
Fahri kembali ke rumah dengan perasaan yang tak menentu,sedih karena kesalahpahamannya dengan Kirana yang belum terselesaikan,bahagia karena akhirnya dia bisa bertemu dengan putri semata wayangnya.
Fahri menyembunyikan perasaan sedihnya didepan Sherly.Sebisa mungkin dia berusaha membahagiakan putri kesayangannya itu walaupun dia harus berperang melawan hatinya.
"Papa sudah pulang?",tanya Sherly yang melihat Fahri datang.
"Iya sayang",Fahri duduk di dekat Sherly yang menonton televisi.
Sherly mengedarkan pandangannya seperti sedang mencari seseorang,
"Paa... mana dia?".
"Dia?",Fahri mengernyitkan dahinya.
"Iyaa.. diaa.. emm.. istri papa, Sherly tidak tau namanya",Jawab Sherly senyum.
"Oh.. emmm... itu.. namanya Kirana,ya kirana..dia tidak ikut pulang,dia menginap di rumah kakaknya",jawab Fahri.
"Kirana.. namanya cantik ya paa.. secantik orangnya",Sherly tersenyum memperlihatkan deretan gigi rapinya membuat Fahri gemas dan mencubit pipi Sherly.
"Apa aku boleh memanggilnya momy?".
"Momy???",tanya Fahri memastikan kalau dia tidak salah dengar.
"Iyaa..momy.. Sherly sudah mempunyai mama Claudia,jadi Sherly panggil istri baru papa dengan panggilan momy,boleh?, tanya Sherly.
"Ohh.. ya.. tentu saja boleh sayang,heh",Fahri tersenyum getir.
Andai saja Kirana mau menerima Sherly,sama halnya dengan Sherly yang mau menerima Kirana,Pasti semua akan baik-baik saja.Namun Fahri hanya bisa berandai-andai nyatanya Kirana masih belum bisa menerima Sherly.
"Paa..".
Suara Sherly membuat Fahri terperanjat kaget, membuyarkan semua lamunannya.
"Papa melamun",tanya Sherly sekaliagi.
"Tidak sayang.. papa tidak melamun",jawab Fahri.
"Paa.. apa papa bertengkar dengan momy karena Sherly".
"Kenapa kamu bisa berfikir seperti itu sayang?".
"Buktinya momy tidak ikut papa pulang,apa momy marah sama Sherly?".
"Tidak sayang.. momy tidak marah,dia hanya ingin menginap di rumah kakaknya",Fahri membawa Sherly kedalam pelukannya.
"Papa tidak bohong kan?".
"Tentu saja papa tidak bohong",jawab Fahri sambil mengelus rambut putrinya itu.
"Sherly tidak mau kalau papa bertengkar dengan momy karena Sherly, Sherly tidak mau menjadi pengganggu dalam hubungan papa dan momy".
"Sayang.. kamu tidak usah berfikiran yang macam-macam,papa dan momy baik-baik saja",jawab Fahri bohong.
"ya sudah, Sherly ke kamar dulu yaa.. Sherly ngantuk",Sherly melepaskan pelukannya dari papanya dan mencium pipi papanya.
"Good night paa..".
__ADS_1
"Good night sayang,have a nice dream,jawab Fahri.
Usia Sherly memang sudah 14 tahun tapi dia sangat manja dengan Fahri, begitupun dengan Fahri,Fahri selalu menganggap Sherly masih anak kecil,karena Fahri tidak ingin gadis kecilnya itu tumbuh dewasa dengan cepat.
*****
Keesokan harinya..
Fahri yang sedang menikmati sarapan paginya dengan Sherly tiba-tiba dikagetkan dengan kedatangan Claudia.
"Claudia..",ucap Fahri kaget
"Pagi Fahri.. hai Sherly sayang",Claudia menghampiri Sherly dan mencium keningnya kemudian Claudia duduk disebelah Sherly.
"Mama.. kenapa kemari ini kan masih liburan, Sherly masih boleh tinggal di rumah papa kan?",ucah Sherly gusar, takut Claudia membawanya pergi lagi.
"Tenang Sherly sayang..mama cuma ingin ketemu Sherly saja,masa gak boleh?",ucap Claudia manis sekali kepada Sherly.
"Ada apa Claudia,kenapa kau datang sepagi ini..",tanya Fahri.
"Tenang saja Fahri,aku hanya ingin mengunjungi Sherly itu saja kok,kenapa memangnya?ada yang salah?",tanya Claudia balik.
"Sayang..kenapa kalian sarapan sendirian,mama tidak di tawari?",ucap Claudia manja kepada Sherly.
"Mama kalau mau ambil saja..",jawab Sherly cuek.
"Benar boleh..", Claudia tersenyum menatap Sherly dan Fahri Secara bergantian.
"Makanlah",ucap Fahri datar.
Tanpa rasa sungkan Claudia ikut bergabung dengan Fahri dan Sherly.
"Uhuk..Uhuk..Uhukk"
"Kau kenapa Fahri?", Claudia mengambilkan minum untuk Fahri tapi Fahri menolaknya.
"Aku bisa mengambil minum sendiri",ucap Fahri datar.
Fahri tidak menyelesaikan makannya, seketika selera makannya hilang.
"Sherly..papa ke kantor dulu yaa",ucap Fahri lembut dan mencium kening putri kesayangannya.
"Emm..Fahri tunggu",Claudia menghentikan langkah Fahri.
"Aku numpang boleh yaa.. kita kan searah,aku juga mau ke kantor",ucap Claudia memelas.
"Terserah kau saja",Fahri melengos tak memperdulikan Claudia.
"Sherly mama pergi dulu ya sayang..",Claudia mencium kening Sherly dan berlari mengejar Fahri.
Dalam perjalanan ke kantor,Fahri terlihat lebih banyak diam, sementara Claudia terlalu banyak bicara, membicarakan hal-hal yang tak penting.Dan semua omongan Claudia dianggap angin lalu oleh Fahri.Hanya Sesekali saja Fahri menjawab pertanyaan Claudia.
"Fahri.. ada apa sih dari tadi diam saja?",tanya Claudia.
"Kau sakit..", Claudia menempelkan punggung tangannya kekening Fahri dan ditepis oleh Fahri.
"Astaga Fahri.. kau demam? harusnya kau tidak usah bekerja,kau istirahat saja di rumah",ucap Claudia cerewet.
__ADS_1
"Aku tidak apa-apa Claudia,aku baik-baik saja",jawab Fahri malas.
"Tapi badanmu demam,kau butuh istirahat,harusnya kau..."
"Kenapa kau jadi cerewet sekali Claudia,aku bilang aku baik-baik saja!",ucap Fahri dengan nada tinggi.
"Maafkan aku Fahri,aku..."
"Diamlah, pusing aku mendengar ocehanmu",ujar Fahri kesal.
Sesampainya di kantor,Fahri melenggangkan kaki terlebih dahulu, sementara Claudia berada dibelakang Fahri.Terlihat Riko dari arah yang berlawanan menghampiri Fahri.
"Pagi bos.. pagi ini kita ada meeting dengan...",
"Aku sudah tahu,segera siapkan bahan untuk meeting aku tunggu di ruang kerjaku!",ucap Fahri tanpa menoleh ke arah Riko.
"Nih orang kenapa.. pasti gara-gara nenek sihir satu itu,lagian kenapa bisa dia bareng sama si bos?",batin Riko.
Claudia yang masih berdiri disitu mundur teratur melihat tatapan Riko yang tidak bersahabat.
"Dimana ruanganmu,kenapa kau berada disini?",tanya Riko tegas.
"Tadi.. saya hanya mengikuti pak Fahri",jawab Claudia sekenanya.
"Kembali ke ruanganmu,dan ingat jangan pernah berani melangkahkan kakimu kesini,kalau bukan untuk urusan pekerjaan!!",bentak Riko.
"Baik pak Riko",jawab Claudia.
"huhh.. kau fikir kau siapa,lagaknya udah kayak bos aja",gumam Claudia dan sialnya Riko mendengarnya.
"Apa kau bilang?",bentak Riko.
"Saya .. ti..dak bilang apa-apa",jawab Claudia terbata-bata.
"Cepat kembali ke ruanganmu!!".
"Saya permisi..",Claudia berjalan cepat menghindari perdebatannya dengan Riko.
"Sial..kenapa si bos masih saja percaya dengan wanita ular itu, lain kali pasti akan ku buat perhitungan dengannya, awas saja kalau sampai berani macam-macam",gumam Riko.
Dari awal Fahri menyuruh Claudia untuk bekerja di kantornya,Riko sudah tidak menyukainya,Riko sudah mencurigai gelagat Claudia,dia ingin kembali lagi dengan Fahri setelah apa yang diperbuatnya dahulu.
"Tidak semudah itu Verguso..kau harus tau dengan siapa kau berhadapan,ha..ha..ha..",Riko tertawa jahat ala-ala tokoh antagonis di sinetron yang ditontonnya di televisi.
TBC dear...
Sabar ya para readers karena menulis juga butuh imajinasi dan inspirasi.
Author usahakan up tiap hari untuk itu please dukung author dengan cara vote yang banyak.. dan berikan rate 🌟🌟🌟🌟🌟
jangan lupa like dan coment juga serta favoritkan biar kalian tidak ketinggalan up selanjutnya.
ohh yaa.. untuk dua orang yang beruntung,bisa hubungi saya yaaa..
bisa DM saya di Ig saya @annachimoetz90
untuk klaim pulsanya.
__ADS_1
terima kasih.
Happy reading dears 🤗😘