
Fahri menepati janjinya siang itu ia menjemput Kirana disekolahnya.Terlihat Kirana ditemani oleh Vita sedang menunggu dirinya.
Fahri nampak keluar dari pintu belakang mobilnya, berjalan menghampiri Kirana.
"Sudah lama sayang..",Fahri mencium kening Ki Rana.
"ihh..mas Fahri ini masih dilingkungan sekolah,gimana kalau ada yang lihat..",ucap Kirana lirih.
"Mana.. sudah sepi nggak ada orang juga",Fahri celingak-celinguk terus mencium kening Kirana lagi.
"ih mas Fahri.. nakal banget",kirana mencubit pinggang Fahri,rona wajahnya bersemu merah, senyumnya terukir dari bibir mungilnya.
"tuh.. kan malu..",goda Fahri.
"ehemmm... heeiii kalian berdua.. teruss aja terusss.. nggak ada orang.. nggak ada orang terus kalian fikir aku ini apa.. hahh!!",Vita berdehem menghentikan kedua insan itu yang sedang bersenda gurau.
"Kalian harus tanggung jawab.. kalian telah menodai mataku yang suci dengan keuwuan kalian.. kalian tidak memikirkan perasaanku.. padahal aku kan juga.. pengeennn.. ihh.. kalian",Vita nerocos tanpa henti.
"hahh..",Fahri dan Kirana melongo melihat satu sama lain setelah itu keduanya tergelak melihat tingkah Vita.
"heii.. kenapa kalian tertawa!!",seru Vita.
Terlihat Fahri mengeluarkan ponselnya,lalu menelepon seseorang,tidak lama kemudian Riko turun dari mobil yang dinaiki Fahri tadi dan menghampiri Fahri dan Kirana.
"Apa setelah makan siang nanti ada jadwal penting?,tanya Fahri
"Tidak ada boss.. tinggal memeriksa beberapa berkas untuk menunggu tanda tangan dan persetujuan boss",jawab Riko.
"okee.. suruh orang kantor mengirim ke rumah,nanti malam aku periksa berkasnya",ucap Fahri.
"Siap boss..",jawab riko.dan segera mmengambil ponsel disakunya dan menelepon seseorang di kantor untuk mengirim berkas ke rumah Fahri.
"Ohh ya.. sayang,kamu sudah makan??",tanya Fahri dan dijawab dengan gelengan dari Kirana.
"Kamu pengen makan apa??",tanya Fahri lagi.
"Sepertinya aku pengen makan seafood dehh mas,boleh nggak?",Kirana balik bertanya.
"boleh dong.. oh ya,kamu ajak teman kamu sekalian yaa",jawab Fahri.
"yeeahh.. makasih mas Fahri",Kirana bergelayut manja dilengan suaminya.
"Emm.. Vita kamu ikut sama kita yaa.. ",tanya Kirana kepada Vita.
"Emm.. tapi Kii.."
"Tenang.. nanti pulangnya kita anterin sampai rumah kamu..iya kan mas Fahri",Kirana meminta persetujuan dari fahri dan diangguki oleh Fahri
__ADS_1
"Ya sudah boleh dehh.. ",jawab Vita.
"Oh ya.. kamu tadi kan ngajakin ke toko buku,habis makan nanti ketoko buku,bolehkan sayang..".
"terserah kamu sayang.. bersenang-senanglah..",jawab Fahri.
"Boss.. berkasnya sudah dikirim ke rumah..setelah ini kita mau kemana? ", tanya Riko
"Ohh..ya kita ke restoran seafood,Kirana pengen makan seafood",jawab Fahri.
"Siap boss..",ucap Riko
Setelah itu mereka berempat menuju ke mobil.fahri membukakan pintu mobil bagian belakang untuk Kirana.
"Kamu.. duduk di depan sama Riko",ucap Fahri kepada Vita.
"hahh..kok didepan sih..om..eh.. mas..eh..",belum selesai Vita berkata-kata Fahri sudah masuk ke mobilnya dan menutup pintunya, sehingga mau tidak mau Vita terpaksa duduk di kursi depan.
"Sayang gimana tadi di sekolah.. ",tanya Fahri sambil tangan kanannya memeluk Kirana,dan tangan kirinya memainkan ujung rambut Kirana.
"biasa aja mas.. nggak gimana-gimana", jawab Kirana.
"Eh.. busyeet dehh.. mas ganteng bisa sebucin itu sama Kirana,nyesel dehh gue mau aja diajakin berasa jadi kambing congekk... ehh,tunggu tapi kenapa ni orang bisa biasa gitu melihat orang dibelakangnya romantisan kek gitu,nih orang normal nggak sihh..",Vita bermonolog sendiri dalam batinnya sembari memperhatikan keromantisan Fahri dan Kirana dari spion depan,setelah itu melihat kearah Riko yang serius mengemudi.
"Kenapa lihat-lihat..",tanya Riko dan mengagetkan Vita dan menarik perhatian Fahri dan Kirana untuk melihat ke arah Riko dan Vita secara bergantian.
"ka..kalian kenapa menatapku seperti itu",Vita bertambah salah tingkah karena Fahri dan Vita melihatnya.
"Vita.. kamu suka sama mas Riko?",tanya Kirana polos.
uhuk-uhuk Kirana tersedak salivanya sendiri.
"Heii.. Kirana kamu ngacoo banget sihh,apa coba..".
"Terus.. kenapa?".
"Apanya yang kenapa?".
"Kamu ngelihatin mas Riko kayak gitu tadi..".
"Ihh.. orang nggak ada yang nglihatin,udah ahh..",Vita semakin salah tingkah karena semakin terpojok.
"ih Kirana bisa-bisanya mulutnya..gue ngelihatin dia kan gara² elu juga, masak iya dia nggak normal, ada orang dibelakangnya mesra-mesraan sementara dianya biasa aja",Vita menggerutu didalam hatinya.
Akhirnya mereka samapai di restoran seafood,setelah memesan beberapa menu makanan,mereka mulai menyantap makan siangnya.
Lagi dan lagi Vita disuguhi kemesraan Fahri dan Kirana,terlihat Fahri sangat perhatian dengan Kirana beberapa kali ia tak segan-segan menyuapi Kirana walaupun itu ditempat umum.
__ADS_1
"Cihh.. kalian ini seperti dunia milik berdua,yang lain pada ngontrak.. bisa-bisanya ditempat umum juga masih mesra-mesraan, so sweet banget",ucap Vita
"Vita.. kamu tuh persis sekali sama mas Riko,suka komentar gini..tapi aku suka sihh mas Riko asyik..rame..seru kalau ada mas Riko,ditambah ada kamu makin seru,iya kan sayang..",Kirana melihat Fahri
"Hemm..",Fahri mengangguk sembari menyuapkan makanannya ke mulutnya.
"hahh.. seru,rame,asyikk.. dari Hongkong,orang dari tadi diem aja,seru dari mananya",batin Vita sembari menatap Riko yang sedang melahap makanannya.
"Sepertinya kamu suka sekali menatapku, kenapa?",Riko menyelesaikan makannya dan berganti menatap ke arah Vita.
"idihh.. Situ aja yang ke ge-eran,siapa yang lihatin sihh",Vita lagi-lagi dibuat salah tingkah,ia mengambil gelas yang ada di depannya dan segera meminumnya.
"Auhhh ..",Vita meletakkan gelasnya dan mengibas-ngibaskan tangannya kearah mulutnya.
"Vita..itu kan teh panas,kamu sendiri kan yang pesan, kenapa kamu tidak hati-hati",ucap Kirana.
"iya Kii.. aku lupa",Jawa Vita asal.
Sementara Riko menahan gelak tawanya,melihat tingkah konyol gadis disebelahnya.
"Aku ke belakang dulu yaa...",Vita permisi untuk membersihkan dirinya di belakang.
Sesampainya di toilet,ia mencuci tangannya dan mencuci mukanya,ia memperbaiki tampilannya,memakai bedak tipis-tipis,dan menyapukan lip gloss tipis-tipis ke bibirnya.
"Hahh.. terlihat lebih baik",Vita melihat tampilan dirinya di cermin besar yang ada di toilet.
Setelah dirasa selesai iapun membuka pintu toilet dan melangkahkan kakinya keluar dari tempat itu.Dan betapa kagetnya ketika dilihatnya ada sesosok bertubuh besar lebih tinggi darinya berada dihadapannya,ia sontak memundurkan dirinya ke belakang.
"Om..ehh..mass..eh.. ngapain di depan situ, jangan-jangan kamu mengintipku ya tadi..",ucap Vita yang melihat Riko didepannya dengan wajah coolnya itu.
Sementara Riko semakin maju berjalan ke arah Vita,dan Vita berjalan mundur sampai mentok di dinding,Tubuh Riko sudah menghimpit tubuh Vita,Ia mensejajarkan wajahnya dengan Vita, sementara Vita memejamkan matanya,ia takut Riko akan berbuat sesuatu kepadanya.
"Dasar otak mesum...",Riko menjentikkan telunjuknya ke jidat Vita
Kemudian Riko meninggalkan Vita yang masih melongoh, sepersekian detik ia seperti orang bodoh.
"Hahh.. selamat.. bisa-bisanya aku berfikir ia mau menciumku", nafasnya tersengal-sengal,degup jantungnya masih belum normal,ini kali pertamanya dia diperlakukan seperti itu.
"Buruan.. kamu sudah ditunggu sama kirana", teriak Riko dari kejauhan.
"Ehh.. iyaa",Vita segera berlari menyusul Riko.
TBC dears
Hai readers tak bosan-bosannya author minta dukungan dari kalian semua, please jangan pelit like nya yahh,komen dan favoritkan juga.Serta Jan lupa vote kalian untuk author.
terima kasih..
__ADS_1
happy reading dears 🤗😘