
Vita segera menyelesaikan aktivitas mandinya secara kilat, terlihat Kirana dan Sherly sedang berbincang di meja makan sambil menunggu dirinya.
"maaf yaa.. Kii.. aku kesiangan..",Vita melirik ke arah Kirana dan Sherly.
"nggak apa-apa.. sarapan yukk,udah laper banget nihh", ucap Kirana.
Setelah menikmati sarapannya,Kirana,Vita dan Sherly menuju ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan Kirana.Vita dan Sherly sangat antusias ketika melihat hasil USG empat dimensi yang terlihat dilayar.
ukuran janin yang dikandung kirana kira-kira 2,5 sentimeter atau seperti buah stroberi. Janin masih disebut sebagai embrio. Wajahya belum tampak jelas sebagai manusia, tapi beberapa organ sudah mulai berkembang, seperti mata, hidung, mulut, dan telinga. Sejumlah sistem tubuh yang penting juga telah terbentuk, seperti organ pernapasan dan sistem saraf. Otak bayi juga bertambah besar. Denyut jantung pun telah ada.
Dokter menjelaskan secara detail tentang perkembangan janin yang dikandung kirana,Pada usia kehamilan dua bulan ( 8 Minggu ) ini, perkembangan janin berlangsung amat cepat. Janin sudah mulai bisa bergerak-gerak walau kirana belum dapat merasakannya.
Setelah melakukan pemeriksaan ketiganya sepakat untuk jalan-jalan ditaman yang ada di pusat kota.Mereka duduk dikursi yang ada di taman itu.Dihadapan mereka seperti ada danau buatan,tak heran suasana disana sangat sejuk, apalagi terdapat banyak pepohonan rindang.
Kirana sedari tadi tak berhenti mengulum senyum,ia melihati foto hasil USG yang diberikan oleh perawat di rumah sakit tadi.Kirana mengambil ponselnya dan mempotretnya setelah itu ia mengirimkan fotonya ke nomor Fahri.beberapa menit kemudian Fahri membalas
Miss you kesayangan❤️
jaga kesehatan yaa.. jaga diri baik-baik,semoga hari ini selesai dan aku bisa kembali pulang.
Kirana tersenyum mendapat balasan pesan dari Fahri.
Sementara Sherly dan Vita bermain di dekat danau.Mereka sibuk mengambil gambar,berselfie ria, tiba-tiba ada notifikasi pesan di hp nya.
"Sherly bentar yaa... ",Vita membuka pesan dari Riko.
✉️ Kanebo kering :
apa semuanya baik-baik saja?
"ck.. apa-apaan sih ni orang,heran dehh",Vita menggerutu kesal.
✉️ Vita :
Menurut anda??selesai dari rumah sakit kami ke taman yang ada dipusat kota dan kami bersenang-senang.
✉️ Kanebo kering :
tetap waspada,aku hanya tidak ingin ada sesuatu yang tidak diinginkan.
Vita hanya membacanya,dan tak berniat ingin membalasnya.Ia kembali bermain bersama Sherly, sementara Kirana lebih senang duduk di kursi sembari melihat tingkah Sherly dan Vita,ia cukup terhibur dengan kekonyolan mereka.
"ehh sudah siang bangett nihh.. pulang yukk",ajak Kirana
"mommy kita beli es krim dulu yuk.. kayaknya seger..",ucap Sherly.
__ADS_1
"bolehh..",jawab Kirana.
"Kalian ke parkiran duluan.. biar aku aja yang beli es krimnya",ucap Vita.
Sherly dan Kirana berjalan menuju parkiran, tiba-tiba ada sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi dan berjalan kearah mereka.Kirana melihat mobil itu seperti ingin menabrak mereka, sementara Sherly asyik berjalan sambil memainkan ponselnya tidak melihat keadaan sekitarnya.Kirana melihat mobil itu semakin mendekat dan....
"Sherrrllyyyy awassss!!!",Kirana mendorong tubuh Sherly ke samping,sehingga tubuhnya terpental dan kepalanya membentur batu besar.
"arrrggghhhh....",mobil itu tidak berhasil menabrak Kirana tetapi ia sudah menyerempet Kirana sehingga badannya jatuh terhuyung dan tersungkur.Dan mobil itu berhasil kabur.
Vita yang kembali membawa tiga es krim dikejutkan dengan kerumunan orang-orang,fikirannya tidak enak, akhirnya ia masuk dalam ketemuan orang itu dilihatnya Sherly dan Kirana yang sudah terbaring tak berdaya.seketika ia menjatuhkan es krim yang dibawahnya.
"Kiranaaa... Sherly...",Vita mendekati Kirana.
Ia melihat darah segar mengalir dipaha Kirana,ia pun semakin panik
"cepat.. cepat.. panggil ambulan ku mohon",Vita berteriak kepada semua orang yang ada disana.
"Vi..Vita .. Sherly..",ucap Kirana terbata-bata sebelum ia tidak sadarkan diri.
Matanya kini berpindah ke arah Sherly,ia mendekati Sherly,darah segar membanjiri kepalanya.
"Sherly... bertahanlah",Vita menggenggam tangan Sherly.
Doni dan Laras tiba di rumah sakit,Vita tadi sempat meneleponnya,ia berlari ke arah Vita.
"Vita bagaimana keadaan mereka?",tanya Doni.
"Kak Laras..",Vita memeluk Laras.
"dokter belum keluar dari tadi kakk,aku belum tau lagi keadaan mereka",jawab Vita dalam isaknya.
"sebenernya apa yang terjadi Vita!!",tanya Doni sedikit emosi.
Laras memegang lengan Doni,ia berusaha meredam emosi dan kepanikan suaminya, Walaupun ia sendiri sebenarnya juga sama dengan Doni.
"Sudahlah mas.. kita semua harus tenang,doakan untuk kesembuhan mereka",ucap Laras.
"kak laras... maafkan Vita kakk",ucap Vita yang masih memeluk Laras.
"sudahlah Vita ini bukan salahmu.. ini semua musibah,kamu yang tenang yaa",ucap Laras menenangkan Vita.
Dari kejauhan terlihat Claudia yang berlari ke aarah mereka.
"Dimana Sherly..dimana anakku?",tanya Claudia histeris.
__ADS_1
"Sherly masih ada didalam,dokter masih menanganinya",jawab Doni.
Claudia yang sekilas melihat Vita, langsung menyeret tangan Vita.
"Kamuu.. ini pasti ulah kamu dan Kirana kan,coba kalian tidak mengajak Sherly jalan-jalan pasti tidak akan seperti ini kejadiannya",teriak claudia.
"Tante.. maafkan aku..",vita menunduk.
"kamuu...",belum selesai Claudia mengatakan sesuatu Fahri dan Riko terlihat tergesa-gesa menghampiri mereka.
"Fahri ..",ucap Doni.
"Bagaimana keadaan Kirana dan Sherly",tanya Fahri dengan wajah yang panik.
"keluarga nyonya Kirana...",ucap dokter yang baru keluar dari ruangan seketika memecahkan suasana saat itu.
"Saya suaminya dokter..",ucap Fahri.
"Tuan,karena benturan yang cukup keras mengenai perut nyonya Kirana Sehingga kami dengan berat hati harus mengatakan bahwa janin yang dikandungnya tidak bisa diselamatkan,kami harus segera melakukan tindakan kuret,dan kami harus meminta persetujuan anda",ucap dokter.
"Lakukan yang terbaik dokter",ucap Fahri dengan ekspresi datar.
Tidak lama kemudian dokter yang menangani Sherly keluar dari ruangan nya.
"Keluarga dari nona Sherly..",ucap dokter.
"Saya papa nya dokter..",Fahri segera mendekati dokter itu.
"Karena terjadi benturan yang cukup keras di kepalanya, Sherly mengalami pendarahan di dalam otaknya dan harus dilakukan operasi",ucap dokter itu.
"Lakukan yang terbaik untuk anak saya dokter"ucap Fahri gusar.
"baikk tuan, secepatnya kami akan melakukan operasi dan melakukan yang terbaik untuk putri anda",jawab dokter itu dan setelah itu meninggalkan Fahri dan lainnya.
"Fahrii.. anak kita", Claudia menangis memeluk Fahri.
"tenanglah Claudia.. Sherly pasti baik-baik saja",Fahri mengelus punggung Claudia mencoba menenangkannya.
"Ayoo.. ikut akuuu!!",Riko menggenggam tangan Vita dan menyeretnya agar ikut bersamanya.
TBC dears..
hai para readers selalu dukung karya author yaa.. dengan cara klik like,komen dan jangan lupa favoritkan juga yaa,vote juga boleh serta jangan pelit-pelit kasih hadiahnya yaa...
happy reading dears 🤗😘
__ADS_1