
Setelah mengantarkan Kirana pulang ke rumah Fahri langsung ke kantor.Sesampai di kantor Fahri sudah disuguhi dengan tumpukan berkas yang perlu persetujuan dan tanda tangannya.
"Apa-apaan ini?",Fahri membelalakkan matanya melihat tumpukan berkas dimeja kerjanya.
"Kau terlalu lama honeymoon bos sehingga melupakan pekerjaanmu",goda Riko.
"Siapa yang honeymoon,aku ke Bali karena pekerjaan dan kau tau itu",ucap Fahri seraya memeriksa berkas yang ada didepannya.
"Iyaa.. dan kau pun mengajak Kirana turut serta ke Bali bersamamu,apa namanya kalau bukan honeymoon,hahaha".
Fahri menyebikkan bibirnya tanpa berniat menjawab ucapan Riko.
"Gimana bos,udah gol belum",tanya Riko seraya berbisik ke arah Fahri.
"Emang lu kata main bola,gol.. ada-ada saja",Fahri menggelengkan kepalanya sembari tersenyum.
"Yaelah bos masak belum gol juga,payah niiihhh gak seru...".
"Lagian Kirana masih sekolah mana boleh?".
"Ya boleh lahh"
"Ihh kalau dia hamil??Kirana gak mau sampai dia hamil dan harus putus sekolah".
"Aduhh bosss...Mana tahan nunggu 1 tahun,secara tidur berdua,makan berdua,orang tinggal seatap,emang bos bisa tahan gituu", bukan Riko kalau tidak suka mengompor-kompori Fahri.
"May be... May be yes,may be no",ucap Fahri sambil tersenyum.
"Bos kau ini sudah nikah dua kali tapi kenapa tidak mengerti juga sihh,kalau Kirana tidak ingin hamil kau kan bisa pakai pengaman".
"Pengaman?apaan sihh Lo kira naik mobil pakai sabuk pengaman segala,hahaha".
"Ih dasar bos gak jelas,bukan sabuk pengaman,pengaman bos biar gak hamil alias alat kontrasepsi,gitu aja gak ngerti",Riko mendengus kesal.
"Hah..kenapa gue gak kefikiran sampai situ ya,,Lo emang cerdas Riko,gak sia-sia Lo jadi sekretaris sekaligus asisten pribadi gue",Fahri memuji Riko.
"Lha dari dulu kalii... Gue emang cerdas,baru nyadar",ucap Riko membanggakan dirinya.
"Cihh..baru dipuji sedikit saja langsung terbang",Fahri menyebikkan bibirnya.
"Oh ya ini sebagian sudah gue periksa dan tandatangani,dan yang ini yang harus diperbaiki lagi",Fahri menyerahkan berkas-berkas yang sudah diperiksanya kepada Riko.
"Okee bos,saya mohon undur diri dulu untuk kembali ke tempat duduk saya",ucap Riko formal.
"Gihh.. sana Lo buru-buru balik empet gue lihat Lo lama-lama",ucap Fahri menggoda Riko.
"Dasar bos gak ada akhlak",gumam Riko.
"Ngomong apa lu barusan,gue denger lho..".
"Wkwkwk.. kaburrr... Sorry bos sengaja,hahaha",Riko lari menyelamatkan diri kembali ke meja kerjanya dan menutup pintu
Tok...tok.. tok...
__ADS_1
"Apalagi sihh Riko kau...",ucapan Fahri terputus ketika melihat ternyata yang masuk ke ruangannya bukanlah Riko tapi Claudia.
"Boleh aku masuk",tanya Claudia meminta izin.
"Masuklah",ucap Fahri datar.
"Fahri,aku sudah menjemput Sherly dari asrama dan aku sudah mengurus kepindahan sekolahnya".
"Oh ya.. benarkah??kapan?",tanya Fahri antusias.
"Kemarin pas kau ada pekerjaan di Bali",jawab Claudia.
"Kalau saja kau bilang,aku bisa mengantarmu menjemput Sherly",ucap Fahri.
"Kau merindukannya?",tanya Claudia hati-hati.
"Jelas aku merindukannya,berbulan-bulan kau memisahkan aku dan Sherly",ucap Fahri sendu.
"Maafkan aku Fahri,aku tak bermaksud..".
"Sudahlah..aku mengerti",potong Fahri.
"Rasanya tidak sabar aku untuk bertemu dengan Sherly",lanjut Fahri.
"Sherly sudah berada di rumahmu,aku mengantarnya ke rumahmu tadi pagi,selama liburan Sherly boleh tinggal di rumahmu".
"Apaa??!!",Fahri membelalakkan matanya kaget.
"Kenapa jadi seperti ini?",Fahri mengusap wajahnya dengan kasar.
"Ada apa Fahri?",tanya Claudia tapi diacuhkan oleh Fahri.
Fahri segera bangkit dari duduknya ingin segera pulang, ketika ia ingin membuka pintu berpas-pasan dengan Riko yang ingin masuk ruangannya.
"Riko aku pergi dulu ya",ucap Fahri tanpa menoleh ke arah Riko.
"Mau kemana bos?",tanya Riko tapi tak diindahkan oleh Fahri.
Riko melihat Claudia yang berada di ruangan Fahri mendelik kesal.
"Pasti gara-gara biang kerok satu ini",batin Riko.
"Kenapa kamu ada disini,apa kau tidak ada pekerjaan lain",tanya Riko ketus.
"Maaf,tadi saya ada urusan dengan pak Fahri",jawab Claudia.
"Kembali ke ruanganmu,atau apa perlu saya telepon kepala bagian pemasaran untuk memberitahukannya bahwa salah satu anak buahnya berjalan-jalan pada jam kerja",ancam Riko.
"Tidak usah pak Riko,saya akan kembali ke ruangan saya,permisi",ucap Claudia.
"Baguslah,sana pergi',Riko mengibaskan tangannya.
"Sombong sekali dia,sudah kayak dia yang punya perusahaan ini",batin Claudia.
__ADS_1
"Tunggu apalagi??!!",ucap Riko mengagetkan Claudia.
Claudia berlalu melewati Riko dan menutup pintu dengan kencang.
"Dasar wanita ular,awas saja Lo berani main-main sama Fahri,langkahi mayat gue dulu",gumam Riko.
*****
Fahri mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi,dia ingin segera sampai di rumahnya.Fahri tidak ingin ada kesalahpahaman diantara Dia,Kirana dan Sherly.
Sampai di rumahnya Fahri segera memasuki rumahnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu,matanya mengedarkan pandangannya terlihat mbok Darmi yang sedang menyapu di ruang tengah.
"Lho tuan sudah pulang,kok tumben pulangnya cepat",tanya mbok Darmi ramah.
Belum sempat Fahri mengucapkan kata-kata, terdengar ada seseorang yang memanggil namanya.
"Papa....",teriak Sherly.
Fahri menoleh ke arah sumber suara dibelakangnya.
"Sherly..", terlihat mata Fahri berbinar-binar melihat putri semayangnya yang berada dihadapannya.
Sherly berlari ke arah Fahri dan memeluk Fahri erat,begitupun Fahri,dia memeluk putrinya dan mendekapnya dengan erat seakan menyalurkan kerinduannya selama ini yang teramat sangat mendalam.
Air mata Fahri lolos begitu saja,tapi ini bukan air mata kesedihan melainkan air mata bahagia,karena rasa harunya bisa berupa lagi dengan putri kesayangannya.Fahri memang sangat menyayangi Sherly,bahkan hubungan mereka lebih dari sekedar orang tua dengan anak,Fahri bisa memposisikan dirinya sebagai sahabat,guru ataupun kakak untuk Sherly.
Sama halnya dengan Fahri, Sherly pun sangat menyayangi papanya.Karena dari kecil Sherly lebih banyak menghabiskan waktu dengan Fahri daripada dengan Claudia.Sehingga hubungan yang terjalin diantara mereka sangat dekat dan erat.Kalau boleh memilih pun Sherly lebih suka tinggal bersama papanya daripada mamanya,karena ketika tinggal bersama papanya Sherly merasa mendapat perhatian lebih beda sekali ketika tinggal dengan mamanya.
Fahri merasakan kemejanya yang basah dengan air mata Sherly.Diapun melepaskan pelukannya ke anaknya itu dan melihat wajah Sherly yang sembab dan banjir air mata.
"Heii.. putri papa kenapa menangis?",Fahri mengusap air mata dipipi Sherli dengan ibu jarinya.
"Sherly kangen sama papa",jawab Sherly dalam isaknya.
"Sekarang Sherly sudah disini,sudah bersama papa".
"Sherly tidak mau kembali ke asrama lagi, Sherly mau tinggal sama papa",ucap Sherly sambil menggelengkan kepalanya.
Fahri merengkuh tubuh Sherly ke dalam pelukannya,mencoba menenangkan putrinya.
"kau tidak akan kemana-mana sayang,kau akan tetap disini",ucap Fahri pelan dan hati-hati.
TBC dears..
Terima kasih sudah berkenan membaca karya author.
jangan lupa terus dukung author vote dan yang like yang banyak yaaa.
serta berikan rate 5,coment dan jangan lupa favoritkan juga biar tidak ketinggalan update selanjutnya.
Sebisa mungkin author akan up tiap hari.
terima kasih,happy reading dears 🤗😘
__ADS_1