Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#140


__ADS_3

Kirana menoleh ke sumber suara yang memanggil namanya.


"Kirana...",panggil Vita.


Ya, seseorang yang ditabraknya tadi adalah Vita.Pertenuannya secara tiba-tiba dengan Vita membuat Kirana terkejut bahkan sebenarnya ia belum siap untuk bertemu dengan orang luar selain keluarga nya sendiri.


Kirana memundurkan langkahnya,Laras yang mengetahui hal itu segera menghampiri Kirana,dan melihat seseorang yang di depan Kirana.


"Kak Laras...",panggil Vita.


Laras memegangi Kirana,yang sepertinya kepalanya terasa pusing.


"Dek..kamu nggak apa-apa??kita duduk dulu yukk...",Laras membawa Arka dan menuntun Kirana ke luar tapi sebelum itu Laras sudah membayar belanjaan mereka.


"Kak Laras,Kirana...",Vita mengejar laras dan Kirana yang sudah berjalan menuju ke cafe yang terdekat di tempat itu.


"Dek..kamu sama arka masuk dulu ya..kalian pesan makan sama minum dulu,kakak ada urusan sebentar..",ucap Laras dan diangguki oleh Kirana.


"Kak Laras..",sapa Vita.


Laras membalik badannya dan melihat Vita yang sudah berdiri di hadapannya saat ini.


"Haii Vita..",sapa Laras kembali.


"Kak..tadi Kirana,aku mau bicara sama Kirana..",ucap Vita.


"Vita, sebelumnya kak Laras mohon maaf ya..tapi untuk saat ini sebaiknya kamu tunda dulu keinginan kamu untuk bertemu dengan kirana..",ujar Laras.


"Lho..kenapa kak??apa Kirana masih marah sama aku??aku mau minta maaf kak..aku sadar aku salah sudah kasar sama Kirana..",sesal Vita.


"Syukurlah Vita kalau ternyata kamu sudah sadar..tapi Vita,Kirana baru saja sembuh,dan ini adalah pertama kalinya Kirana mau diajak keluar rumah lagi setelah kejadian waktu kamu...",Laras tak meneruskan kata-katanya,ia merasa tak enak dengan Vita.


"Kak Laras,Kirana pasti sangat sakit karena omonganku yang kasar,tapi sungguh kak,aku tidak bermaksud seperti itu..",ucap Vita sembari menangis.


"Vita,kakak mengerti..tapi untuk saat ini kak Laras mohon,jangan bertemu dengan Kirana dulu,tunggulah sampai dia benar-benar siap..",tutur Laras.


"Vita,Kirana seperti ini bukan cuma sama kamu saja,tapi dengan suaminya sendiri pun dia sempat tak membuka diri dan ingin mengakhiri pernikahan mereka..",ujar Laras.


"apaa!!",sontak membuat Vita kaget.


"Selama ini Kirana juga bolak-balik ke psikiater untuk menghilangkan trauma dan guncangan jiwanya..".


"Kak Laras,semua ini gara-gara aku...",Vita menagis tersedu-sedu.

__ADS_1


"Vita,yang sudah terjadi biarlah terjadi..anggap semuanya sebagai pelajaran supaya kedepannya kamu lebih berhati-hati lagi dalam bertindak",tutur Laras.


"iya kak..",jawab Vita.


"Ya sudah..lebih baik sekarang kamu pulang dulu,kamu nggak usah menangis lagi..",ucap Laras.


"Iya kakk, sampaikan salam ku ke Kirana ya kak..sampaikan permintaan maaf ku juga..",ucap Vita.


"iya Vita..sebisa mungkin Kakak akan bantu bagaimana caranya hubungan kalian bisa membaik lagi seperti semula..",ucap Laras sembari memeluk Vita.


Setelahnya Laras menemui Kirana dan Arka yang sudah berada di dalam kafe, beberapa menit kemudian setelah menghabiskan pesanannya mereka kembali ke rumah laras.


Karena sudah malam,jadi Kirana langsung masuk ke kamarnya dan beristirahat.


...🍁🍁🍁...


Hari ini adalah tepat 2 Minggu Fahri berada di luar kota,entah sebegitu seriusnya masalah perusahaan disana sehingga Fahri harus turun tangan sendiri dan dalam waktu yang lumayan lama.Bisa dibilang ini adalah waktu terlama Fahri berada di luar kota untuk mengurusi anak perusahaannya,biasanya ia hanya butuh waktu paling lama seminggu.


Dan panggilan video kemarin adalah panggilan video terakhirnya, setelahnya Fahri tak memberikan atau bertanya kabar lagi baik melalui Laras ataupun Kirana.Kirana yang beberapa hari tak mendengar kabar dari Fahri pun mulai resah.


"Kak Laras...apa mas Fahri tak menghubungi kakak lagi??",tanya Kirana.


"Tidak dek..mungkin Fahri sedang sibuk-sibuknya dengan pekerjaannya disana..atau coba kamu telepon Fahri",jawab Laras.


"Kenapa??",tanya Laras.


Kirana hanya menggelengkan kepalanya.


"Ya sudah..coba kakak telepon ya...",Laras mengambil ponselnya dan mencari kontak Fahri.


beberapa kali ia mencoba menghubungi tapi Fahri tak mengangkat panggilan dari Laras.


"Nggak diangkat dek,mungkin Fahri sibuk..",jawab laras.


"ya sudah..Kirana ke kamar dulu kakk...",ucap Kirana kemudian ia berlalu ke kamar.


Sesampainya di kamar,Kirana langsung merebahkan dirinya di tempat tidurnya.Hatinya gelisah karena beberapa hari tak mengetahui kabar dari suaminya.Ya..kirana sudah benar-benar sembuh,setelah kemarin dia berkunjung ke psikiater yang menanganinya.


Psikiater itu menyarankan agar Kirana selalu memikirkan kenangan-kenangan indah bersama orang terdekatnya.


"Jangan fikirkan buruknya,tapi ingatlah kenangan-kenangan indah yang sudah kalian lalui bersama...ketika rasa ketakutan itu muncul, segeralah tepis dengan membayangkan kenangan indah yang pernah kalian lewati..", kata-kata dari psikiater itulah yang terus terngiang di telinga Kirana.


Bahkan sekarang Kirana juga sudah bisa membuka diri, bertemu dengan orang luar,dan mungkin dia juga sudah siap jika harus bertemu dengan Vita lagi.

__ADS_1


Kirana mencoba memejamkan matanya,tapi tidak bisa,ia masih kepikiran suaminya yang sudah 2 Minggu ini pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaan.


"Mas Fahri...",tangan Kirana meremas kuat selimut yang digunakannya untuk menutupi tubuhnya.


Tiba-tiba ponsel Kirana berdering,dan menampilkan nama hubby❤️ dilayar ponselnya.


"Mas Fahri...",ucap Kirana ketika ia melihat nama yang tertera dilayar ponselnya.


Ingin rasanya Kirana mengangkat ponselnya tapi ia takut..hingga panggilan ke 3 dia baru berani mengangkatnya.


"Hallo sayang..",sapa Fahri.


Kirana hanya menatap Fahri melalui video call yang dilakukan oleh Fahri.


Kirana mengerjapkan matanya beberapa kali,dan itu tak luput dari pandangan Fahri.Melihay tingkah lucu istrinya itu membuat Fahri semakin gemas,ia melebarkan senyumnya.


"Ada apa??",tanya Fahri sembari tersenyum.


Pertanyaan Fahri berhasil membuat Kirana terkejut.


"Ada apa??",Kirana mengernyitkan dahinya pertanda tak mengerti.


"Kamu kenapa??",Fahri terkekeh melihat tingkah Kirana.


"Aku??aku tidak apa-apa..",jawab Kirana dengan wajah yang memerah menahan malu.


"Tadi Laras menghubungi ku berkali-kali pada saat aku sedang meeting dengan klien..",ujar Fahri.


"Meeting sampai malam??",ucap Kirana lirih dan masih bisa di dengar oleh Fahri.


"Sebenarnya tadi ada klien yang mengajak meeting sekalian dinner..jadi aku menyetujui nya saja karena beliau merupakan klien penting dan kita juga sudah lama bekerja sama dengan beliau..",tutur Fahri.


"Tadi Riko juga ikut,kamu bisa nanya ke Riko nanti..",lanjut Fahri.


"Kata Laras tadi kamu yang menyuruhnya untuk menghubungiku..ada apa??",tanya Fahri.


"Eh itu..aku..aku hanya ingin tahu kabar mas Fahri,iya.. seperti itu..",jawab Kirana gugup.


Tentunya selain ia ingin tahu kabar Fahri,ia juga merindukan suaminya tersebut.


TBC dears..


mohon maaf yaa readers..author baru bisa up lagi.

__ADS_1


happy reading dears 🤗😘


__ADS_2