
Pemukul bisbol. Maira ketakutan melihat Garra dengan tatapan
seperti itu. Garra berjalan sambil menyeret pemukul bisbol. Berjalan mendekat
pada Maira. Maira semakin merasa tegang dengan sikap Garra yang menakutinya itu.
Buk buk buk buk… Garra menghantam kaca mobil dan beberapa
kali, memukul badan mobil hingga kaca nya
pecah dan badan mobil retak.
"Akkkkkkkhhhhh" Maira pun berteriak ketakutan untuk beberapa saat,
tangis pun pecah, dan untuk beberapa saat yang sama Maira menahanya, rasa takut pun membuat
gadis itu semakin diam tak berdaya.
Garra kembali memukul kaca depan mobil dengan begitu kuat,
hingga kaca yang pecah mengenai wajah Maira. Maira semakin ketakutan dan merasakan
tegang, sesak nafas pun Maira rasakan. Tubuh Maira bahkan bergetar hebat karena
ketakutan.
Ka malik, aku takut
orang ini kejam sangat kejam.gumam maira dengan wajah memucat
Garra terus menghantam mobil dengan ganas. Setelah beberapa saat di rasa
cukup, Garra melemparkan pemukul bisbol nya ke sembarang arah lalu berjalan
mendekati Maira. Membuka pintu mobil dan menarik Maira keluar dengan kasar.
Tak ada yang dapat Maira lakukan selain mengikuti kemana Garra
membawanya. Mengikuti langkah Garra
yang cepat membuat Maira kesulitan berjalan. Namun, tak sedikit pun Maira protes. Suara tangis pun tak terdengar kecuali saat di mobil di mana
Garra memukul kaca yang pertama.
Bahkan aku terlalu takut untuk mengeluarkan suara tangis. Bersusah
payah Maira mengimbangi dengan deru nafas.
“Kenapa kau terlalu cheesy.” Menyandarkan tubuh Maira ke
dinding kamar.
Menatap dengan tatapan merendahkan, Garra yang tadi nya
memegang kuat pergelangan Maira, seketika pindah dengan meremas kuat dagu Maira.
“Katakan kau ingin kabur kemana.? Berucap dengan menahan
__ADS_1
emosi.
Bibir Maira bergetar hebat saat ingin bicara. Selain mata
yang bengkak dengan tubuh bergetar wajah
yang masih berdarah karena pecahan kaca yang masih menempel, beberapa kali
Maira menelan salivinga nya dengan susah payah.
“Kau benar benar perempuan cheesy, dasar jalang.” Ucap Garra
di depan wajah Maira sebelum di buang dengan kasar.
“Sepeser pun kau tak bisa di sandingkan dengan uang milik
ku.” Ucap gayrra kesekian kalinya merendahkan Maira.
“Katakan, kenapa kau malah berangkat bersama laki laki
itu, apa hebatnya dia.” Berbisik di
telinga Maira
“Tidak pernah ada yang menolak ku, dan kau perempuan jelek
benar benar membuatku muak.” menatap jijik pada Maira
Lagi lagi menahan air matanya yanga akan jatuh. Hanya bisa
terdiam mendengar ucapan Garra yang begitu merendahkannya .
balas budi.” Dasar parasit menatap tak
suka pada Maira
Garra terlihat semakin kesal dengan Maira yang hanya terdiam
kaku dan bisu. Emosi nya semaki memuncak, dan perkataan nya juga semakin kasar
pad Maira.
Wajah Garra terlihat menghitam melihat Maira yang hanya bisa
terdiam dengan tubuh gemetar, dengan kasar Garra menarik tali gaun Maira hingga
putus, dan Maira sama sekali tak melakukan apapun selain hanya bisa menahan
suara nya.
Garra melirik merk gaun yang terlihat itu. “ oh akhirnya kau
tahu cara berfoya-foya dengan uang ku.”
“Padahal kau hanya wanita yang akan memakai pakaian secara
berulang dalam jangan waktu yang lama.” Menghina dengan kesal
__ADS_1
“Aku sudah peringatkan dirimu yang cheesy ini, untuk tidak
bersentuhan dengan laki laki manapun termaksud kaka mu sendiri, apa sesulit itu
menahan s*x.” Ucap Garra ******* bibir
Maira bahkan hingga berdarah
Garra dengan brutalnya ******* tanpa memberi jeda pada Maira
yang kesulitan bernafas.
Tak sampai di situ Garra bahkan bertindak terlalu jauh,
untuk membuat Maira bersuara sayang sekali maira terlalu takut dengan ucapan
dan sikap Garra.
“Kenapa kau hanya terdiam , setidaknya katakan sesuatu. Kau
ingin ku gunting mulutmu atau ku jahit.” Mengigit bibir Maira hingga
mengeluarkan darah
Ucapan Maira terdengar samar samar bersama dengan suara tangis nya yang gemetar, karena ketakutan.
Garra menatap dengan tatapan merasa bersalah pada Maira yang
mematung memegang ujung bajunya yang sudah basah karena keringat ketakutan
“M- maaf.” Ucap Maira memegang ujung jas Garra perlahan
lahan
Hiks hiks hiks maira mencoba menahan suara tangis nya yang
membuat ia susah bernafas
Menyeka kasar air mata yang mengalir, pipinya bahak terasa
perih karena kaca yang masih tertempel jalan air matanya terjun bebas.
Tak lama dering ponsel Garra berbunyi. tak berniat
mengangkatnya namun nama yang tertera membuat Garra langsung menyambar
ponselnya.
“Sasha sadarkan diri.” Ucapan itu membuat Garra segera
meninggalkan Maira yang terlihat sangat pucat dan tubuhnya bahkan bergetar
dengan hebat. Mencoba memegang Garra, karena pengelihatan Maira sendiri mulai kabur.
Maira mendengar jelas ucapan seseorang di balik telfon.
Maira menarik kembali tangan nya, tersenyum tapi menahan sesak
__ADS_1
"Oh, Sasha ya." Gumam Maira menutup matanya perlahan menatap punggung Garra yang semakin menjauh.
guyss comen comen pendapat kalian, like dan vote yah. jangan lupa