Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#86


__ADS_3

Riko menjemput Fahri dan Kirana.Mereka akan menuju rumah sakit untuk menjenguk Sherly. Sesampainya di rumah sakit mereka melihat Claudia yang sudah berada di dalam ruangan Sherly.


"Kamu!! ngapain kamu kesini lagi,hahh!!",ucap Claudia.


"Jaga sikapmu Claudia!!Kirana istriku..ia hanya ingin menjenguk Sherly", tukas Fahri.


tok..tok..tok..


terdengar pintu diketuk dari luar,Riko segera membuka pintu terlihat ada dua orang berseragam polisi.


"Selamat pagi pak",sapa polisi itu dengan hormat.


"Iya selamat pagi..",jawab Riko.


"Apakah nyonya Claudia ada disini?",tanya salah satu polisi tersebut.


"Iyaa pak.. mari silahkan masuk",Riko mempersilahkan kedua polisi itu masuk.


"Apa benar anda yang bernama nyonya Claudia".


"Iyaa benar",jawab Claudia.


"Nyonya Claudia... Anda kami tangkap,karena anda terlibat dalam kasus kecelakaan yang mencelakai saudari sherly dan saudari Kirana".


"Lhoo.. pakk sebentar,atas dasar apa bapak menuduh saya terlibat dalam kasus kecelakaan anak saya?".


"ini surat penangkapan untuk anda!!".


Claudia membuka dan membaca surat penangkapan yang dibawa polisi tersebut untuknya.


"Tunggu-tunggu.. saya bisa jelaskan semua ini pak,ini hanya salah faham",elak Claudia.


"Nyonya.. anda bisa jelaskan semuanya nanti dikantor polisi",ujar polisi tersebut seraya menarik tangan Claudia dan lekas memborgolnya.


"Pakk... ini semua salah.. Fahri tolong aku.. aku tidak mungkin mencelakai Sherly, Sherly anakku", Claudia mulai panik.


"Sebaiknya kau jelaskan semuanya di kantor polisi Claudia,dan kamu masih berhutang penjelasan denganku,kenapa kau tega dengan anak kandung mu sendiri",ucap Fahri geram.


"Fahri.. ini semua tidak seperti yang kamu pikir",ucap Claudia.


"apa??dua orang suruhanmu sudah berhasil dibekuk polisi,dan mereka sudah mengakui kau adalah dalang dari semua ini",ucap Fahri emosi.


"Apa!!", Claudia terkejut mendengar perkataan Fahri.


"Ayo nyonya.. anda harus ikut dengan kami",


Claudia hanya pasrah ketika polisi membawanya ke kantor polisi,mengelak pun percuma karena orang suruhannya sudah tertangkap terlebih dahulu,dan sudah mengakui semua kejahatannya.


Kirana hampir tidak percaya dengan kejadian yang baru saja ia saksikan di depan matanya.Fahri tahu Kirana pasti terkejut mendengar semua kebenarannya,Ia membawa Kirana dalam pelukannya.

__ADS_1


Sementara Riko melihat jari-jari Sherly bergerak


"boss.. jari-jari Sherly bergerak bos",ucap Riko.


Fahri dan Kirana segera melihat ke arah sherly.Sherly perlahan membuka matanya.


"Pa..pa..",ucap Sherly lirih.


"Sherly sayang.. ada apa nak.. ini papa, Sherly..",jawab Fahri sambil memegang tangan Sherly.


"mom.. my..",


"Sherly.. mommy disini sayang",ucap Kirana.


"om.. RI..ko.."


"iya sayang..".


"Sherly sa..yang.. Ka..Lian.. semua..maaf..kan Sherly".


"Sherly kamu kenapa minta maaf, Sherly tidak salah apa-apa",jawab Fahri.


"pa..pa.. mom..my.. maafkan.. ma..ma.. clau..dia..".


walaupun Sherly koma,tapi dia bisa mendengarkan semua apa yang terjadi di ruangan itu.


"Sherly...",Kirana tak bisa menahan air matanya lagi.


" Sherly.. Sherly nggak boleh ngomong seperti itu,nakk", ucap Fahri,iapun tak bisa menahan tangisnya.


"Riko,cepat panggil dokter!!",ucap Fahri panik.


Riko Segera keluar memanggil dokter.Fahri yang melihat kesadaran Sherly semakin menurun menggoyang-goyangkan tubuh Sherly


"Sherly.. bertahan nakk.. dokter akan segera kesini",ucap Fahri panik.


sementara Kirana ia sudah menangis,tidak bisa berkata apa-apa lagi,ia tidak tega melihat kondisi Sherly.


Riko datang bersama dokter dan beberapa perawat ke ruangan Sherly.


"Tuan.. nyonya.. sebaiknya kalian tunggu di depan",ucap salah satu perawat.


"Tapi saya mau melihat anak saya suster.. anak saya kesakitan",ucap Fahri histeris.


"Kami tahu tuan khawatir dengan kondisi putri tuan,tapi keberadaan tuan disini mengganggu konsentrasi kami",ucap perawat tersebut


"Mas.. sebaiknya kita tunggu di luar",Kirana membawa Fahri keluar ruangan.


Nampak kegelisahan di raut wajah mereka bertiga, ketiganya larut dalam fikirannya masing-masing.

__ADS_1


sudah tiga puluh menit,tapi dokter belum keluar juga,Fahri semakin khawatir dengan keadaan sherly.beberapa menit kemudian pintu terbuka dan dokter keluar ruangan dengan wajah yang lesu.


"Dokter bagaimana dengan keadaan anak saya?",Fahri menghampiri dokter tersebut.


"Tuan Fahri.. saya sudah berusaha yang terbaik dan semampu yang saya bisa,tapi Allah lebih sayang dengan Sherly,maaf tuan Sherly tidak bisa diselamatkan.


"tidak ..tidak.. mungkin dokter pasti bercanda kan",Fahri menarik kerah baju dokter.


"Sherly tidak mungkin meninggal, Sherly baik-baik saja,bahkan tadi dia sempat sadarkan diri",ucap Fahri sembari menangis.


"Mas.. mas Fahri.. mas Fahri yang tenang yaa",Kirana mencoba menenangkan.


"Boss.. kau tidak boleh seperti itu,tenang.. ",Riko menenangkan Fahri.


Seketika tangan Fahri melepaskan dokter itu,ia terduduk dilantai,kedua kakinya seakan tidak mampu lagi untuk menopang tubuhnya,ia menangis sejadinya.


🍁🍁🍁


satu jam kemudian jenazah Sherly sudah dibawa pulang ke rumah duka,disana sudah ada Laras, Doni,Vita,mbok Darmi dan pak dirman serta tetangga-tetangga.


Laras Segera menghampiri Kirana yang baru saja turun dari mobil, Sementara Riko menggandeng Fahri,ia takut Fahri tidak bisa mengontrol emosinya.


"Kirana.. Fahri.. kalian yang sabar yaa",ucap Laras dan Doni.


Fahri tidak menjawab, pandangannya kosong.Ia masih terpukul dengan kepergian Sherly.Tidak hanya Fahri dan Kirana yang sedih,Riko pun tak kalah sedih, mengingat hubungan Riko dan Sherly yang sangat dekat,bahkan Riko sudah menganggap Sherly seperti keponakannya sendiri.


🍁🍁🍁


Fahri dan Kirana sudah pulang dari pemakaman Sherly, Riko,Vita,Laras,doni dan lainnya juga sudah pulang kerumahnya masing-masing.


Fahri masuk ke kamar Sherly,ia melihat sekeliling kamar putrinya itu,tak kuasa ia menahan tangisnya,ia memeluk boneka kesayangan Sherly.


Fahri mengingat kebersamaan yang ia lewati bersama sherly,Fahri rindu dengan Sherly nya yang manja,ia rindu dengan senyum dan tingkah Sherly yang selalu saja bisa membuatnya tertawa.


"Sherly.. sayang kenapa kamu tinggalkan papa sendiri nak... papa kangen sama Sherly..",ucap Fahri dalam tangisnya.


Kirana yang melihat keadaan Fahri seperti itu,merasa sangat sedih.Ia tahu rasanya ketika ditinggal oleh seseorang yang berharga dalam hidupnya.Ia bisa merasakan kesedihan yang dirasakan oleh Fahri,karena ia dulu pernah berada di posisi yang sama dengan Fahri,kala itu ketika ayah dan ibunya meninggal akibat kecelakaan bis.


Kirana tidak mau mengganggu Fahri,Ia memberikan ruang untuk Fahri meluapkan kesedihannya.Dengan berada di kamar Sherly mungkin sedikit mengobati kerinduan Fahri akan sosok Sherly dan bisa mengurangi kesedihan hati Fahri.


"Aku tahu rasanya mas.. aku tahu bagaimana rasanya merindukan sosok yang tak mampu lagi disetuh dengan tangan..",ucap kirana dalam hatinya.


TBC dears..


terima kasih untuk kalian yang masih setia dengan karya author,terima kasih juga atas dukungannya.


hari ini author up 3x yeahhh...


jangan lupa like,komen, favoritkan juga yaa,serta jangan lupa untuk vote karya author.

__ADS_1


jangan pelit-pelit ya kasih hadiahnya biar author lebih semangat crazy up nya.


happy reading dears 🤗😘


__ADS_2