Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#148


__ADS_3

Kirana keluar dari kamarnya setelah cacing-cacing diperutnya melakukan aksi demo dan minta segera diisi.Ia melihat Riko yang masih tertidur pulas diatas sofa,namun ia tak melihat Fahri.Kirana melihat pintu kamar yang terletak disebelah kamar yang ia tempati dan Fahri tertutup.Jadi ia fikir Fahri beristirahat disitu.


Kirana tadi sebenarnya tak benar-benar marah,ia hanya berpura-pura saja,ia masih kesal dengan Fahri yang pagi-pagi sudah mengerjainya dan membuat ia merasa nanggung sementara suaminya tak mau bertanggungjawab menyelesaikan permasalahannya.


Kirana melihat banyak kantong plastik diatas meja ada beberapa kue dan makanan ringan.Riko memang sangat bisa diandalkan,ia begitu setia dengan Fahri bahkan ia rela jauh-jauh datang ke kota ini hanya untuk memastikan keadaan Fahri dan membawanya banyak makanan.


Sekilas Kirana menyunggingkan senyumnya,ia merasa bersyukur Fahri mempunyai sahabat sekaligus sekretaris dan asisten pribadi yang sangat baik dan perhatian seperti Riko.Namun hal itu membuat ia jadi mengingat Vita sahabatnya,ia merasa sudah saatnya ia membuka diri lagi dengan Vita,biar bagaimanapun Vita adalah sahabat terbaiknya.


Banyak kenangan manis yang ia habiskan bersama Vita,dan ia tidak mau karena nila setitik rusaklah susu Sebelanga.Karena satu keburukan bisa menghapus beribu-ribu kebaikan,ia tidak mau menjadi manusia pendendam dan memilih berdamai dengan keadaan.


Kirana memutuskan menyimpan kue dan makanan kering yang dibawa oleh Riko,dan memasak makanan untuk makan siang mereka.Riko yang mencium aroma sedap masakan menggeliatkan tubuhnya,hingga membuka matanya.Ia melihat Kirana sudah selesai menyiapkan makan siang dan menatanya di meja.


"Mas Riko sudah bangun??",tanya Kirana yang melihat Riko sudah berganti posisi,tidak lagi berbaring melainkan duduk.


"Eh iya Kii..perutku keroncongan gara-gara cium bau masakan kamu..",jawab Riko jujur,memang benar saat ini perutnya terasa lapar apalagi mencium bau sedap makanan membuat perutnya semakin berbunyi keroncongan.


"Ya sudah kita makan siang bareng mas..tolong bangunin mas Fahri juga ya,sekalian mas Riko bersih-bersih dulu gihh..",ucap Kirana sembari tersenyum.


"Emm..Ki sebenarnya yang tadi itu..",Riko ingin menjelaskan kejadian yang tadi agar Kirana tidak salah faham dengan Fahri,namun Kirana seolah tahu apa yang akan diucapkan Riko,dia pun memotong perkataan Riko.


"Aku sudah tahu mas.. mas Riko tenang saja,aku tadi tidak benar-benar marah kok, sekali-kali kalian juga kan harus dikasih pelajaran..",ucap Kirana terkekeh pelan.


"Jadi kamu nggak beneran marah kan Kii...",tanya Riko dan Kirana menggelengkan kepalanya sembari tersenyum.


"Yess..nggak jadi potong gaji",seru Riko dan membuat Kirana tertawa melihat tingkah Riko.


"Boss mesti tahu nihh...",ucap Riko sembari beranjak dari duduknya ingin melangkahkan kakinya ke kamar untuk memberi tahu kepada fahri bahwa istrinya tidak benar-benar merajuk.


"Ehh..eh.. mas Riko mau ngapain??",tanya Kirana.

__ADS_1


"mau ngasih tahu bos lah..",jawab Riko antusias.


"Ehh..biarin saja jangan dikasih tahu,aku masih ingin memberi bos mu itu pelajaran setidaknya sehari ini saja biar dia tahu rasa,salah sendiri siapa suruh ninggalin istrinya pas lagi nanggung-nanggungya,upshh...",Kirana menutup mulutnya sendiri, sepertinya kali ini dia keceplosan berbicara.


"Kenapa Kii...maaf tadi aku kurang dengar kamu bicara,aku sedang membalas pesan dari Vita",ucap Riko.


"Nggak mas..nggak apa-apa pokoknya mas Riko jangan bilang ke mas Fahri kalau aku marahnya bohongan",ucap Kirana.


"Yaa...alamat beneran potong gaji dehh...",gumam Riko.


"Mas Riko nggak usah khawatir,gaji mas Riko tetap utuh nggak akan dipotong,aku yang jamin..",ucap Kirana.


"Kirana kamu memang terbaik dehhh...",seru Riko.


"Ya sudah mas Riko bangunin mas Fahri dulu suruh bersih-bersih sekalian,aku tunggu dimeja makan..",ucap Kirana.


"Siap nyonya Fahri...",ucap Riko sembari membungkukkan badannya dan tingkahnya itu membuat Kirana tergelak.


Kirana yang melihat Fahri dan Riko sudah duduk,ia pun melayani Fahri dengan mengambilkan makanan untuknya, dan menaruhnya di depan Fahri.


"Terima kasih sayang...",ucap Fahri sembari menatap wajah Kirana.


Namun sayangnya Kirana tak memperdulikannya.kemudian ia melakukan hal yang sama untuk Riko dengan mengambilkan makanan dan memberikannya ke Riko.


"Aduhh Kii.. seharusnya kau tak perlu repot-repot,aku bisa mengambilnya sendiri..",ucap Riko tak enak hati.


"Nggak repot kok mas, silahkan dimakan mumpung masih hangat..",jawab Kirana.


Nampak Fahri mendengus kesal melihat Kirana yang mengacuhkannya dan bersikap ramah kepada Riko.Fahri yang duduk di sebelah Riko pun menyenggol lengan Riko dengan sikutnya.Namun Riko yang asyik menikmati makanannya tak memperdulikannya.Tapi Fahri kembali melakukan hal yang sama dan Riko mulai terganggu.

__ADS_1


"Apa sihh bos..",tanya Riko pelan sambil menggeram.


Fahri menunjuk Kirana dengan dagunya,"ingat kau sudah berjanji kepadaku..",Fahri mengingatkan Riko kembali tentang janjinya yang akan menjelaskan kesalahfahaman diantara Fahri dan Kirana.


"Nanti saja lahh bos..ini kan di meja makan nggak baik kalau makan sambil ngomong",jawab Riko beralasan.


Lagi-lagi Fahri mendengus kesal,ia pun kembali menyantap makanannya dengan tak berselera.


"Mas Riko, bagaimana keadaan Vita??",tanya Kirana tiba-tiba.


"Vita??Vita baik..",jawab Riko,ia sedikit tidak percaya Kirana menanyakan keadaan Vita.Riko fikir Kirana masih marah dengan istrinya.


"Emm..Kirana,mengenai kejadian yang lalu,aku dan Vita minta maaf kepadamu,kami sangat menyesal apalagi Vita dia merasa bersalah,dia sudah menyadari bahwa apa yang sudah ia perbuat itu salah,nggak seharusnya dai berkata kasar kepadamu.. ",jelas Riko.Riko fikir ini kesempatan yang pas untuk menjelaskan semuanya kepada Kirana,tentang penyesalan Vita yang sudah berbuat kasar kepada Kirana.


"Apalagi setelah mendengar kamu jatuh sakit,Vita merasa semakin bersalah...",lanjut Riko.


"Aku sudah memaafkan Vita mas,wajar Vita seperti itu mungkin hormon kehamilannya yang membuat nya seperti itu..",ucap Kirana seraya tersenyum.


"Jadi kamu nggak marah sama Vita??",tanya Riko dan Kirana menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"Vita itu sahabatku..masak gara-gara satu kesalahan aku harus melupakan semua kebaikan Vita kepada ku selama ini", ucap Kirana.


"Terima kasih Kii..Vita pasti senang mendengar ini semua",ucap Riko.


Sementara Fahri merasa diacuhkan melihat Riko dan Kirana terlibat obrolan akrab.


"Katanya dimeja makan nggak boleh ngobrol,mana??",ucap Fahri tiba-tiba sembari menatap tajam ke arah Riko.


Riko yang mendapat tatapan tajam dari Fahri menjadi salah tingkah,ia pun memilih menundukkan kepalanya dan melanjutkan kegiatan makan siangnya.

__ADS_1


TBC dears..


happy reading dears 🤗😘


__ADS_2