
Riko mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi,setelah mengantarkan Fahri dan Kirana pulang ia bergegas menuju apartemennya berharap Vita masih ada disana.Namun setelah ia membuka pintu apartemennya ia tak menemukan satu manusia pun disana,sepi..
"Hahaha.. apa yang aku fikirkan,bodohh sekali..", gumamnya.
Ia merutuki kebodohannya yang berfikir Vita akan menunggunya diapartemennya,rupanya ia lupa,ia dan Vita bukanlah siapa-siapa.tidak ada hubungan apapun antara dirinya dan gadis itu.
Riko melangkahkan kakinya dengan malas menuju kamarnya,ia merebahkan dirinya di tempat tidur,bahkan bau parfum Vita masih menempel di bed cover miliknya.
"ini gila.. benar-benar gila.. kenapa aku selalu merindukannya,hah..",Riko terkekeh pelan.
Ia teringat kejadian kemarin malam,itu adalah kali pertama ia mencium wanita di dalam hidupnya,bibirnya tak berhenti mengulas senyum mengingat ciuman pertamanya dengan Vita,andai saja saat itu ponselnya tidak berdering mungkin ia sudah khilaf malam itu.
🍁🍁🍁
Satu bulan kemudian,sejak kejadian itu Riko dan Vita tidak pernah bertemu lagi,Riko sibuk dengan pekerjaannya, sementara Vita mungkin sibuk dengan ujian sekolahnya,karena saat ini sama halnya dengan Kirana ia pun sibuk dengan ujian sekolahnya.
Sebenernya Riko ingin sekali menghubungi Vita atau mengirim pesan kepadanya tapi dia terlalu gengsi untuk memulai duluan dan pada akhirnya ia hanya menyibukkan diri dengan pekerjaannya.apalagi sekarang perusahaan sedang banyak proyek besar secara tidak langsung ia sedikit bisa mengalihkan fikirannya dan fokus kepada pekerjaannya.
Begitu pula dengan Fahri,ia pun tidak mau egois,ketika Kirana melaksanakan ujian sekolahnya ia pun tidak mau mengganggu istrinya itu,ia juga memberi ruang untuk Kirana belajar dan sementara waktu tinggal di rumah laras.
Bukan tanpa alasan Fahri menitipkan Kirana di tempat Laras,ia hanya tidak mau mengganggu konsentrasi belajarnya akibat ulanhya.Fahri pria normal,kalau selalu berdekatan dengan Kirana ia takut akan selalu menginginkannya.Sedangkan Fahri tidak mau fokus belajar Kirana terganggu,jadi dia mengalah,lebih baik untuk sementara waktu ia puasa dulu.
Ujian sekolah pun telah usai,hari ini tepat pengumuman kelulusan,Kirana tampak bahagia karena ternyata ia mendapatkan nilai yang memuaskan,begitu pula dengan Vita.Mereka berdua berpelukan sembari melompat kegirangan.
"ehemmm ..",suara deheman seseorang mengagetkan mereka dan menghentikan aktivitas mereka.
"Mas fahrii....",Kirana tampak berlari ke arah Fahri dan memeluk Fahri.
"Selamat sayang.. kau masuk jadi siswa terbaik dengan nilai tertinggi disekolah mu",ucap Fahri sembari memeluk Kirana
"terima kasih mas.. ",Kirana mendongakkan kepalanya ke arah Fahri sebentar,setelah itu menyembunyikan wajahnya didada bidang suaminya.
"Aku kangen mas...",Kirana menghirup dalam-dalam wangi aroma tubuh Fahri.
"Apalagi aku sayang... ",Fahri mencium pucuk kepala Kirana.
"ehemmm... kalian melupakanku??hallo...",ucap Vita.
Fahri dan Kirana melepaskan pelukannya,tapi kemudian tangan Fahri memeluk pundak Kirana.
__ADS_1
"Maaf Vita sengaja,hahah..",goda Kirana
"iya iyaa iyaa.. anggap saja aku nggak ada",ucap Vita.
Fahri dan Kirana tertawa melihat sikap Vita.
"Sorry boss.. tadi ada sedikit accident dijalan",ucap Riko yang tiba-tiba datang dengan berlari sehingga nafasnya terengah-engah
Vita yang melihat Riko berada tepat di depannya menjadi sedikit canggung, sepersekian detik mata mereka bertemu pandang,Vita nampak seperti salah tingkah, walaupun satu bulan sudah berlalu semenjak kejadian itu tapi rasanya masih terasa sampai sekarang.
"Vita.. bocah bar-bar itu terlihat semakin cantik.. lho..lho.. apa tadi aku baru saja mengaguminya",Riko bermonolog dalam hatinya.
"No problem.. yang penting kamu tidak apa-apa",ucap Fahri.
"Emm.. Kirana kalau gitu aku pulang duluan yaa..",pamit Vita,ia merasa tidak enak berlama-lama di situ apalagi ada Riko.
"Mau kemana... mas,kita ajak Vita juga yaa...",ucap Kirana sedikit manja.
Kalau Kirana sudah seperti itu,Fahri tidak akan pernah bisa menolaknya.
"Vita sebaiknya kamu ikut kita.. kita rayakan kelulusan kalian dengan makan-makan mungkin",ucap Fahri.
"tidak ada penolakan,dan aku tidak suka penolakan.. kalau kamu sudah nggak ingin berteman dengan Kirana sihh terserah kamu ..",ancam Fahri.
"Ihh.. kok gitu.. ya sudah dehh aku ikut..",ucap Vita.
Mereka berempat menuju ke arah parkiran,dan seperti biasa Vita selalu Duduk di depan disamping Riko.
"Mas Fahri.. bisa nggak kalau kita tukaran tempat duduk,aku buat di belakang sama Kirana,mas Fahri di depan yaa..",punya Vita sebelum masuk ke mobil.
"Vita apa kau tidak kasihan denganku.. hampir satu bulan aku tidak bertemu dengan istriku,biarlah aku berduaan dengan istriku..",ketus Fahri.
"Mas..berdua-duaanya juga bisa nanti di rumah..",elak Vita.
Fahri mengangah tangannya,ia tidak mau mendengarkan Vita,ia membuka pintu mobil untuk Kirana.
"Vita maaf yaa...",ucap Kirana yang merasa tak enak hati.
"hehe nggak apa-apa Kirana,aku bisa duduk di depan kan..",ucap Vita.
__ADS_1
Mau tidak mau Vita duduk di kursi depan,di sebelah Riko.Vita melihat wajah Riko yang masih sama seperti biasanya,selalu datar dan kaku.
"huft.. nampaknya aku saja yang terlalu keGE-ERan",ucap Vita dalam benaknya.
Fahri sedari tadi tak henti-hentinya memandang wajah Kirana,apalagi bibir mungilnya itu seakan menantangnya untuk segera melahapnya.Tak tahan, akhirnya Fahri mencium sekilas bibir mungil berwarna merah muda itu.Kirana terkesiap mendapat aerangan mendadak dari Fahri.
"Sayang.. disini ada mas Riko sama Vita,kamu nggak malu apa?",bisik Kirana lirih.
"Aku kangen sayang...",Fahri ingin menciumnya sekali lagi tapi di tepis Kirana.
"Mas.. malu",bisik Kiran lirih.
"kalian ini benar-benar tidak tahu tem..patt..",ucap Vita yang sedari tadi memperhatikan mereka tapi ia segera terkejut ketika melihat sebuah tirai yang tiba-tiba turun sebagai pembatas antara mereka.
"apa yang mereka lakukan??",Vita bertanya kepada Riko.
Sementara Riko hanya memasang wajah datar tanpa ingin menjawab pertanyaan Vita.
"astaga.. bahkan dia masih sama,tetap kaku persis seperti kanebo kering",geram Vita dalam hatinya.
"oh tuhan menyesal aku sudah mengajaknya bicara tadi..",Vita merutuki kebodohannya.
"Dasar kanebo kering..sombong sekali dia,dia pikir dia siapa??",cibir Vita dalam batinnya.
"Apa kau sedang mengumpatku dalam hati?",ucap Riko tiba-tiba.
"hahh.. sepertinya tadi aku mendengar suara.. tapi kenapa tidak ada orang disini",sungut Vita.
Tak ada jawaban lagi dari Riko,ia malah mendengar suara-suara yang berasal dari belakang, seperti suara orang yang sedang bercumbu.
"Oh my God.. benar-benar mereka tidak tahu tempat!!",sungut Vita.
"Kenapa kau selalu memperhatikan mereka.. ohh atau mungkin kau mau menginginkannya juga ,hmm..",Riko menyeringai penuh arti.
TBC dears..
maafa author baru bisa up.
happy reading dears 🤗😘
__ADS_1