
"Ohh.. jadi ini istri baru Fahri!!",seru Claudia dengan wajah menyindir ketika melihat Kirana dan Vita memasuki rumah.
Kirana kaget dengan kedatangan Claudia yang tiba-tiba.
"Tante... emm sudah lama, bukankah Sherly tidak berada disini?",ucap Claudia.
"Apa kau bilang?? Tante.. cihh,kau merasa dirimu lebih muda hingga memanggilku tante-tante,hah",jawab Claudia sinis.
"Aku kesini bukan mencari Sherly,aku hanya ingin melihat wajah istri Fahri yang baru,heh.. ternyata benar,masih sangat muda",ucap Claudia dengan nada mengejek.
"Pasti kau menggoda Fahri dengan tubuhmu itu kan,kau pasti sengaja menjebak Fahri untuk tidur bersamamu dan menyuruhnya untuk tanggung jawab,JAWAB!!!",lanjut Claudia.
"Ihh.. ini nenek lampir maunya apa sih",ucap Vita yang sudah mulai emosi tapi ditahan oleh Claudia.
"Hahh.. kamu lagi,bocah kemarin sore sok-sokan mau nantangin aku,hahh",ejekan Claudia ditujukan ke Vita.
"Sudah-sudah.. maaf jika anda tidak ada kepentingan yang lain,saya harap anda segera meninggalkan rumah ini",ucap Kirana mencoba untuk tenang.
"Hahahaha... berani sekali kau mengusirku hah,sudah merasa jadi nyonya di rumah ini,kau lihat saja yaa.. sebentar lagi kau pasti akan di depak dari rumah ini,camkann ituu!!!", Claudia menjambak rambut Kirana,hingga kepala Kirana mendongak keatas.
"Aww.. sakittt",rintih Kirana.
"Sakit yaa??bahkan aku bisa menyakitimu lebih dari ini,paham!!!",ancam Claudia.
Sementara Kirana hanya diam menahan sakitnya,Ia berusaha melepaskan diri namun rasanya sia-sia,semakin ia bergerak,semakin kencang Claudia menarik rambutnya itu.
"Tinggalkan Fahri,jauhi dia,Fahri itu milikku dan Fahri hanya mencintaiku,kau itu hanya pelampiasannya saja!!", Claudia berbicara penuh penekanan tepat ditelinga Kirana.
"Lepasin teman gue nggak,kalau nggak gue panggil satpam di depan biar nyeret Lo keluar",ancam Vita.
"Hah,kau berani mengancamku bocah ingusan!",Claudia menatap Vita tajam.
"Aku tidak mengancam,aku benar-benar akan memanggil satpam didepan,kalau kau tidak melepaskan Kirana sekarang juga",ancam Vita balik.
"Hahh.. kau tidak perlu repot-repot,bocah!!tidak usah kau suruh aku juga akan pergi dari sini", Claudia melepaskan jambakan rambut Kirana secara tiba-tiba dengan kasar hingga membuat Kirana akan terjungkal,kalau saja Vita tidak sigap menangkapnya.
"Kau dengar baik-baik,Fahri akan kembali ke pelukanku cepat atau lambat!!!karena hanya cinta denganku bukan kau!!",ucap Claudia seraya pergi meninggalkan rumah Fahri.
Sementara Kirana menangis tersedu-sedu di pelukan Vita.
__ADS_1
"Sudah Kii.. kau tidak usah tanggapi omongan nenek lampir itu",Vita menenangkan Kirana.
"Lho,non Kirana ada apa??",tanya mbok Darmi dari luar dengan membawa sekeranjang sayuran.
"nggak ada apa-apa mbok",jawab Kirana sambil menghapus air matanya dengan kasar.
"oh iyaa.. tadi ada nyonya Claudia kesini cari non kirana tapi, simbok mau Kepasar belanja sayur jadi simbok suruh tunggu di dalam,nggak terjadi apa-apa kan non",tanya mbok Darmi khawatir.
"Nggak kok mbok.. oh yaa,Kirana ke atas dulu yaa,mau ganti baju,ayo Vita",Kirana mengajak Vita untuk kekamarnya.
"iya non,simbok siapkan makan siang untuk non Kirana sama temennya juga yaa",jawab mbok Darmi dan dibalas dengan anggukan dan senyuman oleh Kirana dan Vita.
Vita dibuat melongoh setelah masuk kedalam kamar Kirana.
"Eh Kii.. ini kamar atau apa luas bangettt..",tanya Vita takjub.
"Ya kamarlah kamu ini ada-ada saja",Kiran tersenyum.
"Kii,nggak ada kamar lain apa selain kamar ini?",tanya Vita kembali.
"Ada,kamar Sherly,kamar tamu juga ada",jawab Kirana.
"Kii,kita tidur di kamar tamu saja yaa,aku nggak enak kalau tidur disini",ucap Vita.
"Nggak ah,ini kamarmu Sam mas ganteng,kita tidur dikamar tamu saja ya..",ucap Vita memohon.
"baiklah,aku akan pindahkan baju dan beberapa barang serta keperluan kita di kamar tamu",jawab Kirana.
Kirana tidak ingin membuat sahabatnya itu merasa tidak nyaman selama menemaninya beberapa hari dirumahnya.Untuk itu ia menuruti kemauan Vita untuk tidur di kamar tamu.
Setelah memindahkan barang-barang ke kamar tamu, lagi-lagi Vita dibuat takjub dengan kamar tersebut.
"Kii,ini mah 2 kali lipat dari kamar ku lebarnya,kita bisa lari-larian dikamar ini",ucap Vita seraya berlari kedalam kamar itu.
"Ada-ada saja kamu but,lagian mau ngapain lari-larian didalam kamar,kurang kerjaan banget",Kirana menggeleng-nggelengkan kepalanya.
"Kali gitu kamu sama mas ganteng lari-larian, kejar-kejaran didalam kamar kayak film-film India gitu,hehehe",ucap Vita asal.
"Huhh.. kebanyakan nonton TV sih",kirana menonyor kepala Vita pelan.
__ADS_1
"Hahahaha...",mereka tertawa bersamaan.
"Non,makan siangnya sudah siap,sudah simbok siapkan di meja",ucap mbok Darmi.
"Iya mbok.. terima kasih yaa",ucap Kirana.
"Vit,kita makan dulu yuukk..",ajak Kirana.
"Hayuukk..perutku juga udah keroncongan minta diisi,hehehe",jawab vita.
Setelah makan malam,Kirana dan Vita pergi ke taman belakang rumah untuk mencari udara segar.Mereka duduk di gazebo yang ada di taman itu.
"Tahu nggak vita,tempat ini tidak tempat favoritku sama Sherly, disini aku dan Sherly biasa bercanda,curhat atau sekedar duduk santai seperti ini",ucap Kirana memulai obrolan.
"Iyaa.. iya.. yang akur banget sama anak sambungnya,hhahah",goda Vita.
"Apa sih kamu,emang harusnya seperti itu kan?".
"Iyaa sihh.. untung Sherly nggak seperti ibunya,aku masih nggak habis fikir mantan istri mas ganteng bener-bener seperti orang sakit jiwa,kasihan banget hidupnya belum bisa move on sama mantan suaminya".
"Husstt.. nggak boleh ngomong seperti itu",ujar Kirana.
"Kamu tuh sudah diperlakukan seperti itu masih saja baik sama tukang nenek lampir",ucap Vita kesal.
"Kalau aku ngebalas Claudia seperti caranya memperlakukanku,apa bedanya aku dengan dia? kalau dia licik kita juga harus lebih licik,pakai cara yang lebih elegan buat ngadepin orang model kayak Claudia,nggak boleh grusa-grusu kayak dia",jelas Kirana panjang lebar.
"Sumpah yaa Kii.. kamu itu pinter bangett.. pokoknya aku selalu dipihakmu",ucap Vita.
tiba-tiba ponsel Kirana bergetar,nampak ada sebuah panggilan dan ternyata dari Fahri.
"Ehh.. mas Fahri telepon",Kirana menunjukkan layar ponselnya ke Vita yang terdapat nama si pemanggil.
"ciyehhh sejak kapan nama mas Fahri jadi my hubby,hahaha",goda Vita.
"sstt.. diam kamu,jangan berisik",Kirana mengacungkan jari telunjuknya didepan bibirnya.
"Yaudah,aku ke kamar dulu kalau gitu,takut jadi obat nyamuk disini,ganggu orang kangen-kangenan",goda Vita sambil berlalu menuju ke dalam rumah.
TBC dears..
__ADS_1
thank you sudah mendukung karya author.
Happy reading dears 🤗😘