
"Pagi semua..",sapa Kirana ketika melihat Vita dan Claudia sedang menikmati sarapannya.
"Kirana.. harusnya kamu dikamar saja,biar nanti sarapannya aku bawakan ke kamar",ucap Vita.
"Allllaaahhh.. sakit gitu doang,manjanya udah ngalahin putri Sultan",celetuk Claudia.
"Kau inii...",geram Vita.
"Nyantai aja Vita,yang sakit tanganku bukan badanku,aku jenuh dikamar terus,lagian ini sudah mendingan kok sudah gk perih lagi,sudah bisalah dipakai buat makan aja mah,hehehe",jawab Kirana.
"bagus dehh,kan jadinya nggak ngerepotin semua orang",sindir Claudia lagi.
"Sherly mana yaa.. kok nggak kelihatan?",tanya Kirana.
"Sherly keluar,katanya ada kerja kelompok sama temannya",jawab Vita.
"Nggak usah sok peduli deh sama Sherly",ucap Claudia.
"Sherly kan juga anakku,nggak ada salahnya kan perhatian sama anak sendiri?",jawab Kirana.
"Lebih tepatnya anak sambung,dan aku ibu kandungnya,posisimu itu masih dibawahku!!!".
"Apapun itu,aku sudah menganggap Sherly sebagai anak kandungku sendiri",jawab Kirana.
"Kau itu perhatian sama Sherly hanya untuk mendapatkan perhatian dari Fahri kan,hahaha kasihan banget sihh kamu",cibir Claudia.
"Asal kamu tahu, sebentar lagiii,Fahri akan kembali kepadaku dan berpaling darimu",lanjut Claudia.
"Diammm!!! sebenarnya aku tidak mau berkata kasar kepadamu karena aku masih menghormatimu sebagai ibunya Sherly,tapi kali ini kau sungguh keterlaluan,kau sudah melewati batas",seru Kirana.
"Tenang Kii,jangan kepancing emosi",ujar Vita menenangkan Kirana.
"Sudahlah Vita,aku dari kemarin sudah sabar menghadapinya,tapi makin kesini wanita ini semakin berulah,kau tahu wanita yang ingin merusak rumah tangga orang lain, menghalalkan segala cara agar mantan suaminya kembali lagi kepadanya, itu bahkan lebih menjijikkan daripada seorang j*Lang",ucap kirana dengan penuh emosi.
"tutup mulutmu!!sekarang kau sudah berani yaa.. sudah mulai banyak bicara!!!", Claudia melayangkan tangannya dan bersiap memberikan tamparan ke pipi Kirana.
Tapi Kirana berhasil menahan tangan Claudia, walaupun ia harus menahan sakit karena luka yang ada ditangannya.
"Lepaskan tanganku perempuan sialan",Claudia meronta-ronta.
"Kau tahu,bahkan akupun bisa lebih dari ini jika aku mau,tapi sayangnya aku masih punya hati,tidak seperti kau!!!",Kirana melepaskan tangan Claudia dan mendorongnya hingga terjatuh.
Tapi sialnya,disaat Claudia terjatuh bersamaan dengan datangnya Fahri dan Riko.
"Ada apa ini??",suara Fahri mengagetkan Kirana, Claudia dan Vita.
"Apa yang terjadi?",Fahri dan Riko mendekati mereka bertiga.
__ADS_1
Sementara Claudia sengaja memanfaatkan momentum ini,ia pura-pura tersakiti dan merasa menjadi wanita yang tertindas.
"Fahri.. kau datang tepat waktu,istrimu ini benar-benar sudah keterlaluan,ia hanya baik di depanmu dan Sherly saja tapi dibelakang kalian,lihat apa yang diperbuat kepadaku", Claudia pura-pura menangis.
"Tidak.. ini tidak seperti yang mas Fahri dan mas Riko lihat,aku tidak salah",Kirana membela diri.
"Iya mas,aku saksinya Kirana tidak salah,wanita ini yang mulai duluan",ucap Vita.
"Fahri... jelaslah gadis ini membela istrimu,dia kan sahabatnya,Fahri kau bahkan lihat sendiri istrimu mendorongku",cicit Claudia.
"Tidakk.. aku memang mendorongnya tapi aku punya alasan untuk itu",sela Kirana.
"Fahri lihat badanku sakit semua karena terjatuh tadii",ucap Claudia sembari memegangi badannya.
"Tapi mas Fahri.. aku tidak..."
"Sudah hentikan!!!",ucap Fahri memotong kata-kata Kirana.
"Kirana,kau harus meminta maaf karena sudah mendorong Claudia tadi",ucap Fahri.
"Tapi mas.. aku tidak..",
"cepat lakukan,kau tidak boleh berbuat seperti itu walaupun Claudia itu mantan istriku tapi dia juga ibunya Sherly,kau juga harus menghormatinya",ucap Fahri tegas.
"boss!!",ucap Riko mencoba memperingatkan Fahri agar bisa mengontrol emosinya.
"Kau diam!!!kau seharusnya mengingatkan Kirana kalau dia berbuat salah,bukan malah membelanya",fahripun memarahi Vita.
"Sudahlah Vita.. memang aku yang salah",air mata Kirana membasahi pipinya.Iapun mendekati Claudia.
"Ma..aff..",ucap Kirana dalam isaknya dan iapun berlari ke kamarnya sambil menangis memegangi dadanya yang terasa sangat sesak.
"Kirana...",Vita memanggil Kirana tanpa berani mengejarnya.
"Fahri terima kasih untung kau datang tepat waktu kalau tidak entahlah apa yang akan diperbuat istrimu kepadaku",cicit Claudia.
"sudahlah.. Riko ikut ke ruang kerjaku",ucap Fahri sambil berlalu ke ruang kerjanya.
"Siap boss",Riko mengikuti langkah Fahri.
Setelah dirasa aman dan tidak ada siapapun disana, Claudia tertawa jahat ke arah Vita.
"hahahha.. kau tahu ini baru permulaan sayang",ucap Claudia dengan seringainya.
"kau ini benar-benar wanita berhati iblis",geram Vita.
"oh yaa... sekali lagi ku peringatkan jangan macam-macam denganku,camkan itu baik-baik!!",ancam Claudia.
__ADS_1
"Aku yakin kebusukanmu nggak akan bertahan lama,sebentar lagi juga akan terbongkar,mungkin Kirana akan diam,tapi aku yang akan membongkarnya!!!",Vita mengintimidasi Claudia.
"Jangan pernah berani kepadaku atau kau rasakan sendiri akibatnya",geram Claudia.
"Sayangnya aku tidak takut nenek lampir!!!",ucap Vita berlalu pergi sembari mengibaskan rambutnya ke arah Claudia.
"Dasar gadis tengil,beraninya dia..",geram Claudia.
*****
"Bos,harusnya kau tidak sekeras itu dengan Kirana,kau harus mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu",ucap Riko setelah memasuki ruangan kerja Fahri dan menutup pintunya.
"Riko apa kau tidak melihat Kirana mendorong Claudia tadi",jawab Fahri.
"Bisa jadi Claudia yang memulai duluan, sebaiknya kau cek rekaman cctv selama beberapa hari kau tidak di rumah bos",ucap Riko.
"kemarikan laptop ku",sahut Fahri.
Fahri dan Riko mengecek rekaman cctv beberapa hari selama ia tidak berada dirumah,betapa kagetnya Fahri melihat Claudia dari pertama ke rumahnya,ia melihat istrinya dijambak dan diperlakukan semena-mena oleh Claudia, lebih-lebih ia mengetahui Claudia dengan sengaja menumpahkan teh panas ke tangan Kirana,dan tadi memang semuanya berawal dari Claudia, Claudia yang memulai duluan,Kirana hanya membela dirinya.
"Sialan!!",ucap Fahri.
"Sabar boss,kau tahu kan kalau Claudia itu sangat licik",ujar Riko.
"Aku benar-benar tidak habis fikir ko.. tega sekali dia",ucap Fahri.
"Aku akan buat perhitungan dengannya",Fahri berdiri dari duduknya.
"Eits.. sabar boss,tunggu dulu,,kau tidak boleh gegabah,dia main licik kita juga harus main cantik,kita ikuti permainannya dan kita pura-pura saja tidak tahu",ucap Riko.
"Kau benar ko,kita memang harus main cantik,ahh.. aku pasti sudah sangat menyakiti hati Kirana",Fahri meraup wajahnya dengan gusar.
"Tenang bos..",Ucap Riko.
"Gimana bisa tenang,tadi aku sempat membentaknya juga, bagaimana kalau dia kabur lagi",nampak kecemasan dalam wajah Fahri.
"Kirana sekarang sudah lebih dewasa bos,tidak seperti dulu lagi,sebaiknya kau meminta maaf sekarang daripada asyik menyesali kesalahanmu tadi",sindir Riko.
"Sialan kamu ko",ucap Fahri.
TBC dears..
terima kasih sudah mendukung karya author.
jangan lupa like,coment dan vote yang banyak yaa.
happy reading dears 🤗😘
__ADS_1