
Setelah meeting Fahri segera kembali ke ruang kerjanya diikuti oleh Riko dibelakangnya.
"Tunggu bos.. kenapa sih dari tadi kau seperti tidak fokus",tanya Riko.
"Entahlah.. otakku berasa penuh saat ini,aku tidak bisa berfikir jernih",jawab Fahri.
"Bos.. jangan bilang kau seperti ini gara-gara wanita ular itu",selidik Riko.
"Hentikan Riko, berhentilah memanggil Claudia wanita ular, bagaimanapun dia ibu dari anakku",jawab Fahri tak suka.
"Bos,aku tahu dia ibu dari anakmu tapi sikapnya itu yang tak ku suka,kau pasti sudah termakan omongannya",tukas Riko.
"Aku Bingung Riko.. aku tak tahu perasaan apa ini,aku sangat mencintai Kirana,aku tak mau kehilangan Kirana,tapi aku juga tidak mau Sherly bersedih",ucap Fahri.
"bersedih??",tanya Riko tak mengerti.
"Iyaa.. setiap anak pasti ingin mempunyai keluarga yang utuh,tinggal bersama ayah dan ibunya",jawab Fahri.
"Bos, bukannya Sherly sudah menerima Kirana sebagai ibu sambungnya,dan kiranapun demikian",tanya Riko.
"Iyaa.. tapi Claudia bilang..."
"Wanita ular itu lagi... fix bos kau ini sudah termakan omongannya, boss.. buka matamu lebar-lebar!! Claudia itu ingin kau kembali bersamanya,kau tidak ingat apa yang pernah dia lakukan padamu?",tanya Riko gemas.
"Aku ingat..sampai sekarang pun aku tidak bisa melupakan itu,semua itu masih membekas di otakku, bagaimana Claudia mengkhianatiku",ucap Fahri.
"Apa kau tidak berfikir kalau kau kembali bersama Claudia,bisa jadi Claudia berbuat seperti itu lagi",ujar Riko.
"Bos,apa kau ingin menyia-nyiakan berlian hanya demi batu kerikil?",tanya Riko.
"Bos,yang harus kau perjuangkan itu Kirana,hanya Kirana yang pantas mendapatkan semua kasih sayang dan cinta darimu,bukan wanita ular itu",lanjut Riko.
Fahri hanya diam dan mencerna semua perkataan Riko.
"Bos, Sherly itu sudah dewasa,Ia juga tak mungkin egois dan hanya mementingkan kebahagiaan nya sendiri,pastinya ia juga ingin melihat papanya bahagia bersama orang yang dicintainya, dengarkan kata hatimu bos,kau jangan mau dibodohi oleh wanita ular itu",ucap Riko kembali.
"Kau benar Riko,aku tak seharusnya menyia-nyiakan Kirana",jawab Fahri.
"Sebaiknya kau harus jaga jarak dengan Claudia bos,jangan sampai Kirana cemburu melihat kedekatanmu dengan wanita ular itu",ujar Riko.
"Thanks Riko kau memang selalu mengerti akui",Fahri tersenyum dan menepuk bahu Riko.
"Terima kasih doang,bonus kekkk...",celetuk Riko.
"Kau mau apa dariku,hah..",tanya Fahri.
"Kalau aku minta putrimu boleh?",goda Riko.
__ADS_1
"Ogah..gue punya menantu kayak Lo,amit-amit deh",Fahri bergidik mendengar perkataan Riko.
"Hahahaha.. bercanda kali bos,gue bukan pedofil kali ahh suka ma anak-anak,ups..",
"Sialan Lo",ucap Fahri.
*****
Pulang dari sekolah Kirana dikagetkan dengan kedatangan Laras.
"Kak Laras..Raka...".
"Haii Kirana..",sapa Laras sembari tersenyum.
"Kak Laras kok kesini nggak bilang-bilang sih",ucapan Kirana.
"Kalau bilang-bilang namanya buka. kejutan dong",jawab Laras sambil tertawa.
"Ya sudah kita keatas saja yuukk,ke kamarku biar lebih enak ngobrolnya",ajak Kirana.
Mereka menaiki anak tangga menuju kamar Kirana,sebelum ke kamar,Kirana mengambil minuman dan cemilan untuk Laras.
"Kii.. kamarmu besar sekali",ucap Laras.
"Ya begitulah kakk",jawab Kirana tak bersemangat
"Kak apa sih rahasianya,kak Laras dan mas Doni kok bisa awet dan terlihat selalu bahagia,seperto tidak pernah ada masalah dalam rumah tangga kalian?",bukannya menjawab Kirana malah balik bertanya.
"Rahasianya ya saling percaya satu sama lain,selalu mengalah tidak mengedepankan ego masing-masing,karena sudah ada Raka,kalau kita berselisih paham terus,kasihan Raka kan?Raka ini ibarat pengerat cinta kita,kalau kita berantem dikit pasti ingat Raka,nggak jadi berantem dehh baikan lagi",jelas Laras panjang lebar.
"oh gituu",jawab Kirana singkat.
"Memang kenapa?",tanya Laras penasaran.
"Enggak kak.."
"Kamu jangan bohong Kirana,kau itu tidak pandai berbohong".
"Entahlah kak..aku takut mas Fahri akan meninggalkan ku dan kembali kepada mantan istrinya".
"Apa yang membuatmu berfikir seperti itu?".
"Entahlah.. mas Fahri dan mantan istrinya sudah memiliki Sherly,bisa saja mereka kembali demi Sherly",ucap Kirana dengan raut wajah yang sedih.
"Kirana kau jangan berfikiran seperti itu,kaupun sama,bahkan kau juga sudah memberikan semuanya untuk Fahri kan?".
"Maksudnya kak?".
__ADS_1
"Kirana kau ini.. Kau juga sudah memberikan mahkotamu untuk Fahri kan,mahkota yang kau jaga-jaga selama ini,atauu jangan-jangan kalian belum pernah...."
"belum",jawab Kirana cepat.
"Kirana,serius kau belum pernah berhubungan dengan Fahri?".
"serius,memang belum pernah",jawab Kirana.
"Kau menanyakan bagaimana agar hubungan bisa awet dalam rumah tangga,agar selalu bahagia tapi kau saja belum memberikan hak Fahri atas dirimu",ujar Laras.
"Aku belum siap kakk",jawab kirana melemah.
"Mau sampai kapan,nungguin kamu siap.. Jangan salahkan Fahri kalau tergoda mantan istrinya",tegas Laras.
"Kakak...kok kak Laras ngomong seperti itu sih",ucap Kirana kesal.
"Kirana kamu harus mengambil hati Fahri,buat Fahri selalu jatuh cinta denganmu jangan sampai ada sedikitpun ruang dihati Fahri untuk memikirkan wanita lain selain dirimu". ucap Laras.
"Malam ini berikan Fahri apa yang sudah menjadi haknya atas dirimu, sebenarnya kau sudah berdosa besar karena menolak suamimu entah itu sengaja maupun tidak kau sengaja".
"Kakak tidak mau tahu yaa.. pokoknya malam ini kau harus melayani suamimu dengan sebaik-baiknya,kalau kamu masih ingin pernikahannu dengan Fahri berlanjut dengan bahagia",lanjut Laras.
"Ini,pakai ini hanya didepan Fahri, pakai ketika kau mau tidur",Laras menyerahkan paper bag yang dibawahnya.
"Apa ini??pakaian model apa ini,kenapa kainnya tipis dan seperti kekurangan bahan,nggak mau ah kakk,aku malu nanti yang ada mas Fahri malah ngeyawain aku",Kirana menolak setelah melihat isi paper bag itu.
"dasar Kirana.. ini itu namanya lingerie,Fahri nggak akan menertawakanmu yang ada dia malah akan klepek-klepek melihatmu",sahut Laras.
"Apa iya?", Kirana masih ragu dengan perkataan Laras, lagi-lagi dia mengulik-ulik lingerie seksi yang dibawakan Laras untuknya,lingery berbahan brokat berwarna merah dengan celana dalam berenda berwarna sepadan.
"Aku tidak yakin kakk",ucap Kirana.
"Pokoknya pakai saja,kamu mau jadi adik durhaka nggak nurut sama kakak,udah jadi adik durhaka jadi istri durhaka pula karena nggak nurut sama suami",ucap Laras menakut-nakuti Kirana.
"Ogah ahh.. kak Laras serem banget omongannya",Kiran bergidik ngeri.
"Makanya nanti malam pakai,ingat pakainya didepan Fahri aja",ucap Laras.
"Iya..iya..nanti malam aku pakai",jawab kirana.
TBC dears..
please like dan coment yaaa..
jangan lupa berikan rate 🌟🌟🌟🌟🌟 dan vote yang banyak
Terima kasih sudah dukung karya-karya author.
__ADS_1
Happy reading dears 🤗😘