Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#116


__ADS_3

er@ngan dan l3nguhan menggema di seluruh sudut ruangan kamar Fahri dan Kirana,peluh dan keringat membanjiri tubuh keduanya.ya, sepulang dari acara pernikahan Riko dan Vita,Fahri menagih janjinya kepada istri kesayangannya itu.Dia tidak ingin kalah dengan pengantin baru.Kalau riko dan Vita sekarang mungkin sedang belah duren,tidak berbeda dengan Fahri dan Kirana yang kini sedang bercocok tanam.


"Oh God... uhh...",Fahri menikmati setiap kenikmatan yang diciptakan oleh Kirana.


Saat ini istri kesayangannya itu sedang menggoyangkan pinggulnya diatas tubuh fahri, bibir kirana tak berhenti mengeluarkan des@han-des@han yang menurut Fahri sangat s3xs1.kedua benda kenyal miliknya bergerak bebas seiring dengan hentakan tubuh Kirana.


Peluh yang membanjiri tubuh mulus kirana yang sedang meliuk-liuk diatas tubuh fahri menambah kesan s3xs1 dan mengg@irahkan.Fahri mengangkat kepalanya mencoba untuk meraih puncak gunung yang sangat manis dan menggemaskan itu.kobaran hasr@t dalam diri Fahri membuat ia seperti bayi yang kelaparan,ia melahap kedua gundukan kenyal itu secara bergantian.


Kirana semakin mempercepat gerakannya,ketika Fahri menyesap gundukan kenyal miliknya dengan sangat berg@irah.Ia merasakan gelanyar aneh dibawah perutnya yang siap untuk meledak.Ia pun bergerak sangat liar seiring dengan kenikmatan yang didapatkan nya dari Fahri.


"sa..sayang...a..aku..ahhhh...",Kirana mendongakkan kepalanya disertai dengan l3nguhan panjang,menandakan ia sudah mencapai puncak kenikmatannya.


Sebelum tubuhnya ambruk,Fahri sudah membalik posisi Kirana yang saat ini sudah berada dibawahnya.Fahri menyibakkan anak rambut yang menutupi wajah Kirana ia menciumi setiap inchi yang ada diwajah Kirana.


tangan satunya ia tempatkan diantara kedua pangkal paha istrinya tersebut.ibu jarinya ia gunakan untuk mengelus benda kecil berbentuk bulat nan pipih yang berada di area bawah Kirana.Gesekan-gesekan yang diberikan oleh Fahri membuat g@irah Kirana bangkit lagi.


Tubuh Kirana semakin menggelinjang tatkala Fahri memberikan sesapan-sesapan lembut di lehernya sehingga menimbulkan tanda kepemilikan disana dan tangannya yang semakin aktif bergerilya di area bawah Kirana.


"uhhh.. sayang..",Kirana memejamkan matanya ketika jari telunjuk Fahri mulai mengoyak ke dalam liang kenikmatannya.


Nikmat.. ya,itu yang dirasakannya saat ini,Fahri mampu membuat Kirana semakin terbuai dan terlena dengan permainannya.Bibir Fahri turun menyesapi benda kenyal favoritnya secara bergantian, sementara telunjuknya bergerak maju mundur di dalam bawah sana.


"Sa.. yang... a..aku sudah ti..dak tahan, cepat lakukan..",pinta Kirana dengan nafas terengah-engah.


Melihat wajah Kirana yang memerah diselimuti oleh g@irah,Fahri merasa tidak tega,ia pun mulai memasang ancang-ancang.Fahri ingin mencoba gaya baru.fahri mengajak Kirana berdiri dan menempelkan tubuh Kirana lada dinding, setelah itu ia mengangkat salah satu kaki Kirana dan menopangkannya di bahunya, sementara kaki satunya masih dengan posisi berdiri,kemudian pelan-pelan ia melakukan penyatuan.


sleppp..

__ADS_1


akhirnya senjata Laras panjang Fahri berhasil masuk ke sarangnya,ia mendiamkan beberapa saat kemudian pelan-pelan ia mulai memaju-mundurkan pinggulnya.fahri memejamkan matanya merasakan kenikmatan milik Kirana yang mencengkram enjata miliknya.


"Sa..yang.. punya mu nikmat sekali,ahh...",Fahri semakin mendes@h ketika ia merasakan senjatanya seperti dijepit oleh milik Kirana.sesak dan sempit itu yang ia rasakan,tapi ia sangat menyukainya.


Kirana tidak bisa menahan diri untuk tidak mend3s@h,matanya terpejam tatkala merasakan miliknya mendapatkan serangan bertubi-tubi dari Fahri,genjotan demi genjotan yang dilakukan oleh Fahri semakin lama semakin cepat.


"Ah..ah..ah..",suara des@han itu semakin terdengar s3xs1 beriringan dengan tubuh Kirana yang terhentak karena genjotan cepat yang dilakukan oleh Fahri.


"Sa..sayang.. uh..aku mau sampai...uhhh",ucap Kirana dengan nafas yang memburu.


"kita keluar bersama sayang..",bisik Fahri lirih.


Fahri menggiring tubuh Kirana ke arah ranjang tanpa melakukan pelepasan penyatuan,ia merebahkan tubuh Kirana,setelah itu ia semakin gencar menggenjot bagian bawah Kirana,hingga jeritan-jeritan s3xs1 menggema di kamarnya.


Fahri merasakan milik Kirana semakin berdenyut pertanda ia akan sampai pada puncaknya,sehingga Fahri semakin mempercepat gerakannya.


"Nggghhhh... ahhh....",l3nguhan panjang dari keduanya menandakan bahwa mereka sudah mencapai puncak kenikmatannya.


Fahri merebahkan dirinya di samping Kirana,ia melihat Kirana yang masih memejamkan matanya dengan nafas yang masih terengah-engah seakan ia masih menikmati sisa-sisa percintaannya.


Fahri memandangi wajah lelah Kirana.Sepertinya malam ini ia bermain cukup ganas,tapi kemudian ia memaklumi perbuatannya sendiri,mungkin saja aksinya yang brutal tadi karena satu Minggu lebih ia menahan diri untuk tidak bercinta walaupun sebenarnya ia sangat menginginkannya,semua itu karena tamu setiap bulan yang datang tanpa diundang membuat dirinya harus berpuasa.


Akan tetapi Kirana malah lebih suka permainan yang sedikit liar dan kasar.Ada sensasi tersendiri yang dirasakannya,membuat g@irahnya semakin meningkat 2 kali lipat dan ia pun lebih bersemangat.


Terlihat nafas Kirana sudah mulai teratur,ia pun membuka matanya dan melihat ke arah Fahri sembari tersenyum.Kemudian Fahri membawa tubuh Kirana ke dalam pelukannya,ia mengecup puncak kepala Kirana.


"I love you,honey.."bisik Fahri.

__ADS_1


"I Love You too, sayang..",jawab Kirana.


"terima kasih sayang.. ",ucap Fahri lirih


Kirana tak menjawabnya ia hanya tersenyum sembari mengelus pipi Fahri dengan lembut.Dan memainkan jarinya di wajah Fahri.


"tidurlah.. seharian ini kamu pasti sangat capek..",ucap Fahri lirih.


Kirana tidak menjawab tapi ia masih saja memainkan jarinya diwajah Fahri.Fahri memejamkan matanya menahan g@irahnya yang sudah mulai terpancing lagi.


"Sayang.. jangan lakukan itu,kau baru saja membangunkan adik kecilku kembali..",ucap Fahri tapi tidak ditanggapi Kirana.


Bahkan sekarang jari-jemarinya sedang asyik bermain-main dibibir fahri,Fahri ya g sudah tidak tahan akhirnya menghisap kelima jari itu secara bergantian tangannya kembali bergerilya di gundukan kenyal favoritnya,ia merem@snya dan juga memilin puncak inti yang berwarna pink itu.


Dalam hitungan detik,Fahri sudah mengarahkan senjatanya ke arah wajah Kirana,Kirana yang tadinya memejamkan matanya seketika dibuat terbelalak melihat belalai gajah yang sedang menari-nari di depan wajahnya.Ia berfikir bagaimana bisa benda sebesar itu masuk ke dalam miliknya yang sangat kecil.Pantas saja ketika mereka melakukan penyatuan seperti nya sangat sesak dan sempit.


TBC dears..


haduhh maafkan author baru bisa up..


author tuh paling nggak bisa nulis pas bab yang beginian,takut feel-nya nggak sampai ke readers semua..


kira-kira ini udah dapat belum ya feel-nya??


btw ini baru Kirana sama Fahri yang bercocok tanam,Riko sama Vita,mereka belum unboxing..


sekk.. sabar dulu author tak mikir dulu.. hihihi🤭

__ADS_1


terima kasih atas dukungan kalian semua..


happy reading dears 🤗😘


__ADS_2