
Setelah pulang dari restoran,Fahri dan Kirana mengantarkan Sherly ke tempat Claudia. Sepanjang perjalanan Sherly terlihat sangat sedih, rasanya dia tidak rela bila harus berpisah dengan Kirana dan Fahri.
"Kamu kenapa sayang?",tanya Kirana.
"Sebenarnya Sherly masih ingin tinggal bersama papa dan momy",jawab Sherly dengan bibir yang dimanyunkan.
"Sherly kau boleh ke rumah papa kapanpun Sherly mau,tapi sayang tolong mengerti ini sudah menjadi kesepakatan kalau hari Senin sampai Jumat Sherly tinggal bersama mama Claudia dan Sabtu Minggu tinggal bareng papa",jawab Fahri dengan bijak.
"Tapi sampai kapan pa.. Sherly capek seperti ini terus"rengek Sherly.
"Tunggu bentar lagii..setelah umur kamu 17 tahun,kamu berhak memilih mau tinggal dengan siapa",jawab Fahri.
"Serius pa..".
"Iya sayang.. kapan papa pernah bohong sama Sherly".
"Makasih ya pa..",ucap Sherly dengan raut wajah yang berubah menjadi gembira.
Kirana yang mendengar obrolan Sherly dan Fahri ikut terbawa suasana,hubungan antara Fahri dan Sherly begitu sangat dekat dan hangat, seperti tidak bisa dipisahkan satu sama lain
"Eh kita sudah sampai,turun yukkk",ajak Fahri.
tapi Kirana enggan untuk turun dari mobilnya,ia belum siap jika harus bertemu dengan Claudia sementara Fahri juga belum pernah mengenalkan Kirana kepada siapapun sebagai istrinya.
"Sayang ayo turun..",ucap Fahri yang sudah turun dari mobil dengan Sherly.
"Emmm... kamu saja yang turun sayang, tiba-tiba kepalaku pusing banget",jawab Kirana bohong.
"Kamu sakit lagii",tanya Fahri panik.
"Emm..Cuma pusing biasa,kamu saja yang turun yaa sayang",jawab Kirana manja sambil memainkan Unjung kemeja Fahri.
"Okee.. kamu tunggu disini sebentar yaaa,aku antar Sherly dulu",ucap Fahri dan diangguki oleh Kirana.
Fahri mengantar Sherly sampai depan pintu,dan terlihat Claudia membukakan pintu untuk mereka.
"Sherly sayang,mama sudah menunggu Sherly dari tadi lho,kamu kemana saja jam segini kok baru sampai tempat mama",tanya Claudia.
__ADS_1
"Sherly tadi jalan-jalan dulu sama papa dan momy",jawab Sherly
"Momy??Momy siapa??Sayang mama kamu itu cuma satu,mama Claudia",ujar Claudia.
"Sherly juga punya momy,istri baru papa",jawab Sherly santai.
"Sherly masuk dulu ya pa..maa",lanjut Sherly dan diangguki oleh Fahri sambil tersenyum.
"Istri??",muka Claudia terlihat bingung.
"Fahri apa betul kau sudah menikah lagi?",tanya Claudia.
"Seperti yang Sherly bilang,aku sudah menikah lagi",jawab Fahri.
"Tapi kenapa kau tidak bilang kepadaku?",tanya Claudia.
"Untuk apa aku harus minta izin kepadamu,kau bukan lagi istriku Claudia, ingatlah kau hanya mantan istriku",jawab Fahri tegas.
"Iyaa,aku memang hanya mantan istrimu tapi aku juga ibu dari anakmu,seharkau juga minta persetujuan dari Sherly",ucap Claudia.
"Tapi aku masih mencintaimu Fahri,aku ingin kita kembali lagi seperti dulu",pinta Claudia.
"Itu tidak mungkin Claudia",Fahri menyeringai.
"Kenapa tidak mungkin? tinggalkan wanita itu dan kembalilah kepadaku,kita mulai lagi semuanya dari awal,aku, Sherly dan kamu,kita akan menjadi keluarga yang bahagia",Claudia menangkup kedua pipi Fahri.
"Fahri sayang.. aku dan Sherly butuh kamu, Sherly putrimu satu-satunya dia butuh papa ya,dia butuh keluarga yang lengkap,apa kau tega menyakiti hati Sherly",ucap Claudia memelas Sambil membelai pipi Fahri.
Fahri tampak terlena awalnya tetapi kemudian kesadarannya kembali lagi.Dia menepis tangan Claudia kemudian menjauhkan dirinya dari Claudia.
"Sudahlah Claudia,hentikan.. aku permisi dulu,selamat malam",ucap Fahri dan buru-buru pergi dari tempat Claudia.
"Aku tahu Fahri.. kau sebenarnya juga masih mencintaiku,tunggu saja akan aku buat kau kembali kepadaku dan bertekuk lutut dihadapanku",batin Claudia dengan senyum seringainya
Fahri menaiki mobilnya dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi,Kirana tahu suasana hati Fahri saat ini sedang tidak stabil,dia tidak berani bertanya ataupun memulai pembicaraan,ia hanya berpegangan kencang saat Fahri membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Sampai rumah Fahri segera turun dari mobilnya,dan menutup pintu mobilnya dengan kasar,sehingga menimbulkan bunyi yang keras,Kirana terkaget-kaget dibuatnya.Kirana segera masuk ke rumah dan memasuki kamarnya tapi dia tidak menemukan Fahri.Ia memutuskan untuk membersihkan dirinya berharap setelah selesai mandi Fahri sudah kembali ke kamar.
__ADS_1
Akan tetapi setelah ia keluar dari kamar mandi pun tak ditemukannya Fahri di kamarnya.Ingin rasanya Kirana mencari keseluruh ruangan dirumah itu tapi Kirana tidak mempunyai nyali untuk itu,Kirana takut Fahri semakin marah.Tidak lama kemudian terdengar suara mobil keluar dari pekarangan rumah,Kirana bergegas melihatnya dari balkon kamarnya,ternyata benar Fahri keluar dengan mengemudikan mobilnya.
"Mau kemana mas Fahri?",gumam Kirana.
Satu jam, Dua jam tapi Fahri belum juga kembali pulang,Kirana mondar-mandir di kamarnya, dilihatnya ponselnya berkali-kali tapi tak ada panggilan ataupun pesan dari Fahri.
"Apa mungkin mas Fahri kembali ke rumah mantan istrinya?",gumam Kirana.
"Arggghh.. enggak mungkin ,mas Fahri tidak akan melakukan itu",Kirana menepis semua fikiran buruknya terhadap Fahri.
Tiba-tiba ponselnya berdering,ada sebuah pesan yang ternyata dari Riko.
From Mas Riko:
Kirana,si bos ada di apartemen gue,kayaknya mau nginep disini,Lo tidur aja,gak usah nungguin si bos.
To Mas Riko:
Okee mas Riko.. tolong nitip mas Fahri yaa
From Mas Riko:
Aashiiappp nyonya..
Setelah mendapat pesan dari Riko Kirana terlihat lebih tenang, setidaknya dia tahu keberadaan Fahri sekarang.Sebenarnya Kirana tak kalah sakit hatinya dengan Fahri.Bagaimana tidak,dia melihat suaminya dipegang-pegang pipinya,dielus lembut oleh mantan istri dari suaminya terdahulu.Ia hanya bisa melihat adegan itu tanpa bisa mendengar obrolan mereka.
Namun,Kirana masih berusaha untuk berfikir positif,dia tak mau gegabah seperti sebelum-sebelumnya.Ia tak ingin rumah tangganya dengan Fahri guncang lagi.Kali ini Kirana harus bisa bersikap dewasa, bagaimanapun Fahri dan Claudia pernah menikah,pernah ada rasa diantara keduanya,dan ada Sherly juga buah cinta dari mereka.Tidak mungkin rasa cinta yang pernah ada langsung menghilang begitu saja dari hati mereka,pasti masih ada sisa-sisa cinta dalam hati mereka.
Saat ini Kirana hanya memikirkan bagaimana caranya agar rumah tangganya dengan Fahri baik-baik saja.Karena rasa cintanya kepada Fahri yang sudah telanjur mendalam,dan rasa sayangnya kepada Sherly yang teramat sangat,membuat Kirana takut kalau sewaktu-waktu Fahri akan berpaling darinya,Ia tidak siap harus kehilangan orang-orang yang ia sayangi.Kirana sudah merasa nyaman dengan suasana seperti ini,ia tidak mau kehilangan keluarga barunya.
TBC dears..
Terima kasih karena sudah setia dengan karya-karya author..
untuk yang meminta crazy up,author usahakan ya readers,tapi author gak janji juga🙏😅
Happy reading dears 🤗😘
__ADS_1