Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#32


__ADS_3

Kirana sedang duduk di teras depan rumah, sembari memandang langit malam.Tampak sangat jelas begitu dia sangat merindukan Fahri,tapi lagi-lagi ego yang membuatnya menyampingkan perasaannya itu.


Kirana ingat betul saat kebersamaannya bersama Fahri sewaktu di Bali,rasanya baru saja mereka merasakan indahnya cinta tapi kenyataannya kini dia harus menelan kekecewaan.


"Kirana..".


Suara Doni membuat Kirana terperanjat dan kaget sehingga membuyarkan lamunan Kirana seketika.Kirana menoleh ke arah Doni yang sudah duduk disebelahnya.


"Kirana..sudah tiga hari kau disini,dan sudah waktunya kamu pulang",ucap Doni.


"Mas Doni mengusir Kirana?",Kirana mengernyitkan dahinya.


"Mas Doni tidak mengusirnya Kirana,kau boleh tinggal di rumah ini kapanpun kau mau".


"Nah itu tadi...mas Doni menyuruh Kirana pulang,rumah Kirana kan disini,mau pulang kemana lagi?",tukas Kirana.


"Kirana memang betul rumah ini rumahmu juga,tapi tempatmu sekarang bukan disini,harusnya saat ini kau bersama suamimu,bukan disini",jelas Doni hati-hati


"Kirana belum siap untuk kembali ke rumah mas Fahri",jawab Kirana dengan tatapan kosong.


"Sampai kapan!!",ucap Doni tegas.


"Aku berani bertaruh sampai kapanpun kau tidak akan pernah siap,karena kau terlalu meninggikan egomu",lanjut Doni dengan menyebikkan bibirnya.


Kirana hanya diam saja,kepalanya menunduk kebawah menyembunyikan air matanya yang akan jatuh.


"Kenapa kau menunduk,kau sedih??atau kau menangis??,sindir Doni.


"Kau tahu.. sebenarnya kesedihan itu kau sendiri yang ciptakan,coba kau mau sedikit saja mengerti dan menurunkan egomu,kau pasti.."


"Cukup mas Doni.. sudah hentikan,Kirana tau memang Kirana egois,Kirana tahu Kirana yang salah",tukas Kirana sambil menangis dan berlari ke kamarnya.


Laras yang mendengar keributan itu menghampiri Doni.


"Seharusnya kau jangan sekeras itu dengan Kirana",ucap Laras kepada Doni.


"Biar saja.. memang aku sengaja bicara seperti itu biar hatinya terbuka",jawab Doni masih dengan emosi tinggi.


"Tapi Kirana itu..".


"Kirana bukan anak kecil lagi,kau jangan terlalu memanjakannya,dia sudah punya keluarga Laras!!",Doni menatap tajam Laras.


Laras hanya diam,memang benar apa yang dikatakan Doni dann seharusnya Kirana segera menyelesaikan masalahnya dengan Fahri agar tidak semakin berlarut-larut.


*****


Sementara di rumah Fahri,Fahri sedang menemani Sherly menonton film kesukaannya.


"Paa.. besok temani Sherly ya ke toko buku",ucap Sherly.


"Sherly berangkatnya diantar pak Dirman ya,nanti papa menyusul,soalnya besok papa ada meeting sampai siang",jawab Fahri lembut.


"Siap boss",jawab Sherly seraya memberikan hormat kepada Fahri.


Keesokan harinya Fahri dan Sherly sarapan bersama.


"Kamu mau ke toko buku jam berapa sayang?",tanya Fahri.


"emm.. nanti siangan lah pa,jam 1 siang,oh ya pa.. setelah dari toko buku kita nonton yuukk.. sudah lama Sherly gak me time sama papa",Sherly pura-pura merajuk.

__ADS_1


"Hari ini papa ada meeting sampai siang,setelah itu papa free,kita me time bareng...",ucap Fahri antusias.


"serius pa..",tanya Sherly penuh semangat.


"Hemm..",Fahri mengangguk.


"Yeahhh....", Sherly bersorak gembira.


"heii.. aku juga mau ikuttt me time bareng kalian",seru Riko yang tiba-tiba datang.


"Cihh..siapa yang mau mengajakmu,hahh",ucap Fahri.


"Sherly.. apa kau tega dengan om Riko,selama ini om Riko sudah baik denganmu,teganya kalian bersenang-senang sendiri tanpa om Riko",Riko memasang wajah memelas kepada Sherly.


"Pa... kita ajak om Riko juga yaaa",ucap Sherly tak tega melihat Riko yang terlihat memelas.


"Hahh.. kau yakin sayang?".


"Iya paa.. selama ini om Riko kan sudah baik dengan kita, lagian kita juga belum pernah keluar bertiga kan,pasti seru...", Sherly berkata sambil tersenyum lebar.


"Boleh ya pa.. please",ucap Sherly memohon.


"Iyaa.. bolehlah",Jawab Fahri.


"Yeahhh...",teriak Sherly dan Riko kompak,mereka juga saling tos dan jingkrak-jingkrak kesenangan.


"Sudah jingkrak-jingkraknya",Sindir Fahri yang berhasil membuat Sherly dan Riko menghentikan aktivitas jingkrak-jingkraknya.


"Riko.. ayo kita berangkat".


"Siap bos..",jawab Riko.


*****


Siang harinya Sherly diantar pak Dirman ke toko buku di sebuah pusat perbelanjaan di kota Jakarta.Sebelumnya Sherly sudah menyuruh pak Dirman kenbali ke rumah sesuai dengan perintah papanya.Sherly menunggu papanya di lobby mall tapi Fahri tak kunjung datang.


"Mana sih papa lama banget..",gumam Sherly.


Sudah lebih dari 30 menit Sherly menunggu papanya, akhirnya dia mulai jenuh dan memutuskan untuk ke toko buku duluan.


Sherly berkeliling toko buku,mencari buku yang ia inginkan dan akhirnya ketemu juga.Setelah mendapatkan buku yang diinginkannya dia langsung bergegas menuju meja kasir.Sesampainya di meja kasir Sherly merasa tidak asing melihat seorang wanita yang sedang mengantri untuk membayar buku didepannya.


Sherly mencoba mengingat-ingat sosok wanita tersebut,setelah membayar buku yang dibelinya,Sherly segera mengejar wanita itu.


"Tunggu...",teriak Sherly sambil berlari menghampiri wanita itu.


Wanita itu menoleh ke arah Sherly dan wanita itu terlihat begitu terkejut melihat Sherly.


"Momy..",ucap Sherly.


Wanita itu adalah Kirana,istri papanya.Walaupun Sherly baru sekali bertemu dengan Kirana tapi Sherly bisa langsung mengenali Kirana.


"Momy???",tanya Kirana.


"Iyaa.. momy Kirana istri papa Fahri kan?",tanya Sherly balik.


"hah.. iyaa..",Kirana tersenyum getir.


"Momy sedang apa disini,bukankah momy ditempat saudara momy?",tanya Sherly.

__ADS_1


"ehhm.. aku.. aku tentu saja sedang mencari buku,hehehe iya mencari buku ini",Kirana memperlihatkan paper bag yang berisi buku yang dibelinya tadi.


"Kok bisa kebetulan sekali yaa.. Sherly juga habis membeli buku juga",ucap Sherly tak mau kalah menunjukkan paper bag yang berisi buku yang dibelinya juga.


"Oh yaa..",Kirana tersenyum.


"Eh..momy kita kesana yuukk", Sherly menarik tangan Kirana mengajaknya ke sebuah cafe.


"Sherly kita mau kemana?",tanya Kirana.


"Momy belum makan siang kan.. kita makan siang disini yuuk temani Sherly",ucap Sherly.


"Tapi Sherly aku...".


"Please... momy temani Sherly makan yaa",ujar Sherly dengan wajah memelas.


"Baiklah..",jawab Kirana terpaksa.


"yeahhh.. momy mau pesan apa?",tanya Sherly sambil melihat-lihat menu yang ada di depannya.


"Ehm.. terserah kau saja.. samakan saja denganmu",jawab Kirana.


Sherly memanggil pelayan cafe untuk memesan makanan untuknya dan Kirana.


"Momy..kenapa momy tidak pulang-pulang?",tanya Sherly ditengah menunggu pesanan makanannya.


"Eh itu.. aku..".


"Kata papa,momy masih kangen dengan saudara momy,makanya momy belum pulang-pulang juga,benar seperti itu?",tanya Sherly.


"hahh.. iya.. seperti itu, hehehe",ujar Kirana sekenanya sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Tapi.. momy pergi dari rumah bukan karena Sherly kan?",tanya Sherly ragu.


"hah.. ti..tidak,itu tidak betul",jawab Kirana merasa tidak enak.


"Syukurlah.. Sherly lega kalau sudah mendengar sendiri dari momy",jawab Sherly dengan senyum penuh kelegaan.


"Papa benar-benar beruntung mendapatkan istri seperti momy,sudah cantik,baik hati lagi", Sherly tersenyum lebar.


"Momy.. terima kasih mau berbesar hati menerima papa dengan semua masa lalu papa dan status papa duda beranak satu, Sherly harap momy juga mau menerima Sherly dan menganggap Sherly bagian dari keluarga kalian", Sherly menggenggam tangan Kirana,air matanya pun menggenang di pelupuk matanya.


Kirana merasa terharu dengan perkataan Sherly, bibirnya keluh seakan-akan tidak mampu mengucapkan kata-kata.Begitu Jahatnya dia sudah berfikiran buruk terhadap Sherly,selama ini dia begitu egois hanya mementingkan perasaannya sendiri tanpa mau mengerti perasaan orang lain.kata-kata Sherly kepadanya seperti pukulan keras untuk dirinya yang mampu menyadarkannya dari keegoisannya selama ini.


TBC dears..


Maaf para readers author telat up nya🙏


Tetap dukung dan favoritkan karya author agar kalian tidak ketinggalan up episode selanjutnya serta berikan rate 🌟🌟🌟🌟🌟 juga yaa..


Dan jangan lupa like,coment dan vote yang banyak...


terima kasih...


dukungan kalian sangat berarti untuk author,tanpa kalian author hanya remahan rempeyek.


tetap dukung karya author yaa..


happy reading dears 🤗😘

__ADS_1


__ADS_2