Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#79


__ADS_3

"Sepertinya kau perlu bukti,aku normal atau tidak!!",bisik Riko ditelinga Vita


Riko mendekatkan wajahnya ke wajah Vita,mata mereka saling memandang,jantung Vita berdetak lebih kencang dari biasanya,ia mulai memejamkan matanya ketika wajah Riko semakin mendekat.


satu..dua..tigaa.. Vita tidak merasakan terjadi sesuatu kepadanya, akhirnya ia memberanikan diri membuka matanya.Ia melihat Riko membalikkan badan dan berjalan meninggalkannya.


"hiihhh keterlaluan!!!!",Vita menggeram dan menghentak-hentakkan kakinya.


"Jangan ngarep yaa bocahh.. gini-gini bibir gue masih virgin,serahhh dehh ngatain gue nggak normal,emang gue pikirin..",cibir Riko sembari membuka handle pintu dan berjalan menuju ruang tamu.


Selang beberapa menit,Vita keluar sembari mendelik kesal ke arah Riko,ia seperti dipermainkan oleh laki-laki itu.


Tak berapa lama kemudian Fahri dan Kirana turun dan berjalan ke arah Riko dan Vita.


"Sudah siap boss",tanya Riko yang melihat Fahri berjalan ke arahnya.


"hemm..",jawab Fahri.


"Sayang.. aku berangkat dulu yaa.. kamu hati-hati yaa dirumah,jaga kesehatan..jaga anak kita juga..",Fahri tersenyum sembari mengelus perut Kirana,setelah itu menc1um kening Kirana.


"Whatt..!!! tunggu..tunggu.. Kii.. ka.. kamu.. ha..hamil??",tanya Vita terbata-bata.Ia benar-benar kaget bagaimana bisa ia tidak tahu kalau sahabatnya itu sedang mengandung.


"Iyaa.. makanya kamu disini tuh tugasnya jagain Kirana.. awas yaa kalau ada apa-apa sama Kirana,kamu yang tanggung jawab",ucap Riko tegas.


"Heii.. nggak usah disuruh juga bakal aku jagain,Kirana kan sahabatku",jawab Vita yang tak mau.


"Sini mana hp mu".


"buat apa??heii.. jangan modus yaa",ucap Vita kepedean.


"Heii.. ngapain juga modusin cabe-cabean kayak kamu,yang ada malah nyusahin..sini",Riko merebut paksa hp Vita.


"Heii nggak sopan banget sihhh..",Vita menggeram.


"Nihh,aku balikin...",jawab Riko santai sambil menyerahkan hp Vita.


"Astaga.. kalian benar-benar seperti anak kecil",ucap Fahri yang sudah pusing melihat tingkah Riko dan Vita.


Kirana mengelus tangan Fahri dan menggeleng pelan sembari tersenyum untuk meredam emosi Fahri.


"Maaf boss..",ucap Riko.


"Oia Kii.. jaga kesehatan yaa..nggak usah banyak fikiran,jangan lupa makan juga..",ucap Riko sembari senyum.


"Dihh.. kenapa dia bisa manis banget kalau sama Kirana,kenapa kalau sama gue selalu menyebalkan",batin Vita.


"Ayo boss.. ",ajak Riko.


" Sayang aku berangkat duluu ya.. Vita titip Kirana,aku percayakan Kirana sama kamu",ucap Fahri.


"hati-hati mas..",jawab Kirana dan diangguki oleh Fahri.


"Siap mas ganteng...",jawab Vita.


Fahri dan Riko membelalakkan matanya mendengar Vita memanggil Fahri dengan sebutan mas ganteng.


"Ehh..maksud Vita,siap mas Fahri,gitu.. iya..hehe",Vita meralat ucapannya sembari cengar-cengir.


Fahri hanya menggelengkan kepalanya, Setelah itu Fahri dan Riko berjalan menuju mobilnya,Setelah mobil yang dikendarai Fahri dan Riko sudah tidak terlihat lagi Vita mulai menyelidiki Kirana.


"Kii.. kamu beneran hamil",tanya Vita kepo.

__ADS_1


"Iyaa.. vitaa",jawab Kirana.


"Kok kamu nggak cerita sihh..ihh bener-bener yaa..",Vita pura-pura ngambek.


"Maaf Vita,aku hanya belum siap aja cerita sama kamu.. aku takut nanti teman-teman di sekolah tahu.."


"Kirana.. "Vita memeluk Kirana.


"Kamu tenang aja.. nggak akan ada yang tahu,aku bakal nutup rapat mulutku ini,kamu tenang yaa..",lanjut Vita meyakinkan Kirana.


Kirana mengangguk sembari tersenyum.


"Terima kasih Vita..kamu memang sahabat terbaikku",Kirana kembali memeluk Vita.


"Non,mau berangkat sekarang..",tanya pak dirman yang mengagetkan keduanya.


"Eh.. iya pakk",Kirana melihat ke arah Vita dan mereka tertawa bersamaan.


🍁🍁🍁


Nampak mbok Darmi sedang memasak untuk makan malam,terlihat Vita sedang membantu.


"Ada yang bisa Kirana bantu??",tanya Kirana.


"ehh,non Kirana.. untuk sementara ini,non tidak diperbolehkan masuk ke dapur,urusan masak memasak serahkan ke simbok saja,non duduk saja yaa",jawab mbok Darmi.


"Tapi Kirana,bosen mbok biasa masak dan ini nggak ngapa-ngapain".


"Non,ini titah langsung dari tuan lho,simbok nggak berani melanggar,hee..",jawab mbok Darmi tersenyum.


"Iyaa Kii.. kamu duduk saja disitu,bentar lagi juga selesai kok,nanti kita makan bareng",timpal Vita


"Mbokk.. ikut makan bareng kita yuukk",ajak Kirana


"maaf non,bukannya simbok nolak.. tapi nanti pak dirman gimana,simbok makan sama pak dirman aja ya",jawab mbok Darmi.


"ciyeehhh.. simbok setia banget sama pak dirman",goda Vita.


"non Vita nih bisa aja.. dari dulu saya sama pak dirman sudah terbiasa makan berdua,jadi kalau salah satu dari kita makan duluan,rasanya kurang afdhol,heheh".


"so sweet banget sihh mbok,jadi irii...",ucap Vita.


"heheh.. non Vita nih lucu bangett.. Yo wis simbok permisi dulu ya non".


"iya mbokk.."jawab Vita dan Kirana bersamaan.


"eh Kii.. makan yang banyak,jangan sampai suamimu nanti protes gara-gara ditinggal ke Bandung istrinya jadi kurus,nanti aku yang kena marah",cicit Vita.


"Hehehe.. lebay banget sih kamu Vita",jawab Kirana santai.


Disela-sela kegiatan makan malamnya tiba-tiba ponsel Vita berdering.


"Siapa sihh..",Vita meletakkan ponselnya lagi setelah melihat nomer yang tidak dikenal menghubunginya.


"Siapa Vit..",tanya Kirana.


"Nggak tau.. nomer baru",jawab Vita.


"Ihh berisikk bangety sihh.. nggak tau orang lagi makan apa",Vita menggerutu mendapati ponselnya kembali berbunyi.


"Angkat aja Vita siapa tau penting..",ucap Kirana.

__ADS_1


Akhirnya Vita mengangkat panggilan dari nomer yang tidak dikenalnya itu.


"Hallo...",ucap Vita.


"Kenapa lama sekali angkattnyaaa!!!",terdengar suara tegas Riko dari seberang sana.


"Ehhh.. maaf..maaf.. habisnya nomer baru saya mana ngerti ini nomer bapak,eh..",Vita menutup mulutnya seketika.


"Hahh??bapak??sejak kapan saya nikah sama ibu kamu??",ucap Riko kesal.


"Maaf..maaf.. mas.. aduhh..saya salah",ia merutuki kebodohannya yang memanggil Riko dengan sebutan bapak.


"terserahlah.. dimana Kirana??".


"Ada.. ini lagi makan malam".


"baguss.. jangan lupa terus jaga dia,dan satu lagi kamu tahu Claudia,kamu juga harus selalu waspada kalau bertemu dengannya, utamakan keselamatan Kirana".


"i..iya".


"Tolong bilang,hari ini mungkin bos tidak bisa menghubungi Kirana,karena masih sibukk".


"iyaa..".


"ya sudahh.. ingat kalau ada apa-apa sama Kirana kamu yang harus tanggung jawab".


belum sempat Vita menjawab Riko sudah menutup panggilannya.


"Ihhh.. apa-apaan sihh ni orang.. seenaknya saja..",Vita meletakkan ponselnya dengan kasar.


"Siapa Vita..",tanya Kirana.


"ituu.. si kanebo kering",jawab Vita dengan raut wajah yang kesal


"Siapa?? mas riko??


"siapa lagi ya pasti dia lahh..",jawab Vita kesal.


"oh ya hampir aja lupa.. mas ganteng mu hari ini belum bisa menghubungimu soalnya sibuk..".


"Ohh..",Kirana hanya mengangguk.


"Jangan lupa minum susu hamilnya yaa nanti aku buatkan setelah selesai makan.. "


"iyaa..".


"jangan lupa minum vitaminnya juga Kirana.."


"iya Vita.. kamu kenapa jadi bawel kayak ginii",Kirana terkekeh.


"habisnya aku takut kalau salah dikit.. bisa-bisa aku digantung sama kanebo kering",cerocos Vita.


"Vita..mas Riko itu orangnya asyik kok..nggak seperti apa yang kamu fikirkan",ucap Kirana.


"Asyikk apaan.. orang kaku gitu dibilang asyikk.. asyikknya cuma sama kamu aja.. sama aku nggak".


TBC dears..


terima kasih sudah mendukung karya author


happy reading dears 🤗😘

__ADS_1


__ADS_2