Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#108


__ADS_3

"Ehh.. itu mereka",tunjuk Fahri ke arah Riko,Kinan dan Tasya yang sedang berjalan bersama.


Mereka terlihat sangat bahagia,Tasya yang dihlgandeng kedua tangannya oleh Riko dan Kinan disisi kanan dan kirinya,nampak tertawa riang.Dan itu tidak luput dari pandangan Vita,ia membuang mukanya ke samping tak mau melihat ke arah mereka.


"benar-benar seperti keluarga harmonis,hah..",batin Vita


"Haii.. ",sapa Riko sembari melambaikan tangannya.


"Aku mau mengantarkan Kinan dan Tasya pulang.. kalian mau ikut??",ucap Riko.


"Bolehh... gimana sayang??",tanya Fahri kepada kirana.


"iyaa mas... akut sih ikut ajaa",jawab Kirana.


Akhirnya mereka mengantarkan Kinan pulang ke rumahnya.Fahri mengikuti mobil Riko yang ada didepannya.


"Lho mas.. kita salah jalan..ini bukan jalan ke rumah ku..",ucap Kinan tiba-tiba tapi tak dihiraukan oleh Fahri.


"Mas.. ini bukan jalanan ke rumah ku.. kita mau kemana??",tanya Kinan.


Tiba-tiba Riko menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah,rumah minimalis dengan satu lantai, terlihat sangat indah dan sederhana.


"ini rumah siapa mas??",tanya Kinan.


"Ayo kita turun dulu...",ajak Riko.


Nampak Fahri,Kirana dan Vita sudah turun dari mobilnya.Mereks mendekati Riko,Kinan dan Tasya yang baru saja keluar dari mobil.


"Selamat datang di rumah baru kalian.. Kinan,Tasya...",ucap Riko tiba-tiba.


Fahri,Kirana dan Vita terkejut mendengar ucapan Riko.Tapi kemudian mereka bergantian memberikan selamat kepada kinan.


"Wahh.. selamat ya Kinan atas rumah barunya..",ucap Fahri seraya menyalami Kinan.


"mbak Kinan.. selamat yaa,rumahnya bagus.. banyak bunga-bunganya Kirana suka",Kirana juga menyalami Kinan.


"Selamat ya mbak Kinan.. ",Vita pun menyalami Kinan.

__ADS_1


Kinan hanya diam saja,ia masih bingung dengan semuanya.


"Tunggu-tunggu.. mas Riko ini semua apa... Kinan nggak ngerti.."Kinan meminta penjelasan dari Riko.


"Okee..kinan,maafkan akuu.. kemarin ketika aku menginjakkan kakiku di rumahmu,sungguh aku sangat prihatin dengan kehidupanmu sungguh sangat jauh dibandingkan dengan masa laluku..bahkan tempatnya saja seperti tidak layak untuk ditinggali",ucap Fahri menjelaskan.


"Aku sudah memaksakmu untuk ikut aku kembali ke Jakarta tapi kau meolaknya..aku putuskan Sepulang dari rumahmu aku mencari rumah untuk kau tinggali dan tasya.. Kinan maafkan aku,kau jangan salah faham dulu yaa.. aku hanya ingin kau dan Tasya mendapat tempat tinggal yang layak",Riko memegang bahu Kinan dengan kedua tangannya.


"Tapi mas Riko.. ini terlalu berlebihan,aku dan Tasya masih bisa tinggal di rumah yang sebelumnya.. ",Kinan menolak rumah yang diberikan Riko.


"Kinan.. aku mohon.. jangan egois,fikirkan Tasya juga.. rumah itu tidak layak huni,bahkan aku lihat atapnya pun banyak yang bocor,dinding dan kayunya pun telah lapuk.. setidaknya demi Tasya,tolong...",pinta Riko.


"Mas Riko.. kau sudah terlalu baik kepadaku,aku malu mas.. aku banyak sekali hutang Budi kepadamu..",ucap Kinan dalam isaknya.


"aku ikhlas Kinan.. kau tak perlu membalas apapun kepadaku... ini adalah sertifikat rumah sudah atas namamu yang sekarang Anindya Putri,itu kan sesuai namamu yang sekarang,terimalah..",Riko menyerahkan sertifikat rumah itu kepada Kinan.


Ketika kinan dibuang oleh keluarganya ke kota tersebut,mereka mencoret Kinan dari daftar kartu keluarga mereka,bahkan mereka mengganti identitas Kinan,semua akses tentang Kinan juga telah dihapus.namanya saat ini adalah Anindya Putri.oleh sebab itu selama bertahun-tahun Riko mencari kinan tapi tak ditemukannya.


"terimalah Kinan..kamu berhak mendapatkannya",ucap Fahri.


"Mas Riko,terima kasih.. terima kasih atas semuanya",Kinan menumpahkan air matanya ia memeluk Riko.


"Sudahlah jangan menangis..",Riko mengelus rambut Kinan.


Vita yang melihat dua kali adegan berpelukan antara Riko dan kinanpun,tak kuasa menitikkan air matanya.Ia merasa cemburu dengan keduanya.


"Sudahlah jangan menangis Kinan.. lihatlah kau sudah membuat gadis bar-bar ini menitikkan air mata karena terharu",ucap Fahri sembari melirik ke arah Vita.


"Hahah.. iyaa.. mas Fahri nglihatin aja aku hampir saja menangis karena terharu..",sahut Vita.


"bahkan mereka mengira aku menangis karena terharu,padahal aku mah cemburu.. kenapa nggak ada yang ngertiin perasaanku sihh",sungut Vita didalam batinnya.


"Ayo kita masuk ke dalam,kita lihat-lihat isi rumahnya..",ajak Riko.


"Oh,yaa di bagian depan ini.. sebenarnya ini garasi,tapi ini bisa kamu gunakan sebagai toko,Toko Kue Kinan jadi kamu nggak perlu capek-capek jalan kaki menjajakan kuemu lagi,di dalamnya sudah lengkap dengan lemari kaca untuk menaruh kue-kue mu yang akan dijual",ucap Riko.


Mereka masuk ke dalam rumah dan melihat-lihat isinya,sesuai dengan namanya minimalis,ada 2 kamar tidur,1 kamar mandi yang berada disisi dapur,1 ruangan tengah untuk bersantai atau sekedar untuk menonton televisi,dan 1 ruang tamu.

__ADS_1


"Mas... ini semua.."


"Iya.. aku sudah mengisinya dengan perabotan rumah tangga lengkap,ada lemari,tv,kulkas,kursi tamu dan lainnya,oh ya satu lagi ini.."Riko menyerahkan sebuah kunci untuk Kinan.


"Apa lagi ini mas..",tanya Kinan heran.


"itu kunci motor.. buat kamu ke pasar atau antar jemput Tasya,biar kamu nggak capek",jawab Riko.


"Mas.. ini sangat berlebihan,aku tidak bisa menerimanya..",Kinan memberikan kunci motor itu kembali ke Riko.


"Kinan.. kau tau kan aku sebenarnya sangat tidak suka penolakan",Riko menyerahkan kembali kunci motor itu ke tangan Kinan


"oh yaa.. hampir saja lupa,ini.. kau tidak boleh menolaknya",ucap Riko tegas,ia menyerahkan 2 buah benda kotak berbentuk pipih kepada Kinan.


Lagi dan lagi semua orang disana dibuat melongoh dengan kejutan demi kejutan yang dihadiahkan Riko untuk Kinan.


"disini ada sejumlah uang kamu boleh gunakan untuk modal usaha kamu,dan biaya kehidupanmu sehari-hari.. dan yang satu lagi,itu tabungan pendidikan Tasya p sampai ia tamat kuliah S1,aku harap kau pergunakan semuanya dengan bijak ya..",Riko mengelus rambut Kinan.


"Mas Riko bahkan kau sudah mempersiapkan semuanya dan masa depan Tasya juga.. aku.. aku..',Kinan tidak bisa berkata-kata lagi ia terlalu larut dalam harunya.


"Sudahlah.. ini semua hadiah dari Tuhan untukmu,buah dari kesabaranmu..",Riko tersenyum menatap Kinan.


"sebegitu cintanya mas Riko dengan mbak Kinan,sampai-sampai ia memberikan kejutan rumah hingga tabungan pendidikan untuk Tasya pun sudah dipersiapkannya..",batin Vita.


"Tasya.. Tasya mau lihat kamar Tasya nggak,ada banyak mainan lho di kamar Tasya,ayokk kita kesana..",Riko menggendong Tasya menuju kamarnya.


"ini beneran kamar Tasya..",tanya Tasya melongoh melihat kamar yang sudah didekor sedemikian rupa khas dengan kamar anak-anak ada boneka beruang besar dan banyak boneka lainnya.


"Iya sayang.. Tasya suka??",tanya Riko dan diangguki oleh Tasya.


TBC dears..


lanjut nanti malam ya gaess..


yang punya poin lebih boleh dong bunga sama kopinya buat temenin author nanti malam biar nggak ngantuk.


happy reading dears 🤗😘

__ADS_1


__ADS_2