Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#158


__ADS_3

Beberapa Minggu berikutnya Mbok Darmi semakin merasa aneh dengan sikap Fahri akhir-akhir ini,nafsu makan tuannya itu semakin bertambah,ditambah lagi Fahri yang selalu menginginkan masakan-masakan yang dulu dibencinya sekarang malah ia sangat menyukainya.


Sementara Kirana,ia tidak ambil pusing dengan perubahan Fahri.Baginya asalkan Fahri bahagia itu sudah cukup,dia tidak memperhatikan fisik mau nantinya Fahri berubah menjadi gendut pun ia tak masalah karena menurutnya Fahri adalah sosok yang sempurna yang mau menerima dan mencintai dirinya apa adanya.


Hanya saja, akhir-akhir ini kepalanya sedikit pusing dan dia merasa malas untuk melakukan apapun karena sering merasa capek.Kirana lebih suka rebahan di tempat tidur,padahal biasanya ia adalah termasuk wanita yang rajin.Tapi sama halnya dengan Kirana, Fahri juga tak mempermasalahkan itu,asalkan Kirana merasa nyaman ia sudah cukup bahagia.Fahri adalah tipe suami yang tidak banyak menuntut istrinya harus ini dan harus itu.


"Sayang...kita keluar yukk,sudah lama kita nggak keluar malam..",rengek Fahri yang saat ini sudah menyenderkan kepalanya di pundak Kirana.


"Haiss..suamiku lucu sekali kalau sedang manja seperti ini..",goda Kirana.


"Sayang...kau jangan menggodaku...",ucap Fahri sembari menggigit pipi Kirana.


"Aahhh..mas Fahri sakit tau..."Kirana menyikut perut Fahri.


"Sayang..bukankah bulan ini hari perkiraan Vita akan melahirkan??",tanya Kirana dan Fahri mengangguk.


"Apa mas Riko sudah izin cuti..",tanya Kirana lagi.


"Sudah dari kemarin..karena menurut perkiraan dokter 2 Minggu lagi Vita melahirkan dan Riko harus menjadi suami siaga kan..",jawab Fahri.


"Ohh..sayang,kamu pasti capek kan bekerja sendirian..",ucap Kirana.


"Tapi rasa capek ku hilang seketika kalau sudah berada di rumah dan bermanjaan dengan kamu..",ucap Fahri dengan nada menggoda.


"Haiss..kalau itu maunya kamu...ya sudah katanya mau keluar,ayookk...",ajak Kirana.


"Sudah nggak pengen lagi sayang...aku pengen yang lain sekarang..",ucap Fahri sembari mencium tengkuk leher Kirana.


"Ya sudah mau apa??siapa tau Kirana bisa nyariin atau bikinin,mas Fahri mau makan apa??",tanya Kirana.


"Kamu...aku mauu makan kamu",ucap Fahri dengan suara parau nya.


Kirana sendiri juga heran bahkan dia tidak pernah bisa menolak setiap Fahri mengajaknya untuk bercinta.Iapun sangat menikmatinya,dan entah mengapa dia pun merasakan gairah nya akhir-akhir ini sangat meningkat,dan nafsu makannya juga meningkat tidak heran jika badannya sekarang sedikit berisi.


Pagi harinya,Kirana sedang memasak di dapur ditemani oleh mbok Darmi, terlihat Fahri berlari menuju ke arahnya dengan tergesa-gesa.


"Sayang.. sayang..",teriak Fahri memanggil Kirana.


"Ada apa sayang...kenapa berteriak seperti itu??",tanya Kirana menghentikan aktivitas masaknya dan meminta mbok Darmi untuk meneruskannya,kemudian ia menghampiri Fahri.


"Sayang..kita harus ke rumah sakit,cepat..",ucap Fahri.

__ADS_1


"Lho kamu sakit??",Kirana memeriksa dahi Fahri,memastikan suaminya baik-baik saja.


"ck..aku baik-baik saja sayang..dan lihatlah suamimu ini yang mulai padat berisi,bukankah terlihat sehat wal'afiat..",ucap Fahri.


"Terus kenapa kita harus ke rumah sakit..",tanya Kirana.


"Sayang..Riko tadi telepon katanya Vita sudah melahiy,anaknya perempuan..dan lihatlah ini,lucu sekali bukan...",Fahri menunjukkan foto bayi di ponselnya.


"Ihh..bener sayang..lucu banget,ini sih nggak boleh terlewat..kita harus segera kesana sayang...",ucap Kirana antusias.


"Ya sudah aku ganti baju dulu,terus sarapan habis itu kita baru ke rumah sakit..",ujar Kirana.


Setelah menikmati sarapannya,Fahri dan Kirana langsung pergi ke rumah sakit.Sampai di sana ia sudah disambut dengan hangat oleh sepasang suami istri yang baru saja menyandang gelar orang tua untuk putri pertamanya.


"Hallo bos..lihat anak gadisku comel bangett...",ucap Riko memperlihatkan bayinya kepada Kirana dan Fahri.


"Iya ko..cantik banget..untuk mirip mamanya jadi cantik dehh...",goda Fahri.


"Eh..iya nggak ada mirip-mirip nya sama mas Riko...", timpal Kirana.


"Suami istri sama saja..nggak bisa lihat orang bahagia",ujar Riko sewot dan mereka kemudian tertawa.


"Bagaimana keadaanmu Vita..",Kirana memeluk sahabatnya itu.


Dan ketika mereka asyik berbincang dan sesekali bercanda datanglah orang tua Vita ke ruangan Vita.


"Eh,ada nak Fahri dan nak kirana..sudah lama?",tanya ibu Vita.


"Baru kok Tante.."Jawab Kirana sembari tersenyum.


"Nak Fahri sudah pantas tuh..",ucap ibu Vita ketika melihat Fahri yang sedang menggendong bayi Riko dan Vita.


"Apa kalian menunda untuk mempunyai momongan?",tanya ibu Vita.


"Tidak Tante..mungkin belum dikasih saja sama tuhan...",jawab Kirana.


"Maaf ya nak..Tante tidak bermaksud untuk.."


"Tidak apa-apa Tante..",jawab Kirana tersenyum.


Fahri tersenyum melihat Kirana yang sudah mulai bisa bersikap dewasa dan legowo.Bahkan mereka juga tak memusingkan lagi harus punya anak atau tidak.Karena walaupun ada anak atau tidak cinta keduanya tetap sama dan tak akan berubah.

__ADS_1


Setelah cukup lama mereka menjenguk Vita, akhirnya keduanya memutuskan untuk pamit pulang.


Di sepanjang koridor rumah sakit,Kirana nampak sedang mengingat-ingat sesuatu.


"Sayang..mumpung di rumah sakit,apa aku boleh periksa??",tanya Kirana.


"Periksa??kamu sakit sayang??",jawab Fahri yang dibalas dengan pertanyaan lagi.


"Tidak..aku hanya ingin periksa ke dokter obgyn..",jawab Kirana.


"Dokter obgyn??bukankah itu dokter kandungan??",tanya Fahri.


"Iyaa..aku baru sadar 2 bulan ini aku tidak mendapatkan tamu bulanan..",jawab Kirana.


"Sayang...apa jangan-jangan kamu..".


"Aku tidak mau berharap banyak dulu sayang..aku hanya ingin memastikan terlebih dahulu,semoga ada kabar gembira untuk kita..",jawab Kirana.


"Oke..kamu tunggu disini,aku akan mendaftarkanmu terlebih dahulu ya..",ucap Fahri.


Setelah selesai mendaftar Fahri menghampiri Kirana lagi dan mereka kemudian pergi ke ruangan dokter obgyn.Beruntungnya hari itu tidak terlalu ramai,mereka mendapat nomer antrian ke-3.


Setelah salah seorang perawat memanggil nama Kirana, akhirnya keduanya masuk ke dalam ruangan dokter.


"Tuan Fahri..Nyonya Kirana..senang berjumpa dengan kalian kembali..",sapa dokter obgyn tersebut yang ternyata adalah dokter yang menangani kehamilan Kirana terdahulu.


"Bagaimana..apa sudah ada kabar baik??",lanjut dokter tersebut bertanya.


"Belum tahu dok..maka dari itu kami berdua kesini menemui dokter untuk menemukan jawabannya..",jawab Kirana sembari tersenyum.


"Baiklah..kapan terakhir kali nyonya mendapatkan tamu bulanan..",tanya dokter tersebut.


"Kira-kira dua bulan yang lalu dok..",jawab Kirana.


"Baiklah..silahkan berbaring dulu nyonya biar saya periksa..",ucap dokter tersebut.


Kirana berbaring dibantu oleh perawat, sementara Fahri dia lebih banyak diam.Entah gugup atau apa tapi Fahri terlihat tidak seperti biasanya.


TBC dears...


hallo readers mohon maaf karena baru bisa up..

__ADS_1


author janji hari ini akan double up yaa... dan jangan lupa dukungan like,komen,gifts dan vote nya juga yaa...


happy reading dears 🤗😘


__ADS_2