Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#92


__ADS_3

Fahri dan Kirana sibuk bercengkrama dengan Arka,mereka sangat terhibur dengan tingkah Arka yang lucu.Kirana bahkan sampai tidak berhenti tertawa melihat kelucuannya.


"Kamu kayaknya bahagia banget",ucap Fahri yang melihat istrinya tertawa lepas seperti itu.


"iya lahh.. aku tuh udah lama nggak ketemu sama Arka.. ini nih yang bikin aku kangen",Kirana mencium gemas pipi chubby Arka


"ohh.. jadi sama aku nggak kangen nihh",Fahri pura-pura merajuk.


"kangen lahh...",jawab Kirana sembari masih bermain-main dengan Arka


"Kok nggak dicium kayak Arka.. aku kan juga mau dicium kayak Arka gitu".


"ih.. mas Fahri apaan sihh",pipi Kirana merah merona mendengar ucapan Fahri.


tidak lama kemudian Laras datang membawakan minum untuk Fahri.


"Ehh.. Arka anteng banget sihh duduk dipangku sama om Fahri",ucap laras.


"iya nihh kakk... padahal kan jarang ketemu yaa.. bisa langsung Deket banget",jawab Kirana.


"Soalnya yang ngajak Arka kan orang ganteng.. makanya Arka merasa nyaman",ucap Fahri.


"ihh.. ganteng darimana,masih gantengan Arka tauu.. iya kan Arka?",cibir Kirana.


"Kalau aku nggak ganteng kamu juga nggak bakalan mau,iya kan.. ",goda Fahri.


"Ihh itu kan karena terpaksa.. nggak ada pilihan lain",elak Kirana tidak mau kalah.


"terpaksa tapi enak kann?",Fahri menaik turun kan alisnya.


"ih.. mas Fahri apaan sihhh",Kirana merasa malu digoda oleh Fahri.


"heii.. kalian ini ngomongin opo toh,nggak penting banget",sahut Laras menengahi.


"Kakk.. Arka aku bawa pulang yaa.. abisnya lucu bangett..",Kirana mencubit gemas pipi Arka.


"kalau nggak boleh kita culik aja sayang...",ucap Fahri.


"bener-bener.. ide bagus tuh mas", timpal Kirana.


"heii kalian apaan sihh.. lagian nanti kalau Arka disana pasti kalian kerepotan,dan lagi waktu kalian akan habis buat ngurusin Arka",jelas Laras.


"Kan kalau kalian kangen bisa kesini.. atau nggak sesekali nggak apa-apa sih kalau mau dibawa pulang tapi pas weekend ya.. ",lanjut Laras.


"yeahh boleh dibawa pulang..",Kirana bersorak.


"ingat.. sesekali bukan berarti terus-terusan yaa.. dan sesekali kalau weekend,bukan berarti tiap weekend arkanya di bawa",jelas Laras sekaki lagi


"iya.. iya.. faham",jawab Kirana.


"udah malem balik yuk yang...",ajak Fahri.


"nginep aja disini sekali-kali",ucap Laras


"nggak ahh nanti kalau nginep disini nggak bisa bikin yang kayak Arka,hahaha",jawab Fahri.

__ADS_1


"Ihh.. mas Fahri apaan sihhh..",ucap Kirana.


"hallahhh.. udah sana pulang,jangan lupa gass poll biar cepet jadi",timpal Laras sembari tertawa.


"ihh kak Laras sama mas Fahri sama aja",sungut Kirana.


"waduhh bahaya kalau udah ngambek gini, bisa-bisa nanti sampai rumah nggak dapat jatah.. ya sudah ras kita balik dulu yaa.. salam buat Doni",ucap Fahri


"hahaha.. ada-ada saja.. ya sudah ati-ati yaa",jawab laras.


🍁🍁🍁


Riko pulang dari kantor,Ia langsung pulang ke apartemennya.Setelah selesai membersihkan diri ia merebahkan dirinya di tempat tidur.


"huft.. capek banget hari ini", gumamnya.


Ia membuka ponselnya,mengeceknya sebentar setelah itu ia menaruh kembali diatas nakas.Ia mulai memejamkan matanya,beberapa menit kemudian ia membuka matanya lagi.


"Kenapa jadi inget bocah bar-bar itu terus sihh..", gumamnya.


Sekilas ia mengingat mimpinya bersama Vita yang hampir saja ia berhasil mengg@g@hi Vita di dalam mimpinya,Kemudia ia tersenyum sendiri.


"Dasar wanita penggoda..", ucapnya lirih sembari tersenyum.


Setelah sepersekian detik ia mulai sadar.


"eh.. kenapa gue jadi cengar-cengir sendiri mikirin bocah bar-bar itu", gumamnya kesal.


Iapun segera memejamkan matanya dan menutup wajahnya dengan selimutnya,tapi tak lama kemudian ia membuka selimutnya kembali.


"Gila.. nggak bisa dibiarin ini,kenapa otak gue isinya bocah itu melulu",ucap Riko yang mulai kesal.


Riko keluar jalan kaki,ia hanya ingin keluar tidak jauh dari apartemennya,ada sebuah mini market dipinggir jalan,karena merasa haus ia masuk ke dalamnya untuk membeli minuman kemasan.


Tak sengaja ia menabrak seseorang ketika ingin masuk dan membuat belanjaan seseorang tersebut berantakan.


"aduhh.. maaf makk saya nggak sengaja"ucap Riko sembari membantu mengambil barang yang berceceran ke dalam keranjang belanjaannya.


"Kalau jalan pakai mata dong mass...",ucap wanita itu.


Merasa sangat familiar dengan suara itu,Riko melihat ke arah wanita itu.


"Gila.. ini benar-benar sudah parah banget masak iya semua orang yang gue lihat mukanya jadi Vita semua",batin Riko.


Ternyata benar wanita yang ditabraknya adalah Vita yang kebetulan sedang berbelanja kebutuhannya.Melihat Riko yang bengong sembari melihatnya,ia pun melambaikan tangannya.


"Mas...mas Riko!!",teriak Vita.


"eh.. ini beneran kamu",Riko terkejut ketika mendengar Vita berteriak.


"Mas Riko ini kenapa sih dari tadi pagi aneh banget",Vita mendengus kesal.


"em.. maaf Vita.. lagi ngapain kamu malam-malam ada disini",tanya Riko yang sudah membantu membawakan keranjang belanjaan Vita.


"tuhh kan pertanyaan yang aneh.. kalau di mini market ngapain,masak iya mau senam zumba,ya belanjalahh!!"jawab Vita.

__ADS_1


"ehh.. iyaa.. ya sudah kamu sudah selesai belanjanya",tanya Riko.


"Sudahh mas.. mas Riko sendiri??",tanya Vita.


"aku cuma nyari ini..",Riko menunjukkan minuman kaleng ke Vita.


"ohh... ",Vita bee oh ria.


Lalu keduanya menuju ke meja kasirm


"Total semuanya dua ratus tujuh puluh lima ribu rupiah kakk",ucap seorang pramuniaga.


Vita mengeluarkan dompet di tasnya,tapi ternyata Riko sudah membayarnya terlebih dahulu.


"lhoo mas.. nggak usah",tolak Vita.


"nggak apa-apa sekalian..",ucap Riko


"tapi belanjaan mas Riko kan cuma satu


doang lebih banyak belanjaanku.."


"ya udahh sihh..",jawab Riko santai.


"seriusan nih nggak apa-apa..",tanya Vita.


"iyaa serius..".


"wahh terima kasih yaa...",ucap Vita.


Riko hanya mengangguk dan tersenyum,mereka keluar dari mini market.


"wahh kayaknya mau turun hujan...",ucap Riko.


Dan benar saja,seketika hujan turun sangat deras mereka berlari mencari tempat berteduh, akhirnya mereka berteduh di sebuah halte.


"kamu basah semua..",tanya Riko.


"heehe.. nggak apa-apa mas",jawab Vita.


"gimana nihh hujannya semakin deras,mana udah malem banget lagi",ucap Vita sembari melipat tangannya kedadanya,ia benar-benar kedinginan.


"kamu kedinginan?",tanya Riko yang melihat tubuh Vita sedikit bergetar.


"i..iyaa.. mas",jawab Vita.


Riko menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya,kemudian menempelkan telapak tangannya ke pipi vita.dan ia mengulangi lagi seperti itu.


"gimana.. masih dingin?",ucap Riko.


"sedikit..",jawab Vita.


sudah satu jam mereka disana,dan hujan belum reda juga.sedangkan waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam.


TBC dears..

__ADS_1


nyicil satu bab dulu yaa.. nanti siangan author up lagi.


happy reading dears 🤗😘


__ADS_2