Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#39


__ADS_3

Fahri menuruni tangga menggunakan kaos oblong dan boxernya,dengan wajah khas orang bangun tidur dan langsung menuju meja makan.


"Pa, ko' tumben jam segini belum siap-siap ke kantor",tanya Sherly.


"Papa hari ini sengaja gak masuk kantor sayang,tadi papa sudah telepon om Riko",jawab Fahri.


"Ihh kebetulan dong,hari ini rencananya Sherly sama momy mau ke mall,papa ikut yaa",ajak Sherly.


"Hah,siapa yang izinin kalian pergi ke mall??kenapa gak bilang sama papa?",tanya Fahri.


"Lha ini Sherly baru bilang sama papa",jawab Sherly polos.


"Sebenernya kita mau bilang saat sarapan sekarang ini,karena kita fikir mas Fahri hari ini ngantor",ucap Kirana tapi ternyata tidak ditanggapi oleh Fahri.


Fahri malah asyik menikmati sarapannya dan memainkan ponselnya, sungguh pemandangan yang tidak biasa bagi kirana.


"tuh kan bener.. ada yang gak beres sama ni orang",batin Kirana kesal.


"Papa ikut yaaa... tinggal 3 hari lagi lho liburan sekolah sudah usai, Sherly belum diajak kemanapun sama papa",rengek Sherly.


"Memang kamu mau ngapain ke mall?",tanya Fahri.


"Sherly mau beli peralatan sekolah pa.. pastinya momy juga kan?",Sherly mengalihkan pandangannya ke arah Kirana.


kirana hanya tersenyum getir dan menatap Fahri tapi Fahri sama sekali tidak memperdulikannya.


"Sherly sayang.. coba tebak mama bawa apa,mama bawa makanan kesukaan mu",ucap Claudia yang tiba-tiba masuk tanpa permisi.


"Mama..kok mama kesini lagi sih?",ujar Sherly tak suka.


"Mama??kalau wanita itu mamahnya Sherly, berarti mantan istrinya mas Fahri dong?",batin Kirana.


"Sayang.. kamu gak suka ya kalau mama kesini,mama kan kangen sama Sherly",Claudia mendekati Sherly dan merangkul pundak putrinya itu dengan manja.


"liburan sekolah Sherly kan masih tiga hari lagi,setelah itu Sherly kembali lagi tinggal sama mama, Sherly cuma mohon jangan ganggu waktu Sherly bersama papa",pinta Sherly.


"sayang...",belum juga Claudia meneruskan ucapannya tapi sudah dipotong oleh Fahri.


"Sherly,kamu tidak boleh berbicara tidak sopan seperti itu dengan mama mu sendiri",ucap Fahri tegas dan tanpa sengaja menyakiti hati Sherly.


"Papa.. kenapa papa jadi kasar sama Sherly.. semua ini gara-gara mama",ucap Sherly sesenggukan lantas berlari ke kamarnya sambil menangis

__ADS_1


"Sherly!!",ucap Fahri, Claudia dan Kirana secara bersamaan.


"biar aku saja yang bicara sama Sherly",ujar Kirana seraya bangkit dari duduknya.


"Tunggu!! siapa kamu?",tanya Claudia penuh selidik.


Kirana menatap Fahri,berharap Fahri yang menjawab pertanyaan dari Claudia,tapi ternyata Fahri hanya diam seribu bahasa.


"Apa kau temannya Sherly?',lanjut Claudia.


"Maaf,saya permisi dulu",bukannyaenjawab kirana malah pamit undur diri.


Kirana menuju kamar Sherly, walupun hatinya sama sakitnya dengan Sherly karena merasa Fahri tidak mengakuinya sebagai istrinya di depan mantan istrinya,tapi semua rasa sakit hatinya ia tepis.


"Sherly.. boleh momy masuk",ucap Kirana lembut.


Merasa tidak ada jawaban,kirana langsung masuk ke kamar Sherly. Ia melihat Sherly tidur tengkurap sambil menangis sesenggukan.Kirana mengelus lembut rambut Sherly.


"Momy..", Sherly bangun dan memeluk Kirana sambil menangis.


"Papa jahat sama Sherly..hiks..papa sudah membentak Sherly.. padahal selama ini papa tidak pernah Bicara kasar sama Sherly,papa sudah tidak sayang lagi sama Sherly..",cicit Sherly seraya sesenggukan.


"Tapi papa sudah membentak Sherly",elak Sherly.


"Papa hanya mengingatkan Sherly untuk berbicara yang sopan sama mama Sherly, mungkin penyampaian papa ke Sherly kurang tepat",ujar Kirana.


"Sherly benci mama".


"Sherly.. Sherly tidak boleh seperti itu, lebih-lebih ke mama kandung Sherly sendiri".


"Mama selalu mengekang Sherly,tidak memberikan kebebasan kepada Sherly, bahkan untuk bertemu dengan papa pun Sherly dibatasi", Sherly kembali menangis di pelukan Kirana.


"Sayang... mungkin mama Sherly punya alasan tersendiri untuk itu, terlepas dari itu semua Sherly harus menghormati orang tua Sherly",Kirana mencoba memberikan penjelasan kepada Sherly.


"Sherly gak mau kan jadi anak durhaka?".


Sherly menggeleng.


"Oke,berarti Sherly tau apa yang harus Sherly lakukan,minta maaf sama papa dan mama Sherly, percayalah sayang.. papa dan mama Sherly sangat menyayangi Sherly",ucap Kirana.


"bagaimana dengan momy?",tanya Sherly balik.

__ADS_1


"Tentu saja,momy sayang sama Sherly",jawab Kirana sambil mencubit gemas pipi Sherly disusul dengan gelak tawa mereka.


Fahri yang sengaja mengintip dan mendengarkan percakapan mereka dari balik pintu yang tidak tertutup penuh ikut terharu melihat kedekatan antara Kirana dan Sherly.Sebelum keduanya menyadari kehadirannya,Fahri bergegas meninggalkan tempat tersebut.


"Baiklah, sekarang cuci mukamu dan kita kembali ke bawah,temui mama dan papa Sherly untuk minta maaf",lanjut Kirana.


Sherly menuruti omongan Kirana,dia pun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan bekas air matanya.setelah itu mereka berdua kembali ke bawah dan ternyata Fahri dan Claudia sudah berada diruang tamu.Claudia yang melihat Sherly bersama Kirana langsung menghampiri Sherly dan memeluknya.


"Sherly sayang.. mama minta maaf yaa,mama datang kesini cuma ingin membawakan makanan kesukaan Sherly, Sherly masih punya waktu selama liburan disini,mama juga sudah berjanji sama papamu untuk memperbolehkan mu menginap di tempat papamu setiap weekend",tutur Claudia panjang lebar.


"Iyaa ma.. maafkan Sherly juga, Sherly sudah bicara tidak sopan sama mama, Sherly sayang mama",jawab Sherly.


"Mama juga sayang banget sama Sherly",balas Claudia.


Kirana yang melihat adegan sweet antara ibu dan anak di depannya ikut terharu, seandainya dia masih punya ibu mungkin dia akan bahagia sekali,dan Kirana merindukan pelukan ibunya.


"Paa...",ucap Sherly.


Fahri yang tadinya duduk di sofa segera bangun dan membuka tangannya lebar dan Sherly segera menghampiri papanya tersebut dan masuk kedalam pelukannya.


"Maafin Sherly pa.. Sherly gak mau jadi anak durhaka",ucap Sherly.


"Papa yang minta maaf sama Sherly,papa sudah bicara kasar sama Sherly",jawab Fahri.


"Sherly yang salah..".ucap Sherly sembari sesenggukan.


"Sudah-sudah papa sudah maafkan Sherly",ujar Fahri sambil membelai lembut rambut putri semata wayangnya itu.


Claudia menitikkan air matanya,ia terharu melihat kedekatan antara Fahri dan Sherly,kalau saja dulu dia tidak mengedepankan egonya,mungkin keluarganya akan menjadi keluarga yang bahagia sampai sekarang.


"Belum terlambat,aku masih bisa mengambil hati mas Fahri sekali lagi",batin Claudia.


Sementara Kirana,dia meninggalkan tempat itu,ia ingin memberikan waktu untuk Sherly beserta orang tuanya untuk mengobrol dan kalau dirinya disana mungkin akan berbeda,dia tidak ingin menjadi perusak suasana.Kirana memutuskan untuk pergi ke taman belakang rumah,duduk sendirian di taman akan lebih baik ditambah lagi dengan wangi bunga yang semerbak sampai ke indera penciuman,lebih terasa menenangkan.


TBC dears


thank you yang sudah berkenan mampir ke lapak author dan membaca karya-karya author.


tetap dukung karya-karya author yaa..


happy reading dears 🤗😘

__ADS_1


__ADS_2