Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#82


__ADS_3

"Ayoo.. ikut akuuu!!",Riko menggenggam tangan Vita dan menyeretnya agar ikut bersamanya.


Riko membawa vita dengan kasar,ia membawa ke tempat yang cukup sepi dan menghempaskan badan Vita,hingga Vita terhuyung-huyung untung saja ia tidak jatuh.


Kilatan mata Riko sangat menakutkan,ia sudah siap menerkam mangsa yang ada dihadapannya.


"Jelaskan padaku, sebenarnya apa yang terjadi!!",ucap Riko dengan suara agak meninggi dan membuat Vita semakin ketakutan.


"A..aku tidak tahu mas Riko",jawab Vita terbata-bata.


"bukankah kau bersama mereka saat itu,hah",Riko memegang lengan Vita cukup kuat hingga membuat Vita meringis kesakitan.


"a..aku..membeli es krim untuk kami bertiga.. Sementara Kirana dan Sherly berjalan ke parkiran terlebih dahulu,aku kembali dan melihat kerumunan orang,dan aku melihat Kirana dan Sherly sudah terbaring bersimbah darah",Vita menangis mengingat kejadian tadi.


"Kau itu.. benar-benar tidak bisa diandalkan",Riko semakin menguatkan cengkramannya di tangan Vita


"mas.. Riko.. ma.. maafkan akuu, ini sakit ..",ucap Vita memelas.


Lagi-lagi Riko menghempas kasar tangan Vita, Kemudian ia meninggalkan Vita di tempat itu sendiri.Vita menangis sejadi-jadinya,iapun sendiri terpukul dengan kejadian itu,tetapi tidak ada yang memperdulikannya.Ia menangis sepuasnya di tempat itu meluapkan kesedihannya.


Vita melihat disana masih ada Laras,Doni,Fahri dan Claudia duduk di kursi tunggu, sementara Riko ia lebih memilih berdiri.Vita memberanikan diri kesana.Laras yang melihat keadaan Vita tidak baik-baik saja dengan mata yang sembab segera menghampirinya.


"Vita.. kau kemana saja",Laras membawa Vita duduk disampingnya.


"Kau sudah makan??",tanya Laras dan dijawab dengan gelengan dari Vita


"Vita kamu harus makan dari tadi siang kan kamu belum makan,kamu tenang ya.. Kirana dan Sherly pasti baik-baik saja",ucap Laras sembari memeluk Vita


Saat ini hanya Laras yang bisa membuat hati Vita sedikit tenang,ia tidak berani menatap Riko apalagi Fahri.Ia sangat merasa bersalah atas kejadian yang menimpa Kirana.


"Keluarga nyonya Kirana..",ucap dokter yang keluar dari ruangan.


"Iya dokk..",Fahri berdiri menghampiri dokter tersebut disusul Doni,Laras,Vita dan Riko.


"Alhamdulillah.. keadaan nyonya Kirana sudah lebih baik,tapi ia masih belum sadar,jadi kami akan memindahkannya ke kamar rawat inap dan usahakan ada satu orang yang menunggunya",ucap dokter.


"Baik dokter..",jawab Fahri.


Beberapa menit kemudian,ia melihat dua orang perawat yang membawa Kirana pindah ruangan,Fahri sekilas melihat wajah Kirana yang sangat pucat dan belum sadarkan diri.


"Fahri.. kamu disini saja,biar aku yang menunggu Kirana",ucap Laras.


"Fahri memang harus tetap disini karena anaknya sedang operasi!!", ucap Claudia dengan nada tinggi.


"Claudia kecilkan suaramu",ucap Fahri lirih.


"Laras.. tolong jaga Kirana",ucap Fahri dan diangguki oleh Laras.

__ADS_1


Tinggallah Claudia,Fahri,Riko dan Vita yang masih menunggu di depan ruang operasi.


"Kenapa kau masih disini!!", Claudia memicingkan mata ke arah Vita.


"a..aku hanya ingin tau keadaan Sherly",ucap Vita gugup.


"Sudahlah Claudia kau bisa tenang atau tidak, Sherly disana masih berjuang sementara kau disini membuat kegaduhan",ucap Fahri dan berhasil membuat Claudia terdiam.


1 jam kemudian,dokter keluar dari ruangan operasi,Fahri segera menghampirinya.


"bagaimana keadaan putri saya dok",tanya Fahri.


"Alhamdulillah operasinya berjalan dengan lancar,hanya saja karena benturan yang sangat keras mengenai kepalanya membuat Sherly mengalami trauma,hingga membuatnya koma,saat ini hanya doa dari orang tua dan dukungan dari keluarga yang sherly butuhkan, sebentar lagi kami akan memindahkan Sherly, permisi",ujar dokter.


"Sherly... kenapa harus seperti ini sayang", Claudia menangis histeris.


Fahripun tak kalah sedihnya,hanya saja ia masih bisa mengontrol emosinya.


"Kauu.. kau.. sudah puas membuat anak ku seperti ini,hah", Claudia tiba-tiba menjambak rambut Vita hingga Vita meringis kesakitan.


"Kau dan Kirana sama saja kalian bersekongkol untuk menyingkirkan Sherly,iya kan".


"cukup Claudia!!",Fahri tidak tega melihat Vita yang kesakitan.


"Memang kenyataannya seperti itu.. apalagi istrimu,menjaga dirinya dan calon bayinya saja tidak bisa apalagi menjaga Sherly,aku semakin ragu pada istrimu itu",ucap Claudia berapi-api.


Claudia melepaskan jambakannya pada rambut Vita,Vita menangis dalam isaknya,


"sudah bos,kau jangan terbawa emosi",ucap Riko memenangkan Fahri.


"Lebih baik sekarang kau ke ruangan Sherly,baru saja ia dipindahkan",ucap Riko dan Fahri mengangguk dan langsung berlalu meninggalkan Claudia,Vita dan Riko.


"Haii ulet bulu.. Kalau sampai aku tahu ini semua ada hubungannya denganmu,aku akan bikin perhitungan denganmu!!",ucap Riko tegas.


"a..apa maksudmu",tanya Claudia gugup.


"aku akan menyelidiki kasus ini,kalau kau adalah dalang dari semua ini,aku tidak akan main-main!!!".tegas Riko.


"a..apa..ma..mana mungkin aku tega menyakiti anak ku sendiri,kau sudah gila".


"Kau yang gilaa!!",Riko berlalu meninggalkan Claudia seraya membawa Vita pergi bersamanya.


"Ki..kita mau kemana??",Vita memberanikan diri bertanya kepada Riko tetapi tak ada niatan Riko menjawab pertanyaan Vita.


"dudukk!!",Riko menyuruh Vita duduk ketika tiba disebuah kantin yang berada di rumah sakit itu.


Riko meninggalkan Vita dan kembali dengan membawa makanan dan minum untuk Vita.

__ADS_1


"Makanlahh!!",ucap Riko singkat.


Vita masih terdiam ia masih belum faham dengan karakter orang didepannya itu,tadi ia menakutkan seperti monster yang mau menelannya hidup-hidup tapi sekarang ia terlihat memperdulikannya.


"kau bukankah dari tadi siang Belum makan?? makanlah... jangan sampai kau ikut-ikutan sakit".


Vita masih terdiam.


"Kenapa kamu hobby sekali bengong.. kau makan atau mau ku makan",ucap Riko menyeringai.


Vita menelan salivanya dengan susah payah,ia segera mengambil makanan yang diberikan Riko untuknya,dan menyendokkannya ke mulutnya.Ia makan dalam hening,tak terasa air matanya jatuh mengingat kejadian tadi,ia benar-benar masih terpukul.


"Kenapa kau menangis??",tanya Riko yang sedari tadi memperhatikan Vita.


Vita menggeleng cepat,"aku tidak apa-apa".


"Maafkan aku.. aku tadi terlalu emosi,maaf kalau aku tadi menyakitimu",ucap Riko.


"Nggak apa-apa mas.. memang benar,aku yang salah,harusnya aku tidak meninggalkan Kirana dan Sherly sendiri tadi",ucap Vita dengan terisak.


"Berhentilah menangis.. habiskan makananmu",ucap Riko.


"Aku sudah kenyang mas..".


"Ya sudah.. kalau begitu aku antar kamu pulang".


"aku masih ingin disini,aku mau menjenguk Kirana dan juga Sherly",ucap Vita.


"Kau bisa kembali kesini besok..lebih baik sekarang kau istirahat",ucap Riko.


Akhirnya Vita menurut,mereka keluar dari rumah sakit,di dalam mobil mereka saling diam.keduanya hanyut dalam fikirannya masing-masing.


"Mas Riko.. antarkan aku ke rumahku saja,aku ingin pulang ke rumah",ucap Vita memecahkan keheningan dan diangguki oleh Riko.


Riko mengantarkan Vita sampai depan rumahnya.


"Terima kasih mas Riko",ucap Vita dan diangguki oleh Riko.


Setelah Vita turun,Riko melajukan mobilnya kembali ke rumah sakit.


TBC dears


yeahh author up 2x..


jangan lupa terus dukung karya author yaa..


happy reading dears 🤗😘

__ADS_1


__ADS_2