
"Heiii.. lama banget sihhh!!",teriak Fahri tiba-tiba dari luar.
Seketika keduanya tersentak kaget,mereka segera menjauhkan tubuh mereka masing-masing.
"Riko nyari kunci aja lama bangett.. dan kamu Vita ngambil tas aja setahun..buruan keburu siang,panas..",ucap Fahri.
"iya boss",jawab Riko,ia melirik ke arah Vita setelah itu ia mengikuti Fahri berjalan keluar.
"Huft...terima kasih mas Fahri datang disaat yang tepat..",Vita menghela nafas lega,setelah itu ia bergegas menyusul yang lainnya.
Hari ini mereka mengelilingi beberapa tempat,mulai dari Borobudur,kota gede,dan lainnya hingga tak terasa sudah malam.Mereka pulang cukup malam lebih dari biasanya.
"Ahhh...seneng bangett hari ini.. tapi capekk bangettt",Kirana membawa beberapa paper bag.
Dimana-mana wanita semuanya sama saja,tidak bisa jauh dari yang namanya shoping.Termasuk Kirana dan Vita.
"Capek ya sayang.. uhh kasihan",Fahri memeluk Kirana dan mengecup pucuk kepalanya.
"ihh.. bener-bener ya kalian,terus saja terus... kalian tidak menghargai perasaan seorang jomblo,hiks..",Vita berkata dengan sedikit di dranatisir.
"Ohh.. kamu mau juga sayang...sini-sini aku peyuukkk",Riko melebarkan tangannya bersiap memeluk Vita.
"Dih ogah... weekkk",Vita berlari sembunyi di belakang tubuh Kirana.
"Sudah-sudah kita istirahat yukkk,kita masih sehari lagi lho di kota ini",ucap Fahri.
"ehh iya.. ya sudah aku ke kamar duluan yaa,byee...",ucap Vita.
"ya sudah kita juga ke kamar ya sayang..kamu capek kan,Riko jangan lupa kunci pintunya yaa",seru Fahri sembari menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Setelah Fahri dan Kirana selesai membersihkan badan,keduanya sekarang sedang merebahkan diri di ranjangnya.Fahri menatap Kirana kelat dan memeluknya, bibirbya selalu menyunggingkan senyuman tatkala memandang ciptaan Tuhan yang indah yang terpampang nyata didepannya.
"Sayang.. kamu kenapa terus menatapku seperti itu.. aku kan jadi malu..",ucap Kirana lirih.
"Sayang kamu itu udah berapa kami jadi istriku hah,kenapa masih saja malu..",Fahri mencubit gemas pipi Kirana.
"Sayang.. sakit.. tauu..",rengek Kirana manja.
"hah.. sakit ya.. sini-sini aku cium dulu biar sakitnya hilang..emmuachh..emmuachh",Fahri memberikan ciuman bertubi-tubi di pipi Kirana.
Keduanya tergelak tawa dengan sikap mereka.Fahri semakin hari semakin menyayangi kirana,apalagi saat ini hanya Kirana satu-satunya yang ia punya di dunia ini,apapun akan ia lakukan untuk kebahagiaan Kirana.
Tiba-tiba tangan Fahri mengelus perut Kirana yang rata,ia teringat pernah ada kehidupan disana.
__ADS_1
"Apa sudah ada tanda-tanda??",tanya Fahri sembari mengelus perut Kirana dengan lembut.
"entahlah...",Kirana menggeleng,raut wajahnya berubah sendu ia teringat dengan kehamilannya yang dahulu.
"sayang.. kamu kenapa??",Fahri mengangkat dagu Kirana dan mengarahkan untuk menghadap wajahnya.
"Maaf mas..",bulir air mata itu tidak bisa dibendung lagi.
"Maaf??Maaf kenapa..",Fahri mengernyitkan dahinya.
"Seharusnya,kalau saja saat itu aku tidak mengalami kecelakaan,mungkin saja kehamilanku...hmmftt",
Fahri membungkam bibir Kirana dengan bibirnya,ia melum😘t lembut bibir Kirana kemudia ia mengakhiri dengan satu kecup😘n singkat.
"Sayang.. aku tidak mau kamu berkata seperti itu lagi,itu semua sudah takdir...",ucap Fahri.
"Tapi mas Fahri sangat menginginkannya..."
"sstt.. sayang,aku cuma bertanya bukan berarti aku ingin.. lagi pun kalau pun tuhan belum mempercayai kita untuk menjadi orang tua lagi,aku tak masalah.. asal kau selalu ada di sampingku".
"Mas...",Kirana memeluk Fahri,ia tak sanggup mendengar kata-kata Fahri.
"Sudah yaa.. jangan menangis,katanya kamu capek,istirahat yuukk udah malem banget nihh",ucap Fahri dan diangguki oleh Kirana.
Fahri memeluk tubuh Kirana ,tangannya mengelus rambut Kirana,membuat Kirana merasakan tenang,dan sampai akhirnya ia memejamkan matanya.
Malam pun telah berganti pagi,suara burung berkicauan menambah syahdu suasana pagi itu,matahari menyeruak masuk ke dalam kamar,dan terlihat Kirana masih enggan untuk bangun.
"Sayang.. tumben sekali kamu belum bangun, biasanya jam segini sudah rapi",tanya Fahri yang baru selesai mandi dan melihat Kirana yang sudah membuka matanya tapi masih enggan untuk bangun.
"Sayang.. kepalaku pusing banget..",ucap Kirana sembari memegangi kepalanya.
"kamu kenapa sayang...",Fahri mendekati Kirana dengan panik,punggung tangannya ia tempelkan dikening istrinya itu.
"Sayang kamu demam??kita ke dokter yaa..",ucap Fahri panik.
"Nggak mas.. aku paling cuma kecapean aja,aku ada obat penurun panas di kotak p3k,nanti biar aku minum obat aja..",ucap Kirana.
"beneran nggak apa-apa..",tanya Fahri memastikan.
"iyaa... sayang..nggak apa-apa,aku minum obat terus istirahat nanti juga sembuh kok",ujar Kirana.
"Ya sudah aku ke bawah dulu bilang sama Riko dan Vita,hari ini biar mereka jalan sendiri..",ucap Fahri.
__ADS_1
"Mas Fahri nggak ikut?",tanya Kirana.
" sayang.. mana mungkin istriku sakit,aku malah jalan-jalan,yang bener aja kamu..",jawab Fahri.
"Tapi Kirana nggak apa-apa mas.. mumpung di Jogja lho,lagian disini kita tinggal hari ini aja,besok sudah kembali ke Jakarta".
"Sayang.. mau ini di Jogja atau di luar negeri sekalipun tidak ada yang lebih penting dari kamu",Fahri mengelus rambut Kirana.
"Ya sudah aku ke bawah dulu yaa.. sekalian ngambil sarapan buat kamu",ucap Fahri.
"mas.. aku pengen nasi pecel yang dibungkusnya pakai daun gitu,enak kali yaa..",ucap Kirana.
"Sayang.. kamu nggak lagi ngidam kan??",tanya Fahri penuh selidik.
"Mas Fahri udah pengen banget yaa aku hamil.. maaf ya mas",wajah Kirana mulai sendu.
"Ehh,bukan gitu sayang.. ya sudah aku carikan sekalian ini.. kamu istirahat saja",Fahri mencium kening Kirana.
Dibawah sudah ada Riko dan Vita yang sedang duduk di ruang tengah.
"Eh boss.. Kirana mana?",tanya Riko yang hanya melihat Fahri sendirian turun dari atas.
"Kirana kurang enak badan.. ",jawab Fahri.
"Hah Kirana sakit.. kok nggak Dibawa ke dokter sihh",ucap Vita panik.
"Kirana cuma kecapean aja,sekarang lagi istirahat.. oh ya kalian kalau mau jalan berdua aja nggak apa-apa kan?",tanya Fahri.
"Eh mana ada.. kalau mas Fahri sama Kirana nggak ikut ya kita juga nggak jadi jalan",elak Vita
"Nggak apa-apa beneran.. lagian kita disini tinggal hari ini aja kan,besok sudah kembali ke Jakarta.. kalian jalan-jalan aja berdua,aku biar disini nemenin kirana.
"beneran bos nggak apa-apa..",tanya Riko memastikan.
"iyaa.. ya sudah ayo aku ngikut sampai depan yaa,Kirana mau sarapan pake nasi pecel yang dibungkus pake daun, kayaknya di depan ada yang jualan dehh",ucap Fahri.
TBC dears..
Hallo para readers jangan lupa mampir ke karya author yang baru Terpaksa Menikahi CEO Tampan,nyoba di baca dulu ya,alur ceritanya lain dan pastinya nggak kalah bagus dengan Duda Keren itu Pahlawanku
Jangan lupa like nya ya dears.. jangan pelit-pelit kasih hadiah juga yaa🙏😁
happy reading dears 🤗😘
__ADS_1