Duda Keren Itu Pahlawanku

Duda Keren Itu Pahlawanku
bag#111


__ADS_3

Setelah mendapatkan apa yang diinginkan istrinya,Fahri segera pulang,ia tak ingin Kirana terlalu lama menunggunya.Fahri segera menuju ke kamarnya,mencari istrinya tapi ia tidak menemukannya.


"Sayang.. aku sudah dapat nih nasi pecelnya sesuai yang kamu mau...",ucap Fahri sembari mengedarkan pandangannya.


Terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi,Fahri mengetuk pintu tersebut.


tokk..tok..tok..


"Sayang... kamu di dalam??",tanya Fahri sembari terus mengetuk pintunya.


"Iyaa sayang.. ",sahut Kirana dari dalam.


Tidak berapa lama kemudian Kirana membuka pintunya,terlihat matanya sembab, seperti habis menangis.


"Sayang.. kamu kenapa??",tanya Fahri panik.


Kirana menunjukkan benda pipih yang dipegangnya.testpack dengan satu buah garis yang berarti negative.


"Sayang...",Fahri membawa Kirana ke dalam pelukannya.


"Padahal aku udah telat seminggu mas..",ucap Kirana dalam isaknya.


" Sayang.. mungkin Tuhan masih ingin kita menikmati masa-masa berdua kita",ucap Fahri sembari mengelus rambut kirana


" Apa ini hukuman buat Kirana yaa,karena Kirana telah lalai menjaga anak kita dulu.."


"sshhhtt... jangan ngomong gitu sayang.. Tuhan punya rencana lain dibalik ini semua,lagian aku juga belum pengen cepet-cepet punya anak kok..",hibur Fahri.


" Sayang.. kalau aku nggak bisa punya anak lagi gimana?",tanya Kirana yang sudah frustasi.


" sayang.. kamu nggak boleh ngomong kayak gitu,lagian kalaupun kita nggak punya anak aku tetap mencintai kamu kok,karena kebahagiaan ku adalah kamu Kirana.. ",tutur Fahri.


"Aku nggak mau kamu ngomong kayak gitu lagi yaa... ada atau ataupun tidak ada anak diantara kita,aku tetap masih sama.. aku tetaplah Fahri yang mencintai Kirana..",Fahri menangkup kedua pipi Kirana.


"Sudah yaa jangan nangis lagi.. kamu jelek tau kalau nangis"goda Fahri


"Mas Fahri apaan sihh..",wajah Kirana bersemu merah.


"Tuh kan kalau senyum gitu makin cantik.. ya sudah aku udah bawain nasi pecel seperti yang kamu mau.. kita sarapan yukk,aku udah laper bangett nihh..",


Kirana mengangguk mengiyakan ajakan Fahri.


"Sayang.. gimana,kepalamu masih pusing..",tanya Fahri disela-sela sarapannya.


"tadi aku sudah minum obat dan sudah mendingan sihh.. badanku juga udah nggak demam,cuma kalau buat jalan-jalan aku belum kuat..",jawab Kirana.

__ADS_1


"Ya sudah memang seharusnya kamu istirahat saja..",ucap Fahri.


Setelah mereka selesai sarapan,mereka kembali ke kamar lagi,Fahri sibuk dengan gadgetnya,ia memeriksa beberapa email yang masuk dari pegawai di kantornya.Sementara Kirana ia lebih memilih merebahkan dirinya.


Hari sudah hampir siang dan Fahri masih sibuk memeriksa setiap laporan dip perusahaanya,Walaupun dia sedang berlibur tetapi tidak serta Merta membuatnya melepaskan tanggung jawabnya sebagai pemimpin perusahaan.


Kirana yang tertidur beberapa jam yang lalu mulai terbangun,ia melihat jam yang ada pada ponselnya,sudah jam 1 siang,pantas saja cacing-cacing di perutnya sudah protes minta diisi makan.


"Mas...",panggil Kirana.


"iya sayang.. kamu sudah bangun..",jawab Fahri dan melihat sekilas ke arah Kirana dan fokus dengan gadgetnya lagi.


"Mas.. aku laper..",ucap Kirana.


"Ya sudah kita delivery order aja gimana..",usul Fahri.


"Mas.. kita nyari makan di depan aja gimana,aku lihat ada deretan warung atau apa itu dengan berbagai macam menu makananan",jawab Kirana.


"Emang kamu kuat jalan sampai sana..",tanya Fahri.


"Mas.. di depan ini.. Deket kok.. kuatlahh..",


"Ya sudah ayokk...",Fahri mematikan ponselnya dan memasukkannya ke dalam saku celananya.


Mereka berdua akhirnya memutuskan untuk mencari makan siang di warung depan jalan utama memasuki villa.Disana memang terdapat beberapa deretan warung dengan berbagai macam menu makanan khas Jogja.


Semetara dibelahan kota Jogja yang lainnya,nampak Riko dan Tasya sedang berasa di mobil.Vita merasa aneh karena sejak tadi Riko hanya mengajaknya berkeliling jalanan di kota Jogja.


"Mas Riko.. kita mau kemana sihh.. dari tadi muter-muter aja kayak nggak ada tujuan.. tau gitu tadi di villa aja nemenin kirana",ucap Vita memulai pembicaraan.


"Kamu maunya kita kemana..",Riko balik bertanya.


"Mana aku tau.. aku tuh nggak pernah ke Jogja terakhir ke Jogja juga pas kelas 6 SD itupun karena ikut study tour yang diadakan sekolah",jawab Vita.


Tiba-tiba Riko membelokkan mobilnya ke sebuah cafe dengan konsep kafe pinggir sawah.Berkonsep modern tapi dengan suasana desa nan asri, pemandangan sawah yang menyejukkan terbentang di area belakang.


Di sana tersedia tempat duduk di dalam ruangan, di teras, bahkan di samping sawah. Ada aneka makanan dan minuman yang ringan hingga berat.


"Ayookk turun..",ajak Riko.


"Kok kita malah ke caffe..",tanya Vita.


"Daripada muter nggak jelas kan katamu.. lebih baik kita ngopi dulu.. sekalian makan siang juga",jawab Riko.


Vita berjalan mengikuti Riko ,mereka memilih tempat duduk di samping sawah.Mungkin karena hari ini bukan hari libur jadi tak banyak pengunjung yang datang pada waktu itu

__ADS_1


Riko memesan capuccino moccha dan iced coffe Nutella serta beberapa makanan ringan untuknya dan Vita.


"Woww.. disini suasananya masih alami banget ya mas.. apalagi ditambah sawah-sawah gitu jadi asri banget gituu, anginnya juga semriwing..", Terlihat Vita sangat menyukai tempat itu


"Kamu suka...",tanya Riko dan diangguki oleh Vita.


"Nanti aku ajak ke satu tempat lagi dan kamu pasti sangat menyukainya..",ucap Riko.


"beneraan??janji yaa...",ucap Vita


",janji...",Riko mengacungkan jari telunjuk dan tengahnya.


"Yeahhh...",Vita bersorak tak ubahnya seperti anak kecil yang mendapat mainan baru.


"Ohh.. ya nanti kita mampir tempat Kinan bentar yaa,besok kan kita sudah kembali ke Jakarta",ajak Riko.


Mendadak senyum dibibir Vita pun luntur,ia seperti dilambungkan keatas dan dijatuhkan lagi pada saat itu juga.Riko yang menyadari itu mendekat ke arah Vita.


"Kenapa??",tanya Riko.


"Ngg...nggakk.. nggak apa-apa",jawab Vita gelagapan.


"Kalau kamu keberatan kita mampir ke tempat Kinan nggak apa-apa,kita nggak jadi kesana..".


"ihh.. siapa yang keberatan.. ya sudah sihh kita kesana..", ucap Vita.


"Kamu cemburu yaa...",goda Riko.


"Ih mas Riko pede banget sihh ya jelas.. iya lah aku cemburu",ucap Vita lirih.


"Apa???tadi kamu ngomong apa??


"Apa sihh nggak... aku nggak cemburu",jawab Vita ketus.


"Padahal mah kalau kamu cemburu,aku seneng banget tau..",goda Riko mencubit gemas hidung Vita.


"Ngarep banget sih mas Riko.. tuh mbak Kinan mau dikemanakan??",raut wajah Vita berubah menjadi jutek.


"Kinan??aku nggak ada hubungan apa-apa sama Kinan..",jawab Riko.


"bener-bener dech nggak cowoknya,nggak ceweknya pinter banget aktingnya.. bilang nggak ada hubungan apapun tapi dibelakang peluk-pelukan mesra,ihh",ucap Vita kesal dalam batinnya.


TBC dears..


hallo readers.. maaf yaa kemarin nggak up,author janji hari ini bakal double up 🙏

__ADS_1


ohh iyaa.. author minta dukungan juga untuk karya author yang satunya Menikahi CEO Tampan dijamin nggak kalah seru dengan novel **Duda Keren Itu Pahlawan ku


happy reading dears 🤗😘**


__ADS_2