Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#141


__ADS_3

"Ohh hanya itu ..??",tanya Fahri.


"Iyaa..mas Fahri kan sudah beberapa hari tidak menghubungi kak Laras jadi aku hanya..ingin tahu keadaan mas Fahri disana..",jawab Kirana.


"Apa kau sedang mengkhawatirkanku..",tanya Fahri.


"Aku.. hanya ingin tahu kabarmu",jawab Kirana.


"Kabarku baik.. seperti yang kau lihat kan,hanya saja aku sangat sibuk disini banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan dan mungkin aku belum bisa kembali ke sana dalam waktu cepat",ujar Fahri datar.


Fahri sedikit kecewa karena tadinya ia mengharap Kirana akan berkata bahwa ia sangat merindukan dirinya, namun ternyata Kirana hanya ingin tahu kabarnya saja.Fahri mungkin ia mencoba memberikan sedikit waktu lagi untuk Kirana.


Merasa kira hanya diam saja,Fahri pikir Kirana tidak tertarik dengan video call yang ia lakukan.


"Ya sudah..sudah malam lebih baik kamu tidur..aku juga akan membersihkan diriku terlebih dahulu",ujar Fahri sebelu mengakhiri panggilan videonya.


"Ahh..", sebenarnya Kirana belum mau mengakhiri panggilan videonya dengan Fahri tapi entah kenapa ia enggan mengatakannya.


"Baiklah..jaga dirimu baik-baik..",ucap Fahri dan beberapa detik kemudian ia mematikan panggilan videonya.


Kirana mendengus kesal,padahal sebenarnya dia belum ingin mengakhiri panggilan videonya,ia masih rindu dengan Fahri.Tapi setidaknya rindunya sedikit sudah terobati karena Fahri sudah menghubunginya.


Sementara di kota lain Fahri yang baru saja tiba di hotel dimana ia menginap,begitu kaget ketika Laras melakukan banyak panggilan ke ponselnya,ia takut terjadi apa-apa dengan Kirana.Serekah menghubungi Laras ternyata tidak terjadi apa-apa,hanya saja Kirana tadi yang menyuruhnya untuk menghubunginya.


Fahri nampak sumringah,kedua sudut bibirnya tertarik keatas,ia berharap Kirana sudah benar-benar sembuh dan merindukannya.Fahri pun memutuskan menghubungi Kirana,akan tetapi Kirana tak mengatakan apapun,ia hanya berkata kalau dirinya hanya ingin mengetahui kabar Fahri,itu saja.Dan jawaban Kirana itu sedikit membuat Fahri kecewa.

__ADS_1


Andai saja Kirana mengatakan sejujurnya bahwa ia merindukan Fahri,mungkin hari itu juga Fahri akan kembali pulang.Namun jawaban dari Kirana membuat Fahri merasa kalau Kirana mungkin saja belum siap harus bertemu dengan dirinya,apalagi Fahri masih ingat penolakan yang dilakukan Kirana waktu itu.Dia tak mau mendapat penolakan untuk kedua kalinya jadi Fahri merasa Kirana masih butuh waktu untuk sendiri.


Akhirnya Fahri menyuruh Riko untuk kembali ke Jakarta dan mengurus pekerjaan yang disana, sementara Fahri masih tetap tinggal di kota itu untuk beberapa hari atau mungkin beberapa Minggu kedepan untuk membereskan pekerjaannya disana.Awalnya Riko menolak,ia akan membantu Fahri sampai urusan pekerjaan disana benar-benar selesai.Tapi Fahri meyakinkan Riko kalau dia bisa mengatasi urusan pekerjaan di kota itu sendiri.Sementara perusahaan yang di Jakarta juga membutuhkan mereka,jadi Riko diperintahkan untuk memegang perusahaan yang di Jakarta untuk sementara waktu.Dan pada akhirnya Riko menyetujuinya.


Keesokan harinya,Riko sudah sampai di Jakarta pukul 9 pagi,ia sengaja berangkat lebih awal agar sampai di Jakarta tidak terlalu siang.Riko sudah bilang pada Fahri kalau hari ini dia izin satu hari,dan kembali bekerja besok.Badannya juga butuh istirahat.


Setelah menjemput Vita di rumah orang tua Vita,Riko melajukan mobilnya ke apartemen miliknya.Vita tak hentinya mengukirkan senyum di wajahnya,ia sangat bahagia belahan hatinya sudah kembali pulang.2 Minggu ditinggalkan suami rasanya seperti 2000 tahun.


Riko terus saja menciumi punggung tangan istrinya ketika dalam perjalanan ke apartemennya.Ia melihat perut Vita yang sedikit mulai terlihat membuncit.Setelah itu ia mengusap halus ke perut istrinya.


"Apa dia rewel selama aku tidak ada??",tanya Riko.


Vita menggeleng sembari tersenyum,"dia tidak rewel mas,hanya saja baby nya kangen sama papanya",ucap Vita sembari mengerling manja.


"Oh yaa...baby nya atau mama nya nih yang kangen,hmm...",Riko kembali mengusap perut istrinya dengan begitu lembut.


"Oh ya sudah..berarti baby nya saja yaa yang kangen..",ucap Riko seraya menghentikan aktivitas tangannya untuk mengelus perut Vita.


Setelah sampai di apartemennya,Riko segera membersihkan dirinya,karena tubuhnya terasa lengket.Perjalanan beberapa jam yang baru ia lalui membuat badannya juga sedikit lelah.Setelah beberapa menit berada di kamar mandi dan mengguyur seluruh tubuhnya di bawah shower membuat ia merasa segar.


Riko keluar daro kamar mandi dengan wajah yang lebih segar, bertepatan dengan Vita yang masuk ke kamarnya dengan membawakan secangkir kopi untuk suaminya.Aroma sabun yang menyeruak ke indera penciuman Vita terasa sangat segar,ia rindu dengan aroma ini.Vita menaruh secangkir kopi yang dibuatnya di atas nakas.


Vita mendekati Riko yang sedang memilah baju yang ingin ia pakai,Vita melihat Riko dari belakang dengan hanya melilitkan handuk sampai sebatas pinggang.Vita langsung saja memeluk Riko dari belakang,menghirup aroma sabun yang dirindukannya dari tubuh suaminya itu secara dalam-dalam.Sejenak Riko menghentikan aktivitasnya.


"Katanya tadi nggak kangen??",tanya Riko menggoda.

__ADS_1


"Nggak...aku nggak kangen",jawab Vita menggelengkan kepalanya.


Riko membalik badannya,dan mengikis jarak dirinya dengan Vita.Ia memegang kedua bahu Vita.


"Ya sudah kalau nggak kangen...kamu duduk dulu di sana,aku ganti baju dulu...",ucap Riko.


"Nggak mau..",Vita menggelengkan kepalanya dengan cepat dan dia memeluk tubuh suaminya itu dengan erat sembari menenggelamkan kepalanya di dada bidang suaminya.


Vita mendongakkan kepalanya hingga melihat wajah Riko,wajah yang ia rindukan 2 Minggu terakhir ini.


"Aku nggak kangen..tapi baby nya yang kangen, katanya minta dijenguk sama papanya...",ucap Vita masih dengan tangannya yang memeluk erat tubuh Riko.


Setelah mengatakan itu,Vita segera membenamkan wajahnya kembali di dada bidang suaminya,wajahnya sudah merona menahan malu.


Sementara Riko,ia tersenyum melihat tingkah istrinya itu.Riko melepaskan senyumannya,dan mengangkat dagu Vita hingga keduq netra mereka saling bertemu.Riko mendekatkan wajahnya ke arah Vita,membuat Vita memejamkan matanya.


Melihat reaksi istrinya begitu lucu menurut Riko,ia tidak mau mengecewakan bumil di depannya ini,kalau permintaannya tidak dituruti bisa-bisa dia tidak dapat jatah sehari ini dan beberapa hari kedepan mungkin.Jadi dia mengabulkan permintaan istrinya itu yang beralasan baby nya ingin dijenguk papanya,lagian Riko juga sangat merindukan istrinya.Dua Minggu tidak bertemu dan tidak melakukan kontak fisik dengan istrinya itu membuat Riko harus menahan semua hasratnya.


Riko pun mulai mencium bibir Vita dengan lembut,mengulumnya dengan penuh cinta dan sesekali menyesapnya,ia begitu merindukan bibir Vita,bibir yang selalu menjadi candu untuk Riko.


TBC dears..


digantung dulu yaaa..nanti siang dilanjut lagi adegan nganu-nganunya Riko dan Vita, wkwkwkaburrr🤣🤣🤣


jangan lupa like,komen,hadiah kembang setamannya juga vote dan favoritkan ya dears..

__ADS_1


Nanti siap author up lagi..


happy reading dears 🤗😘


__ADS_2