
Sepulang dari rumah Claudia,Fahri menuju ke sekolah Kirana untuk menjemput Kirana.Dalam perjalanannya Fahri menelepon Riko,dia memutuskan untuk tidak ke kantor hari ini.Hari ini hari bahagia buat Fahri karena urusannya dengan Claudia sudah selesai dan dia juga sudah tau keberadaan Sherly.
Tepat Fahri berhenti didepan sekolah bersamaan dengan Kirana dan Vita yang baru saja keluar dari sekolah.
"Kirana..",Fahri menurunkan kaca mobilnya dan memanggil Kirana tak lupa senyum sumringahnya memperlihatkan deretan gigi rapinya.
"Eh,Kii bukannya itu mas ganteng yaaa",bisik Vita.
Kirana tampak malu-malu,wajahnya merona,seperti ada kupu-kupu terbang dihatinya. Hampir semalaman dia menghabiskan waktu untuk memikirkan pujaan hatinya dan sekarang dia ada dihadapannya.
Fahri turun dari mobilnya menghampiri Kirana dan Vita.
"Hallo mas ganteng",sapa Vita dengan melambaikan tangannya.
"Haiii Vita...Kirana..",jawab Fahri.
Kirana masih saja terdiam,terpaku entah apa yang ada dipikirannya, perasaan bahagia atau apakah itu?yang jelas diatas bahagia.
"Eh Kii.. Lo kenapa diem aja kayak patung, cengar-cengir sendiri lagi,sehat Lo",ucap Vita sambil menempelkan punggung tangannya ke jidat Kirana.
"Ehh.. apaan sihh Vita,siapa juga yang cengar-cengir sendiri",jawab Kirana salah tingkah bercampur malu.
"Tuhh kan muka Lo tuhh udah merah bangett kayak udang rebus,hhhaha",ejek Vita usil.
"Ihh.. apaan sihh",jawab Kirana sambil menutupi mukanya dengan kedua tangannya.
Sementara Fahri hanya tersenyum melihat kelakuan dua remaja dihadapannya.
"Sudah..sudah.. kalian mau pulang atau masih mau tetap disini?",ucap Fahri menengahi.
"Pulang dong...eh,Vita pulang bareng sekalian yuukkk",ucap Kirana.
"Yaaa... Sayang sekaliii,ayahku tadi bilang mau jemput,nah tuh ayah, kebetulan sekali,aku duluan yaaa,bye",Vita berlari ke mobil ayahnya yang baru saja tiba.
"Ya sudah mari kita pulang",ajak Fahri.
Kirana mengikuti Fahri menuju mobilnya.Kiranaa memperhatikan Fahri yang fokus melihat jalanan dibalik kemudinya.
"Kenapa kau terus memperhatikan ku seperti itu?",ucap Fahri tiba-tiba mengagetkan kirana.
"Hahh...tidak..ehh..apa sihh",Kirana salah tingkah.
"Baru saja semalam aku tidak pulang ke rumah,apa segitu merindunya kau padaku",goda Fahri.
"Ihh..mas Fahri apaan sihh,siapa yang rindu gak ada",Kirana melengos,menatap jendela kaca mobil disampingnya.
"Yakin kau tidak merindukan ku??oke,setelah ini aku langsung ke kantor yaa, akhir-akhir ini pekerjaan ku banyak sekali,dan malam inipun sepertinya aku harus lembur lagi".
Ucapan Fahri sukses membuat Kirana langsung menatap ke arahnya.
"Kenapa?",tanya Fahri.
"Tidak apa-apa",jawab kirana.
Fahri menahan tawanya melihat wajah Kirana yang berubah murung.
Tak terasa mobil mereka sudah sampai didepan rumah.Kirana diam tak bergeming dari tempat duduknya,rasanya berat untuk keluar dari mobil itu.
"Ayoo.. Kirana,sudah sampai,apa kamu tidak mau turun dari mobil,huh",tanya Fahri.
Kirana masih diam,tak beranjak dari tempat duduknya.
__ADS_1
"Kirana,cepat tu..".
"Mas Fahri tidak bisakah hari ini dirumah saja?jangan kemana-mana lagi,ku mohon..",ucap kirana memelas.
"Tapi a.."
"Aku tahu,mungkin aku egois tapi aku sudah terbiasa denganmu,makan bersama,tidur bersama dan rasanya aneh ketika semalam kau tidak pulang,aku tidak bisa berhenti memikirkanmu,waktuku semalam habis hanya untuk memikirkanmu, hati ku gelisah ketika tidak ada kabar darimu,iyaa.. aku merindukanmu",ucap Kirana sembari menangis.
"Haii..kenapa kamu menangis",Fahri menarik dagu kirana menghadapnya,mengusap air mata yang jatuh membasahi pipi Kirana.
"Mas Fahri aku tau umurku jauh dibawahmu,tapi aku tidak bisa membohongi hatiku,Aku sudah jatuh hati pada kebaikanmu,aku mencintaimu karena terbiasa".
Fahri menarik tubuh Kirana kedalam pelukannya,mengelus pucuk kepalanya.
"Haii..berhentilah menangis,aku hanya bercanda,hari ini aku akan dirumah seharian,kita habiskan waktu bersama, maafkan semalam kau pasti menungguku",Fahri mencium pucuk kepala Kirana.
"sungguh..",Kirana melepaskan pelukannya dari Fahri.
"heem",Fahri mengangguk.
Kirana berhambur ke pelukan Fahri lagi.Ada perasaan lega ketika dia jujur dengan perasaannya.Untuk saat ini dia tidak peduli dengan perasaan Fahri kepadanya,bagi kirana,Fahri sudah bersikap baik kepadanya itu sudah cukup.
"Apa kita mau seharian seperti ini terus,berpelukan didalam mobil",Kirana mendongakkan kepalanya ke arah Fahri.Mereka tertawa bersamaan.
Setelah itu mereka turun dari mobil dan sudah ada mbok Darmi yang menyambut mereka didepan pintu.
"Rupanya tuan Fahri toh yang menjemput non Kirana",tanya mbok Darmi.
"Iya mbok",jawab Fahri ramah.
"ya sudah mbok siapkan makan siang dulu kalau gitu",mbok Darmi izin kebelakang untuk menyiapkan makan siang Fahri dan Kirana.
Setelah berganti baju,Fahri dan Kirana menikmati makan siang bersama,setelah itu mereka mengobrol banyak hal di taman belakang rumah.Dan benar saja mereka berdua menghabiskan waktu seharian.
"Berapa hari lagi ujian kenaikan kelasmu selesai?",tanya Fahri
"Dua hari lagi mas",jawab Kirana.
"ohh.. lanjutkan belajarmu,jangan terlalu larut tidurnya,aku ke ruangan kerja ku sebentar ada yang harus aku kerjakan.Kirana hanya mengangguk dan melanjutkan belajarnya.
Keesokan harinya Fahri mengantarkan Kirana ke sekolah sebelum berangkat ke kantor.
Sesampainya di kantor terlihat Riko sudah menunggunya di depan ruangannya dengan wajah panik.
"Bos.. gawat".
"Apanya yang gawat?".
"Claudia bos.. Claudia berada di kantor ini,sekarang dia menunggu di dalam",Riko menunjuk ke ruangan Fahri.
"Oh dia sudah datang?".
"Hahh.. apa bos sudah tau?".
"yaa,aku yang menyuruhnya bekerja di kantorku".
"Apa aku tidak salah dengar bosss"
"Kurasa pendengaranmu masih bagus".
"Tapi bos kenapa kau mempekerjakan wanita itu?".
__ADS_1
"Pasti kau sudah tau alasannya".
"Apa semua ini karena Sherly?Ayolah bos kau bisa mengambil alih hak asuh anakmu dan jangan berhubungan lagi dengan wanita itu".
"Bagaimanapun dia ibu dari anakku".
"Apa kau tidak takut, Claudia menggodaku lagi bisa".
"Hahahah apa yang kau pikirkan Riko",Fahri tergelak mendengar ucapan Riko.
"Bos,kau jangan terlalu baik,bisa saja Claudia memanfaatkan kesempatan ini dan memanfaatkan Sherly untuk mendekatimu kembali".
"Kurasa setelah apa yang menimpanya dia akan berubah lebih baik,jangan menghakimi orang dari masa lalunya Riko".
"Tetap saja kau harus waspada,jangan terlalu baik dengan wanita itu".
"Tenanglah...".
"Apa Claudia tau kau sudah menikah lagi bos".
"Entahlah",Fahri mengedikkan bahunya.
"Apa Kirana tahu kalau mantan istri mu itu ohh tunggu.. Ya tuhan..bahkan aku tidak ingin menyebut dia sebagai mantan istrimu,maksudku wanita itu bekerja di kantor mu,apa Kirana mengetahuinya".
"Aku belum cerita apapun dengan Kirana".
"Ya Tuhan boss.. jangan ciptakan masalahmu sendiri", Riko mengeram kesal.
"Sepertinya kau terlalu banyak bicara Riko,ohh yaa..ambillah cuti beberapa hari kau bisa traveling kalau kau mau,agar otakmu tidak melulu memikirkan hal-hal buruk yang belum pasti terjadi".
"Tapi bos..".
"Sudahlah,aku masuk dulu aku akan menemui Claudya",Fahri masuk ke ruangannya dan menutup pintunya.
"Kau itu terlalu baik bos,semoga Claudia tidak memanfaatkan keadaan ini dan semoga aku salah dengan firasatku",setelah itu Riko menyusul masuk kedalam ruangan Fahri.
"ahh.. kebetulan Riko tolong antarkan Claudia ke bagian pemasaran,dia aku tempatkan disana, bukankah ada posisi kosong ditempat itu".ucap fahri yang melihat Riko baru masuk keruangannya.
"Kenapa aku yang harus mengantarnya bos?".
"Lantas siapa?aku??".
"Baiklah,biar aku saja yang mengantar",dengan berat hati Riko menuruti perintah Fahri.
"Terima kasih Fahri,aku berjanji akan bekerja dengan baik",ucap Claudia.
"Jangan lupakan posisimu,jaga sikap dan bicaramu,bos Fahri adalah atasanmu di kantor ini kau harus menghormatinya,kau bisa memanggilnya bos atau pak Fahri itu terdengar lebih sopan",ujar Riko.
"Maafkan saya pak Fahri kalau ucapan saya tadi kurang sopan,sekali lagi saya minta maaf",ucap Claudia dengan wajah bersalahnya.
"Tidak masalah Claudia,kau ikuti Riko dia yang akan mengantarmu ke ruanganmu",jawab Fahri.
Riko berjalan duluan meninggalkan Claudia.
"Saya permisi pak Fahri",Claudia berlari mengejar Riko yang sudah meninggalkannya jauh.
TBC dears...
Hallo dear...vote yang banyak yaa...
berikan rate 5 dan jangan lupa like dan coment biar author lebih semangat lagi nulisnya.
__ADS_1
author janji dehhh up tiap hari..
happy reading dears 🤗😘