Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#73


__ADS_3

"Masih sakit mas perutnya...",tanya Kirana yang khawatir karena Fahri sudah bolak-balik ke kamar mandi.


Fahri tidak menjawab,hanya mengangguk lemas,ia menyenderkan badannya disofa didalam kamarnya.


"Mas maafin Kirana ya.. gara-gara Kirana mas Fahri jadi harus bolak-balik kamar mandi",Kirana merasa bersalah karena Fahri sakit perut gara-gara dia yang menyuruhnya menghabiskan rujak tadi.


"sini..",Fahri menepuk sofa disebelahnya,menyuruh Kirana untuk mendekat.


Kirana duduk disebelah Fahri,Fahri membawa Kirana kedalam pelukannya,ia mencium pucuk kepala Kirana.


"Mas.. maafin aku...".


"sssttt... sudah jangan minta maaf terus,kamu nggak capek apa?aku nggak apa-apa kok", ucap Fahri lirih.


"tapi kan gara-gara aku mas Fahri...'.


"sudah..ini semua bukan gara-gara kamu..'


"Mas...",Kirana mulai terharu karena Fahri sangat pengertian dan dia tidak marah walaupun dia sakit gara-gara ulah Kirana.


"Sayang.. bentar yaa ini panggilan alam sudah tidak bisa ditahan lagi..',Fahri berlari ke kamar mandi.


Kirana merasa kasihan dengan suaminya, akhirnya ia berinisiatif menelepon Riko untuk meminta tolong membelikan obat untuk suaminya di apotik.


20 menit kemudian Riko sudah sampai di rumah Fahri.Riko sampai sana pas ketika Fahri dan Kirana akan makan malam.


"Waduh.. sepertinya enak nihh",seru Riko.


"Eh,mas Riko.. sini makan malam bareng yuukk,mbokk.. siapkan piring untuk mas Riko yaa",Kirana meminta bantuan mbok Darmi untuk menyiapkan piring untuk Riko.


"Baik non..",jawab mbok Darmi.


"Katanya cuti.. nggak mau diganngu.. ngapain kesini?",ledek Fahri.


"Ehh.. ge-er banget jadi orang.. kalau nggak Kirana yang nelepon gue juga ogah kali kesini, mending gue rebahan dirumah",cebik Riko.


"Kamu yang nelepon dia sayang.. ngapain??",tanya Fahri.


"Kirana minta tolong sama mas Riko buat beliin obat untuk mas Fahri",jawab Kirana.


"Ohh ya bagus dehh.. mana obatnya?".


"oh ya sampai lupa.. nih obatnya jangan lupa diminum bos 3x1 sehari.. lagian heran habis makan apa sih sampai bisa sakit perut begitu",tanya Riko menyelidik.


karena Riko tahu,Fahri bukanlah orang yang sembarangan dalam hal makanan,dia sangat memperhatikan kebersihan makanan itu karena bagi Fahri kesehatan sangat penting.

__ADS_1


"Ohh ituu.. udah jangan dibahas lagii",Fahri mengalihkan pembicaraan.


Ketiganya menikmati makan malamnya sembari bercanda.Setelah selesai makan malam Fahri dan Riko melanjutkan obrolan mereka diteras depan rumah,dan Kirana menyiapkan teh dan cemilan untuk keduanya.Setelah itu kirana ikut bergabung dengan mereka.


"Oh ya.. tumben weekend Sherly nggak nginep sini,biasanya tiap weekend kesini",tanya Riko.


"Kemarin Claudia telepon izin kalau mau ajak Sherly jalan-jalan jadi untuk weekend kali ini dia nggak nginep disini",jawab Fahri 1


"Ohh..",Riko hanya ber oh ria.


Sementara Kirana,seketika menjadi bad mood mendengar nama Claudia,entah kenapa semenjak peristiwa saat itu Kirana seperti agak sensitif setiap kali mendengar nama Claudia,dan dia sedikit kecewa dengan Fahri karena masih berhubungan dengan Claudia.


"Emm..mas Riko,mas Fahri.. aku ke kamar dulu yaa.. sudah ngantuk",ucap Kirana berbohong padahal ia pengen pergi ke kamarnya dan menumpahkan rasa kekecewaannya di kamarnya.


Fahri dan Riko melanjutkan obrolannya,dan tak terasa sudah pukul 9 malam dan akhirnya Riko berpamitan untuk pulang.Sementara Fahri menyusul Kirana ke kamarnya.


ceklekkk..


Kirana yang mendengar pintu kamarnya dibuka,segera menghapus air matanya,ia menyembunyikan wajah sembabnya dibalik selimut.


"Sayang sudah tidur..",Fahri merebahkan tubuhnya disebelah Kirana.


Tapi Kirana tak menyahut,Fahri melihat punggung istrinya bergetar,seperti orang yang menangis.Akhirnya Fahri membuka selimut yang menutupi wajah Kirana,benar saja ia melihat wajah Kirana yang sembab, sementara Kirana sibuk menghapus air matanya.


Tapi Kirana masih diam,ia semakin menangis menjadi-jadi.


"Heii.. kamu kenapa??apa perut kamu sakit lagi?",Fahri mengelus perut Kirana.


Kirana menggeleng sambil terisak-isak.


"Terus.. kenapa kamu nangis",tanya Fahri semakin frustasi.


Kirana masih diam seribu bahasa sampai akhirnya Fahri mulai sedikit naik emosinya.


"Kirana.. kalau kamu terus saja diam dan menangis, bagaimana aku tahu kamu kenapa?",suara Fahri agak meninggi.


Bukannya menjawab Kirana,semakin menangis tersedu-sedu.


Fahri meraup mukanya kasar,ia lupa istrinya saat ini sedang mengandung dan seperti yang dibilang dokter kemarin,bahwa emosi ibu hamil memang labil,sebentar bahagia,sebentar sedih,sebentar menangis.Ia membuang nafasnya kasar sebelum ia bertanya kepada istrinya lagi.


Fahri merangkul Kirana membawa kedalam pelukannya,ia menciumi puncak kepala Kirana.Sementara Kirana membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya itu.


"Sayang.. maafin aku.. aku sempat emosi tadi,maafin aku yaa",Fahri mulai menenangkan Kirana ia mengelus punggung Kirana.


"Mas fahrii..",ucap Kirana.

__ADS_1


"Iyaa.. kamu kenapa?",tanya Fahri.


Kirana mulai berani mengungkapkan rasa kecewanya yang dipendamnya.


"Kirana nggak suka mas Fahri masih berhubungan sama mantan istri mas Fahri",ucap Kirana dalam isaknya.


"Nggak..mas Fahri nggak pernah berhubungan lagi sama Claudia",jawab Fahri.


"bohong.. tadi mas Fahri bilang kalau mantan istri mas Fahri habis menelepon kan",Kirana merasa jengah dengan nama Claudia,sehingga dia tidak pernah ingin menyebut nama Claudia.


"Hanya sebatas telepon,itupun juga tentang Sherly..",kilah Fahri.


"Tetap saja Kirana nggak suka..",ucap Kirana.


"Kirana.. aku tidak pernah ada hubungan lagi dengan Claudia,kalaupun telepon atau mengirim pesan itu hanya tentang Sherly.. karena biar bagaimanapun Claudia itu ibu kandung Sherly,jadi mau tidak mau aku tetap harus berkomunikasi dengannya tapi itu tidak lebih hanya tentang perkembangan Sherly",Fahri menjelaskan dengan hati-hati.


Fahri mengangkat dagu Kirana,agak Kirana menatap wajahnya.


"Kirana,kamu pernah berkata mau menerima aku dan masa laluku,mau menerima Sherly dan menganggap Sherly sebagai anak kandungmu sendiri kann.. terus kenapa hal sekecil ini kamu permasalahkan",tanya Fahri.


Kirana mulai mencerna kata demi kata yang keluar dari mulut Fahri,benar apa yang dikatakan Fahri,mau tidak mau Fahri tetap berhubungan dengan mantan istrinya karena ada Sherly diantara mereka.


"apa memang aku yang terlalu berlebihan yaa..",batin Kirana.


Kirana menyesali sifat posesif nya,ia juga heran akhir-akhir ini perasaannya sangat sensitif apalagi menyangkut Claudia dan Fahri.


"Mas Fahri maaf...",ucap Kirana.


"Maafkan Kirana yang terlalu.."


"Ssstt..sudah lupakan,kamu jangan sedih,jangan sering nangis,ingat ada ini",Fahri memegang perut Kirana.


"Sekarang sudah malam,kamu istirahat,nggak usah diingat-ingat lagi yang tadi",Fahri menghapus sisa-sisa air mata Kirana.


Kemudian Fahri membantu Kirana untuk membaringkan tubuh Kirana,Setelah itu ia ikut membaringkan tubuhnya disamping istrinya.


"Good night sayang.. have a nice dreams",Fahri memeluk Kirana dari belakang.


TBC


terima kasih readers semuanya sudah berkenan membaca karya author.


Author tidak bosan-bosannya untuk meminta dukungan dari kalian semua,jangan lupa like,komen dan favoritkan juga,serta kasih vote kalian untuk karya author.


Happy reading dears 🤗😘

__ADS_1


__ADS_2