Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#157


__ADS_3

Setelah pergulatan Akbar mereka,Fahri segera membersihkan dirinya dan berganti pakaian yang memang di ruangan khususnya terdapat beberapa pakaian ganti untuknya dan Kirana.Ia sudah nampak segar sekarang,namun lain halnya dengan Kirana.Kirana masih memejamkan matanya,Fahri yang melihat tubuh polos istri tersayang nya tersebut tersenyum,kemudian ia menyelimuti tubuh Kirana dan mengecup keningnya.


Fahri kembali ke ruangannya,ia melihat jam dinding yang ada di ruangan tersebut sudah lewat jam makan siang ternyata,pantas saja perutnya sudah mulai keroncongan.Fahri pun menghubungi telepon yang ada di ruangan Riko namun tak kunjung diangkat.


"Kemana anak itu??",gumam Fahri,ia pun menghubunginya sekali lagi namun sama tidak diangkat juga.


Baru saja Fahri meletakkan gagang teleponnya, pintu ruangannya dibuka dari luar secara tiba-tiba.


"Bos..bos...",ucap Riko panik.


"Astaga..kenapa kau teriak-teriak seperti itu..",pekik Fahri sembari menutup kedua telinganya.


"Syukurlah kalau bos tidak apa-apa..aku kira bos sakit habisnya bos tidak keluar ruangan dari beberapa jam yang lalu, sampai-sampai bos melewatkan makan siang hari ini...",cerocos Riko.


"Ck..kau ini terlalu berlebihan..aku tidak apa-apa,aku hanya istirahat sebentar dan lihatlah aku sudah segar kembali kan..",jawab Fahri.


"Ehh..iya..karena aku khawatir sama bos tadi aku beliin makan siang untuk bos dan Kirana..",ucap Riko sembari memperlihatkan kantong plastik yang berisi makanan yang dibungkusnya.


"Wahh.. pengertian sekali kau..tidak sia-sia aku sudah membayarmu mahal sebagai asisten sekaligus sekretaris pribadiku",ujar Fahri.


"kemarikan makanannya..dan kau boleh kembali ke ruanganmu..", perintah Fahri.


"Dihh..gitu doang,nggak bilang terima kasih gitu..",cibir Riko.


"baiklah..terima kasih Riko..sekarang lebih baik kembalilah ke ruanganmu aku akan makan siang terlebih dahulu..",ujar Fahri.


"Dasar bos nggak ada akhlak..",Riko menggerutu sembari melangkahkan kakinya keluar ruangan Fahri.


Fahri kembali ke ruang pribadi nya untuk membangunkan Kirana untuk makan siang terlebih dahulu akan tetapi ternyata Kirana sudah bangun dan malahan ia sudah selesai mandi dan hanya menggunakan handuk untuk menutupi kedua aset berharga nya, sementara paha mulusnya di biarkan terekspos dan hal itu membuat Fahri meneguk salivanya dengan kasar.


"Ada Apa sayang...",tanya Kirana yang melihat suaminya mematung.


"Sayang...ada apa??",tanya Kirana kemudian,sembari mendekat ke arah Fahri.

__ADS_1


"Oh..ah..tidak..aku hanya ingin mengajak mu makan siang...",jawab Fahri gugup.


"Okee,aku ganti baju dulu sayang...",jawab Kirana.


"Aku tunggu di luar yaa...",jawab Fahri dan diangguki oleh Kirana.


Dan sekarang Fahri sudah menunggu Kirana di soffa,sembari menunggu sang istri selesai berganti baju dan berhias iapun mengeluarkan makanan yang sudah diberikan oleh Riko.Entah mengapa melihat makanan itu membuat Fahri ingin meneteskan air liurnya.Dia seakan ingin segera menikmati makanan itu.


"Sayang...",panggil Kirana.


"Sini..",Fahri menepuk sofa,menyuruh Kirana untuk duduk di sebelahnya.


Fahri mengambilkan Kirana makanan,dan kemudian ia mengambil untuk dirinya sendiri.Kirana sedikit heran dengan cara makan Fahri yang terlihat sangat antusias dan menikmati makanan yang ada dihadapannya.


"Sayang..kamu tumben banget makannya lahap banget,lapar banget yaa..",tanya kirana.


"Makanan ini enak banget sayang..emmhhh...",jawab Riko dengan mulut yang penuh dengan makanan.


Setelah menikmati makan siangnya yang terlambat,Fahri mengajak Kirana untuk langsung pulang karena pekerjaannya sudah selesai dan dia juga sedang tidak sibuk.Di tengah perjalanan Fahri mendadak menghentikan mobilnya di pinggir jalan.


"Lho..kok berhenti mas..",tanya Kirana.


"sayang..aku kok pengen makanan yang dijual abang-abang yang dipinggir jalan itu yaa..",ucap Fahri.


"ohh..itu namanya cilok,mas Fahri mau,Kirana belikan yaa...",ucap Kirana.


"bolehh sayang...",jawab Fahri dengan wajah berbinar-binar.


Setelah itu Kirana,berjalan ke arah penjual cilok tersebut.Setelah mengantri beberapa menit akhirnya Kirana mendapatkan cilok tersebut kemudian ia kembali ke dalam mobil dan disambut dengan wajah Fahri yang terlihat mupeng banget karena segera ingin makan cilok.


"Astaga..kamu nggak sabaran sekali sayang..",Kirana terkekeh melihat kelakuan Fahri.


"Emmm...ini enak sekali sayang,sumpah...",jawab Fahri sembari terus memasukkan cilok ke dalam mulutnya.

__ADS_1


"aneh sekali..sejak kapan kamu suka makan cilok..",Kirana tertawa sembari ikut menikmati cilok yang dibelinya tadi.Rasanya memang sangat enak ditambah lagi dengan saus kacang dan sedikit sambal membuat rasanya terasa pas di lidah.


Setelah menghabiskan cilok nya,mereka langsung pulang ke rumah.Setelah keduanya selesai membersihkan diri,mereka turun ke bawah untuk menikmati makan malamnya.Hari ini mbok Darmi memasak soto ayam kampung lengkap dengan krupuk dan koya nya,serta sambalnya juga tidak lupa.


Fahri serasa ingin meneteskan air liur nya ketika melihat Kirana yang sedang meracikkan soto dimangkuk untuknya,bau jeruk nipis dan sambal serasa mengusik indera penciumannya dan rasanya tidak sabar segera ingin menikmatinya.


"Sayang..buruan..aku sudah tidak tahan nih pengen segera menikmati soto ayamnya..",rengek Fahri manja dan Persis seperti anak kecil.


"Ihh..mas Fahri bentar dulu..lagian dari tadi mas Fahri juga sudah makan terus,masak sudah lapar lagi...",ucap Kirana.


"iya..ya..tapi nggak tahu kenapa hari ini perutku lapar terus bawaannya..",ucap Fahri.


"itu jeruknya sama sambelnya banyakin sayang...",lanjut Fahri merengek.


"Haiss...sayang,ini sudah banyak,jangan banyak-banyak nanti perutnya sakit...ini",Kirana menyodorkan semangkuk soto ayam kepada Fahri.


Dan Fahri menerimanya dengan mata berbinar-binar,ia langsung menyantap soto ayam yang sudah tersaji dihadapannya.Terlihat sekali begitu lahapnya ia.


"Mas.. pelan-pelan makannya nanti tersedak lho.."ucap Kirana memperingatkan Fahri.


"Emm..sayang,ini enak banget tau...rasanya seger banget..simbok juara deh kalau soal masak memasak ..",Fahri mengacungkan jempolnya ke arah mbok Darmi.


"Wahh..ada angin apa nih,nggak biasanya tuan muji masakan simbok..apalagi makan segitu banyaknya,nggak takut lemak tuan...",ucap mbok Darmi sembari terkekeh.


"Tau tuh mbok..dari tadi siang mas Fahri sudah makan banyak banget,terus pulang dari kantor juga sempat ngemil cilok di pinggir jalan,dan sekarang lihat...dua mangkuk soto ayam ludes tak bersisa...",ucap Kirana panjang-lebar.


"Cilok???di pinggir jalan??",tanya mbok Darmi tak percaya,karena selama yang ia tahu Fahri selalu menjaga pola makannya dan tak pernah makan-makanan sembarangan apalagi di pinggir jalan.


"Iya mbok..aku juga sempat heran tadi,tapi ternyata mas Fahri malah doyan banget ciloknya.. Haha..",ujar Kirana sembari tertawa lepas.


TBC dears.


happy reading dears 🤗😘

__ADS_1


__ADS_2