Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#103


__ADS_3

"Aku kotor mas.. jangan sentuh aku.. bahkan aku sendiri sudah jijik dengan diriku semenjak peristiwa itu,tolong lepaskan..",Kinan mencoba melepaskan diri dari pelukan Riko.


"Kinan.. kau tak boleh bicara seperti itu..",Riko tetap memeluk Kinan,membawa dalam dekapannya.


"Sudahlah mas.. lepaskan aku.. aku mau pulang.. Tasya mungkin sudah menungguku dirumah..",ucap Kinan.


"Aku antarkan...".


"nggak usah mas.. aku bisa pulang sendiri.. aku sudah terbiasa..",elak Kinan.


"Boss..", Riko melihay ke arah Fahri dan diangguki oleh Fahri.


Riko memaksa untuk mengantarkan Kinan,sehingga mau tidak mau Kinan terpaksa membiarkannya.


"Huftt...",Vita menghela nafas kasar,air matanya benar-benar tumpah saat itu,entah apa yang dirasakannya saat ini.


Kirana yang tau perasaan Vita,ia mengelus pundak sahabatnya itu.


"Cinta tau kemana dia akan pulang.. sabar..",ucap Kirana.


"Laper bangett.. makan yuukkk..",Vita mengalihkan pembicaraan.


Mereka bertiga akhirnya menikmati makan siangnya ditepi pantai,tidak seperti biasanya mereka makan dalam diam,sibuk dengan pikirannya masing-masing.


Fahri,Kirana dan Vita memutuskan untuk kembali ke villa malam saja,karena mereka sangat ingin melihat matahari terbenam karena tadi pagi mereka gagal melihat matahari terbit.


🍁🍁🍁


Riko tiba di rumah Kinan,rumah 2 petak dengan kamar mandi berada diluar,sangat jauh dari kata sederhana.


"Kinan.. selama ini kamu sudah sangat menderita",batin Riko.


"Ibu...",teriak Tasya yang tahu ibunya datang.


"Lho kok om baik.. ikut kesini..",tanya Tasya yang bingung dengan kehadiran Riko.


"ibu kenal sama om baik..?",cerca Tasya.


"Tasya sayang.. sabar yaa.. Tasya nanyanya satu-satu ya.. ibu kan bingung,mau jawab yang mana dulu..", jawab kinan lembut.


"jadi.. om baik ini namanya om Riko,om Riko ini teman ibu dulu waktu masih sekolah,om Riko pengen tahu rumah Tasya,jadi om riko ikut ibu main kesini deh..",tutur Kinan.


Sungguh sisi keibuannya ini yang membuat Riko jatuh cinta pada Kinan saat dulu.


"Mas Riko masuk mas... maaf tempatnya seadanya",ucap Kinan.


Riko melihat ruang tamu itu hanya beralaskan karpet, tidak ada kursi disana.Sungguh miris,sangat berbanding terbalik dengan kehidupan Kinan dahulu.


"Dimana nenek yang menolongmu waktu itu..",tanya Riko.

__ADS_1


"Nenek sudah meninggal satu tahun yang lalu..",jawab kinan sedih.


"oh.. maaf Kinan aku nggak bermaksud.."


"nggak apa-apa mas.. hanya saja kadang aku merasa kangen dengan nenek,karena nenek adalah satu-satunya orang yang peduli dengan ku dan Tasya",ucap Kinan.


"Kinan ayo ikut aku..kita kembali ke Jakarta.. kamu bisa tinggal di rumahku yang kosong..",ucap Riko.


"Maaf mas.. bukannya aku tidak mau,tapi aku sudah nyaman berada dilingkungan ini,disini aku benar-benar mengerti tentang kehidupan yang sebenarnya..",


"Biarkan aku menjalani kehidupanku sebagaimana mestinya.. dan mas Riko silahkan lanjutkan kehidupan mas Riko..",lanjut Kinan.


"Kinan..".


"Mas Riko sudah menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan mas Riko selama bertahun-tahun.. Mas Riko orang baik..Aku yakin mas Riko bisa mendapatkan lebih baik dari aku.. bahkan jauh lebih baik..".


"Kinan..aku hanya ingin kau hidup bahagia itu saja..".


"Mas.. percayalah..aku sudah sangat bahagia dengan hidupku yang sekarang,walaupun hidupku sangat jauh dari kehidupanku yang dulu.. tapi aku merasa mendapatkan kedamaian disini, Apalagi tuhan sangat baik sekali denganku,ia sudah mengirimkan malaikat kecil yang sangat menyayangiku...",Kinan memeluk Tasya dengan penuh kasih sayang.


Riko akhirnya mengalah,berdebat dengan Kinan pun rasanya tidak ada gunanya,bahkan memaksanya pun tak akan pernah bisa, karena dari dulu memang Kinan seorang yang teguh dengan pendiriannya.


"Baiklah.. kalau kamu menolak tapi setidaknya besok kau dan Tasya harus mau menemaniku jalan-jalan,gimana..",ucap Riko.


"beneran om baik mau ngajak Tasya sama ibu jalan-jalan?",tanya Tasya


"iya sayang.. kita belanja semua yang Tasya suka..".


"Semua yang Tasya mau,kita beli..",


"yeahhh.. terima kasih om",Tasya bersorak dan memeluk Riko.


"Maaf mas.. tapi besok aku harus berjualan",elak kinan dan seketika membuat tawa dibibir Tasya memudar.


"Kinan,kau tidak kasihan melihat Tasya.. bahkan Tasya sangat antusias",ucap Riko.


"Ibu.. kali ini saja.. ibu kan jarang sekali mengajakku jalan-jalan,bahkan beli baju pun kadang hanya satu tahun sekali..",ucap Tasya sedih


Miris.. itu yang dirasakan Riko mendengar penuturan Tasya.Anak sekecil itu harus merasakan pahit getirnya kehidupan.


"Kinan.. berapa uang yang kamu dapatkan dari hasil berjualan sehari,segini cukup..",Riko mengeluarkan beberapa lembar uang ratusan ribu dan menyerahkannya kepada Kinan.


Dan Riko menambahkan lagi beberapa lembar.


"ini untuk membeli waktumu sehari besok.. dan yang itu anggap saja sebagai ganti rugi karena besok kau tidak berjualan",ucap Riko dengan sedikit emosi.


"Ternyata orang kaya itu semua sama.. kalian fikir dapat membeli kebahagiaan kami dengan uang",tukas Kinan,ia mengembalikan uang yang diberikan Riko untuknya.


"Kau salah faham Kinan..maksudku bukan seperti itu,kau jangan terlalu egois,okee..buatmu kehidupanmu saat ini sudah sangat cukup tapi apa kau memikirkan perasaan Tasya,ia juga berhak bahagia.. sama seperti anak-anak seusianya pada umumnya",jelas Riko panjang lebar.

__ADS_1


"Maaf kalau caraku salah.. aku tidak bermaksud merendahkanmu atau apapun itu..aku hanya ingin sehari saja.. izinkan aku membahagiakan kalian,hanya itu..",Riko merasa bersalah karena telah membuat Kinan menangis.


"Aku hanya tidak ingin memberikan Tasya harapan-harapan yang semu.. aku tidak ingin Tasya berharap lebih.. ".


"Kinan.. sehari saja,aku mohon..",Riko bersimpuh dihadapan Kinan.


Merasa tak tega,melihat wajah Tasya yang murung dan kesungguhan Riko, akhirnya Kinan tak mampu menolak.


"Baiklah..",ucap Kinan.


"beneran boleh Bu.. kita jadi jalan-jalan sama om baik",tanya Tasya dan diangguki oleh Kinan.


"Yeahh terima kasih ya Bu..",Tasya bersorak gembira.


"Terima kasih Kinan",ucap Riko.


"Sama-sama mas.. maaf aku yang sudah berburuk sangka kepadamu,aku fikir kamu seperti orang-orang kaya yang lainnya..".


"ssstt.. diamlah Kinan kau sudah sangat banyak bicara hari ini,apa kau tidak lelah".


"Sebenarnya aku sangat lelah tapi kamu masih betah disini,jadi terpaksa dehh...".


"Kau mengusirku.."


"Yaa.. kalau merasa sihh nggak apa-apa..".


"Kinan kita baru ketemu lho ini setelah bertahun-tahun lamanya..".


"hahaha..aku bercanda mass.. kamu benar-benar pemarah yaa sekarang",ledek Kinan,dan ia masih tertawa terbahak-bahak.


Riko tersenyum melihat Kinan yang tertawa lepas seperti saat ini.


"Kau berhak bahagia Kinan.. setelah semua yang telah kau lalui bertahun-tahun lamanya",batin Riko.


Setelah itu Riko pamit kembali ke villa dan berjanji besok pagi ia akan menjemput Tasya dan Kinan dan mengajaknya jalan-jalan.


TBC dears..


Sedih banget yaa dengan kehidupan Kinan dan tasya..


Gimana menurut readers.. kira-kira Kinan masih ada hati nggak sama Riko??


jangan lupa tulis jawaban kalian dikolom komentar yaa...


Ayo dong dukung karya author dengan like,koment dan jangan lupa favoritkan ya..


oh yaa.. jangan pelit-pelit kasih hadiahnya yang banyak dan juga vote nya juga.


terima kasih

__ADS_1


happy reading dears 🤗😘


__ADS_2