Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#41


__ADS_3

Kirana bangun dari tidurnya,suhu tubuhnya sudah normal,tapi kepalanya masih sedikit pusing dan perutnya juga sudah tidak sesakit kemarin,betapa kagetnya dia ketika melihat Fahri yang tertidur di kursi dengan menggenggam tangannya,kepalanya ia sandarkan ditepian ranjang,dan bahunya ia gunakan untuk menopangnya.


Merasakan pergerakan dari tubuh kirana,Fahri membuka matanya,segera ia membenarkan duduknya,memeriksa suhu badan Kirana dengan menempelkan punggung tangannya ke kening Kirana.


"Bagaimana keadaanmu?apa masih sakit?",tanya Fahri.


"Sudah lebih baik,hanya saja kepala q masih agak pusing dan perutku masih terasa sakit tapi tidak sesakit yang kemarin",jawab Kirana.


"aku panggilkan dokter ya",ucap Fahri khawatir.


"Tidak usah,nanti biar aku minum obat pereda nyeri,sebentar juga sembuh".


"aku sudah menelepon dokter dan sebentar lagi mungkin akan datang",ujar Fahri santai


"Kapan mas Fahri menelepon?",tanya Kirana.


"Tadi malam,dan aku sudah bikin janji pagi ini".


"Hahh..mas Fahri ini apa-apaan sih?aku itu cuma sakit biasa,kenapa pakai panggil dokter segala sihh",ucap Kirana kesal.


"Kamu tuh yang apa-apaan,orang semalam badan kamu panas banget,merintih gak jelas,perutmu juga kram kan,makanya aku telepon dokter biar tahu kamu ini sakit apa",ujar Fahri tak mau kalah.


"ihh mas Fahri tuh..."


tok..tok..tok..


"dokter Risa sudah datang,tuan..",ucap mbok Darmi dari balik pintu.


"langsung suruh ke kamar saja mbok",seru Fahri.


"Baik tuan"jawab mbok Darmi.


tok..tok..tok..


terdengar pintu diketuk dari luar.


"itu pasti dokter Risa,aku buka pintu dulu yaa",ucap Fahri sambil berlalu membukakan pintu.


Sementara Kirana hanya mendengus kesal.terlihat Fahri masuk ke kamar dengan seorang dokter.


"Selamat pagi nyonya",sapa dokter Risa ramah.


"Selamat pagi dokter",jawab kirana.


"Baik, langsung saja yaa..apa ada yang dikeluhkan",tanya dokter Risa.


"Em.. sebenarnya.."


"Sebenarnya semalam badannya panas,perutnya kram,kepalanya pusing dan dia juga tidak nafsu makan, kira-kira istri saya sakit apa dok?",cicit Fahri memotong pembicaraan Kirana.


"Sebentar tuan Fahri,saya periksa dulu yaa",ujar dokter Risa sambil mulai memeriksa Kirana.


"suhu badannya normal,tensi darahnya rendah makanya pusing yaa.. emm...maaf apa nyonya Kirana sedang datang bulan?",tanya dokter Risa.


"Emm.. iyaa dok",jawab Kirana sambil melirik ke arah Fahri.


"Sudah saya duga",ucap dokter Risa sambil tersenyum.


"jadi istri saya sakit apa dok?",tanya Fahri panik.


"istri anda tidak sakit tuan,ini hanya reaksi dari tamu bulanannya",jawab dokter Risa tersenyum.

__ADS_1


"Maksudnya dok,saya masih belum paham",tanya Fahri


"Emm..sudah dok biar saya nanti yang menjelaskan ke suami saya sendiri",ucap Kirana.


"Baiklah.. saya kasih obat pereda nyeri yaa untuk mengurangi kram di perutnya,dan penambah darah agar tensinya normal lagi dan gak pusing kepalanya",ujar dokter Risa sambil menyerahkan obat ke Kirana.


"Terima kasih dok",ucap Kirana.


"Sama-sama.. oke kalau begitu saya permisi dulu yaa",dokter Risa pamit.


"Saya antar ke bawah dok",ucap Fahri.


"Tidak usah repot-repot tuan,biar saya sendiri saja,saya permisi tuan",ucap dokter Risa dan berlalu keluar dari kamar Fahri dan Kirana.


Fahri duduk ditepi ranjang,sambil memandang ke arah Kirana yang bersender dikepala ranjang.


"Ke..na..pa?",tanya Kirana ragu sambil melihat Fahri yang memandanginya terus.


"Jelaskan!",ucap Fahri.


"Jelaskan maksud dokter tadi, sebenarnya kamu sakit apa?".


"Aku tidak sakit".


"Jelas-jelas kamu sakit,badanmu panas,perutmu kram, kepalaku pusing,mulutmu pahit tidak nafsu makan,masih mau bilang kalau kau tidak sakit?",cecar Fahri.


"Itu karena aku lagi datang bulan",jawab Kirana dengan suara yang makin terdengar rendah.


"Datang bulan apa sih maksudnya?to the poin saja jangan terlalu berbelit-belit",tukas Fahri.


"Siapa yang berbelit-belit".


"Kamu".


"Kok kamu jadi marah-marah?aku cuma tanya datang bulan itu sakit apaan baru kali ini aku dengar penyakit datang bulan",ucap Fahri.


"Tahu ahh.. ",Kirana menyelimuti sekujur tubuhnya.


"Kirana,kamu ini kenapa sihh",ujar Fahri semakin kesal tetapi tak mendapat jawaban dari Kirana.


Fahri memutuskan untuk keluar dari kamarnya dan ternyata sudah ada Riko yang menunggunya dibawah


"Bukankah ini weekend,mau apa kau kemari,aku sedang tidak ingin membahas masalah pekerjaan pada hari libur",ucap Fahri ketus.


"wesss.. santuyyy kuyy.. pagi-pagi udah sewot,ketahuan banget semalam gak dapat jatah,hahahha",ledek Riko.


"Sialan Lo",Fahri melemparkan bantal sofa ke arah Riko dan berhasil ditangkis Riko.


"Kenapa sih bos pagi-pagi muka udah kusut banget",tanya Riko.


"Kirana sakit",jawab Fahri.


"Hahh,serius.. sakit apa,sudah dibawa ke dokter?",tanya Riko.


"Kenapa jadi Lo yang panik",tanya Fahri balik.


"Ya kan Kirana sumber kebahagiaan mu bos,kalau Kirana sakit bos kan syedihhh,alamat bakalan jadi pelampiasan deh gue",jawab riko.


"Ngomong apa Lo barusan".


"Ahh.. gak bos.. hehe.. anu.. itu apa sudah dibawa ke dokter Kirana?",Riko mengalihkan. pembicaraan.

__ADS_1


"Sudah",jawab Fahri singkat.


"Nah terus kata dokter sakit apa?",tanya Riko lagi.


"Gak tahu.. nama penyakitnya aneh".


"Hahh.. emang sakit apaan bos,tidak parah kan bos",tanya Riko serius.


"Baru kali ini gue denger ada sakit datang bulan,sakit macam apa tuhh,semoga gak serius",jawab Fahri.


"Hah.. hahhahahahah",Riko terkekeh mendengar jawaban Fahri.


"Kenapa tertawa?",tanya Fahri.


"Memang bos gak tau datang bulan itu apa?",tanya Riko kembali.


"Kalau aku tahu juga gk sekesal ini,Kirana juga sama saja ditanyain bukannya dijawab malah tahu ah gak jelas",ucap Fahri.


"Pagi paa... om rikooo...",sapa Sherly dari belakang.


"Pagi sayang..",jawab Fahri.


"Pagi Sherly..",jawab Riko.


"Tuh tanya sama Sherly,datang bulan itu apa?",celetuk Riko.


"Hahh.. siapa yang datang bulan?",tanya Sherly.


"itu momy mu.. lagi sakit datang bulan",jawab Riko sambil melirik ke arah Fahri.


"Oh.. momy,pantesan gak kelihatan dari tadi",ucap Sherly.


"Emang kamu tahu datang bulan itu apa?",tanya Fahri.


"Papa ini nanya atau ngledekk sihh?",tanya Sherly kesal.


"Lha kenapa kamu jadi ikutan sewot sama kayak momy mu sihh",ucap Fahri tak kalah kesal.


"papamu ini gak tahu,datang bulan itu apa,makanya nanya,coba kasih tahu gihh",sahut Riko.


"Duhh papa.. datang bulan saja gak tahu, kebanyakan berteman sama om Riko sihh makanya gak tahu",cela Sherly.


"Nah,kenapa jadi gue lagi yang kena",ucap Riko.


"Sudah-sudah kalau kalian gak mau ngasih tahu biar papa cari tahu sendiri nanti",ucap Fahri.


"Papa mah gitu sekarang ambegan,lagian papa ada-ada aja,datang bulan itu ya penyakitnya cewek-cewek setiap bulan,biasa disebut haid/menstruasi",jelas Sherly.


"Ya Tuhan... bodohnya aku seperti itu saja gak tahu",ujar Fahri mengusap wajahnya kasar.


"Lha..baru nyadar kalau bodoh",celetuk Riko.


"Ngomong apa kamu barusan?",tanya Fahri.


"apa sih boss.. orang yang lagi dapet itu biasanya mengalami perubahan mood bos, biasanya suka uring-uringan dan marah-marah gak jelas,kalau gak percaya tanya Sherly",jawab Riko.


"betul itu", Sherly membenarkan pernyataan Riko.


Fahri mengangguk-angguk tanda mengerti.


TBC dears...

__ADS_1


terimakasih sudah dukung karya-karya author.


hadapi reading dears 🤗😘


__ADS_2