pada orang itu,sementara Nadia


yang memperhatikan dari kejauhan segera menghubungi seseorang.


Berbalik dari keduanya di mana posisi Luis sekarang bersama Maira


tengah mengalami tabrakan. Astaga apa yang sudah terjadi.


Seseorang keluar dari dalam mobil. Saat itu posisi Maira masih


berada di dalam mobil. Luis membantunya.


Langkah itu mendekat. Sepatu hitam mengkilat kemudian suara


korek api berbunyi. Disana seoarang laki laki yang tengah berjalan dengan


menghisap sebatang rokok.


“Maira,kamu harus keluar.” Kata Luis cemas.


“Masih yakin mencemaskan orang lain.” Ucap Bian dengan asap


rokok yang mengebul dari mulutnya.


Luis menatapnya dengan tajam.


Ucap Bian begitu santainya menghisap rokok.


“Hai.” Sapa Bian pada Maira dengan sedikit membungkuk “Lama


tak jumpa.” Lanjut Bian berkata.


“Good job Alen.” Kata Bian tersenyum.


“Aakkkahhh.” Teriak Luis Ketika merasakan sesuatu yang


mengantam tubuhnya.


Tatapan Luis tajam namun tak ada daya selain pasrah di sana.


Yah seseorang menancapkan stun gun, (alat setrum) pada Luis hingga tak sadarkan


diri.

__ADS_1


Langkah Bian mendekat ke arah pintu mobil, di sana dia masuk


kedalam mobil. Lalu membawanya.


Rokoknya yang masih setengah itu di buang keluar.


Luis di tinggalkan seorang diri dan tergeletak di jalanan.


Apa yang terjadi apakah ini bagian dari rencana.?


Di tempat lain di mana acara yang akan di mulai semuanya


tengah menunggu. Dari lantai atas Gaara tengah berada di jendela kamar menunggu


kabar dari Tuis tentunya.


Gaara berdiri tak tenang,Omar duduk dengan santai  dengan sebatang rokok. Nevan teerus menerus


menatap layer ponselnya.


Keheningan kamar itu di buyarkan oleh asistenya Nadia.


Tok


Tok


Tok


Nevan menatap mata Gaara yang tak memberi respon. Sampai Nevan


membukanya.


melihat Gaara yang khawatir,sementara melihat Nadia datang membuat Nevan tahu


kalau sang boss memberi  izin.


Creak.


 Pintu dibuka, Nadia


menatap Nevan sebelum berjalan mendekat dengan memberi jarak tentunya


Gaara tak menoleh sedikit pun. Nadia bicara.


“Dia pergi meninggalkan tempat acara,setelah seseorang menemuinya.”


Kata Nadia


Omar menatapnya.


“Mobil mereka mendekat.” Kata Nevan,Ketika melihat dari maps


di leptop  miliknya.


“Mari menyambut pesta.” Gaara berkata. Dirinya melangkah


keluar.  Dengan sebuah benda yang di  masukan kebagian belakang celana.

__ADS_1


Benda apa itu.?


 Nevan dan Omar saling


menatap. Sebelum keduanya mengikuti Gaara.


Berdiri dengan gagahnya menjadi pusat perhatian meskipun ini


sering di rasakanya. Namun kali ini Gaara berdiri di dampingi oleh ibunya yang


datang Bersama dengan beberapa perawat, setelah menyambut Laura ibunya keduanya


saling bergenggam tangan.


Dekorasi yang bernuasanya putih itu benar benar menajdikan


momen pestanya terasa. Semuanya tak sabar menunggu kedatangan mempelai


wanitanya.


Mobil yang membawa pengantin Wanita itu sampai tepat di


depan pintu masuk.  Semua mata tertuju


pada mobil yang baru saja mendarat itu.


Gambaran indah yang ada di memori Gaara akan indahnya berumah


tangga membuatnya tersenyum dengan mata sedikit haru.


Kaki sang gadis keluar dari dalam mobil menjadi pusat


perhatian. Karena dekorasi yang di hiasi Bunga gantung itu membuat sosok


laki  laki yang menyambut tangan Maira di


kira adalah Malik.


Semua tersenyum pada awalnya namun hal itu tak berlangsung


lama Ketika mereka menyadari kalau Malik saat ini tengah mengawasi Rama.


Gaara memberi kode pada perawat untuk membawa Laura kekamar.


Sepasang kaki itu mendekat setelah semua terlihat jelas di


mana untuk kedua kalinya Gaara harus merasakan sakit yang begitu pahit.


Gaara terlihat sangat kesal. Dirinya bahkan terbawa emosi.


Beberapa saat kemudian suara para tamu bersahutan


Apa yang terjadi, apakah acaranya kacau hingga membuat


mereka menjerit atau para tamu bersorak Bahagia atas pernikahan sang bos.


Jangan lupa comen dan like yah,votenya juga. selamat membaca guys maaf baru upload

__ADS_1


rindu kaliaan


__ADS_2