Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#19


__ADS_3

Kirana memberanikan diri mengintip ke ruang kerja Fahri,benar saja semua terlihat berantakan.Nampak Fahri menyembunyikan wajahnya dibalik tangannya dan terlihat frustasi.


Kirana merasa bersalah,ia berfikir semua ini karenanya,kalau ia tidak datang ke pesta itu tentu saja kejadian memalukan itu tidak akan terjadi dan Fahri tidak akan marah.


Entah kekuatan dari mana,tapi saat ini Kirana melangkahkan kakinya mendekat ke arah Fahri.Ia ingin menceritakan semua yang terjadi malam itu.


"Mas Fahri ...",Kirana sangat berhati-hati memanggil Fahri.


Fahri mendongakkan kepalanya ke arah kirana,dia hanya menatap Kirana tanpa ingin mengucapkan sepatah katapun.


Tiba-tiba saja Kirana berlutut dihadapan Fahri yang sedang duduk sambil terisak-isak.


"Mas Fahri.. Kirana minta maaf,Kirana...hiks..hiks..",Kirana tidak bisa meneruskan kata-katanya dan malah menangis sejadi-jadinya.


Fahri sebenarnya tidak tega,tapi kali ini dia harus berbuat tegas agar Kirana tidak salah jalan dan tidak salah dalam bergaul.


Fahri menghela nafas kasar..


"Katakan apa yang ingin kau katakan dan jelaskan semuanya padaku,aku akan mendengarkannya",ucap Fahri datar.


Kirana mulai menceritakan semuanya dari awal,tanpa ada yang ditutup-tutupi, sesekali ia terisak akan tetapi ia tetap melanjutkan ceritanya.


"Begitulah ceritanya.. setelah aku meminum minuman yang kedua kalinya yang diberikan oleh Kevin itu rasanya kepalaku pusing dan aku tidak sadar lagi apa yang aku perbuat,tapi samar-samar aku ingat aku sedang berjoget dan ahhh...",Kirana kembali menangis,dia tak kuasa meneruskan ceritanya,ia sangat malu untuk mengingatnya.


"Sudah cukup.. aku sudah tau kelanjutan ceritanya setelah itu",ucap Fahri dan masih dalam raut muka yang datar.


"Kirana minta maaf mas..Kirana mohon.. Kirana janji tidak akan mengulanginya lagi",ucap Kirana memohon.


"Mas Fahri boleh menghukum Kirana apapun itu,asalkan mas Fahri tidak marah sama Kirana",sambung Kirana lagi.


"Okee,mana hp mu?",tanya Fahri.


"Hp?? Kenapa dengan hp Kirana??".


"Berikan saja padaku!! Kau mau aku memaafkanmu kan??".


"I..iya",jawab Kirana sembari menyerahkan hp nya ke Fahri.


"Mulai hari ini hp mu aku sita sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan,Oia.. kamu harus pulang sekolah tepat waktu dan tidak boleh pergi kemanapun setelah pulang",ucap Fahri tegas.


"Sebentar lagi ujian kenaikan kelas kan?? Gunakan waktumu untuk belajar.. bukankah kau termasuk siswa yang berprestasi?? buktikan itu!! Dikenal orang karena prestasi itu lebih bagus daripada di kenal orang karena catatan buruknya".


Ucapan Fahri serasa menohok di relung hati Kirana.Tapi ada benarnya juga apa yang dikatakan Fahri.Kirana hanya diam dan menunduk.


"Terserah kau setuju atau tidak dengan hukumanku untukmu,kalau kau tidak setuju maka..."


"Aku setuju.. aku akan menjalani hukuman ini,aku akan bertanggung jawab atas kesalahan yang telah aku buat",jawab Kirana cepat.


"Baiklah..semoga kau bisa menjalani hukuman mu dengan baik".ucap Fahri sebelum meninggalkan Kirana di ruang kerjanya seorang diri.

__ADS_1


*****


Sore hari Riko datang ke rumah Fahri dengan paper bag ditangannya.


"Sore boss",ucap Riko menyapa Fahri.


"Sudah kau bawakan pesanan yang ku minta?",tanya Fahri.


"Slow boss... Nihh",Riko menunjukkan paper bag bawaannya ke Fahri.


Fahri mengambil paper bag itu dan membukanya,yang isinya adalah sebuah handphone baru.


"Memang dimana hp lamamu boss",tanya Riko penasaran.


"Sudah ku buang",jawab Fahri santai.


"What??? Kok bisa ??",Riko terkejut.


Fahri tak menjawab dan hanya mengedikkan bahunya.


"Riko,cari orang untuk cari tau tentang Claudia,dimana dia menyembunyikan Sherly",Fahri menghela nafas kasar.


"Kau merindukanku Sherly bos?",tanya Riko hati-hati.


"Sudah berbulan-bulan aku tak bertemu dengannya",Wajah Fahri berubah menjadi sendu.


"Jangan khawatir boss,aku pastikan sebentar lagi mereka akan kita temukan",jawab Riko yakin.


"Dia sedang aku hukum,mungkin sekarang di kamar sedang belajar.. karena besok dia ada ujian kenaikan kelas".jawab Fahri


"Kau menghukumnya boss?".


"Hemm",ucap Fahri sambil mengutak-atik ponsel barunya.


"Pasti karena kejadian kemarin malam di pesta?",tebak Riko.


"Yaa.. kau tau sendiri kan betapa memalukannya dia",jawab Fahri sambil tersenyum remeh.


"Yaa.. kau benar boss,kali ini kau harus tegas".


"Oh yaa.. besok kau langsung ke kantor saja,karena besok aku mau mengantar Kirana ke sekolah dulu".


"What??? Tumben-tumbenan si boss,ada angin apa?".


"Aku hanya ingin memastikan dia benar-benar ke sekolah, takutnya malah kelayapan gk jelas".


"Ciyehhh.. roman-romannya ada yang mulai posesif nih",ucap Riko menggoda Fahri.


"Posesif gundulmu.. aku hanya tidak ingin kejadian kemarin terulang lagi",tukas Fahri sembari melemparkan bantal ke kepala Riko.

__ADS_1


"Aaawww.. boss sakit tahu, sepertinya kau punya hobi baru,selalu melemparku dengan apa saja yang ada didekatmu",Riko meringis karena bantal yang dilempar Fahri mengenai kepalanya.


"Itu karena mulutmu lemesss...",ucap Fahri.


Riko hanya mencabikkan bibirnya dan mendengus kesal.


"Gitu aja ngambek... ya sudah bulan ini gak jadi dapat bonus",ucap fahri sembari menahan senyum.


"ehh.. jangan donggg... bonus mah tetap bonus lain lagi ceritanya,ya sudah gak jadi ngambek dehhh.. tapi bonusnya tambahin ya boss",ucap Riko sambil nyengir dan menaik turunkan alisnya.


"Giliran bonus saja cepet banget.. kau akan dapatkan bonus tiga kali lebih besar dari bonus-bonusmu biasanya,asal kau cepat dapatkan info tentang Claudia dan putri semata wayangku Sherly.


"Beres boss,siapp... jangan khawatir untuk masalah itu,aku akan menyuruh anak buah terbaikku untuk melacak keberadaan Claudia".


Hari semakin sore dan mulai petang,tapi Fahri dan Riko masih asyik mengobrol,tanpa disadari Kirana yang mendengar suara tertawa mereka turun ke bawah,melihat mereka yang terlibat begitu dekat dan akrab Kirana tersenyum sendiri.


Kirana tidak ingin mengganggu mereka,ia langsung menuju ke daplur,.Seperti biasa Kirana ingin memasak makan malam.Dan mbok Darmi yang memang sudah berada di dapur membantu Kirana menyajikan makan malamnya.Setelah semuanya selesai,makan malam juga sudah tersaji di meja,Kirana memanggil Fahri dan Riko untuk makan malam terlebih dahulu.


"ehemm.. mas Fahri makan malamnya sudah siap",Kirana berdehem untuk mengalihkan pembicaraan asyik Fahri dan Riko.


"Okee.. aku makan malam dulu ko",ucap Fahri.


"Aku gak diajak nih boss".


"Walaupun gak diajak juga kau selalu mengekor dibelakang ku kan,hahha",ucap Fahri sembari tertawa.


"Teganya kau boss",ucap Riko pura-pura merajuk.


"Jadi kau mau ikut makan malam atau tidak,keburu mati berdiri deh NII karena kelaparan",tanya Fahri.


"lebay banget dehh boss,ya udah makan yukkk udah laper juga nihh".


"Gue lebay juga ketularan Lo".


"Hahh.. kenapa jadi gue".


Begitulah Fahri dan Riko sebentar baik,sebentar berantem,tapi mereka memang bersahabat baik,tidak hanya itu mereka juga partner kerja yang baik pula.


Kirana yang menyaksikan perdebatan mereka hanya tertawa dan geleng-geleng kepala.


TBC dears...


please like dan komen yang buanyakk yaa...


semoga yang baca karya author dinerikan kesehatan dan kelancaran rezekinya biar gk pelit like dan komen,kasih tip juga gak pa-pa author mauu 😁


jangan lupa vote yang banyak dan favoritkan yaaa..


biar author lebih semangat lagi nihh nulisnya dan bisa up tiap hari.

__ADS_1


happy reading dears 🤗😘


__ADS_2