Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#67


__ADS_3

Fahri mulai memasak didapur, sebenarnya ini adalah kali pertamanya ia memasak.Fahri berfikir untuk membuat nasi goreng saja karena itu yang paling simpel menurutnya,tidak butuh waktu lama ia berkutat didapur


Dan akhirnya satu piring nasi goreng sosis ditambah telur ceplok mata sapi sudah siap.Ia menghidangkannya didepan Kirana.


"Sudah siapp...",ucap Fahri.


"Baunya sedapp.. sepertinya enak",ucap Kirana


Fahri mulai menyuapi Kirana dan terlihat Kirana sangat menikmatinya,bahkan dia sangat lahap sekali memakannya.


Fahri yang penasaran, akhirnya mencoba nasi goreng buatannya,iapun menyuapkan satu sendok ke mulutnya,dan betapa kagetnya dia dengan rasa masakannya.Rasanya hambar,bahkan dia saja hampir memuntahkan makanannya.tapi kenapa Kirana terlihat sangat lahap sekali


"Sayang.. kita delivery order aja yaa,ini sangat tidak layak dimakan",Fahri menarik piring Yang ada dihadapan Kirana.


"Ihhh... apa sihh,nggak mauu,aku mau ini",tolak Kirana.


"Sayang.. ini rasanya nggak enak,nanti kalau perutmu sakit gimana?".


"ihh mas Fahri ini tuh enak banget..",Kirana menyuapkan makanannya sendiri kemulutnya dan melahapnya sampai habis.


setelah itu ia minum segelas air penuh,dan tersirat rasa bahagia di wajahnya.


"Aku kenyang mas...",ucap Kirana sambil memegangi perutnya.


"Aku ngantuk..mau tidur..",Kirana mengulurkan tangannya,dan Fahri langsung menghampirinya dan menggendongnya ke kamarnya.


Fahri membaringkan tubuh Kirana di ranjangnya,dan dia ikut bergabung berbaring disebelah istrinya.


"Sayang...",ucap Fahri.


"Iya mas..",jawab Kirana.


"Sayang.. dikantor sedang ada masalah serius,jadi mungkin untuk beberapa hari ke depan aku akan sangat sibuk di kantor,kamu nggak apa-apa kan".


Kirana mengubah posisi tidurnya menjadi berhadapan dengan Fahri.


"Apa mas Fahri akan meninggalkan Kirana lagi",tanya Kirana.


"Tidakk.. aku akan tetap disini,mungkin aku hanya akan berangkat lebih pagi dan sedikit pulang terlambat,nggak apa-apa kan",jawab Fahri hati-hati.


Kirana sebenarnya masih ingin menghabiskan waktu dengan Fahri lebih lama,secara hanya baru beberapa hari saja mereka bersama,tapi ia juga tidak boleh egois, perusahaan Fahri juga sedang tidak baik-baik saja dan perusahaannya sangat membutuhkan Fahri.


"Sayang.. kamu marah yaa.. maaf ya kalau akhir-akhir ini aku sibuk dengan pekerjaanku",


"nggak kok.. Kirana nggak marah,mas Fahri fokus saja sama pekerjaan mas Fahri,kirana ngerti kok perusahaan sedang butuh mas Fahri",jawab Kirana sembari menggerakkan tangannya didada bidang suaminya itu.

__ADS_1


"terima kasih sayang.. kamu sangat pengertian sekali",Fahri membawa Kirana ke pelukannya.


Dan akhirnya mereka tidur saling berpelukan satu sama lain.


keesokan paginya Kirana terbangun dan mendapati Fahri sudah tidak ada disampingnya.Ia pun bergegas mandi dan turun kebawah terlihat mbok Darmi sudah menyiapkan makanan di meja makan.Dan sherly juga siap berangkat sekolah.


"pagi mommy..",sapa Sherly.


"Pagi sayang..",Kirana tersenyum sembari menepuk pipi Sherly lembut.


Kirana mengedarkan pandangannya tidak ditemukannya suami tercintanya.


"Mbok,emm..",Kirana ragu mau bertanya kepada mbok Darmi.


"ohh.. tuan Fahri sudah berangkat tadi pagi-pagi sekali non..",Jawab mbok Darmi yang sudah sangat mengerti Kirana.


"ohhh..",Kirana melanjutkan sarapannya dan rasanya ia tidak ***** makan pagi itu.


"Ohh.. iya mommy.. pulang sekolah Sherly langsung ke tempat mama yaa..",ucap Sherly.


"Sherly mau ngasih oleh-oleh ke mama dan sekalian kan Minggu ini waktunya Sherly dirumah mama",lanjutnya.


"Ohh.. begitu yaa.. ya udah nanti pulang sekolah biar dijemput supir,dan biar diantarkan sekalian ke rumah mama Sherly",jawab Kirana dan diangguki Sherly.


*****


"Vita..nggak lucu banget tauu,gimana kalau aku jantungan",ucap Kirana kesal.


"Maaf dehh.. lagian kamu kenapa sihh seperti nggak semangat gitu",tanya Vita.


"Nggak ada apa-apa Vita..aku jenuh bangett dirumah sepi banget",jawab Kirana.


"lha emang suami lho kemana",tanya Vita lirih takut ada yang mendengar.


"Mas Fahri biasalah sibuk dengan pekerjaannya, sementara Sherly kembali ke rumah mamanya",jawab Kirana tidak bersemangat.


"ohh.. ya udahh gimana kalau nanti pulang sekolah kita ke toko buku dulu,sekalian refreshing ngilangin penat",ajak Vita.


"Boleh juga tuhh..tapi pulangnya jangan sore-sore yaa",jawab Kirana


"Rebesss bosss..",seru Vita.


Setelah bel sekolah berbunyi mereka berdua segera menuju ke toko buku dengan naik taksi.keduanya tampak asyik memilih buku, setelah selesai mereka mampir dikafe sebentar untuk mengisi perut.


Pukul 5 sore Kirana kembali ke rumah, dilihatnya rumah masih sepi hanya ada mbok Darmi, berarti suaminya Belum pulang fikirnya.

__ADS_1


Ia langsung menuju ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya.Setelah itu ia membaringkan tubuhnya dikasurnya sembari membaca buku yang dibelinya tadi.


tok..tok..tok..


"non.. makan malam mau dimasakin apa?",tanya mbok Darmi dari luar kamarnya.


Dengan malas Kirana membuka pintu kamarnya.


"Nggak usah mbok..Kirana tadi udah makan diluar sama Vita,mbok Darmi istirahat saja ",jawab Kirana.


"ya udah kalau begitu non,simbok pamit dulu..",ucap mbok Darmi.


Kirana menutup pintu kamarnya,setelah itu kembali keranjangnya dan melanjutkan membaca bukunya.


sudah hampir jam 10 dan sama sekali belum ada tanda-tanda Fahri akan pulang.kirana berkali-kali mengecek ponselnya juga tidak ada panggilan ataupun pesan masuk.


"huftt.. membosankan sekali",gumam Kirana.


Pukul 23.30 Fahri baru sampai rumah,Ia melihat kirana yang tertidur sambil memegang buku.Ia mengambil buku Kirana dan meletakkannya diatas nakas dan membenarkan posisi tidur Kirana.


Setelah ia membersihkan badannya ia ikut bergabung berbaring disamping Kirana,ia memeluk tubuh istrinya itu dan mencium keningnya.


"Selamat tidur sayang.. mimpi indah",ucap Fahri lirih


Keesokan paginya Kirana melihat tempat dsebelahnya masih kosong.


"apa mas Fahri tidak pulang semalam",gumam Kirana.


"Tapi kenapa semalam aku merasa mas Fahri menciumku dan memeluk ku saat aku tidur,apa aku cuma mimpi.."Kirana bermonolog sendiri dalam hatinya.


Kirana mengecek ponselnya sekali lagi dan tetap sama tidak ada pesan ataupun panggilan masuk.


"Mas Fahri mana sihh.. apa dia lupa kalau sudah mempunyai istri,masak ngasih kabar aja nggak",gerutu Kirana.


Akhirnya ia putuskan untuk menelepon suaminya tapi panggilannya tidak diangkat,ia menelepon Riko,pun sama tidak diangkat.


"Sesibuk itukah??sampai ia melupakan istrinya",Kirana menggerutu kesal.


Rasanya Kirana sangat malas untuk bangun,ia masih ingin rebahan,sehari tidak bertemu Fahri membuat emosinya naik turun.Ia merasa kesal,kecewa tapi ia tidak bisa melampiaskannya.


jam dinding sudah menunjukkan pukul 06.00,dengan malas ia pun segera bangun dari tidurnya untuk mandi dan bersiap untuk pergi ke sekolah.


TBC dears..


terima kasih sudah mendukung karya author.

__ADS_1


yang minta double up,lunas yaaa...


happy reading dears 🤗😘


__ADS_2