
Setelah dari caffe Riko mengajak Vita ke rumah Kinan,terlihat Kinan sedang melayani pembeli di tokonya.
"Om Riko..kak Vita.."teriak Tasya yang melihat Riko dan Vita turun dari mobilnya.
"Hallo Tasya...",Vita melambaikan tangannya.
sedangkan Riko sudah menggendong Tasya,Kinan yang menyadari kedatangan Kinan dan Vita tersenyum kepada mereka karena ia sedang melayani pembeli.
Riko dan Vita duduk di ruang tamu,terlihat Riko memangku Tasya,dan Vita lebih suka memperhatikan mereka bercengkrama dan sesekali ikut menimpali candaan lucu ke mereka.
"Maaf yaa tadi ada pembeli jadi dicuekin deh tamunya..",ucap Kinan yang datang dari toko sembari membawa minuman dan beberapa kue dari tokonya.
"nggak apa-apa mbakk...",jawab Vita tersenyum.
"Ayoo diminum Vita.. mas Riko.. cicipin juga kuenya",ucap Kinan.
Vita dan Riko meminum minuman yang diberikan Kinan,tampak Vita mencicipi kue yang dibawakan Kinan tadi.
"Gimana tokomu Kinan?? ",tanya Riko.
"Alhamdulillah mas.. ",jawab kinan dengan senyum manisnya.
"mas.. terima kasih yaa.. ",ucap Kinan
"Buat..".
"Semuanya.. mas Riko sudah memberikan kehidupan yang layak buat aku dan Tasya,sudah memberikan aku modal untuk usaha,sehingga aku sekarang tidak harus menjajakan kue lagi dan bisa lebih fokus merawat tasya,terima kasih ya mas..".
"sama-sama Kinan kalau kamu bahagia,aku juga ikut bahagia",ucap Riko.
"mulai dehh..mulaii..dunia serasa milik berdua",batin Vita.
"Om Riko,kita main dikamar Tasya yuk banyak mainannya Tasya disana ",ajak Tasya.
"bolehh...",Riko menggendong Tasya ke kamarnya, meninggalkan Vita dan Kinan di ruang tamu.
Kinan tampak tersenyum melihat kedekatan Riko dan Tasya.
"Oh ya Vita.. kalian darimana tadi,kok bisa sampai kesini?",tanya Kinan.
__ADS_1
"aku dari tadi diajak muter-muter nggak jelas sama mas Riko,terus mas Riko ngajak kesini ya sudah aku ikut aja..",jawab Vita.
"oh.. gitu.. ehh.. gimana perkembangan hubungan kalian??apa mas Riko sudah nembak kamu?",tanya Kinan penasaran.
"Mbak Kinan kok nanya kayak gitu.. bukannya mbak Kinan sama mas rikoo...",Vita ragu melanjutkan kata-katanya.
"Vita,sudah berapa kali aku bilang.. aku sama mas Riko nggak ada hubungan apapun,dia sahabatku..",jelas Kinan.
"Tapi.. yang kemarin kalian peluk-pelukan mesra banget...".
"ohh.. yang itu,itu hanya pelukan sayang seorang sahabat Vita tidak lebih..",jawab kinan sembari tersenyum.
"Vita.. apa kamu cemburu??",tanya Kinan lagi.
"ehh.. nggak.. aku nggak cemburu",elak Vita.
"Syukur dehh kalau kamu cemburu berarti cinta mas Riko tidak bertepuk sebelah tangan",
"mbak Kinan.. Vita tadi kan bilang nggak cemburu..".
"Vita.. kamu tuh nggak pinter bohong,aku tau kamu cemburu..kalian berdua tuh saling mencintai,tolong sedikit aja buang jauh-jauh gengsi kalian..",tutur Kinan.
"Vita.. aku titip mas Riko yaa.. tolong bahagiakan dia,aku hanya masa lalunya,sedangkan kamu adalah masa depannya..",Kinan menggenggam kedua tangan Vita.
"mbak Kinan kenapa harus Vita..",tanya Vita.
"Karena kamu adalah orang yang bisa membuat mas Riko bahagia,kamu adalah orang yang dicintai mas Riko,kamu masa depan mas Riko,Vita..",Kinan berusaha meyakinkan.
"Apa kau mau berjanji pada ku Vita?",tanya Kinan.
Dan akhirnya Vita menganggukkan kepalanya,Kinan merasa lega kemudian ia memeluk Vita dan berterima kasih kepada Vita.Vita berfikir tidak ada salahnya ia mulai mencoba menjalin hubungan dengan Riko,toh dia juga mencintai Riko.
"Ehemm.. kok kalian pelukan nggak ajak-ajak",ucap Riko yang baru datang dari kamar Fahri.
Kinan dan Vita yang mendengar deheman Riko segera melepaskan pelukan mereka.
"Sepertinya seru banget.. lagi ngobrolin apa sih",tanya Riko mulai penasaran.
"Sstt.. rahasia perempuan",bisik Kinan ke Vita dan keduanya tertawa,membuat Riko semakin penasaran.
__ADS_1
"Ohh yaa sudahh kalau kalian nggak mau bilang,aku cari tahu sendiri nanti",sungut Riko.
"Uluh-uluh mas Riko ngambek tuh mbak..",goda Vita.
kemudian mereka bertiga saling bercanda,tidak jarang Riko mendapatkan kejahilan dari Kinan dan Vita, sepertinya mereka berdua sengaja mengerjai riko.hingga akhirnya tak terasa hari sudah mulai sore,Riko dan Vita pun pamit untuk segera kembali ke villa.
"Mbak Kinan,Vita balik dulu ya.. kapan-kapan kalau ada waktu Vita janji dehh bakal main ke Jogja lagi",ucap Vita.
"Janji yaa.. kalau kalian kembali kesini lagi kalian sudah harus menikah",ujar Kinan.
Riko dan Vita saling pandang,dan kemudian keduanya tertawa canggung.
"Kinan,kamu jaga diri baik-baik yaa.. oh ya salamin Bua Tasya,karena tadi aku lihat di kamar Tasya masih pulas tidurnya",ucap Riko.
"iya mas.. nanti aku sampaikan,kalian hati-hati yaa",ucap Kinan
Kemudian Kinan dan Vita saling berpelukan, begitupun dengan Riko dan Kinan.Vita menyadari selama ini dia salah faham dengan hubungan mereka berdua,dan kinanpun sudah bisa bernafas lega karena bisa melepaskan laki-laki yang dicintainya pada wanita yang tepat.
Vita melambaikan tangannya kepada Kinan ketika sudah berada dimobil,dan kinanpun membalas lambaian tangannya.Ia masih berdiri di depan rumahnya hingga mobil yang dinaiki Riko dan Vita tak terjangkau oleh netranya lagi.
"Aku ikhlas melepas mu mas.. karena aku tahu aku sudah menyerahkan mu pada orang yang tepat",ucap Kinan lirih.
Sementara Riko dan Vita tidak langsung kembali ke Villa.Riko menepati janjinya untuk membawa Vita ke tempat yang spesial.Riko mengajak Vita ke Bukit Bintang,yang berjarak kurang lebih 15km dari tengah kota Jogja. Bukit Bintang menyuguhkan pemandangan malam yang luar biasa. Di tempat wisata Jogja malam hari Vita dan Riko bisa melihat keindahan kota Jogja dari ketinggian dan menikmati lampu-lampu kota yang terlihat kerlap-kerlip dari ketinggian.
Di sini sudah ada sejumlah warung yang mendesain agar wisatawan dapat leluasa untuk menikmati pemandangan panorama tempat wisata pada malam hari.
Vita terlihat sangat bahagia,ia benar-benar menikmati panorama keindahan kota Jogja pada saat malam hari.
"Mass.. ini tuh indah banget",ucap Vita takjub.
Riko melihat Vita yang nampak bahagia,ia pun ikut tersenyum bahagia.Riko berfikir inilah waktu yang tepat untuk ia berbicara dari hati ke hati bersama Vita.Hanya saja dia terlihat gugup karena ia tak tahu harus memulainya darimana
Riko bukanlah tipikal orang yang romantis ataupun puitis maka dari itu dia tidak tahu harus mengawali pembicaraan nya mulai dari mana dulu.Bibirnya yang selalu lantang berbicara malam ini seakan terasa keluh.
"Vita...",Riko memberanikan diri memanggil Vita.
TBC dears..
Author sudah tepati janji ya double up.
__ADS_1
jangan lupa kasih bunganya yaa dan jangan lupa vote juga.
happy reading dears 🤗😘