
Sesampainya di tempat tersebut,Fahri mengambil bucket bunga yang dibelinya tadi.Ia berjalan dengan tergesa-gesa sampai di depan pusara Sherly ia bersimpuh.
Cukup lama Fahri hanya bersimpuh dan memandangi pusara Sherly.Tanpa terasa air matanya menetes,ia teringat kenangan-kenangan indah bersama anaknya terdahulu.
"Sherly..maafkan papa baru bisa datang kesini,papa kangen Sherly..",air mata Fahri tumpah tak bisa dibendung lagi.
"Kamu tau sayang.. kita semua sangat kehilangan kamu nak..tidak ada lagi Sherly yang ceria,tidak ada lagi Sherly yang cerewet,yang suka jahilin papa..papa rindu Sherly...",ucap Fahri dalam isaknya.
Fahri mengungkapkan semuanya, kerinduan nya terhadap anaknya.Bibirnya tak berhenti berceloteh menceritakan kehidupannya setelah kepergian Sherly,mulai dari perubahan sifatnya dan yang lainnya.
Setelah merasa cukup tenang,fahri berpamitan kepada Sherly.
"Sherly sayang..terima kasih sudah mau mendengar semua isi hati papa,maafkan papa..tapi papa harus pulang, istirahatlah yang tenang sayang..",Fahri mengelus nisan Sherly.
Kemudian Fahri beranjak pergi meninggalkan pusara Sherly.Ia hanya menyusuri jalan dibalik kemudinya,Fahri tak ingin pulang,ia hanya mencoba memberi ruang untuk Kirana sendiri.Biasanya ketika fikirannya sedang kacau seperti ini ia selalu ke apartemen Riko,tapi Riko sekarang sudah menikah,ia tak mau merepotkan sahabatnya itu.
Fahri lupa sedari pagi perutnya belum diisi sementara hari sudah beranjak sore.Melihat ada tukang bakso di pinggir jalan,iapun menepikan mobilnya dan memesan satu mangkok bakso.
Setelah selesai menikmati baksonya,Fahri mampir ke mini market untuk membeli roti dan beberapa cemilan,untuk berjaga-jaga kalau saja perutnya kelaparan nanti malam.Dia sudah memutuskan untuk bermalam di kantornya saja,kebetulan di ruangannya terdapat ruangan khusus untuk ia beristirahat dan sudah ada beberapa pakaiannya juga disana.
Fahri membelokkan mobilnya ke arah parkiran kantor,ia melihat security yang sedang berjaga disana.
"Tuan Fahri..",sapa security tersebut.
"ohh..aku ada pekerjaan yang harus diselesaikan beberapa hari ini,jadi aku lembur untuk beberapa hari..",ucap Fahri seolah tahu isi hati petugas keamanan perusahaannya.
"Baikk tuan..silahkan,saya akan berjaga diluar", security itu mempersilahkan fahri masuk.
Fahri melenggangkan kakinya masuk ke ruangan CEO nya,kemudian ia masuk ke dalam ruangan khususnya,ia meletakkan makanan ringan yang dibelinya diatas nakas,lalu ia merebahkan dirinya di tempat tidurnya.
Sejenak kemudian ia beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya,setelah itu ia mengganti pakaiannya dan kembali membaringkan tubuhnya,ia memejamkan matanya mencoba supaya cepat tertidur dan bisa melupakan sejenak semua beban fikirannya.
Sementara itu,Kirana masih saja mengurung dirinya di kamar,bahkan sarapan dan makan siang yang dibawakan oleh mbok Darmi tak disentuh nya sama sekali.
Mbok Darmi kembali membawakan makan malam ke kamar Kirana.
"Non,makan dulu..dari pagi non Kirana belum makan lho..nanti non Kirana tambah sakit",ucap mbok Darmi.
"Mas Fahri sudah pulang belum mbok..",tanya Kirana.
__ADS_1
"Tuan belum pulang non.. mungkin sebentar lagi..",jawab mbok Darmi.
"Non makan dulu yaa.. ",bujuk mbok Darmi sekali lagi.
Akhirnya Kirana memaksakan diri untuk makan.Seharian ia sudah merenung dan menyadari kesalahannya.Tak seharusnya ia melampiaskan kekesalannya kepada Fahri,Ia menyesal telah berlaku seperti itu.
"Sudah mbok..",ucap Kirana dan menyudahi makan malamnya.
"Non.. kok makannya dikit banget,cuma beberapa suapan aja.. dikit lagi ya non..",bujuk mbok Darmi.
"Sudah mbok..kirana sudah kenyang banget",jawab Kirana.
"Ya sudah..non Kirana istirahat dulu yaa..simbok mau bawa ini ke dapur dulu",ucap mbok Darmi dan diangguki oleh Kirana.
Setelah mbok Darmi berlalu dari kamarnya,Kirana kembali memikirkan Fahri.
"Mas Fahri dimana sekarang yaa??",gumam Kirana.
Ia mengambil ponselnya yang ada diatas nakas,mencari kontak Fahri dan mencoba menghubunginya tapi tidak tersambung.Kemudian Kirana menghubungi Riko.
^^^"hallo mas Riko...",ucap Kirana.^^^
"hallo Kii..ada apa..tumben banget nelepon malam-malam..",tanya Riko Dari seberang sana.
"aku??ada di rumah,memang kenapa?",tanya Riko.
"engg..nggakk...mas Riko lagi sama siapa??",tanya Kirana ragu.
"ya sama istriku dong Kirana...sama Vita.. emang kenapa..ada apa sihh...",tanya Riko semakin penasaran.
"sama Vita aja..nggak ada yang lain??",tanya Kirana.
"lha memang aku tinggal berdua saja kan sama Vita,apa kamu lupa??",
"ohh iyaa mas.. maaf yaa..",ucap Kirana.
"Tunggu-tunggu ini sebenarnya ada apa sihh??kok kamu aneh banget...",tanya Riko.
"nggakk..nggak ada apa-apa mas,ya sudah Kirana tutup dulu ya teleponnya..",Kirana memutuskan teleponnya sepihak.
__ADS_1
"Mas Fahri dimana yaa.. ponselnya nggak aktif di hubungi.. mas Riko juga katanya nggak lagi sama mas fahri..aduhh ini semua salahku..",Kirana mengacak-acak rambut nya sendiri.
Kirana pusing memikirkan Fahri yang tak diketahui keberadaannya,lalu ia membaringkan tubuhnya,menatap langit-langit kamarnya,hingga entah dari kapan matanya sudah terpejam,Kirana tertidur.
🍁🍁🍁
"hallo..hallo.. Kii.. yaa.. dimatiin",ucap Riko yang mengetahui panggilan nya di putuskan secara sepihak.
"Kirana kenapa sayang.."tanya Vita yang sudah tidur disebelah Riko.
"nggak tahu.. telepon nggak jelas banget..",jawab Riko.
"coba ditelepon lagi aja mas...",ucap Vita.
"sudah sayang..tapi nggak diangkat",Riko menaruh ponselnya diatas nakasnya.
"ohh...",Vita hanya ber-oh ria.
"ya sudah sihh.. lebih baik kita lanjutkan permainan kita yang tertunda tadii...",Riko langsung memeluk Vita yang sudah tidur disebelahnya.
"ihh..mas Riko ahh...",Vita mulai merasa geli,karena tangan Riko sudah mulai bergerilya di kedua gundukan besar di dadanya.
Riko segera meraup benda kenyal yang sudah berada didepan wajahnya itu dan meraupnya secara bergantian.tangannya tak mau diam,ia mer3mas-r3m@ gundukan kenyal favoritnya itu serta memilin-milin choco chip yang ada dipuncak gundukan tersebut.
"Ahhh sayang..",Vita mend3s@h merasakan kenikmatan yang diciptakan oleh Riko.
Riko mengambil tangan Vita dan meletakkannya di cacing raksasa miliknya.Refleks tangan Vita mengelus cacing raksasa Riko dan sesekali memberikan pijatan halus disana yang membuat cacing raksasa Riko semakin menegang dan siap tempur
"Dia sudah rindu ingin berkunjung ke goa kenikmatan milikmu sayang..",ucap Riko dengan suara paraunya yang sudah menahan h@sr@t bercintanya.
"Lakukan sayang..aku milikmu..",ucap Vita lirih.
Tak menyia-nyiakan kesempatan Riko segera menjalankan misinya.Cacing raksasanya diajak berkelana ditengah rawa-rawa untuk mencari goa kenikmatan.Sepertinya cacing raksasa milik Riko senang sekali menari-nari didalam sana,hingga menciptakan gelombang-gelombang aneh yang serasa akan meledak di dalam sana.
Mereka melakukan penyatuan dan pelepasan berkali-kali hingga dini hari.Entah sudah keberapa kalinya Riko menyembuhkan benih-benih cinta nya ke rahim Vita hingga keduanya sama-sama terkulai lemas.
TBC dears.
Hallo readers.. terima kasih sudah setia dengan novel author.
__ADS_1
jangan lupa klik like,komen,hadiah,vote dan favoritkan juga yaa..
happy reading dears 🤗😘