
Fahri memberikan jeda sebentar untuk istrinya itu sebelum ia melanjutkan aksinya,sudah kepalang tanggung karena antena radarnya masih on,iapun butuh pelepasan.
Fahripun memposisikan Kirana dibawahnya,Tidak butuh lama untuk menyatukan miliknya dan Kirana.Iapun memompa perlahan demi perlahan,Kirana sangat menikmati permainan itu.
"Ahh ..ehmmm...",g*irah Kirana kembali bangkit.
Tak hentinya mulutnya meracau merasakan sensasi yang diciptakan oleh Fahri.Fahri yang akan mencapai kl*maksnya mulai memompa tubuh Kirana dengan cepat dan akhirnya tubuh keduanya bergetar dengan hebat.Keringat keduanya bercucuran membasahi tubuh mereka.
Fahri membaringkan tubuhnya disamping Kirana,ia mengecup puncak kepala Kirana,dan memeluknya dari belakang.
"Terima kasih sayang..",ucap Fahri lirih.
Kirana membalikkan tubuhnya sehingga kini keduanya berhadapan.Fahri mengelus perut Kirana yang masih rata.
"Benarkah disini ada Fahri junior?",Fahri menatap Kirana sambil tersenyum.
Kirana tergelakk mendengar ucapan Fahri.
"Bahkan aku sendiri masih tidak percaya",ucap Kirana.
"Apa kamu tidak apa-apa sayang..",tanya Fahri.
"Maksud mas Fahri??",Kirana mengernyitkan dahinya pertanda tidak mengerti dengan ucapan Fahri.
"Kamu pernah berkata,kalau kamu takut hamil.. karena kamu masih.. hmmfhh".
Kirana membungkam mulut Fahri dengan bibirnya.
"Kenapa kamu sekarang banyak bicara mas... aku bersyukur atas anak yang ada dikandunganku saat ini ",Kirana tersenyum menatap Fahri.
"Aku mencintaimu sayangg...",Fahri memeluk Kirana.
"Sebenernya masih ada yang menganggap di hatiku mas,aku memikirkan sekolahku",Kirana menyampaikan kekhawatirannya.
"Sayang.. kalau perutmu sudah membesar kamu bisa ikut home schooling saja,atau kalau mau sekarang pun kamu bisa home schooling saja nanti aku akan ke sekolahmu",ucap Fahri sembari mengelus perut istrinya itu
__ADS_1
"Jangan mas.. aku masih ingin bertemu teman-temanku,nanti saja kalau perutku sudah kelihatan membesar aku mau home schooling",jawab Kirana
"Oke terserah kamu saja sayang...",Fahri tersenyum.
"Terima kasih..",Kirana kembali mencium bibir Fahri.
"Sayang..kamu mulai nakal yaa",ucap Fahri.
Kirana menciumnya sekali lagi,kali ini Kirana sengaja menyesap dan sedikit menggigit bibir Fahri,ketika Fahri akan membalas ciumannya Kirana melepaskan nya.
"Sayang .. kau sengaja menggodaku",erang Fahri kesal dan justru berhasil membuat Kirana tertawa.
"Sayang kamu harus tanggung jawab..lihat inii",Fahri menunjukkan keris pusakanya yang berdiri tegak menantang.
"upshh..",Kirana membulatkan matanya seraya menutup mulutnya yang mengangah.
Fahri mulai merangkak keatas tubuh Kirana,Sepasang dua insan itu melakukan pelepasan untuk yang kedua kalinya.Entah kenapa Kirana juga mulai menikmati hubungannya dengan Fahri,bahkan dia sudah tidak malu-malu lagi.
Fahri menyudahi pergulatan Akbar mereka,Fahri berkali-kali membubuhi ciuman diperut Kirana.
"Maafkan aku sayang.. semoga papa tidak menyakitimu",ucap Fahri sambil mengelus perut Kirana dan menciumnya.
"semoga kehamilan ku ini menjadi berkah dalam rumah tangga kita..",batin Kirana.
*****
Keesokan harinya, Seperti biasanya Kirana mengalami morning sickness,Fahri yang sedari tadi khawatir karena Kirana didalam kamar mandi sudah sangat lama.
"Kirana.. kamu tidak apa-apa?",tanya Fahri cemas sambil mengetuk pintu kamar mandinya.
Kirana membuka pintu kamar mandinya,Ia keluar dengan wajah yang sangat pucat dan badannya terlihat lemas.Fahri memapah Kirana ke ranjangnya dan merebahkan tubuhnya.
"Auuhhh...", Kirana mengaduh memegangi perutnya.
"Kenapa sayang...",tanya Fahri panik.
__ADS_1
"Perutku mas.. rasanya sakit sekali..auhhh",jawab Kirana sembari memegangi perutnya.
"Aku telepon dokter yaa..",Fahri panik.
Kirana meringis sambil menggeleng.
"Sayang.. gimana dong.. kamu jangan bikin aku panik", ujar Fahri.
Fahri yang tidak tega melihat Kirana,mulai mengelus perut istrinya itu.
"Sayang kamu jangan nakal dong... kasihan mommy kesakitan",ucap Fahri sambil tetap mengelus-elus perut Kirana.
Kirana merasa nyaman dengan elusan Fahri diperutnya.Perlahan rasa sakit diperutnya memudar.
"Sayang.. apa masih sakit??",tanya Fahri.
"sudah lebih baik sayang...",jawab kirana tersenyum.
"nah.. gitu dong sayang.. terima kasih atas kerjasamanya sayang..",Fahri kembali mengelus perut kirana dan menciumnya berkali-kali.
"Sayang kita sarapan dulu yuukk.. kamu kan harus banyak ",ajak Fahri.
"Iyaa mas..",jawab Kirana.
"Kamu masih pusing atau..".
"nggak mas.. Kirana sudah nggak pusing lagi,Kirana bisa jalan sendiri,ayo kita ke bawah",ucap Kirana.
Mereka akhirnya menikmati sarapan paginya bersama.
TBC dears..
mohon maaf kemarin author tidak up dikarenakan author sedang kurang sehat.
dan mohon maaf hari ini belum bisa double up.
__ADS_1
terimakasih atas dukungannya..
happy reading dears 🤗😘