
malam harinya mereka berempat sudah dalam mobil yang dikemudikan oleh Riko menuju ke suatu tempat.
"kii..memangnya kita mau kemana sihh sampai harus pakai gaun kayak gini",Vita menggerutu.
Kirana menggeleng dan tak tahu.
Tak lama kemudian mobil mereka tiba di suatu tempat,disana sudah ada dua meja yang jaraknya sedikit menjauh dan disekitarnya bertaburan lilin dan Suara deburan ombak menambah kesan romantis malam itu.
Kirana dan Vita melongoh,mereka begitu takjub dengan apa yang dilihatnya dihadapan mereka.
"Mas Fahri.. ",Kirana melihat ke arah Fahri.
"kamu suka pantai kan.. jadi aku fikir kita bisa candle light dinner di sini",ucap Fahri.
Kirana tak kuasa menahan rasa bahagia sekaligus haru, bagaimana suaminya bisa memperhatikan hal sekecil ini demi membuatnya senang.Ia pun memeluk Fahri dan Fahri membalas pelukan Kirana.
"terima kasih mas..",kirana mendongak ke arah Fahri
"sama-sama sayang..",Fahri mencium pucuk kepala Kirana.
"Kamu mau kita kesana..",ajak Fahri dan diangguki Kirana.
Ketika mereka akan melangkahkan kakinya..
"heii tunggu... bagaimana dengan aku.. kalian melupakan aku??",seru Vita.
"Cih.. bagaimana bisa aku melupakan kalian..bahkan akupun sudah memesankan meja yang sama dengan kami dengan konsep yang sama pula",ujar Fahri sembari menunjuk meja yang sedikit menjauh dari tempat Kirana dan Fahri.
Vita melongoh tak percaya,sedangka Riko hanya biasa saja, karena dia sudah tahu sebelumnya.
"tapi kenapa jaraknya sedikit jauh dari kalian",protes Vita.
"heii bocahh.. si boss juga butuh privasi,mereka juga butuh ruang untuk menikmati kebersamaan mereka",sahut Riko kesal.
"Nah tuh.. pinter",ucap Fahri.
"Terus aku dengan siapa dong..masak iyaa aku candle light dinner sendirian nggak seru ihh..",ucap Vita.
"Kau urus dia..",ucap Fahri kepada Riko,kemudian ia berlalu meninggalkan vita dan Riko.
"Bodoh.. kau di ajak kesini untuk menemani aku",Riko menjentikkan jari telunjuknya kejidat Vita kemudia ia berlalu pergi menuju ke meja nya.
"Auuwwhh...",Vita mengaduh merasakan jidatnya kesakitan.
"Mas Riko tungguu....",iapun berlari mengejar Riko yang sudah meninggalkannya duluan.
__ADS_1
Bahkan saat ini Riko sudah duduk disana,Vita tiba disana dengan nafas ngos-ngosan.
"Mas Riko jahat banget.. ",seru Vita.
"Jahat???",tanya Riko.
"iyaa.. kau selalu seperti itu, berbuat seenakmu..".
"duduklah.. minumlah biar otakmu itu dingin tidak ngomel terus..",cibir Riko.
Vita meminum habis air yang ada didepannya,Riko menahan senyum melihat tingkah gadis didepannya itu.Ia menyodorkan minumannya ke arah Vita.
"Sepertinya kau sangat haus..ini kalau masih kurang",ucap Riko.
Sementara Vita membuang mukanya,ia begitu kesal dengan Riko saat itu.Tidak lama kemudian seorang waiters membawakan makanan untuk keduanya,mereka menikmati makannya dalam hening.
"harusnya ini kan candle light dinner,tapi kalau pasangannya sama kanebo kering sama aja bohong.. sia-sia dandan cantik,mana tempatnya udah mendukung banget,romantis banget..tapi sayang banget..",Vita menggerutu dalam hatinya.
Vita melihat kearah Riko sesaat, terlihat Riko sangat menikmati makanannya tanpa memperdulikan Vita.
"Dasar kanebo kering!!!",Vita mengumpat dalam batinnya.
"uhuk-uhuk",Riko tersedak disela kegiatan makannya.
"mas Riko nggak apa-apa..",Vita memberikan gelas yang berisi air ke arah Riko.
Vita melihat ke arah Fahri dan Kirana,Fahri nampak bersimpuh di depan Kirana dengan membawa sebuah kotak.
"Hahh apa itu cincin.. mas Fahri melamar Kirana,ohh.. so sweet bangettt",cicit Vita.
Vita masih memperhatikan pasangan Fahri dan Kirana,mereka berdua berdansa diiringi suara deburan ombak,membuat Vita merasa iri dengan kemesraan mereka.
"Uhh.. mereka romantis banget sihh",Vita melirik ke arah Riko seakan memberi kode.
Sayangnya si kanebo kering itu malah asyik dengan ponselnya,membuat Vita mengerucutkan bibirnya.
"ihh sayang banget sihh view nya udah cantik banget kayak gini, pasangannya malah kayak gitu..",cibir Riko sembari melihat ke arah Riko,tapi tetap tak ditanggapi oleh Riko ia lebih tertarik dengan ponselnya.
"Mas riko.. kita selfie yukk.. lihat tuh mas Fahri sama Kirana..",Vita menunjuk ke arah Fahri dan Kirana yang berfoto bersama.
"Kamu kalau mau selfie.. sendirian aja,aku nggak minat",ucap Riko.
Vita geram, akhirnya ia merebut ponsel Riko dari tangannya,dan membawanya lari.
"Ehh..ponselku..",teriak Riko.
__ADS_1
"weekkkk..ambil sendiri..",Vita menjulurkan lidahnya sambil berlari.
"Kembalikan Vita.. kau jangan seperti anak-anak ayolahh..",riko berlari mengejar Vita.
"Kena kau..",Riko menarik tangan Vita.
"Sinikan ponselku..",Riko merebut ponselnya dari tangan Vita.
"tidak bisa...tidak bisa..",Vita menyembunyikan ponselnua pada kedua tangannya dan mengarahkannya kedepan dadanya.
"sini Vita.. berikan ponselnya",Riko berusaha mengambilnya dan karena gerakannya membuat Vita seperti kehilangan keseimbangan.
Beruntungnya tangan Riko dengan sigap meraih tubuh Vita kedalam pelukannya.
Deg!
Keduanya saling menatap,wajah mereka bahkan sangat dekat, sehingga deru nafasnya sangat terasa diwajah keduanya.hembusan angin pantai membuat beberapa helai rambut Vita menutupi wajahnya.Riko menyingkirkan anak rambut Vita.
Bak serasa terbawa akan suasana malam itu,Riko semakin mendekatkan wajahnya kearah Vita,ia begitu tergoda dengan bibir ranum Vita,seakan ingin mengulang kejadian diapartemennya tempo hari.
cup!
Riko menciumnya sekilas,merasa tidak ada penolakan Riko memberanikan diri menciumnya sekali lagi kali ini ciumannya begitu dalam dan menuntut,Riko menggigit kecil bibir Vita membuat Vita membuka mulutnya sedikit dan tak disia-siakan oleh Riko,Riko menelusuri seluruh rongga mulut Vita dengan lidahnya.
Sementara Vita ia memejamkan matanya, menikmati setiap sensasi yang diciptakan oleh Riko,sungguh sebenarnya ia ingin menolaknya tetapi tubuh dan hatinya tidak sinkron,ia ingin menolak tapi hatinya menginginkannya.
Disela kegiatannya itu,Tangan Riko kemudian memegang tangan Vita yang sedang lengah dan mengambil ponsel miliknya kemudian ia memasukkannya ke sakunya.Setelahnya ia melepas pagutan mereka dan melepaskan Vita yabg berada dipelukannya.
"maaf..",ucap Riko.
Vita yang seperti merasa dipermainkan oleh Riko,ia memegang bibirnya sendiri bahkan sisa-sisa ciumannya barusan masih sangat terasa,tanpa sengaja ia meneteskan air matanya,ia melihat kearah Riko dengan tatapan kecewa,kemudian ia berlari meninggalkan Riko.
"Vita.. Vita.. kau mau kemana..", teriak Riko.
tapi Vita tidak menghiraukan teriakan Riko,ia kecewa dengan Riko,untuk kedua kalinya ia kecolongan,yahh walaupun tadinya ia menginginkannya tetapi melihat sikap Riko yang masih cuek kepadanya,hatinya sakit.
Riko mengejar Vita,ia tidak mau nantinya dirinya disalahkan hanya gara-gara Vita kabur pada saat bersamanya.
"Vita... tunggu..",Riko menarik tangan Vita sehingga membuat kangkah Vita terhenti.
Vita mengahapus kasar air matanya yang menetes di pipinya sebelum ia berbalik badan dan beradu pandang dengan riko.
TBC ..
uhh senangnya bisa up 2x..
__ADS_1
happy reading dears 🤗😘