
"kesempatan nihh,aku kerjain saja,kalau didepan Sherly,cewek murahan itu tidak akan berani membantahku apalagi melawan ku",batin Claudia.
..."ehemm.. ", Claudia berdehem memecahkan keheningan suasana di meja makan pagi itu....
"Aku mau teh panas dong",ucap Claudia.
"Biar simbok buatkan",ujar mbok Darmi.
"Tapi aku maunya dibikinin sama Kirana,dia kan tuan rumah diisini,tuan rumah kan wajib melayani tamunya dengan baik", Claudia menatap tajam Kirana yang sedang menyendok makanannya.
"Non Kirana sedang makan Bu, sebaiknya saya saja yang buatkan",ucap mbok Darmi.
"Nggak apa-apa mbok,biar saya saja yang buatkan",Kirana berdiri dari duduknya,ia membuatkan teh panas untuk Claudia.
"ini tehnya",Kirana memberikan secangkir teh kepada Claudia.
"Nah gitu dong,itu namanya tuan rumah yang baik", Claudia menerima teh dari Kirana,tapi ia sengaja menjatuhkan teh itu hingga cangkirnya jatuh dan teh panas itu mengenai tangan Kirana.
"Aauuwwww",Kirana mengibas-ngibaskan tangannya yang terkena teh panas.
"Kiiranaa...",Vita menghampiri kirana
"Mommy...", ujar Sherly.
"Ehh,,Tante Lo pasti sengaja yaa,biar teh panas itu mengenai tangan Kirana dan lihat ini tangan Kirana melepuh",tuding Vita.
"Apa benar mama sengaja melakukannya?",tanya Sherly.
"Sayang.. mama tidak sengaja,mama tidak tahu tiba-tiba saja cangkirnya terlepas dari tangan mama",Claudia berusaha mencari alasan.
"Sayang.. kamu percaya kan sama mama,masak iyaa mama tega berbuat seperti itu,mama benar-benar tidak sengaja", Claudia memasang wajah melas kepada Sherly agar Sherly percaya dengan kata-katanya.
"Sherly percaya kok sama mama.. mommy maafkan mama Sherly ya,mama Sherly tidak sengaja menumpahkan teh panas itu ke tangan mommy",ucap Sherly.
Kirana yang dari tadi sibuk meniupi kedua tangannya,seketika memandang wajah Sherly,ia tidak percaya Sherly berkata seperti itu.
Lain halnya dengan Kirana,Vita justru terlihat tidak terima dengan alasan Claudia.
"Astaga,wanita ini kenapa sihh pinter banget bersandiwara..",ucap Vita emosi.
"Kak Vita kok ngomongnya kasar banget sama mama Sherly..",sela Sherly.
__ADS_1
"Sherly kamu itu sudah..."
"Emm..Vita kamu bisa mengantarku ke kamar,disana ada salep untuk luka ku ini,bisa tolong bantu aku",Kirana memotong pembicaraan Vita,ia hanya ingin mengakhiri perdebatan itu.
"Baiklah Kirana,ayoo..",Vita menuntun Kirana menaiki anak tangga menuju ke kamarnya.
Sampai di dalam kamar,Vita tidak tahan lagi,ia meluapkan kekesalannya.
"Sumpah ya Kii,aku benar-benar nggak habis fikir dengan nenek lampir itu,jahat banget sih diaa!!",ucap Vita dengan emosi yang meledak-ledak.
"Tahan vitaa,suaramu itu terlalu nyaring ditelingaku,untung ruangan ini kedap suara jadi tidak terdengar sampai luar",jawab Kirana santai.
"Sumpah ya Kii.. dulu mas ganteng khilaf atau gimana dapat istri kayak nenek lampir itu,atau mungkin dia diguna-guna kali yaa biar suka sama mas ganteng,astaga aku masih tidak habis fikir",Vita memegangi kepalanya sambil berjalan mondar-mandir.
"Dari pada kamu mondar-mandir nggak jelas gitu lebih baik ambilkan aku salep dikotak obat itu",ucap Kirana sambil tersenyum.
"Kii,hatimu itu terbuat dari apa sih?? kamu itu kok masih bisa sabar ngadepin Claudia dan sama sekali nggak bilang ke suamimu",Vita menyerahkan kotak obat kepada Kirana.
"Bisa tolong oleskan,aku nggak bisa kan tanganku sakit dua-duanya",ucap Kirana.
"Kii.. kalau aku jadi kamu aku sudah bilang ni ke mas ganteng tentang kelakuan mantan istrinya,terus ke si Sherly juga,biar mereka tahu kebenarannya,biar Claudia berhenti jahatin kamu", cicit Vita sambil mengolesi salep ke tangan Kirana yang terluka.
"Auuuwwwhh.. pelan-pelan Vita..",Kirana meringis menahan sakit.
"Sabarr Vita.. aku bukannya tidak mau bilang ke mas Fahri tentang perlakuan Claudia kepadaku,aku hanya ingin mas Fahri dan Sherly tahu dan melihat kejahatan Claudia dengan mata kepalanya sendiri,bukan dari aku,aku tidak ingin disebut mengadudomba mereka",jawab Kirana.
"Sampai kapan Kii,sampai wanita itu berhasil membuatmu lebih menderita lagi?,lihat kedua tanganmu melepuh tidak bisa digunakan untuk beraktivitas,gimana kalau makan,mau apapun nggak bisa".
"Kan kalau makan aku bisa minta kamu buat suapin aku",jawab Kirana santai.
"Kirana.. ",Vita memeluk Kirana,ia benar-benar gemas dengan sahabatnya itu, bisa-bisanya sudah diperlakukan seperti itu tapi ia masih bisa sabar dan tersenyum.
"Ya sudah kamu istirahat saja,nggak usah turun.. nanti aku bawain makan siangmu ke kamar",Vita membantu Kirana membaringkan tubuhnya.
"Terima kasih Vita",ucap Kirana sambil tersenyum.
"Iya sama-sama,sudah istirahat sana",jawab Vita.
"Emm.. Vita aku boleh minta tolong,ambilkan. ponselku boleh,taruh di dekatku kalau mas Fahri telepon biar aku gampang ngangkatnya, hehe..".
"Okee..aku taruh di samping bantalmu yaa",Vita menaruh ponsel Kirana disamoing bantal Kirana.
__ADS_1
"Sekali lagi terima kasih ya Vita"
Vita mengangguk dan keluar dari kamar Kirana.Dan begitu kagetnya dia ternyata diluar sudah ada Claudia yang melipat tangannya diatas dadanya.
"Bagaimana keadaan tuan putrimu itu?",tanya Claudia.
"Apaan sih Lo,harusnya Lo tahu kan Lo yang sengaja numpahin teh panas itu ke tangan Kirana",jawab Vita.
"Hahahh... emang aku sengaja,ingat yaa itu baru permulaan, makanya jangan berani macam-macam sama aku karena aku bisa ngelakuin lebih parah dari itu,aku bisa membuat temanmu itu lebih menderita dari ini",ucap Claudia dengan seringainya sambil berlalu dari hadapan Vita.
"Emang dasar nenek lampir Lo",geram Vita kesal.
"Heran gue kok ada manusia jahat seperti Claudia itu,gue fikir orang jahat hanya ada di drama TV Indosiar saja yang tiap hari ku menangiss...",cicit Vita sambil menirukan soundtrack dari drama yang dimaksud.
Sementara Fahri yang sedang meeting penting dengan beberapa klien mendadak mempunyai firasat tidak enak.
"Ada apa bos ?",bisik riko.
"Entahlah,perasaanku mendadak tidak enak",jawab Fahri.
"Mungkin kau kangen sama Claudia boss, hehehe",goda Riko.
"Kau ini masih sempat-sempatnya bercanda,sudahh fokuss..setelah ini giliran kita untuk persentasi",tukas Fahri.
"Siap bos",jawab Riko.
Fahri melakukan persentasi dibantu dengan riko,ia menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan akhirnya ia berhasil memenangkan tendernya.
"Riko besok apa lagi jadwalku",tanya Fahri ke Riko setelah keluar dari ruang meeting tadi.
"Besok kita ada janji sama PT. MG Group,untuk penanda tanganan kontrak kerjasama kita bos,setelah itu rencananya kita akan meninjau lokasi proyek kita selanjutnya",jawab Riko.
"Setelah itu...",tanya Fahri.
"Sudah bos,selesai..",jawab Riko.
"bagus,setelah itu kau pesan tiket untuk penerbangan ke Jakarta besok pagi,untuk penerbangan pertama",ucap Fahri.
"Siap boss",jawab Riko.
TBC dears..
__ADS_1
jangan lupa like,coment dan vote yang banyak yaa..
happy reading dears 🤗😘