
Kirana sengaja bangun pagi-pagi sekali,dia ingin memasak sarapan untuk suami dan anak sambungnya.Sudah lama rasanya ia tidak melakukan kewajibannya sebagai seorang istri.
"Non,Kirana kok pagi begini sudah didapur,haduhh simbok kalah cepat nih,jadi malu simbok",ucap mbok Darmi.
"nggak apa-apa mbok,sudah lama juga saya nggak bikin sarapan buat mas Fahri",jawab kirana dengan senyum.
"Hehehe.. simbok bantuin apa ni non",tanya mbok Darmi.
"Mbok Darmi ngerjain yang lain saja,biar urusan dapur Kirana yang atasi",jawab Kirana.
"Njih non,Kalau gitu simbok tak bersih-bersih saja, permisi non",ucap mbok Darmi.
Kirana melanjutkan acara masak-memasaknya,Ia pun mulai bersenandung,entah kenapa hatinya merasa sangat bahagia.Tanpa ia sadari sepasang mata sedang memandanginya dari belakang,sambil bersedekap dan bersender di dinding.
Fahri tersenyum melihat Kirana yang sedang asyik memasak dan bersenandung.Fahri menghampiri Kirana dan memeluknya dari belakang,sontak Kirana kaget dibuatnya.
Fahri mengeratkan pelukannya, menciumi tengkuk leher Kirana dari belakang.
"Mas Fahri hentikan..",ucap Kirana yang merasakan geli dilehernya.
Bukannya berhenti Fahri malah memberikan ciuman bertubi-tubi ditengkuk Kirana dan itu berhasil membuat Kirana semakin menggelinjang.
"Mas Fahri sudah cukup..",ucap Kirana yang berusaha menghentikan aksi Fahri.
Fahri mematikan kompor terlebih dahulu sebelum menggendong Kirana kekamarnya.
"Mas Fahri.. mau ngapain? aku sedang memasak..",ucap Kirana.
Tapi Fahri sama sekali tidak menanggapi perkataan Kirana.Fahri merebahkan tubuh Kirana diranjangnya.Ia menatap dalam mata Kirana sebelum keduanya saling berpagutan dan entah siapa yang memulai terlebih dahulu,yang jelas mereka menikmatinya.
Ciuman yang begitu panjang dan panas seolah tidak ada yang mau mengakhirinya.Pagi itu menjadi pagi yang sangat panas dan bergairah bagi mereka,bagaikan pelepasan rindu bagi dua insan yang saling mencintai.
"Sayang... aku ingin..",ucap Fahri dengan nada paraunya.
Kirana hanya memejamkan matanya seolah menikmati semua perlakuan Fahri.Merasa tidak ada penolakan dari Kirana, Fahripun tak mau menyia-nyiakan kesempatan itu,ia pun semakin gencar melancarkan aksinya.Tangannya pun semakin bergerilya menjelajahi setiap inci bagian tubuh kirana.
Ketika Fahri sudah berada di puncaknya,dan torpedonya pun siap bertempur,Ia pun memposisikan dirinya sebagai misionaris,yang memimpin pertempuran itu.
"Mas Fahri.. aku takut",ucap Kirana disela-sela kegiatannya itu.
"tenang honey.. aku akan melakukannya dengan pelan",bisik Fahri lembut.
Bak terlena dengan perkataan Fahri,Kiranapun seperti terhipnotis dan pasrah dengan apa yang akan dilakukan Fahri kepadanya.Fahri memang memperlakukan Kirana dengan sangat lembut,Sampai akhirnya ketika turpedonya siap untuk menjebol tembok pertahanan Kirana ketika itu pula terdengar bunyi ketukan pintu dari luar.
tok..tok...tok..
*papa..", Sherly memanggil dari luar.
Kirana yang mendengar suara Sherly.sontak terperanjat dan kaget.
"Mas Fahri.. Sherly", ucap Kirana tapi Fahri tak mengindahkannya.
__ADS_1
Tokk..tok..tok..
"Momy..momy..", Tidak mendapatkan jawaban dari papanya,Sherly berganti memanggil Kirana.
"Mas Fahri...hentikan,Sherly memanggil kita",ucap Kirana sambil mendorong dada Fahri.
"Tanggung banget sayang,sebentar lagi yaa",Ujar Fahri memelas.
"Momy...Papa.. ",suara Sherly terdengar semakin tinggi.
"Mas Fahri,kita lanjutkan nanti...",Kirana mendorong lagi dada Fahri dan berhasil melepaskan diri dari Fahri.
Fahri menghela nafas dan mengacak-acak rambutnya sendiri dengan kasar lalu menuju ke kamar mandi untuk menuntaskan pelampiasannya yang tertunda.
Sementara Kirana segera mengenakan pakaiannya lagi dan berlari kearah pintu,membukakan pintu untuk Sherly.
"Mom...",suara Sherly terhenti ketika melihat pintu terbuka.
"Ada apa Sherly?",tanya Kirana.
"Tidak.. hehehe", jawab Sherly meringis.
"oh yaa.. om Riko sudah menunggu papa dibawah",lanjut Sherly.
"Bilangin sama om Riko,suruh menunggu sebentar.. papa sedang mandi",jawab Kirana sambil menengok ke dalam kamar.
"Okee...",ucap Sherly.
"Mas Fahri.. sarapan
nya sudah siap",ucap Kirana yang melihat Fahri sedang memakai kemeja kerjanya.
"Oh ya dibawah sudah ada mas Riko,sekalian ajakin sarapan juga ya,aku mandi dulu",lanjut Kirana sambil berlalu ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi dan keluar dari kamar mandi,Kirana masih mendapati Fahri masih berada di kamar dengan wajah yang ditekuk.
'Lho.. mas Fahri belum kebawah?",tanya Kirana tapi tidak mendapatkan jawaban dari Fahri.
Merasa tidak mendapatkan jawaban akhirnya Kirana bertanya sekali lagi.
"Mas Fahri.. kenapa belum kebawah?",tanya Kirana manja sambil duduk dipangkuan Fahri serta mengalungkan tangannya ke leher Fahri.
"Kau sudah mulai berani yaa...Apa kau sedang menggodaku??",tanya Fahri sembari membubuhi ciuman di wajah Kirana secara bertubi-tubi.
"Sudahlah hentikan..",ucap Kiran sambil menghindari ciuman Fahri tapi tidak dipedulikan oleh Fahri
"Apa kau marah karena tadi...".
"Nanti malam aku akan memakanmu dan tidak akan ada yang bisa mengganggu lagi",ucap Fahri tepat ditelinga Kirana dan berhasil membuat Kirana bergidik ngeri.
"Sudah,ayo kita sarapan,aku ada meeting pagi ini",ucap Fahri.
__ADS_1
Fahri dan Kirana turun kebawah untuk sarapan,ternyata di meja makan sudah ada Sherly dan Riko yang menunggunya.
"Papa lama banget sihhh... ",ucap Sherly merajuk.
"Ciyehhh yang habis kangen-kangenan wajahnya beda banget, agak-agak gimana gitu,tambah sumringah gitu lho bos",ledek Riko sambil tertawa.
"Berisikkk Lo",Fahri melemparkan tisu ke arah Riko.
"Tuh kan mukanya kayak udang rebus,ketahuan banget...roman-romannya sudah goll nih",ucap riko sambil menggerakkan alisnya naik turun.
"Hahh goll apaan sihh,siapa yang main bola?",tanya Sherly sambil memandangi wajah Kirana,Fahri dan Riko secara bergantian.
Kirana mengangkat bahunya seraya menaikkan alisnya menandakan ia pun tak tahu sama seperti Sherly.
"Emangnya papa semalem main bola yaa??sama siapa,kenapa Sherly gak diajakin nonton bola sihh",cerca Sherly.
Uhukk..uhukk
Fahri tersedak ludahnya sendiri,Kirana dengan sigap mengambilkan minum untuk Fahri.
"Sudah-sudah sarapan dulu..bentar lagi papa mau ke kantor,ada meeting pagi ini",Fahri mengalihkan topik pembicaraan mereka.
akhirnya mereka berempat sarapan bersama.Kirana dengan telaten melayani suami dan anak sambungnya.Sungguh seperti keluarga yang harmonis.Dari kejauhan mbok Darmi yang melihat pemandangan didepannya tanpa sengaja meneteskan air mata haru.Dengan kasar ia mengusap air matanya dan menghampiri mereka berempat.
"Alhamdulillah tuan Fahri sudah kembali lagi nafsu makannya,semenjak non Kirana nginep di tempat mbak Laras,tuan Fahri makannya dikit banget,kadang malah nggak disentuh sama sekali",ucap mbok Darmi tiba-tiba.
Kirana yang mendengar peryataan mbok Darmi terkejut.
"Betul itu mas..",tanya Kirana seraya memandangi Fahri.
"Ahh mbok Darmi saja yang terlalu berlebihan",elak Fahri.
"nggak usah khawatir lagi mbok,sekarang kan sudah ada penawar rindunya,ciyeee..",sahut Riko.
Kirana semakin salah tingkah,mukanya menjadi bersemu merah mendengar perkataan Riko.
Dan Riko pun berkata "haii para readers lanjut up berikutnya yaaa,maaf kalau author telat up nya,hehehe"
TBC dears..
Haii readers..
tetap dukung selalu karya-karya author...
biar author lebih semangat lagi nulisnya..
Cukup like,coment dan vote yang buanyakk yaaa..
jangan lupa juga berikan rate 🌟🌟🌟🌟🌟 dan favoritkan juga yaa biar tidak ketinggalan up selanjutnya..
Terima kasih atas dukungan kalian semua
__ADS_1
Happy reading dears 🤗😘