Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#27


__ADS_3

Kirana memencet bel pintu rumahnya, tidak biasanya mbok Darmi tidak menyambut kedatangan majikannya, biasanya telinganya selalu peka dengan suara mobil majikannya.Sehingga belum sampai Fahri atau Kirana mengetuk pintu mbok Darmi sudah membukakan pintu terlebih dahulu.


Kirana memencet bel sekali lagi,dan akhirnya pintu itu terbuka.


"Mbok..",Kirana tidak melanjutkan ucapannya karena ternyata yang membukakan pintu bukanlah mbok Darmi melainkan seorang gadis,usianya sekitar 3 tahun dibawahnya.


"Maaf kakak mau mencari siapa?",tanya gadis itu sopan.


Kirana terlihat kebingungan,dia tak tahu harus menjawab apa.Dan dia penasaran siapa gadis itu dan kenapa ada di rumah Fahri.


"Lho non Kirana sudah datang to.. ko' simbok gak dengar suara mobilnya?",ucap mbok Darmi dari belakang yang melihat Kirana didepan pintu.


Kirana hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan mbok Darmi.


"Ayo masuk non, kok malah berdiri di depan pintu",mbok Darmi mengajak Kirana masuk dan membantu membawakan kopernya.


"Oh iya,non Sherly ini non Kirana istri tuan Fahri,dan non Kirana ini non Sherly putri Tuan Fahri dengan Nyonya Claudia",mbok Darmi memperkenalkan Kirana dan Sherly.


Seketika raut wajah keduanya terlihat kaget.Sherly tidak menyangka ayahnya sudah menikah lagi dan istrinya terlihat masih sangat muda bahkan lebih cocok menjadi kakaknya.Begitupun Kirana,Kirana tidak pernah membayangkan kalau ternyata putri Fahri sudah sebesar ini,umurnya pun hanya selisih beberapa tahun dengan Kirana.


Keduanya saling berjabat tangan dan saling melemparkan senyum.


"Aku ke kamar dulu ya",Kirana pamit untuk beristirahat ke kamarnya.


Sementara Sherly menuju ke ruang santai melanjutkan menonton drama tv kesukaannya.Dan mbok Darmi kembali meneruskan pekerjaannya di belakang.


*****


Kirana merebahkan diri diranjangnya,matanya menatap langit-langit atap rumahnya.Terlihat sekali guratan kecewa di wajahnya.


"Kenapa semuanya baru ku ketahui setelah aku mulai mencintainya",gumam Kirana sambil menangis.


"padahal hubunganku dengan mas Fahri baru saja membaik,kita baru saja saling menyatakan perasaan",lanjutnya masih dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya.


"arghhhh... apa yang harus aku lakukan?",Kirana mengacak-acak rambutnya dengan kasar.


Kirana turun dari ranjangnya,menuju ke kamar mandi untuk mencuci mukanya agar tidak terlihat seperti habis menangis,setelah itu dia merapikan penampilannya yang acak-acakan agar terlihat rapi.


Kirana mengambil paper bag yang berisi oleh-oleh dari Bali yang sengaja dibelinya untuk Laras,Doni dan Raka.Dia menghampiri mbok Darmi yang berada di dapur.


"Mbok,Kirana mau ke tempat kak Laras yaa",ucap Kirana.


"Iya non,tapi apa tuan sudah tahu kalau non Kirana mau pergi?",tanya mbok Darmi.


"Sudah mbok,aku sudah izin mas Fahri tadi,dan mas Fahri mengizinkan".


"ya sudah kalau gitu mbok tak bilang pak dirman dulu yaa biar diantar pak dirman ke tempat mbak larasnya",ucap mbok Darmi dan diangguki oleh Kirana.


Kirana ke rumah Laras diantar pak Dirman,dan selama perjalanan Kirana lebih banyak melamun,dan tak disadarinya mobil yang ia tumpangi sudah sampai didepan rumah Laras.


"sudah sampai non",suara pak Dirman membuyarkan lamunan Kirana,sontak Kirana kaget.

__ADS_1


"Eh iyaa pak,sudah sampai yaa..",jawab Kirana asal,Kirana agak sedikit salah tingkah karena ketahuan melamun.


"non Kirana melamun ya",tanya pak dirman.


"ahh..itu..gak pak,Kirana tadi ngantuk jadi agak kurang fokus,hehehe",jawab Kirana bohong sbil tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya.


"ohh iya..pak dirman langsung pulang saja yaa,Kirana masih lama disini,nanti kalau pulang Kirana biar telepon mas Fahri saja",lanjut Kirana.


"Baik non",jawab Kirana.


Kirana keluar dari mobil dan berjalan menuju ke teras rumah Laras.Dia memencet bel rumahnya,dan duduk di kursi yang ada di teras,air matanya lolos begitu saja,saat ini fikirannya kacau,tidak bisa berfikir jernih.


Laras membukakan pintu dan seketika kaget dengan kedatangan Kirana dengan keadaan menangis.


"Kirana..".


Kirana yang dari tadi sibuk bergalau-galau ria terperanjat ketika mendengar suara Laras.


"kak Laras...",Kirana berhambur ke pelukan Laras.


"Heyy.. ada apa?kenapa kamu menangis? bukannya kamu pulang dari Bali?harusnya kan senang ini kenapa sedih?",Laras memberondong Kirana dengan Banyak pertanyaan,tapi Kirana bukannya menjawab malah semakin menangis.


"Sudah..sudah.. kita masuk dulu yukk",Laras membawa Kirana masuk ke dalam.


Laras mengajak Kirana ke ruang keluarga,mengajaknya duduk lesehan biar sedikit santai.Laras juga mengambilkan Kirana minum agar lebih tenang, Setelah dirasa cukup tenang, tangisannya juga tidak. terdengar lagi Laras memberanikan diri untuk bertanya.


"Sebenarnya apa yang terjadi?kenapa kau menangis?".


"Kirana,kalau ada masalah kau boleh membagikannya dengan kakak,anggap kakak ini sebagai pengganti ayah dan ibu",ucap laras lembut sembari memegang kedua bahu Kirana.


"Kakak.. mas Fahri..", kata Kirana sambil terisak.


"kenapa fahri?".


"Mas Fahri sudah membohongi Kirana".


"Bohong tentang apa?",tanya Laras semakin penasaran.


"Mas Fahri sudah mempunyai anak dari istrinya terdahulu".


"Bukannya kau juga sudah tahu itu,dan kau mau menerimanya kan?".


"Iyaa.. tapi aku fikir anak mas Fahri masih kecil,aku benar-benar tidak pernah membayangkan kalau anaknya hanya selisih beberapa tahun denganku",jawab Kirana


"oh yaa.. pasti seru sekali,kalian terlihat seperti adik kakak",ucap Laras antusias.


"kakak.. Kirana serius",jawab Kirana merengek.


"kakak juga serius dek",ucap Laras.


"Dek,Fahri tidak bohong,dia sudah jujur dengan statusnya duda beranak satu,ini sebenarnya cuma salah faham saja",Laras mencoba memberikan penjelasan kepada Kirana dengan hati-hati.

__ADS_1


"tapi mas Fahri tidak pernah cerita kalau anaknya sudah besar",elak Kirana.


"Dan kamu juga tidak pernah bertanya,iya kan?".


"kakak...apa kak Laras membela mas Fahri?", lagi-lagi Kirana merengek seperti anak kecil.


"Kakak tidak membela siapapun sayang,kakak hanya meluruskan,jangan karena masalah seperti ini membuat hubungan kalian merenggang",ucap Laras samb mengelus rambut Kirana.


"Tapi kakk..."


"Kirana.. tak kenal maka tak sayang,kau belum mengenalnya makanya kau seperti ini,siapa nama putrimu?".


"cihh kakak... bahkan dia terlihat seperti adikku",jawab Kirana seraya menyebikkan bibirnya.


"bagus dong.. dengan perbedaan usia yang tidak begitu jauh kalian lebih cepat akrab".


Kirana hanya diam,tanpa ingin menjawab ucapan kakaknya.


"Kirana,kau harus bisa bersikap dewasa,kalau kau mau menerima Fahri kau harus mau menerimanya dengan semua masa lalunya, ingat lagi kebaikan Fahri kepada keluarga kita,bahkan dia menyelamatkanmu dari rentenir tua yang mau menjadikanmu istri ketiganya,dia juga yang mengembalikan ruko milik orang tua kita dan menjadikan restoran mewah seperti sekarang ini",ucap Laras menjelaskan panjang lebar kepada Kirana.


Kirana hanya diam saja,entah apa yang difikirkannya,terlihat dia menghelakan nafas kasar.


"Kirana coba singkirkan sedikit egomu sayang,cobalah berfikir dari sisi yang lain",Laras masih mencoba berbicara dengan hati-hati tapi Kirana masih saja diam tak berniat menjawabnya.


"Oh yaa..mana oleh-oleh buat kakak dan Raka?",Laras mencoba mengalihkan topik pembicaraan.


"oh yaa..hampir saja lupa",Kirana mengambil paper bag yang ada disampingnya dan menyerahkannya kepada laras.


"Wahh apa ini,banyak sekali,baju,topi waduhhh.. apa kau menghabiskan uang suamimu untuk membeli oleh-oleh sebanyak ini,hah",gurau Laras.


"Kakak tidak usah khawatir uang mas Fahri tidak akan habis hanya untuk membeli oleh-oleh ini",Kirana membalas gurauan Laras.


"ohhh.. sudah mulai sombong ya nyonya Fahri yang terhormat",ucap Laras sembari menggelitik perut kirana.


"kakak..gelii...kakak.. ampun..",Kirana tertawa merasakan geli di perutnya karena ulah Laras.


"rasakan inii...wanita sombong",Laras menggelitik tubuh Kirana sambil tertawa terbahak-bahak.


Laras tetap saja menyerang Kirana dengan gelitikannya,mereka sudah terlihat seperti anak kecil saja,suara tawa mereka terdengar menggema sehingga membuat Raka terbangun dari tidur siangnya.


"Mamaaaaa.....".


terdengar suara Raka menangis memanggil mamanya dari dalam kamarnya,sontak mereka berdua menghentikan aktivitasnya dan terlihat saling memandang satu sama lain,dan akhirnya tertawa bersama lagi.


"ini semua gara-gara kamu Raka jadi terbangun",ucap Laras pura-pura merajuk dan berjalan menuju ke dalam kamarnya menghampiri Raka yang sedang menangis.


"lho kok Kirana,kakak yang mulai duluan",elak Kirana sambil berlari menyusul kakaknya ke dalam kamar.


TBC dears..


Terima kasih karena sudah berkenan membaca karya pertama author,semoga kalian suka dengan alur ceritanya.

__ADS_1


Happy reading dears 🤗😘


__ADS_2