
Kirana terbangun dari tidurnya,dan matahari sudah mulai menampakkan sinarnya.
"Jam berapa inii?",gumamnya dan ia membelalakkan matanya ketika melihat jam di dinding menunjukkan pukul 6 pagi.
"Ya Tuhan.. aku kesiangan",Kirana segera bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri,setelah mengganti pakaiannya dengan seragam sekolah Kirana buru-buru menuruni anak tangga.
Kirana menuju ke meja makan,dan disana mbok Darmi sudah menyiapkan roti bakar dengan selai coklat dan segelas susu hangat.Kirana memakan sarapannya dengan tergesa-gesa.
"Pelan-pelan non nanti tersedak",ucapbok Darmi.
"Kirana takut terlambat sekolah mbok",jawab Kirana.
"Nggak biasanya non Kirana bangun kesiangan?",ucap mbok Darmi.
"Semalam Kirana nggak bisa tidur mbok,tengah malam baru tertidur",jawab Kirana.
"Pasti lagi kangen sama tuan yaa",goda mbok Darmi.
"Ahh.. simbok ini bisa aja",jawab Kirana malu.
"Oh,,yaa.. ponselku dimana ponselku, jangan-jangan semalam mas Fahri telepon dan aku nggak tahu",batin Kirana.
"Emm.. mbok bilangin pak sakir suruh siapin mobil yaa.. kirana mau ngambil handphone Kirana ketinggalan di kamar",ucap Kirana mengakhiri sarapan paginya dan beranjak menaiki anak tangga menuju ke kamarnya.
Setelah mendapatkan apa yang dicarinya Kirana bergegas menuju ke depan rumah, terlihat pak sakir sudah siap dengan mobilnya.Kirana langsung menaiki mobilnya.
Di dalam mobil,ia mengecek ponselnya dan tak ada satupun panggilan dari Fahri ataupun Riko,raut mukanya pun berubah kecewa,ia kemudian menaruh ponselnya ke dalam tas.
Selang beberapa menit ponselnya bergetar dan ternyata panggilan video dari Fahri.Raut wajah Kirana berubah menjadi bersemangat dan bahagia
"Hallo sayang.. kamu.. lagi di mobil?mau berangkat sekolah yaa?",tanya Fahri setelah melihat Kirana yang berada di dalam mobil.
Tapi Kirana hanya diam tak menanggapi pertanyaan Fahri.
"Sayang.. kamu kenapa sih?kok mukanya di tekuk gitu",tanya Fahri kembali.
"Kirana marah sama mas Fahri",ucap Kirana pura-pura marah padahal sebenarnya dia sangat bahagia dapat video call dari Fahri.
"Kok marah.. kenapa?",tanya Fahri penuh perhatian.
"nggak tahu ahh.. fikir aja sendiri",Kirana memanyunkan bibirnya membuat Fahri gemas.
"sayang kenapa bibirnya dimanyun-manyunin kamu sengaja yaa menggodaku",goda Fahri.
"Tahu ah.. pokoknya Kirana marah sama mas Fahri",
"Sayang.. maaf,semalam ponselku lowbat,punya Riko juga lowbat jadi aku tidak bisa menghubungimu",ucap Fahri menyadari kalau Kirana pasti akan marah karena dari semalam ia tidak memberinya kabar.
__ADS_1
"kamu mau kan maafin aku,sayang...",lanjut Fahri.
Bukannya menjawab pertanyaan fahri,Kirana malah iseng mengerjai Fahri dengan membuka kancing baju seragamnya yang bagian atas hingga memperlihatkan belahan dadanya.
"tumben panas bangett sihh",Kirana mengibas-ngibaskan tangannya sambil memegangi bagian kancing yang terbuka itu agar terlihat lebih terbuka lagi.
"Sayang... kamu apa-apaan sihh,benerin nggak kancingnya,itu kelihatan..",ucap Fahri geram.
Tapi Kirana pura-pura tidak mendengarnya,malah sibuk mencari pose agar Fahri tergoda.
"sejak kapan aku jadi genit gini.. ahh,genit sama suami sendiri ini,halal kan",batin Kirana merasa lucu dengan tingkahnya.
"Sayang,kau sengaja menggodaku kan,awas yaa.. kalau aku pulang tidak akan aku kasih ampun",ucap Fahri penuh penekanan dan berhasil membuat kirana bergidik ngeri,Iapun segera membenarkan kancing bajunya kembali .
"Mas fahri kapan pulang,Kirana kangen..",dan akhirnya kata itu keluar sendiri dari mulut Kirana.Kirana menutup mulutnya spontan.
"aku juga kangen sayang,tunggu sebentar yaa.. sampai pekerjaanku disini selesai,aku akan berusaha menyelesaikannya secepat mungkin agar bisaa cepat pulana",jawab Fahri.
"janjii..".
"Iyaa,janjii.. ya sudah kamu sekolah yang benar,ingat jaga diri baik-baik,dan jaga hati kamu juga yaa",ucap Fahri dan diangguki oleh Kirana.
"I Miss you honey.. nanti malam aku telepon lagi yaa,byee..",setelah itu Fahri mengakhiri panggilan videonya.
"I Miss you too,hubby",gumam kirana sembari tersenyum.
"Dorr..!!!",Kirana mengagetkan Vita yang terduduk lesu dibangkunya.
"Ehh Kirana...",ucap Vita tak bersemangat.
"Tumben bangett.. ada apa kok nggak bersemangat?",tanya Kirana.
"Nggak apa-apa kii..kamu kemarin kemana kok nggak masuk sekolah?",tanya Vita balik.
"Oh itu.. emm,aku.. aku kurang enak badan kemarin jadi aku izin nggak masuk sekolah",jawab Kirana.
"Ehh Vita.. nanti pulang sekolah main tempatku yuukkk,sekalian nginep juga nggak apa-apa", lanjut Kirana
"Ahh.. nggak ah, nggak enak sama suamimu",jawab Vita.
"Mas Fahri lagi ada kerjaan di Bali,aku nggak ada teman di rumah,sepi banget..kalau kamu nginep kan enak,aku ada temannya,gimana?",ucap Kirana
"Tapi.. boleh nggak sama mas Fahri?",tanya Vita.
"Pasti dibolehin kok..Nanti aku minta izin sama mas Fahri".
"Okee, boleh dehh",jawab Vita sambil tersenyum.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong mas ganteng ke Bali sendiri atau sama siapa?",tanya Vita kembali.
"Ohh.. mas Fahri sama mas Riko ke Balinya".
"ohh.. mas-mas nyebelin itu".
"kok nyebelin??mas Riko itu baik tahu..humoris lagi",ucap Kirana.
"Humoris apaan.. orang nyebelin gituu",jawab Vita.
"hati-hati lho dari nyebelin lama-lama jadi ngangenin,hehehe",kirana menggoda Vita.
"mana ada.. sebel kok jadi kangen?",elak Vita.
"Kamu tahu nggak kepanjangan dari sebel?".
"Apa emangnya?",
"Sebel itu seneng betul,hahahh".
"ihh.. nah ini kamu tuh yang seneng betul godain aku,awas yaa.. aku nggak mau nemenin kamu,nginep di rumahmu",Vita pura-pura marah.
"Ih Vita.. gitu aja ngambekk,maaf dehhh",ucap Kirana.
"Oke, permohonan maaf diterima,hahhah",Vita dan Kiran tertawa bersamaan dan saling berpelukan.
Beberapa jam kemudian bel pulang sekolah pun berbunyi,Vita dan Kirana menunggu pak sakir di depan gerbang sekolah.
"Pak sakir lama banget Ki.. tumben-tumbenan?", ucap Vita.
"iya.. biasanya selalu datang awal waktu,nah itu mobilnya,emang bener-bener panjang umur pak sakir",ucap Kirana yang melihat mobil pak sakir menuju ke arahnya dan Vita.
"Kamu mau mampir ke rumahmu minta izin dulu nggak kalau mau nginep tempatku?", tanya Kirana.
"Nggak usah Kii..tadi aku sudah kirim pesan ke mama dan dibolehin,emm.. aku pinjem bajumu yaa buat ganti,hehehe",jawab Vita sambil mengedip-ngedipkan matanya sambil tersenyum.
"apa sih yang nggak buat kamu,vita..hahahh",ucap Kirana dan mereka pun tertawa bersama.
Sepanjang perjalanan pulang Kirana dan Vita bercanda gurau hingga tak terasa mereka sudah sampai di depan rumah Fahri.
TBC dears.
**Please like,komentar dan vote yang banyak yaaa...
Semua komentar dari para readers selalu author baca, walaupun tidak bisa balas satu persatu.
thank you readers yang sudah mendukung karya author,jangan lupa berikan rate πππππdan favoritkan juga yaa,agar tidak ketinggalan up episode terbarunya.
__ADS_1
happy reading dears π€π**