
Usai membersihkan tubuhnya Fahri kembali ke kamarnya dan mendapati Kirana yang masih berbalut selimut tebal,Fahri yang hanya menggunakan handuk sebatas pinggulnya itu dan memperlihatkan dada bidangnya dan rambutnya yang basah karena sisa-sisa air menambah kesan seksi Dimata Kirana.Lagi-lagi Kirana menutup seluruh tubuhnya dengan selimutnya itu,namun berhasil ditahan oleh Fahri.
"Dari tadi kau menyembunyikan wajahmu dan tubuhmu dibalik selimut itu",ucap Fahri menggoda sembari berusaha membuka selimut yang dipakai Kirana.
"ehh..jangannn ",Kirana menahan selimutnya agar tetap menutupi tubuhnya.
"Kenapa?",tanya Fahri.
"Emm..akuu..aku malu",Kirana menundukkan kepalanya.
"Kenapa malu??".
"Emm..aku tidak nyaman dengan baju yang dikasih kak Laras",ucap Kirana.
"Memang seperti apa bajunya??coba lihat..".
"Jangan bajunya tipis, seperti kekurangan bahan,tapi kak Laras memang bilangnya dipakainya pas didepan mas Fahri saja sihh",Kirana memanyunkan bibirnya membuat Fahri semakin gemas saja.
"Ya sudah sekarang coba aku mau lihat".
"Emm..tapi janji jangan diketawain yaa",
"janji dehhh",ucap Fahri sambil tersenyum.
Kirana bangun dan pelan-pelan membuka selimut yang menutupi tubuhnya.Dan fahripun melongoh dibuatnya.Siapapun laki-laki normal didunia ini pasti akan menelan ludah melihat bentuk tubuh Kirana yang sintal,ditambah dengan lingerie seperti itu menambah kesan seksi pada dirinya.Bagian dada yang menyembul seakan memaksa untuk keluar,lekuk tubuh yang nyari sempurna bak gitar spanyol.
"Tuhh kan.. mas Fahri pasti mau ngetawain Kirana",Kirana merajuk.
"ssttt.. ",Fahri mengarahkan jari telunjuknya ke bibir Kirana.
"Kamu sangat cantik sayang.. kamu terlihat lebih seksi dengan pakaian seperti itu",bisik Fahri tepat ditelinga Kirana.
Kirana menjadi salah tingkah dengan ucapan Fahri.Fahri mendekati kirana,mereka saling beradu pandang sebelum bibir Fahri mengecup bibir Kirana, awalnya hanya kecupan singkat tapi lama-lama keduanya mengharapkan lebih,entah siapa yang memulai duluan tapi bibir mereka saling berpagutan dan mengulum satu sama lain.
Fahri menggiring Kirana keranjangnya dan menidurkannya pelan,Fahri membenamkan kepalanya diceruk leher Kirana,bibirnya menyusuri leher Kirana,membuat Kirana menggelinjang merasakan kegelian yang aneh,tak lupa Fahri meninggalkan tanda kepemilikan disana.
Tangan Fahripun sibuk bergerilya memainkan benda kenyal yang berada dibagian dada Kirana,Fahri meremas-remas bulatan kenyal itu sesekali ia memilin pusat inti dibagian tersebut sehingga menimbulkan getaran aneh pada diri kirana.
Ciuman Fahri turun ke dada Kirana,dan berhenti di gundukan kembar Kirana,fahri menjilati gundukan itu secara bergantian, terkadang menggigit-gigit kecil pusat intinya menimbulkan desahan-desahan manja yang keluar dari mulut Kirana.
__ADS_1
Entah kapan lingerie itu terlepas dari tubuh Kirana,yang jelas sekarang Kirana benar-benar polos tanpa sehelai benangpun, begitupun juga dengan fahri,tak tahu sejak kapan handuk yang membalut tubuhnya terpisah dari badannya.
Tangan Fahri terus menyusuri tubuh Kirana dan berhenti tepat di liang kenikmatannya.Fahri membelainya dengan lembut, gairahnya semakin memuncak melihat goa kenikmatannya seakan menantangnya untuk segera bermain-main disan,Fahri menciuminya sesekali ia menjilatinya.
Darah Kirana berdesir hebat merasakan kenikmatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya,ia menyalurkan hasratnya dengan meremas-remas dan menjambak rambut Fahri sembari mendesah memanggil-manggil nama Fahri.Sementara Fahri masih sibuk diantara pangkal paha Kirana,sesuatu yang menjadi favoritnya saat ini.
"Uhh..ahhh.. ma..sss.. Fahri.. ahhh",Kirana mendesah merasakan kenikmatannya.
"Ma..sss Fahriii.. Kirana seperti ingin pipis ahh..",ucap Kirana disela desahannya.
Hal itu malah membuat Fahri semakin bersemangat untuk menaklukkan Kirana dan memuaskannya.
"Lepaskan saja disini sayang..",bisik Fahri dengan suara paraunya.
Mulut Fahri begitu terampil bermain di area kenikmatan Kirana, terkadang ia mencium,menjilat dan menyedotnya sesekali dan itu berhasil membuat Kirana mencapai puncak kenikmatannya.
"Uhhhh....ahhhh..ma..sss.. aku keluar,enghhh..",kirana melenguh panjang badannya bergetar hebat ketika berada dipuncak kenikmatannya,Fahri malah justru menyapu bersih sisa-sisa kenikmatan yang keluar itu sehingga membuat Kirana terkulai lemas, energinya mendadak habis.
Fahri memberikan kesempatan Kirana untuk beristirahat terlebih dahulu,dan ia pindah ke area favorit lainnya selain di goa kenikmatan Kirana.Fahri kembali meremas-remas bulatan kenyal yang berada di dada kirana.sambil mengarahkan tangan Kirana untuk memegang batang kejantanannya yang berdiri tegak.ia membisikkan sesuatu ke telinga Kirana.
"Mas ingin sayang..boleh",Fahri meminta izin kepada Kirana.
Tadinya Kirana ingin menolak,tapi ia teringat dengan pembicaraannya dengan Laras siang itu.
"Sayang mas mau...",tanya Fahri sekali lagi.
Akhirnya Kirana mengangguk dan mengiyakan,Fahri mencium bibir Kirana setelah mendapat lampu hijau dari kirana, Tangannya pun TK tinggal diam terus bergerilya kesana kemari,ia Ingin membangkitkan gairah Kirana kembali.
Tangan Fahri membelai lembut kepunyaan Kirana,jari telunjuknya berusaha masuk ke dalam tapi seperti terhalang sesuatu,dan itu membuat Kirana kesakitan.
"Sayang... sakittt...",rengek Kirana.
Fahri menghentikan aktivitasnya,ia membelai lembut pipi Kirana,lalu mengulum bibir Kirana,fahri berusaha menenangkan Kirana.
"Tahan sebentar sayang.. ",bisik Fahri lembut.
Fahri memposisikan dirinya ditengah-tengah kedua kaki Kirana,mengarahkan batangnya kedalam liang diantara dua pangkal paha Kirana.Awalnya Fahri sangat susah untuk menembus benteng pertahanan Kirana, berkali-kali mencobanya dan berkali-kali pula Kirana mengaduh kesakitan.
"Auwwhh.. saakiit mass..",Kirana merengek kesakitan.
__ADS_1
"Sssttt.. tahan sebentar sayang",bisik Fahri.
Fahri mencoba menembus pertahanan Kirana tapi lagi-lagi Kirana menjerit kesakitan,sampai mengeluarkan air mata dan membuat Fahri tidak tega untuk menyakiti gadisnya.
"Kita ulangi lagi lain kali yaa..maaf sudah membuatmu kesakitan seperti ini",ucap Fahri sambil menghapus air mata yang terjatuh di pipi kirana.
Kirana melihat wajah Fahri seperti memendam kekecewaan,hasratnya belum sepenuhnya tersalurkan.Fahri ingin beranjak bangun tapi tangannya kemudian ditarik oleh Kirana.
"Lakukan sekarang..",ucap Kirana.
"Tapi kamu...".
"Aku tidak apa-apa,aku akan menahannya,sakit sebentar kan..",Kirana tersenyum walaupun dalam hatinya dia merasa takut.
Fahri tersenyum dan memeluk Kirana.Ia kemudian melakukan foreplay lagi agar kirana merasa nyaman dan tidak tegang.Kembali Fahri berusaha membobol benteng pertahanan Kirana,sekali,dua kali tapi belum berhasil dan akhirnya untuk percobaan yang ketiga kalinya Fahri berhasil masuk kedalamnya bersamaan dengan jeritan kecil dari Kirana,tangan Kirana mencengkeram kuat sprei yang ada di bawahnya.
Fahri membenamkan kepunyaannya berada didalam milik kirana, membiarkannya sebentar setelah itu ia mulai menghentakkan perlahan demi perlahan diiringi dengan desahan-desahan dari Kirana,kali ini bukan desahan kesakitan yang ia rasakan, melainkan kesakitan yang berubah menjadi kenikmatan yang menjalar ke seluruh tubuhnya.
"Uhh..ahh..uhh..ahhh...",desahan itu keluar dari mulut kirana bersamaan dengan setiap hentakan yang diciptakan Fahri.
"Ohh.. sayanggg.. ini nikmat sekali,uhh..",mulut Fahri meracau merasakan kenikmatan yang lama tak pernah ia rasakan didalam kesendiriannya.
"Kirana.. sayang.. ahhh... aku sangat mencintaimu",mulut Fahri tak hentinya meracau.
"Sayanggg... aku seperti mau pipis,ahh",ucap Kirana.
"Tunggu sayang kita keluar bersamaan yaa",Fahri semakin cepat memompa Kirana,Ia menghentakkan dengan cepat seakan ada sesuatu yang ingin segera ia tuntaskan.
"Sayang... ahh..ahhh.. a..ku..keluar",ucap kirana.
"Ahhh.. aku juga sayang",sahut Fahri.
Tubuh keduanya bergetar hebat,merasakan puncak kenikmatannya,Kirana terkulai lemas dan Fahri jatuh menindihi tubuh Kirana.
"Thank you sayang... I love you",bisik Fahri lembut.
"Love You too",jawab Kirana seraya tersenyum dan memeluk Fahri.
TBC dears...
__ADS_1
terima kasih atas dukungan readers semua,hari ini author usahakan up 2x yaa..
happy reading dears 🤗😘