Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
ucapan dari perkataan sebelumnya


__ADS_3

Pemukul bisbol. Maira ketakutan melihat Garra dengan tatapan


seperti itu. Garra berjalan sambil menyeret pemukul bisbol. Berjalan mendekat


pada Maira. Maira semakin merasa tegang dengan sikap Garra yang menakutinya itu.


Buk buk buk buk… Garra menghantam kaca mobil dan beberapa


kali, memukul badan mobil  hingga kaca nya


pecah dan badan mobil retak.


"Akkkkkkkhhhhh" Maira pun berteriak ketakutan untuk beberapa saat,


tangis pun pecah, dan untuk beberapa saat yang sama Maira menahanya, rasa takut pun membuat


gadis itu semakin diam tak berdaya.


Garra kembali memukul kaca depan mobil dengan begitu kuat,


hingga kaca yang pecah mengenai wajah Maira. Maira semakin ketakutan dan merasakan


tegang, sesak nafas pun Maira rasakan. Tubuh Maira bahkan bergetar hebat karena


ketakutan.


Ka malik, aku takut


orang ini kejam sangat kejam.gumam maira dengan wajah memucat


Garra terus menghantam mobil dengan ganas. Setelah beberapa saat di rasa


cukup, Garra melemparkan pemukul bisbol nya ke sembarang arah lalu berjalan


mendekati Maira. Membuka pintu mobil dan menarik Maira keluar dengan kasar.


Tak ada yang dapat Maira lakukan selain mengikuti kemana Garra


membawanya.  Mengikuti langkah Garra


yang cepat membuat Maira kesulitan berjalan. Namun, tak sedikit pun Maira protes. Suara tangis pun tak terdengar kecuali saat di mobil di mana


Garra memukul kaca yang pertama.


Bahkan aku terlalu takut untuk mengeluarkan suara tangis. Bersusah


payah Maira mengimbangi dengan deru nafas.


“Kenapa kau terlalu cheesy.” Menyandarkan tubuh Maira ke


dinding kamar.


Menatap dengan tatapan merendahkan, Garra yang tadi nya


memegang kuat pergelangan Maira, seketika pindah dengan meremas kuat dagu Maira.


“Katakan kau ingin kabur kemana.? Berucap dengan menahan

__ADS_1


emosi.


Bibir Maira bergetar hebat saat ingin bicara. Selain mata


yang bengkak  dengan tubuh bergetar wajah


yang masih berdarah karena pecahan kaca yang masih menempel, beberapa kali


Maira menelan salivinga nya dengan susah payah.


“Kau benar benar perempuan cheesy, dasar jalang.” Ucap Garra


di depan wajah Maira sebelum di buang dengan kasar.


“Sepeser pun kau tak bisa di sandingkan dengan uang milik


ku.” Ucap gayrra kesekian kalinya  merendahkan Maira.


“Katakan, kenapa kau malah berangkat bersama laki laki


itu,  apa hebatnya dia.” Berbisik di


telinga Maira


“Tidak pernah ada yang menolak ku, dan kau perempuan jelek


benar benar membuatku muak.” menatap jijik pada Maira


Lagi lagi menahan air matanya yanga akan jatuh. Hanya bisa


terdiam mendengar ucapan Garra yang begitu merendahkannya .


balas budi.” Dasar parasit  menatap tak


suka pada Maira


Garra terlihat semakin kesal dengan Maira yang hanya terdiam


kaku dan bisu. Emosi nya semaki memuncak, dan perkataan nya juga semakin kasar


pad Maira.


Wajah Garra terlihat menghitam melihat Maira yang hanya bisa


terdiam dengan tubuh gemetar, dengan kasar Garra menarik tali gaun Maira hingga


putus, dan Maira sama sekali tak melakukan apapun selain hanya bisa menahan


suara nya.


Garra melirik merk gaun yang terlihat itu. “ oh akhirnya kau


tahu cara berfoya-foya dengan uang ku.”


“Padahal kau hanya wanita yang akan memakai pakaian secara


berulang dalam jangan waktu yang lama.” Menghina dengan kesal

__ADS_1


“Aku sudah peringatkan dirimu yang cheesy ini, untuk tidak


bersentuhan dengan laki laki manapun termaksud kaka mu sendiri, apa sesulit itu


menahan s*x.” Ucap Garra  ******* bibir


Maira bahkan hingga berdarah


Garra dengan brutalnya ******* tanpa memberi jeda pada Maira


yang kesulitan bernafas.


Tak sampai di situ Garra bahkan bertindak terlalu jauh,


untuk membuat Maira bersuara sayang sekali maira terlalu takut dengan ucapan


dan sikap Garra.


“Kenapa kau hanya terdiam , setidaknya katakan sesuatu. Kau


ingin ku gunting mulutmu atau ku jahit.” Mengigit bibir Maira hingga


mengeluarkan darah


Ucapan Maira terdengar samar samar bersama dengan suara  tangis nya yang gemetar, karena ketakutan.


Garra menatap dengan tatapan merasa bersalah pada Maira yang


mematung memegang ujung bajunya yang sudah basah karena keringat ketakutan


“M- maaf.” Ucap Maira memegang ujung jas Garra perlahan


lahan


Hiks hiks hiks maira mencoba menahan suara tangis nya yang


membuat ia susah bernafas


Menyeka kasar air mata yang mengalir, pipinya bahak terasa


perih karena kaca yang masih tertempel jalan air matanya terjun bebas.


Tak lama dering ponsel Garra berbunyi. tak berniat


mengangkatnya namun nama yang tertera membuat Garra langsung menyambar


ponselnya.


“Sasha sadarkan diri.” Ucapan itu membuat Garra segera


meninggalkan Maira yang terlihat sangat pucat dan tubuhnya bahkan bergetar


dengan hebat. Mencoba memegang Garra, karena pengelihatan Maira sendiri mulai kabur.


Maira mendengar jelas ucapan seseorang di balik telfon.


Maira menarik kembali tangan nya, tersenyum tapi menahan sesak

__ADS_1


"Oh, Sasha ya." Gumam Maira menutup matanya perlahan menatap punggung Garra yang semakin menjauh.


guyss comen comen pendapat kalian, like dan vote yah. jangan lupa


__ADS_2