
Fahri menyudahi ciuman panas mereka,kemudian ia menyatukan keningnya dan kening Kirana.Terlihat sekali mata Fahri sudah sangat berkabut,ia tengah dikuasai oleh hasratnya namun ia tahan sebisa mungkin.Ia tak mau terburu-buru dan membuat istrinya merasa tak nyaman.
Fahri mencium bibir Kirana sekilas,kemudian ia mencium kening Kirana.Setelah itu ia membantu Kirana untuk merebahkan tubuh Kirana ke tempat tidurnya.Dan setelah itu ia ikut merebahkan diri disamping Kirana.
"Tidurlah..kau pasti sangat lelah",ujar Fahri sembari menepuk lengannya.
Ia membiarkan lengannya untuk dijadikan bantalan oleh istrinya.Kirana pun menurut ia menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya,menghirup dalam-dalam aroma maskulin yang sudah lama ia rindukan.
Fahri mengelus rambut Kirana,membuat istrinya itu merasa nyaman dan tertidur pulas di pelukannya.
Keesokan harinya, seperti biasanya Kirana sudah bangun terlebih dahulu dan menyiapkan sarapan paginya,karena hari ini adalah weekend jadi Kirana membiarkan Fahri tertidur sampai siang dan ia sengaja tak membangunkan suaminya tersebut.
Fahri yang tertidur lelap, seketika indera penciumannya terusik tatkala mencium aroma sedap masakan yang membuat perutnya berbunyi.
"Ahh...iyaa..aku lupa kalau saat ini istriku sedang berada disini",Fahri menepuk jidatnya sendiri.
Fahri pun bangun dengan muka bantalnya dan menghampiri Kirana yang sedang memasak di dapur.Fahri melingkarkan tangannya di perut Kirana,dan meletakkannya dagunya di pundak Kirana.
"Mas Fahri sudah bangun??",tanya Kirana yang sedikit terkejut karena merasakan ada sesuatu yang melingkar di perutnya.
"hmm...",Fahri hanya mengangguk kemudian mencuri satu ciuman di pipi Kirana.
Kirana yang mendapat perlakuan tiba-tiba seperti itu,sontak wajahnya bersemu merah.
"Kamu sedang masak apa?",tanya Fahri masih dengan posisi yang sama.
"Aku masak nasi goreng sosis dengan telur mata sapi..",jawab Kirana.
"Mas Fahri mau minum apa..biar Kirana buatkan..",tanya Kirana.
"Aku mau minum susu langsung dari sumbernya saja...",goda Fahri sembari mer3mas gemas gundukan kenyal yang selaku terlihat menantang nya.
"Auwhh...",pekik Kirana.
__ADS_1
Kali ini Fahri sudah tak lagi menutupi semuanya,ia benar-benar menunjukkan jika ia sangat merindukan istrinya tersebut.Dari obrolan semalam ia sudah mengetahui bahwa Kirana memang benar-benar sudah pulih.
"Aku merindukanmu sayang...",bisik Fahri tepat ditelinga Kirana.
Fahri sengaja memberikan gigitan kecil di telinga Kirana,nafasnya yang hangat mengenai permukaan kulit Kirana,membuat tubuh Kirana meremang.
"Kenapa kamu diam saja,hmmm...",Fahri mencium pipi Kirana sekali lagi.
"Apa kau tidak merindukanku sayang...",Fahri membalik tubuh Kirana sehingga posisinya sekarang saling berhadapan.
"Pertanyaan macam apa itu..ya jelaslah,aku merindukan mas Fahri...",jawab Kirana lirih sembari menundukkan kepalanya karena malu.
"Heii..kenapa wajah seperti kepiting rebus,apa kau sedang malu saat ini...",tanya Fahri.
Tanpa aba-aba Fahri menggendong Kirana dan mendudukkan nya di meja dapur.Fahri berdiri diantara kedua paha Kirana,sedangkan Kirana reflek mengalungkan kedua tangannya di leher Fahri.
"Mas Fahri...mau ngapain??",tanya Kirana gugup.
"Tenang sayang..tadi kan kamu nanya,aku mau minum apa??saat ini aku mau minum susu langsung dari sumbernya..",jawab Fahri sembari membuka satu persatu kancing piyama yang dikenakan Kirana.
"Boleh??",Fahri menatap Kirana penuh harap.
Tak kuasa menolak permintaan sang suami,Kirana pun mengangguk mengiyakan.Setelah mendapatkan lampu hijau dari sang istri,Fahri pun segera membenamkan wajahnya diantara keduan bongkahan tersebut.
Setelah itu Fahri melahapnya secara bergantian,membuat Kirana yang sudah lama tak merasakan sentuhan dari sang suami menjadi blingsatan.Kirana mendongakkan wajahnya keatas, merasakan gelombang-gelombang nikmat yang diciptakan oleh Fahri dan kedua tangannya berpegangan erat pada pundak Fahri.
Fahri semakin semangat meny3sap dan sesekali menggigit chococip yang sudah berdiri tegak menantang itu.Tangannya pun tak tinggal diam,yang satu ia gunakan untuk mer3mas gundukan yang lainnya dan tidak jarang juga ia memilinnya.Sementara tangan yang satu ia gunakan untuk mengelus paha mulus istrinya tersebut.
"Ahhh...",Kirana menggigit bibir bawahnya agar suara laknat itu tidak keluar dari bibirnya,namun sayangnya satu d3sahan lolos dari bibir Kirana.
Fahri yang menyadari Kirana juga telah ikut terbawa dalam permainannya itupun menyeringai.Ia menyudahi kegiatan memerah susunya.Kirana yang merasa tidak ada pergerakan dari Fahri pun memberanikan diri menatap suaminya yang sedang sibuk mengembalikan kedua bongkahan itu kembali masuk dalam sarangnya.
"ke..kenapa berhenti??",satu pertanyaan konyol lolos dari bibir Kirana,sungguh saat ini ia sedang merutuki kebodohannya.
__ADS_1
"Apa kau menginginkan lebih dari ini sayang,hmm...",tanya Fahri tersenyum penuh arti.
"Aku...aku..",Kirana bingung harus menjawab apa,disatu sisi ia menginginkan lebih tapi ia terlalu malu untuk mengungkapkan nya.
Fahri sudah mengancingkan kembali piyama yang digunakan Kirana.Kemudian ia menurunkan Kirana dari atas meja dapurnya.
"Kita sarapan dulu.. ",ucap Fahri sembari mengacak-acak rambut Kirana dan berlalu ke meja makan dan menunggu sang istri disana.
Kirana memanyunkan bibirnya,ia berjalan ke arah Fahri dengan menghentakkan kakinya kesal.Pada saat melayani Fahri pun ia selalu menekuk wajahnya, bagaimana ia tidak kesal.Ia sudah seperti di PHP oleh Fahri,diajak terbang ke langit ketujuh dan kemudian ia jatuhkan dari ketinggian dalam waktu yang bersamaan pula.
Fahri yang datang tiba-tiba dan membuatnya terbuai dan menginginkan lebih,tapi ia juga yang menyudahi permainan yang rasanya sudah sangat tanggung bagi Kirana.Kirana pun memakan sarapan paginya dengan begitu cepat tanpa menikmati rasanya sedikitpun.
Fahri yang berhasil menjahili istrinya itu menahan senyum karena melihat kekesalan yang jelas terlihat dari wajah istrinya tersebut.
"Aku sudah selesai...",ucap Kirana yang sudah melahap habis nasi goreng yang ada di piringnya.
"Kamu cepat sekali makannya sayang..",tanya Fahri.
"Ya..perutku lapar,apa mas Fahri mau Kirana makan sekalian,hmm...",ucap Kirana sembari menatap tajam netra suaminya tersebut.
"Apa kau mau memakanku??",goda Fahri.
"Ya..aku mau memakan mas Fahri hidup-hidup!!",jawab Kirana masih dengan sorot mata tajam.
"Ihhh kamu kenapa jadi seram begini sayang,aku sampai ngeri lho.. ",goda Fahri pura-pura bergidik ngeri,padahal dalam hatinya ia tertawa.jahat banget kan??
"Salah sendiri...siap yang suruh bangunin macan tidur!!",jawab Kirana sembari berlalu meninggalkan Fahri di meja makan sendirian.
Fahri semakin tak kuasa menahan tawanya ketika Kirana masuk ke kamar dan menutup pintu dengan sedikit kasar.
TBC dears...
Nyicil dulu ahh...nanti Sorean dikit dilanjut lagi ..
__ADS_1
Mumpung hari Senin,jangan lupa vote nya ya dears..
happy reading dears 🤗😘