Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#72


__ADS_3

Setelah selesai sarapan,Fahri dan Kirana duduk di gazebo yang berada di taman belakang rumah.


Fahri tidur dipangkuan Kirana, tangannya tak berhenti mengelus perut Kirana dan sesekali ia menciumi perut istrinya yang masih rata itu.Fahri nampak bahagia dengan kehamilan Kirana.


"Sayang.. aku nggak sabar dehh.. pengen lihat si baby ini keluar dari sini",ucap Fahri yang masih saja mengelus perut Kirana.


"kira-kira nanti mirip siapa yaa.. mirip aku apa kamu?",lanjut Fahri.


"ee..sayang kamu maunya anak kita nanti cowok apa cewek",Fahri mendongakkan kepalanya,ia ingin melihat ekspresi Kirana.


"Mas Fahri nanya nya satu-satu dong..Kirana kan bingung mau jawab yang mana dulu",ucap Kirana sambil meremas gemas rambut Fahri.


"ehhh.. sayang sakit tauu",rengek Fahri.


"maaf sayang.. mana yang sakitt..",Kirana mengelus halus rambut Fahri.


"tapii bohong, Haha...",jawab Fahri usil.


"ih mas Fahri.. iseng banget,suka banget ngerjain Kirana",Kirana mengerucutkan mulutnya membuat Fahri semakin gemas.


"ih sayang.. kamu kalau ngambek kayak gitu lucu banget tauu",ledek Fahri sembari bangun dari pangkuan Kirana.


Fahri memperhatikan wajah Kirana yang menurutnya sangat imut kalau sedang ngambek.


"Apa lihat-lihat..",ucap Kiran kepada Fahri yang sedari tadi memandangi wajahnya terus menerus.


Bukannya menjawab Fahri malah tersenyum,sambil mencubit kedua pipi Kirana dengan gemas.


"Ihh.. mas Fahri sakit tauuu",Kirana memegangi kedua pipinya


"habis kamu tu nggemesin bangett tauu..", Fahri mencubit gemas hidung Kirana.


"Ihhh mas Fahriiii...",teriak Kirana dan malah membuat Fahri tertawa terbahak-bahak.


Kirana beranjak dari duduknya,dan ketika berdiri sebentar tiba-tiba ia terduduk lagi sambil meringis dan memegangi perutnya.


"Kenapa sayang.. sakit lagii yaa.. ",tanya Fahri panik.


"Mas perutku sepertinya kram..sakit banget mass..uhhh..",Kirana meringis kesakitan.


Fahri mengelus perut Kirana dengan lembut, lagi-lagi perut Kirana berangsur membaik ketika tangan Fahri mengelus perutnya,seakan bayi didalam perutnya sangat menikmati sentuhan tangan papanya.


"Sayangg.. kan sudah papa bilang jangan nakal-nakal kasihan mommy kesakitan",ucap Fahri sambil terus mengelus perut kirana.


"Gimana sayang.. masih sakit?", Fahri menatap wajah Kirana.


"Sudah baikan mas.. ",jawab Kirana.


"Good job sayang.. baik-baik ya didalam",Fahri membubuhkan ciuman diperut Kirana.


Seketika senyum Kirana mengembang,ia benar-benar kagum dengan sikap Fahri yang sangat lembut dan perhatian dengannya.


"Kamu mau kemana sayang..",tanya Fahri yang melihat Kirana berdiri.


"Aku mau ke kamar mas.. aku pengen rebahan..",jawab Kirana.


Tanpa aba-aba Fahri langsung mengangkat tubuh Kirana.


"Mas.. mau ngapain sihh?",tanya Kirana.

__ADS_1


"katanya mau ke kamar??".


"lha terus.. kenapa aku digendong",tanya Kirana.


"Ya sudah sihh.. aku nggak mau kamu kecapean",jawab Fahri singkat.


Kirana menatap lekat wajah suaminya,sungguh hari ini Fahri tak henti-hentinya membuat Kirana terkagum-kagum,kemudian ia mulai mengalungkan tangannya ke leher Fahri.


"Kenapa.. kamu baru nyadar yaa kalau suamimu ini tampan",Fahri menggoda Kirana yang sedari memandang wajahnya.


"tau ahhh..", Kirana yang merasa malu,pipinya merah merona dan langsung menyembunyikan wajahnya didada bidang milih Fahri.


Setelah sampai kamarnya,Fahri membaringkan tubuh Kirana diranjang dengan hati-hati.


"Mas..",ucap Kirana.


"iyaa..".


"Kok sepertinya aku pengen makan rujak yaa.. kayaknya seger gitu..",pinta Kirana


"Ohh.. ya sudah nanti aku suruh Riko buat nyari rujaknya",jawab Fahri.


"ihh.. mas Riko kan lagi cuti,kamu jangan ganggu waktu liburannya mas Riko dong mas..",seru kirana.


"ya sudahh.. nanti biar aku suruh pak dirman aja nyari rujakk".


"ckk.. mas Fahri.. nggak peka banget sihh,aku tu pengennya mas Fahri yang beli rujaknya,yang di dekat taman itu lhoo",ujar Kirana kesal.


"Sayang.. tapi kann...".


" Mas Fahri mau anaknya nanti ileran gara-gara ngidam nggak kesampean... lagian ini juga anak kamu yang pengen ",Kirana memotong kata-kata Fahri.


"Ya sudah sayang.. kamu yang sabar yaa.. papa nggak sayang sama kita",Kirana mengelus perutnya sembari sengaja bergumam dengan nada lirih namun masih bisa didengar oleh Fahri.


"Ya sudah iyaa aku yang belii...aku cariin rujaknya,kamu jangan ngomong gitu lagi,aku sayang sama kamu,sama baby kita juga",Fahri memeluk Kirana yang mulai terisak.


"beneran mas..", seketika raut wajahnya berubah jadi berbinar-binar.


"lahh.. cepet banget moodnya berubah..",batin Fahri.


"iya... kamu mau apa lagi biar sekalian jalan",tanya Fahri.


"nggak pengen apa-apa lagi.. rujak aja",jawab Kirana sembari tersenyum.


"oh yaa.. jangan lupa yang pedess bangett yaa mas",lanjut Kirana.


"nanti perutmu sakiit lhoo kalau terlalu pedes",sela Fahri.


"mass...',Kirana mulai memasang wajah melasnya.


"Siap tuan putri... ya sudah aku jalan dulu",Fahri mencium kening Kirana.


setelah 30 menit akhirnya Fahri kembali membawa satu porsi rujak yang sudah diidam-idamkan.


"Sayang...",Fahri berteriak memanggil Kirana.


"Ehh.. kamu disitu",Fahri berjalan ke arah Kirana yang duduk di meja makan.


"Sudah pulang mas.. dapet rujaknya",tanya Kirana dengan rona wajah yang bahagia.

__ADS_1


"dapet dongg.. nihh",Fahri meletakkan kantong plastik yang berisi rujak didalamnya diatas meja.


"Mana-mana..",Kirana tidak sabar ingin segera menikmati rujaknya.


Fahri mengambilkan piring dan mulai menaruh rujak yang dibelinya tadi di piring dan memberikannya ke Kirana.


"akkkk mas...",Kirana menyendokkan rujak dan mengarahkan ke mulut Fahri.


"Lho kan kamu yang pengen,kok aku yang disuruh makan",tanya Fahri.


"Iyaa.. aku pengen belii rujak tapi yang makan mas Fahri",ucap Kirana tanpa dosa.


"Tapi ini sesuai pesenan kamu lho sayang,pedess banget..",ucap Fahri yang berusaha menghindar untuk makan rujaknya.


"iyaa.. aku sengaja request yang pedes banget buat mas Fahri,ayoo akkkk...",Kirana masih memaksa menyuapi Fahri.


"Sayang.. tapi aku nggak suka pedess",elak Fahri.


"Mas Fahri... ini yang pengen anakmu lho,aku nggak maksa terserah aja kalau mas Fahri mau lihat anaknya nanti...".


"Ya udah sini akkkk....",Fahri membuka mulutnya dia nggak mau berdebat dengan istrinya dan membuat istrinya sedih.


"gimana enak kan mas",Kirana tersenyum melihat Fahri.


"Sayang udah yaa.. rujaknya enak tapi aku udah kepedesan banget",ucap Fahri yang mulai berkeringat karena kepedesan.


"tanggung tinggal dikit lagii..",jawab Kirana.


kring..kring..


"eh bentar ko' ada telepon siapa yaa.. tumben-tumben ada yang telepon ke rumah,kamu habisin sendiri ya mas,aku angkat teleponnya dulu",ucap Kirana.


"ya sayang..",jawab Fahri dengan senyum yang dipaksakan.


setelah Kirana beranjak pergi Fahri bergegas membuang sisa rujak yang dimakannya tadi.


"Maafkan hamba Tuhan, terpaksa buang makanan habis hamba sudah tidak tahan pedes bangett...",ucap Fahri sebelum membuang sisa rujaknya ke dalam tempat sampah.


Setelahnya Fahri segera kembali ke tempatnya semula, sebelum Kirana kembali.benar saja nggak lama setelah itu Kirana kembali ke meja makan.


"Wahh sudah habis yaa...tadi katanya nggak mau,huh dasar mas Fahri..",ledek Kirana.


Sementara Fahri hanya tersenyum kecut.


"telepon dari siapa sayang..",tanya Fahri mengalihkan pembicaraan.


"nggak tahu,orang nggak ada yang ngomong..",jawab Kirana.


"yaiyalah.. orang tadi yang telepon ke rumah,gue sendiri pake hp gue,sengaja.. maaf sayang",batin Fahri.


"Oh mungkin salah sambung kali yaa..",jawab Fahri asal.


"Iya kalik salah sambung...",ucap Kirana.


TBC


mohon maaf dears beberapa hari tidak update karena author sakit, alhamdulilah sekarang sudah sehat kembali.


terus dukunh karya author ya dears..

__ADS_1


terimakasih..


happy reading dears 🤗😘


__ADS_2